65 research outputs found

    LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER

    No full text
    ABSTRAK Lingkungan Pendidikan Dalam Implementasi Pendidikan Karakter Oleh : Eka Oktarina Lingkungan secara umum diartikan sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakungya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Lingkungan dibedakan menjadi lingkungan alam hayati, lingkungan alam non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial.Pendidikan memiliki arti luas yakni segala pengalaman belajar diberbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu. Adapun pendidikan dalam arti sempit dalam praktiknya identik dengan schooling, yaitu pengajaran formal dibawah kondisi�kondisi yang terkontrol, jadi pendidikan hanya berlangsung bagi mereka yang menjadi siswa pada suatu sekolah atau mahasiswa pada suatu perguruan tinggi. Jadi, lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial.Implementasi adalah proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tersebut. Implementasi juga dimaksudkan menyediakan sarana untuk membuat sesuatu dan memberikan hasil yang bersifat praktis terhadap sesama. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang. Dapat disimpulkan secara ringkas bahwa karakter adalah sikap, tabiat, akhlak, kepribadian yang stabil sebagai hasil proses konsolidasi secara progresif dan dinamis. Kata Kunci: Lingkungan, Pendidikan, Implementasi, Karakter. iv ABSTRACT EDUCATIONAL ENVIRONMENT IN THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION By: Eka Oktarina The environment is generally defined as the unity of space with all objects, forces, conditions and living creatures, including humans and their behavior, which influence the continuity of life and welfare of humans and other living creatures. The environment is divided into natural biological environment, natural non-biological environment, artificial environment and social environment.Education has a broad meaning, namely all learning experiences in various environments that last throughout life and have a positive influence on individual development. As for education in the narrow sense, in practice it is identical to schooling, namely formal teaching under controlled conditions, so education only takes place for those who are students at a school or students at a college. So, the educational environment can be interpreted as environmental factors that influence educational practices. The educational environment is the environment where the educational process takes place, which is part of the social environment.Implementation is the process of ensuring the implementation of a policy and the achievement of that policy. Implementation is also intended to provide the means to create something and provide practical results to others. Character is a psychological trait, morals or manners that are characteristic of a person or group of people. It can be concluded briefly that character is a stable attitude, character, morals, personality as a result of a progressive and dynamic consolidation process. Keywords: Environment, Education, Implementation, Character

    TINDAK TUTUR ILOKUSI ASERTIF GURU PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU

    No full text
    ABSTRAK Rananda Oktarina. 2022. Tindak Tutur Ilokusi Asertif Guru Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 15 Kota Bengkulu. Dra. Ngudining Rahayu, M.Hum., dan Dr. Dian Eka Chandra Wardhana, M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Penelitian ini mengangkat dua permasalahan yaitu : (1) bagaimana tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, dan (2) Bagaimana fungsi tindak tutur guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan asertif guru yang terjadi pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan ada lima tahap yaitu (1) mentranskripsikan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4) menginterpretasi data, (5) menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh tindak tutur asertif guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia meliputi tindak tutur ilokusi asertif menyatakan, tindak tutur ilokusi asertif memberitahukan, tindak tutur ilokusi asertif menyarankan, dan tindak tutur ilokusi asertif melaporkan. Serta fungsi tindak tutur yang ditemukan yaitu bekerja sama (Collaborative) yang terdiri dari tuturan menyatakan dan melaporkan. Kata Kunci : tindak tutur asertif, proses pembelajaran bahasa Indonesia, SMP Negeri 15 Kota Bengkul

    PENGALAMAN PRIMARY CAREGIVER DALAM MEMBANTU RESPON ADAPTASI ANAK KORBAN KEKERASAN FISIK DI KOTA BANDA ACEH: STUDI FENOMENOLOGI

    No full text
    KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEPERAWATANPROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATANTESIS26 Agustus 2021xii + 5 BAB + 90 halaman + 1 tabel + 4 skema + 15 lampiranEKA OKTARINA RIANI1812201010003PENGALAMAN PRIMARY CAREGIVER DALAM MEMBANTU RESPON ADAPTASI ANAK KORBAN KEKERASAN FISIK DI KOTA BANDA ACEH: STUDI FENOMENOLOGI ABSTRAKRespon adaptasi terhadap kekerasan fisik pada anak dapat dimanifestasikan dalam fungsi fisiologis, fungsi peran, konsep diri dan interdependensi. Namun pada kasus-kasus kekerasan fisik pada anak, belum didapatkan bukti tentang bagaimana primary caregiver membantu proses adaptasi anak korban kekerasan fisik. Berkaitan dengan masalah diatas peneliti tertarik ingin melakukan penelitian tentang pengalaman primary caregiver dalam membantu respon adaptasi anak korban kekerasan fisik yang berfokus pada respon fisiologis, konsep diri, interdependensi dan fungsi peran. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 8 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan 7 tema yang menggambarkan bagaimana primary caregiver membantu anak korban kekerasan fisik dalam melalui proses adaptasi, khususnya adaptasi pemenuhan fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya seorang primary caregiver dalam memahami persepsi kekerasan fisik pada anak sehingga dapat memberikan informasi yang tepat dalam menangani masalah tersebut. Menyikapi hal tersebut temuan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan berbagai pihak untuk di jadikan sebagai dasar dalam membantu anak korban kekerasan fisik khususnya dalam membantu respon adaptasi anak. Kata Kunci: anak usia sekolah , adaptasi fisiologis, adaptasi konsep diri, adaptasi fungsi peran, dan adaptasi interdependensiDaftar pustaka: 1 buku, 39 jurnal, (1999-2021

    HUBUNGAN BULLYING VERBAL DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMP EKA SAKTI SEMARANG

    No full text
    Bullying verbal berpengaruh terhadap rasa percaya diri pada remaja. Rasa percaya diri pada umumnya ditandai dengan sikap positif yang ada pada diri seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Dengan adanya perilaku Bullying verbal tersebut menjadikan anak mempunyai percaya diri yang rendah. Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan Bullying verbal dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMP Eka Sakti Semarang Metode: Desain Penelitian Yang Digunakan Adalah Deskriptif Korelasional Dengan Menggunakan Metode PendekatanCcross Sectional. Sampel Diambil Dengan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Jumlah Sampel Yang Digunakan Yaitu 80 Responden. Dengan Menggunakan Instrumen Berupa Kuesioner Yang Telah Diuji Validitas menggunakan uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMP Eka Sakti Semarang dalam kategori sedang sebanyak 43 responden (53.7%) dan yang mengalami Bullying verbal di SMP Eka Sakti Semarang sebayak 59 responden (73.8%) dengan p value 0.000<0.05, maka berarti ada hubungan kepercayaan diri dengan bullying verbal pada remaja. Saran: Diharapkan sekolah bisa menjadi acuan untuk lebih memperhatikan tingkah laku siswa dilingkungan sekolah dan menindak lanjuti segala bentuk perbuatan Bullying

    Variasi Tekanan dan Suhu pada Proses Purifikasi Etanol Menggunakan Membran Komposit Poly Ether Sulfone pada Sistem Pervaporasi Membran

    No full text
    Proses pervaporasi (PV) dalam rangka pemurnian etanol merupakan teknologi yang menjanjikan dan sedang berkembang pesat. Hal ini didukung dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh pervaporasi yakni: tidak membutuhkan bahan kimia tambahan, proses lebih sederhana, serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk menentukan kondisi operasi optimal dalam proses pemurnian etanol menggunakan membran komposit poly-ether-sulfone dengan coating 3% alginat-3% kitosan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial 3 kali perulangan, faktor pertama variasi yaitu temperatur pre-heating bagian feed terdiri dari 63.64, 67.83, dan 72.01oC. Faktor kedua yaitu tekanan downstream yang terdiri dari 41.325, 46.325, 51.325 absolut kPa. Hasil konsentrasi pada feed dan fluks permeat akan dianalisa menggunakan ANOVA. Proses yang berjalan selama 40 menit dengan sistem batch dan konsentrasi umpan etanol sebesar 68.05%(w/t). Hasil percobaan menunjukkan konsentrasi etanol tertinggi didapatkan pada kondisi operasi pre heating feed 72.01oC dan tekanan downstream sebesar 51.325 Absolut kPa dengan konsentrasi etanol sebesar 82.84%(w/t). kondisi terbaik akan dikontrol menggunakan membran komposit non coating dan dihasilkan kenaikan konsentrasi etanol pada bagian permeat sebesar 76.34%(w/t). Namun performansi membran komposit poly ether sulfone dengan coating 3% alginate-3% kitosan ini belum mampu dalam memisahkan campuran azeotrop etanol-air

    LKP : Pemrograman Komputer Untuk Komunikasi Data Sistem Pencacah Nuklir

    No full text
    Pencatatan Pencacah Nuklir adalah sebuah buku yang digunakan untuk menyimpan data yang telah dihasilkan oleh Alat Pencacah Nuklir, sehingga memudahkan user dalam pencacatatan hasil cacah nuklir. Data – data yang disimpan berupa tanggal dan waktu pencacahan, hasil pencacahan (hasil rata – rata percobaan pencacahan yang telah dilakukan oleh user) dan lain sebagainya. Data yang telah disimpan pada komputer dapat digunakan untuk meneliti besar pengaruh nuklir terhadap lingkungan disekitar PSTA-BATAN Yogyakarta dalam kurung waktu tertentu. Selama ini pencatatan hasil cacah nuklir dilakukan secara manual di PSTA-BATAN Yogyakarta. Sehingga kemungkinan terjadi kesalahan dalam pencatatan bisa saja terjadi, dan user harus memasukkan secara manual ke dalam komputer. Untuk memudahkan user dalam proses pencatatan dan pengolahan data, maka dibuatlah sebuah Aplikasi Pencacah Nuklir sehingga data dapat tersimpan secara otomatis pada saat pencacahan berlangsung sehingga dapat diolah oleh user dikemudian hari. Aplikasi Pencacah Nuklir ini dihubungkan secara serial pada Alat Pencacah Nuklir yang telah dibuat bersamaan dengan aplikasi ini

    TA : Transmisi Nirkabel Sinyal Auskultasi Suara Jantung Dengan Menggunakan Wireless Zigbee Network

    No full text
    Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja kapan saja . Kadang-kadang penyakit tersebut tidak dapat dideteksi di awal. Proses pemeriksaan jantung hanya dapat dilakukukan oleh dokter disebut sebagai auskultasi . Auskultasi adalah pemeriksaan kinerja organ seperti jantung dengan mendengarkan suara yang dihasilkan dari getaran stetoscope. Dalam pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoscope diperlukan untuk membuka sebagian besar daerah dada pada pasien. Oleh karena itu, diperlukan membangun sebuah alat yang mampu memisahkan dokter dan pasien. Dalam studi ini , pengiriman sinyal auskultasi jantung melalui transmisi nirkabel di jaringan sensor nirkabel dibangun. Kualitas layanan yang digunakan dalam penelitian ini termasuk probability of loss, lama delay data diterima serta jumlah througput sinyal auskultasi jantung yang ditransmisikan antara dua node. Dari hasil penelitian yang dilakukan pengaplikasian transmsi sinyal auskultasi jantung dapat dibangun dengan cara penerimaan data oleh coordinator dilakukan secara offline. Berdasarkan hasil penelitian, hasil transmisi sinyal auskultasi jantung menunjukkan bahwa semakin tinggi baudrate pengiriman data yang ditetapkan oleh komunikasi serial, semakin besar througput sistem. Namun, secara langsung mempengaruhi packet loss yaitu packet loss akan menjadi lebih besar. Begitu juga dengan delay pada baudrate 57600 lebih sedikit dibandingkan dengan delay pada baudrate 115200

    HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIK DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI INSTALASI RA WAT INAP RUMAH SAKIT UMUM RNDAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHRNTAHUN 2009

    No full text
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan adalah faktor psikologik, faktor sosial, faktor fisik dan faktor finansial. Faktor psikologik, merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan yang meliputi minat, ketenteraman dalam kerja, sikap terhadap kerja, bakat, dan keterampilan (As'ad, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Psikologik dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat lnap RSUDZA Banda Aceh Tahun 2009. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu perawat pelaksana yang bertugas di Instalasi Rawat Inap RSUDZA Banda Aceh. Pengambilan sampel secara proporsional sampling sebanyak 63 orang dengan menggunakan kuesioner. Data dengan kriteria bahwa adanya hubungan yang bermakna bila nilai P0,05). Maka direkomendasikan kepada pimpinanRSUDZA agar dapat memperhatikan faktor psikologik yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja perawat dalam asuhan keperawatan dan dapat menempatkan posisi kerja perawat pelaksana sesuai dengan minat, sikap dan kompetensi serta keterampilannya, sehingga mereka dapat memberikan kinerja yang baik terhadap peningkatan mutu pelayanan rumah sakitKata Kunci : Faktor Psikologik, minat, ketenteraman dalam bekerja, sikap, bakat, keterampilan kerja dan kepuasan kerja

    Implementasi model pembelajaran inquiry dalam peningkatan motivasi belajar dan kreativitas berpikir siswa pada mata pelajaran IPS Kelas VIII MTs Al Maarif 03 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan dampak implementasi model pembelajaran inquiry dalam meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas berpikir siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di MTs Al-Maarif 03 Singosari Kabupaten Malang. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan awal bahwa siswa cenderung pasif, kurang antusias, dan hanya mengandalkan hafalan dalam proses pembelajaran. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan serius dalam motivasi belajar dan kreativitas berpikir siswa yang perlu diatasi melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru IPS dan siswa kelas VIII MTs Al-Maarif 03 Singosari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung dengan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, ditunjukkan dengan meningkatnya keinginan siswa untuk bertanya, berpendapat, dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu, kreativitas berpikir siswa juga mengalami peningkatan, ditandai dengan kemampuan menyusun ide-ide baru, berani menyampaikan pendapat, serta menghasilkan karya yang orisinal. Faktor pendukung keberhasilan implementasi model ini meliputi kesiapan guru, ketersediaan media pembelajaran, dan suasana kelas yang kondusif. Adapun hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, variasi kemampuan siswa, dan adaptasi terhadap metode baru. Dengan demikian, inquiry learning dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPS. ENGLISH: This study aims to describe the planning, implementation, and impact of the inquiry learning model in improving students’ learning motivation and creative thinking in Social Studies (IPS) among eighth-grade students at MTs Al-Maarif 03 Singosari, Malang Regency. The background of this research is based on preliminary findings indicating that students tend to be passive, less enthusiastic, and rely solely on memorization during the learning process. This suggests serious problems in students’ motivation and creativity, which need to be addressed through a more contextual and student-centered learning approach. This study employs a descriptive qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research subjects are the Social Studies teacher and eighth-grade students at MTs Al-Maarif 03 Singosari. The data were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The primary instrument in this study is the researcher, supported by observation and interview guidelines. The results show that the inquiry learning model is effective in enhancing students' learning motivation, as seen from their increased willingness to ask questions, express opinions, and actively participate in class. Students’ creative thinking also improved, marked by their ability to generate new ideas, confidently express thoughts, and produce original work. Supporting factors include teacher readiness, availability of learning media, and a conducive classroom environment. However, some obstacles were encountered, such as limited time, varying student abilities, and adaptation to new methods. Thus, inquiry-based learning can be considered an effective strategy to improve the quality of teaching and learning in Social Studies. ARABIC: يهدف هذا البحث إلى وصف التخطيط والتنفيذ وتأثير تطبيق نموذج التعلم بالاكتشاف في تعزيز دافعية التعلم والتفكير الإبداعي لدى طلاب الصف الثامن في مادة الدراسات الاجتماعية (IPS) بمدرسة MTs المعارف 03 سينغوساري بمحافظة مالانج. وقد استندت خلفية البحث إلى نتائج أولية تُظهر أن الطلاب يتسمون بالسلبية، ويفتقرون إلى الحماس، ويعتمدون فقط على الحفظ أثناء عملية التعلم. ويدل ذلك على وجود مشكلات جدية في دافعية الطلاب وتفكيرهم الإبداعي، مما يتطلب معالجتها من خلال نهج تعليمي أكثر ارتباطًا بالسياق ويركز على الطالب. يعتمد هذا البحث على منهج وصفي نوعي باستخدام تصميم دراسة الحالة. وقد تم جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. وتمثلت عينة الدراسة في معلم الدراسات الاجتماعية وطلاب الصف الثامن في المدرسة نفسها. وقد تم تحليل البيانات تحليلًا وصفيًا من خلال تقليل البيانات، وعرض البيانات، واستخلاص النتائج. وكان الباحث هو الأداة الرئيسية في هذا البحث، مدعومًا بدليل للملاحظة والمقابلة. تشير نتائج البحث إلى أن نموذج التعلم بالاكتشاف فعال في زيادة دافعية الطلاب للتعلم، كما يظهر من خلال زيادة رغبتهم في طرح الأسئلة، والتعبير عن آرائهم، والمشاركة النشطة في الفصل. كما تحسن التفكير الإبداعي لديهم من خلال قدرتهم على توليد أفكار جديدة، والتعبير عن الرأي بثقة، وإنتاج أعمال أصيلة. من العوامل الداعمة لنجاح هذا النموذج استعداد المعلم، وتوفر الوسائط التعليمية، وبيئة الصف الدراسية المواتية. أما المعوقات فتشمل ضيق الوقت، وتفاوت قدرات الطلاب، وصعوبة التكيف مع الطريقة الجديدة. ومن ثمّ، يمكن اعتبار التعلم بالاكتشاف استراتيجية فعالة لتحسين جودة عملية التعلم والتعليم في مادة الدراسات الاجتماعي
    corecore