69 research outputs found

    Monitoring scoliosis progression : optimizing positioning and ultrasound imaging

    No full text
    ABSTRACT To define the best treatment for scoliosis, a curved spine, frequent monitoring is essential. X-ray is commonly used, but limited by radiation risk and 2D-representation. Ultrasound could offer an excellent alternative. This thesis presents a framework to monitor scoliosis progression using ultrasound and focuses on posture reproducibility and improving 3D-ultrasound image quality. SAMENVATTING De mate van verkromming van de wervelkolom bij scoliose kan veilig en nauwkeurig in kaart worden gebracht met 3D-ultrageluid. Dat blijkt uit onderzoek van promovenda Dyah Dewi. Scoliose komt voor bij ongeveer 4 op de 100 personen. Als de vergroeiing niet wordt gecorrigeerd, kan dit onder meer leiden tot problemen aan hart en longen. Om de beste behandelmethode vast te stellen, is frequent scannen noodzakelijk. Nu worden daarvoor nog röntgenfoto’s gebruikt, maar omdat röntgenstraling het risico op kanker vergroot, moet het aantal foto’s beperkt blijven. Monitoring met ultrageluid, waarbij de patiënt niet aan gevaarlijke straling wordt blootgesteld, kan echter een uitstekend alternatief bieden, zo blijkt nu. Door meerdere scans met ultrageluid te maken en deze te combineren, ontstaat een gedetailleerd driedimensionaal beeld van de wervelkolom, laat Dyah Dewi zien. Ontbrekende informatie kan met digitale technieken worden aangevuld, toont ze aan. Ook ontwikkelde Dewi een bewerkingstechniek waarmee driedimensionale reconstructie aanzienlijk verbeterd worden, en een hulpmiddel voor de patiënt om bij scans de juiste houding aan te nemen, zodat scans goed met elkaar vergeleken kunnen worden en de progressie van de ziekte nauwkeurig in kaart kan worden gebracht.

    Kimia Untuk Tingkat 2 SMK : Kurikulum SMK edisi 2004

    No full text
    xiv, 96 p. : il.; 26 c

    Aplikasi Bacillus thuringiensis, Beauveria bassiana dan Steinernema carpocapsae Sebagai Pengendali Hayati Hama Penggerek Buah Tomat ( Helicoverpa armigera )

    No full text
    Helicoverpa armigera merupakan hama utama tanaman tomat karena mampu menurunkan produksi tanaman. Pada umumnya petani menggunakan pestisida kimia sintetik untuk mengendalikan hama ini tetapi penggunaan yang kurang bijaksana akan mencemari lingkungan dan produk budidaya. Salah satu alternatif pengendalian hama yang memperhatikan keamanan lingkungan adalah dengan memanfaatkan agens hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Bacillus thuringiensis, Beauveria bassiana dan Steinernema carpocapsae sebagai pengendali hayati hama penggerek buah tomat dalam upaya mempertahankan produktivitas tanaman tomat. Perlakuan berupa paket pengendalian hama terdiri atas : Bacillus thuringiensis dengan konsentrasi 2 gram/liter; Beauveria bassiana dengan konsentrasi 0,2 gram/liter (kerapatan spora 109); Steinernema carpocapsae dengan konsentrasi 1.000.000 IJs/liter; Insektisida (bahan aktif profenofos) dengan konsentrasi 2 gram/liter dan kontrol. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Agens hayati berupa bakteri Bacillus thuringiensis, jamur Beauveria bassiana dan nematoda Steinernema carpocapsae dapat dimanfaatkan sebagai pengendali penggerek buah tomat (H. armigera), (2) B. thuringiensis lebih mampu menekan populasi hama dan menekan kerusakan tanaman dibandingkan dengan agens hayati lain, (3) B. bassiana lebih cenderung spesifik inang sehingga lebih mampu untuk menekan populasi dan kerusakan buah yang disebabkan oleh H. armigera, (4) S. carpocapsae kurang mampu menurunkan intensitas kerusakan buah H. armigera karena perilaku H. armigera yang pasif dan masuk kedalam buah tomat memperkecil kemungkinan infeksi dan (5) Aplikasi pengendali hayati masih mampu mempertahankan jumlah buah yang sehat dan lebih menekan kerusakan buah tomat

    Drama Tari Gagar Mayang ISI Surakarta (Limaran)

    No full text
    Sulit untuk memaksakan cinta. Cinta tidak semata-mata hadir begitu saja. Cinta hanya menimbulkan rasa sakit dan amarah. Amarah yang tak dapat dibendung hanya akan menimbulkan sengsara. Harapan akan cinta yang tulus kini telah sirna. Merupakan sajian drama tari dari ujian koreografi semester 6 pada Jurusan Tari ISI Surakarta. Terdiri dari DEWI LIMARAN: Adian Isnatika Inabela, RAJA MALING KENTIRI: Aran Ditio Fathoni, JOKO LINTANG: Fajar Tri Asmoko, PASUKAN KIDANG: Eka Putri Ananda, Brigitha Marselia, Siti Khasanah, Tia Tri Utami, Rosita Anggun, Handika May C. P., Tri Saraswati, Anestri Sulanjari, PEMBURU: Oktavian Kusuma D.,Erica Nityananda Sonya, Fadilla Febry Erawati, Dina Rosita, Lenni Wulandari, Wilujeng Dyah Ayu Arimbi, Wakhidatul Nur Utami, Dini Putri Nur M., Paras Tri Utami, Elsa Kurnia Murti, PENANGGUNG JAWAB MUSIK: Asep Susanto, GENDER & KENDANG: Asep Susanto, DEMUNG & GAMBANG: Rano Prasetyo, SAXOPHONE & SARON: Nanang Sulistyo, VOKAL: Ardi Gunawan, Yenny Arama, KEMPUL: Renzia Fitra, BONANG: Yudha, SARON: Angger Widiasmara, BIOLA: Julio

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI EPISIOTOMI DI RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS

    No full text
    ABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN NYERI EPISIOTOMI DI RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUSPretty Erawati1) Desak Parwati2) Dina Indrati Dyah S3)1) Mahasiswa Prodi D-III Jurusan Keperawatan Semarang Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang2) Dosen Prodi D-III Jurusan Keperawatan Semarang Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang3) Dosen Prodi D-III Jurusan Keperawatan Semarang Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangE-mail: [email protected] Belakang: Nyeri adalah keluhan utama yang paling sering dirasakan oleh ibu post partum spontan dengan episiotomi. Penggunaan obat penghilang rasa nyeri (analgetik) merupakan hal yang umum diberikan pada periode post partum. Menurut beberapa penelitian, salah satu pengelolaan nyeri episiotomi yang mudah murah dan efektif yaitu melalui aplikasi kompres ice pack yang diaplikasikan pada perineum.Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan fokus studi pengelolaan nyeri episiotomi melalui kompres ice pack.Metode: penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada dua ibu post partum yang mengalami nyeri luka episiotomi di ruang Bersalin RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2x24 jam, kedua klien mengalami penurunan skala nyeri yang signifikan setelah diberikan aplikasi kompres ice pack yaitu skala 1 pada klien 2 dengan skala awal 6, dan skala 0 pada klien 2 dengan skala awal 4, ungkapan klien tentang berkurangnya keluhan nyeri, vital sign dalam batas normal, klien mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain. Simpulan: Pengelolaan nyeri akut dengan terapi ice pack mengalami keberhasilan dalam menurunkan nyeri episiotomi. Saran: saran dalam karya tulis ilmiah ini agar ibu post partum dengan episiotomi dapat mengetahui dan menerapkan cara pengelolaan nyeri dengan teknik non farmakologi yaitu kompres ice pack Kata kunci : Episiotomi, Pengelolaan Nyeri Episiotomi, Kompres Ice Pack ABSTRACTNURSING CARE IN POST PARTUM MOTHER WITH THE STUDY FOCUS OF EPISIOTOMIC PAIN MANAGEMENT IN RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUSPretty Erawati1) Desak Parwati2) Dina Indrati Dyah S3)1) Students of Study Program D-III Semarang Nursing Department of Health Polytechnic of Semarang2) Lecturer of Study Program D-III Semarang Nursing Department of Health Polytechnic of Semarang3) Lecturer of Study Program D-III Semarang Nursing Department of Health Polytechnic of SemarangE-mail: [email protected]: Pain is often a major problem felt by spontaneous postpartum mothers with episiotomy. The use of painkillers (analgesics) is a common thing given in the post partum period. According to several studies, one of the management of episiotomic pain that is easily cheap and effective is through the application of ice pack compresses applied to the perineum.Purpose: This Scientific Writing is carried out to carry out nursing care for post partum mothers with a focus on the study of managing episiotomic pain through ice pack compresses.Methods: writing case studys using descriptive methods in the form of case studies to describe nursing care in two post partum mothers who experience episiotomic pain in the Maternity Room of the RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.Results: after nursing care for 2x24 hours, both clients experienced a significant reduction in the scale of pain after being given the application of ice pack compresses, namely scale 1 on client 2 with an initial scale of 6, and scale 0 on client 2 with an initial scale of 4, client expressions of reduced pain complaints, vital signs within normal limits, clients are able to carry out activities without the help of others. Conclusion: acute pain management with ice pack therapy has been successful in reducing episiotomic pain.Suggestion: suggestions in this case study so that post partum mothers with episiotomy can find out and apply pain management methods with non-pharmacological techniques, namely ice pack compressesKeywords: Episiotomy, Episiotomic Pain, Ice Pack Compresse

    UJI FORMULASI Beauveria bassiana ISOLAT LOKAL SEBAGAI PENGENDALI HAYATI HAMA UTAMA KAPAS

    No full text
    Pengembangan pengendali hayati (agens hayati) cendawan entomopatogen B. bassiana isolat lokal yang efektif dan efisien sebagai pengendali hama sangat penting untuk dapat meningkatkan produktivitas tanaman kapas dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan hidup yang aman. Sementara bentuk formulasi tepat juga perlu dipertimbangkan, sehingga dapat membantu dalam hal ketersediaan, perbanyakan massal, penyimpanan dan pengaplikasiannya. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan dapat menghasilkan: (1) formulasi yang tepat untuk produksi massal cendawan entomopatogen B. bassiana isolat lokal dan (2) Publikasi di Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAL), selanjutnya data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, dengan parameter pertumbuhan cendawan hasil formulasi dan adanya kontaminan (uji bahan dan produk), kerapatan spora cendawan hasil formulasi (uji viabilitas spora) dan persentase mortalitas serangga uji (uji efikasi di laboratorium). Hasil penelitian adalah formulasi isolat lokal Beauveria bassiana yang diproduksi adalah formulasi cair, pasta dan tepung. Hasil uji kualitas menunjukkan bahwa formulasi cair memberikan hasil terbaik dimana produk formulasi relatif lebih stabil, uji viabilitas tertinggi (kerapatan spora 109 spora/ml), uji efikasi relatif tinggi (56,67% dalam waktu 96 jam), serta waktu kematian (LT50) tercepat (89,72 jam)

    Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 dengan Variasi Konsentrasi BAP secara In Vitro

    No full text
    Tembakau Kasturi 2 merupakan tembakau khas Jember yang memiliki produktifitas relatif tinggi. Perbanyakan secara generatif cenderung menghasilkan bibit yang kurang seragam sehingga dikembangkan dengan teknik kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, penambahan zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ZPT BAP terhadap induksi tunas tembakau varietas Kasturi 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 6 perlakuan yaitu penambahan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi tunas tembakau Kasturi 2 dengan kedinian bertunas 12,17 hari setelah inokulasi, eksplan bertunas 100%, rerata jumlah tunas 47,50 buah per eksplan dan rerata tinggi tunas 1,42 cm.Tembakau Kasturi 2 merupakan tembakau khas Jember yang memiliki produktifitas relatif tinggi. Perbanyakan secara generatif cenderung menghasilkan bibit yang kurang seragam sehingga dikembangkan dengan teknik kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, penambahan zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang nyata.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ZPT BAP terhadap induksi tunas tembakau varietas Kasturi 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga Desember 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 6 perlakuan yaitu penambahan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP 2 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi tunas tembakau Kasturi 2 dengan kedinian bertunas 12,17 hari setelah inokulasi, eksplan bertunas 100%, rerata jumlah tunas 47,50 buah per eksplan dan rerata tinggi tunas 1,42 cm

    Pengaruh Pemberdayaan Kader Posyandu terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita dalam Pemberian Nutrisi di Posyandu Dusun Tambakrejo Desa Sodo Kecamatan Paliyan Gunungkidul

    No full text
    INTISARI\ud Latar Belakang : Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian nutrisi\ud yang tepat untuk balita menjadi salah satu faktor penyebab masih tingginya masalah\ud gizi balita. Posyandu merupakan sarana untuk memantau tumbuh kembang balita dan\ud menjadi jembatan informasi antara ibu dan petugas kesehatan, namun kurang\ud terampilnya kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan menjadi salah satu\ud penyebab kurangnya pengetahuan dan sikap ibu balita dalam pemberian nutrisi.\ud Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader\ud Posyandu terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita dalam pemberian nutrisi di\ud Posyandu Dusun Tambakrejo Desa Sodo Kecamatan Paliyan Gunungkidul.\ud Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan Pre – Post Test Design\ud untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita dalam pemberian\ud nutrisi sebelum dan sesudah pemberdayaan kader Posyandu. Sampel penelitian ini\ud adalah ibu yang memiliki balita di Posyandu Dusun Tambakrejo sebanyak 45\ud responden dengan tehnik Total Sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji\ud Paired Sample T-Test.\ud Hasil penelitian : Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan rata – rata hasil pre dan\ud post- test setelah dilakukan pemberdayaan kader, dengan nilai p sebesar 0.000 <\ud 0.05.\ud Simpulan : Simpulan penelitian ini adalah pemberdayaan kader Posyandu\ud berpengaruh secara bermakna terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita dalam\ud pemberian nutrisi di Posyandu Dusun Tambakrejo, Desa Sodo, Kecamatan Paliyan,\ud Gunungkidul.\ud Saran : Petugas kader diharapkan dapat terus belajar dan meningkatkan\ud keterampilan dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan seluruh kegiatan di\ud Posyandu.\ud Kata kunci\ud Kepustakaan\ud Jumlah halaman\ud : Pengetahuan dan Sikap, Kader Posyandu, Pemberdayaan\ud : 29 buku (Tahun 2004 – Tahun 2013), 3 jurnal, 2 Skripsi,\ud 20 web\ud : xiv, 89 halaman, 5 tabel, 6 gambar, 18 lampira

    Need Assessment on Learning to Teach in Education 4.0 for 21st Century Students’ Learning English Classroom

    No full text
    Many studies address that students’ achievement is encouraged by the effect of teacher professional development. But translating professional development into students’ achievement rarely involves the needs of students. Since there is no one method of need assessment on learning to teach that could fit all situations, picturing students’ point of view of what an English teacher should have would contribute to the needs of teacher professional development. Therefore, this study attempted to reveal the essential issue on engineering students’ perception toward the learning to teach in Education 4.0 that teacher should comply. A descriptive study was conducted to describe and analyze the need of teacher professional development (TPD) for the students’ learning in the 21st century from students’ point of view. Interview and questioner were implemented to complete the objective of the study. The data collected which was gathered from 90 students as the population sample were analyzed into statistical analysis. Based on the finding, this current study clarified that teacher professional development, especially for English teachers in occupying 21st century students’ learning needed to meet the competency of pedagogic, professional, personality, and social. The finding also showed that professional competence needed to be more considered for teacher professional development. The result obtained of this study is expected to contribute to the existing literature on professional development of ELT teachers for engineering students and also open wide opportunity for future research to conduct further study

    Profil Pasien Kanker Paru Primer yang Dirawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya

    No full text
    Background: Lung cancer is still one of the biggest contributors to cancer deaths. GLOBOCAN in 2012 reported that lung cancer causes 30% of cancer deaths in men and 11.1% in women. Objective: The purpose of this study was to determine the profile of lung cancer in the General Academic Hospital Dr. Soetomo.Method: This research uses a descriptive observasional type by taking one time through medical record data from 186 primary lung cancer patients in Dr. Soetomo Hospital during January to December 2017. Results: Men (70.4%) more than women (29.6%). The most age group is 51-60 years (35.5%). Men and women suffer the most from adenocarcinoma (78.6% and 87.3%). Most jobs are private employees (38.2%). Most education is high school (70.4%). The most of patients live in East Java (97.3%) and the most specific are in Surabaya (39.2%). Most Histopathology is non-small cell lung cancer (95.9%) with adenocarcinoma is the most common type (81%). Lung cancer with small cell and non small cell type are mostly found in stage IV (82.3%) and extensive stage (3.8%). Local metastases are mostly found in the contralateral lung (58.1%), and most distant metastases in the brain organ (66.7%). The most common complication is pleural effusion (42.5%). Shortness of breath is the most common symptom (59.1%). The most widely used chemotherapy drug is pemetrexed-cisplatin (17.1%). Conclusion: Primary lung cancer patients at Dr. Soetomo Regional Academic Hospital majority of men aged 51-60 years. Most local metastases are in the contralateral lung and distant metastases in the brain. Most complications are pleural effusion
    corecore