112,024 research outputs found

    author-bios-SRD-19-0063.R1 – Supplemental material for The Network Structure of Police Misconduct

    No full text
    Supplemental material, author-bios-SRD-19-0063.R1 for The Network Structure of Police Misconduct by George Wood, Daria Roithmayr and Andrew V. Papachristos in Socius</p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DUTI- DUTA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISWA KELAS V SD NEGERI 012 KUALU KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah “Untuk Mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe DUTI-DUTA Dalam Menigkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SD Negeri 012 Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar”. Adapun rumusan masalahnya adalah “Bagaimanakah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe DUTI- DUTA Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SD Negeri 012 Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar”?. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu guru yang berperan langsung dalam proses belajar mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa, sedangkan objeknya adalah Penerapan Model pembelajaran Kooperatif Tipe DUTI-DUTA (Dua Tinggal Dua Tamu) dan hasil belajar matematika. Adapun siswa dari penelitian ini adalah siswa yang prestasi belajarnya rendah yaitu siswa kelas V SD Negeri 012 Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar berjumlah 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah tindakan. Sebelum tindakan nilai rata-rata siswa 49,69 dan setelah adanya tindakan terjadi peningkatan hasil rata-rata siswa menjadi 66,87. Setelah data diproses sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe DUTI-DUTA Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SD Negeri 012 Kualu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    EKSPLORASI FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN TINGKAT REVENUE TAHUN ANGGARAN 2017 DIVISI PEMELIHARAAN GEDUNG DI PT. GRAHA SARANA DUTA AREA V JATIM BALI NUSRA

    No full text
    PT. Graha Sarana Duta (GSD) merupakan anak perusahaan Telkom yang memiliki portofolio bisnis Property Management, Property Lease, Property Development dan Property Facility, Untuk kelancaran Operasional PT. Graha Sarana Duta membentuk 7 Regional atau Divisi Kerja salah satunya Area V Jatim Bali Nusra. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis pemeliharaan gedung tentunya PT. Graha Sarana Duta (GSD) mempunyai target revenue yang harus dicapai. Target revenue ini bisa dicapai bila prestasi kinerja yang dilaporkan melalui Checklist atau BAPP (Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan) Bulanan dinilai 100% oleh WASPANG (Pengawas Lapangan) masing-masing Tenant. Penelitian ini menganalisis secara eksploratif mengenai faktor-faktor penyebab penurunan tingkat revenue Tahun Anggaran 2017 divisi pemeliharaan gedung di PT. Graha Sarana Duta Area V Jatim Bali Nusra, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengambilan data yaitu observasi lapangan dan wawancara yang mendalam dan kemudian dilakukan treangulasi sumber dari hasil wawancara, Elemen-elemen yang menjadi pedoman untuk wawancara adalah Material, man, equipment, environment, measurement dan method yang kemudian akan disimpulkan dengan diagram Fishbone. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa yang menjadi faktor-faktor penurunan tingkat revenue diantaranya dari segi Material Gedung yang dikelolah sudah berumur tua dan rapuh, Man, Tenaga teknisi jumlahnya masih kurang dan belum memiliki sertifikasi serta pemenuhan SDM lambat, dari segi Equipment, Peralatan banyak yang rusak dan belum lengkap, pemenuhan peralatan kerja terlambat, dari segi Environment, Transportasi masih terbatas dan pemilik ruang kerja menghalangi kegiatan pemeliharaan, petugas pembuat surat izin masuk ruangaan belum ditunjuk sehingga menghambat kegiatan pemeliharaan gedung, dar dari segi method pengaturan jadwal kegiatan pemeliharaan kurang flexibel. Dengan adanya berbagai faktor yang ditemukan diharapkan dapat mempermudah untuk merumuskan rancangan perbaikan agar PT Graha Sarana Duta Khususnya Area V Jatim Bali Nusra mampu meningkatkan pencapaian revenue untuk mencapai target yang ditetapka

    La percepció de l’alumnat sobre la freqüència d’avaluació

    No full text
    En aquest article presentem una síntesi d’alguns dels resultats obtinguts en una investigació sobre la percepció de l’alumnat sobre la freqüència d’avaluació acadèmica, duta a terme amb estudiants de diverses universitats públiques i privades romaneses. L’objectiu fonamental d’aquesta investigació va ser analitzar el procés de l’avaluació acadèmica en un conjunt de components avaluades, mètodes d’avaluació, percepció de l’alumnat sobre l’objectivitat de l’avaluació i la qualitat de les activitats didàctiques. Es presenten aquí només les opinions obtingudes en l’aplicació de dos ítems que tracten sobre la freqüència de les activitats d’avaluació i la manera com ha de fer-se l’avaluació (més sovint, d’igual freqüència, amb menor freqüència). Les respostes de l’alumnat participant revelen que la freqüència de l’avaluació està relacionada en gran mesura amb el rendiment acadèmic

    Využití sociálních médií v B2B prodeji

    No full text
    Tato diplomová práce se zabývá tím, jak mohou B2B obchodníci využívat sociální média v prodeji. Na základě systematické rešerše literatury, autor zjistil, že akademici, zkoumající danou problematiku, navrhují další výzkum, a to: v kterých konkrétních krocích se dají využít sociální média v prodeji (Salo, 2017). Autor se na základě toho rozhodl zjistit, jaké sociální sítě, různé technologie a pluginy se dají využít v B2B prodeji - tzv. social sellingu. Social selling se v této práci týká primárně procesu akvizice a okrajově péčí o stávající zákazníky. Autor si vybral kvalitativní průzkum pomocí 10 hloubkových polo-strukturovaných rozhovorů, aby odhalil jak, která sociální média to jsou, tak i motivaci prodejců, proč tato média používat/nepoužívat. Aby autor dodržel správnost vyhodnocení výsledků, data byla analyzována pomocí Tématické analýzy, která v této studii vykrystalizovala 2 hlavní strategické přístupy v social sellingu. Tyto přístupy (tzv. Push a Pull strategie) obsahují praktické příklady a konkrétní aktivity, které mohou prodejci využívat v každodenní praxi. Tyto výsledky jsou prezentovány s důrazem na praktičnost a jednoduchost implementace. Tvoří proto hlavní přínos autorovo výzkumu. V poslední části autor zmiňuje výzvy a manažerská doporučení, které mohou obchodníci využít v každodenním pracovním životě.This diploma thesis focuses on social media usage in B2B sales. Based on the systematic literature review conducted by the author, he has found out that recent researchers (Salo, 2017) suggest further research in the area of how and in which sales phase should various social networking sites, technologies and plugins used. To further fill this research gap, author decided to identify these social media and their usage among B2B salespeople in the so-called social selling process. The social selling process in this thesis applies mainly to acquiring new prospects and tangentially to taking care of existing clients (follow-up step). Author has chosen a qualitative research method via conducting 10 in-depth semi-structured interviews to reveal these instruments as well as motivation of a sales person on why to use social media in the selling process. The collected data was analyzed using Thematic analysis to ensure the right procedure and to identify main themes which crystalized into 2 main strategic approaches in social selling. These approaches (Push and Pull) include practical examples of concrete activities which sales people can use in their daily jobs and are presented with focus on practicality and ease of implementation. These also form the main contribution of author`s research. In the last part, author mentions challenges in social selling and recommended managerial implications for salesforce

    TeX v jednoduchém unixovém prostředí

    No full text
    summary:Při ladění TeXového dokumentu potřebujeme mnohokrát opakovaně pouštět TeX, podívat se, jak dopadl výsledek v prohlížeči DVI nebo PDF souboru, mrknout na výpis TeXu na terminálu, podívat se případně do logu a celou činnost opakovat. V tomto článku je ukázáno, jak tuto práci dělá autor článku. Proces "editor-TeX-kuk" je zde podporován jednoduchými unixovými nástroji: bashovým skriptem texloop, který si autor pro tyto účely vytvořil, dále terminálem Xterm a jednoduchým editorem, který umí navázat na klávesovou zkratku spuštění příkazu v systému. Čtenář se zde může inspirovat a přizpůsobit tyto nástroje svým vlastním potřebám. V článku je popsána funkce skriptu texloop, dále je neformálně rozveden dlouholetý vývoj autorova vztahu k textovým editorům a konečně je zde uvedena konfigurace terminálu Xterm, aby vyhovoval českému prostředí jak v kódování ISO-8859-2, tak v kódování UTF-8. Pro kódování UTF-8 si v závěru článku vygenerujeme TeXový formát csplain.summary:By debugging a TeX document it is necessary many times repeatedly to run TeX, to look for the result in DVI or PDF file, to gander the TeX output on the terminal, or eventually to have a look in the log-file, and all that action to repeat. In the paper it is show, how this work is made by author. The process '‘'editor-TeX-look' is supported by simple Unix tools: bash script texloop, created by author for these purposes, Xterm terminal and a simple editor, which is able to link to the shortcut key the activation of a system command. The reader could be inspired with the solution and to adapt these tools to his/her own needs. In the paper the function of the texloop script is described, and further the longstanding evolution of the author's relation to text editors is informal elaborated and finally a configuration of Xterm terminal, suitable for the czech environment with both ISO-8859-2 and UTF-8 encoding is introduced. For UTF-8 encoding the TeX format csplain is generated at the end of the paper

    SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DUTA BANGSA DI BEKASI

    No full text
    Dunia Ilmu Pengetahuan dan teknologi semakin berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Memasuki millennium ketiga, dunia semakin terbuka. Siap atau tidak siap Indonesia harus menghadapi percaturan global. Untuk menghadapi hal tersebut Indonesia diharapkan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di setiap bidangnya, salah satunya adalah bidang Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Namun pengembangan SDM sendiri memiliki beberapa permasalahan. Diantaranya adalah, keterbatasan adanya tempat pendidikan dan pelatihan yang baik. Perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas dan penngajar yang baik slit ditemukan. Jikapun ada, biayanya terbilang cukup mahal. (Ir. Budi Rahardjo, 2002 : 7). Berdasarkan kebutuhan industri di propinsi Jawa Barat, menampilkan kompetensi lulusan Mesin, Elektro, dan informatika yang diinginkan. Sejalan dengan Perlunya perbaikan mutu pendidikan guna melahirkan kader-kader bangsa yang berkualitas. Keberadaan Yayasan Pendidikan Patriot yang sudah berdiri sejak tahun 1979, memberikan sumbangan yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan terutama untuk wilayah Jawa Barat, khususnya kota Bekasi. Hingga saat ini, yayasan ini telah mencetak beribu-ribu kader dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari tingkat SLTP, hingga SMU, serta Sekolah menengah tingkat Kejuruan. Dalam perkembangannya, Yayasan ini semakin berkembang dengan ditambahnya fasilitas pendidikan yaitu Akademi Teknik Patriot. Namun pada kenyataannya, lembaa pendidikan ini, tidak mampu berkembang sebagaimana mestinya, sehingga kurang dalam eksistensi persaingannya. Untuk itu, dengan peningkatan akademik, diharapkan mampu menghasilkan kader-kader yang mampu bersaing dalam dunia kerja dan teknologi industri di Indonesia, di Jawa Barat pada khususnya. Menurut PP no. 60 tahun 1990, pendidika tinggi adalah pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjan yang lebih tinggi daripada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah. Perguruan swasta selanjutnya disebut PTS, menurut Keputusan Mendiknas no. 234 tahun 2000, adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta yang selanjutnya disingkat BPPTS adalah badan hukum/ yayasan yang bersifat nirlaba yang menyelenggarakan Perguruan tinggi swasta. No Perguruan Tinggi Tahun 2004 Mendaftar Diterima Sisa 1 Universitas 42.322 18.549 23.773 2 Institut 4.771 2.013 2.758 3 Sekolah Tinggi 26.727 13.173 13.554 4 Akademi 5.841 4.383 1.431 5 Politeknik 3.648 413 3.235 Total 83.282 38.531 44.751 2003 49.935 38.194 11.741 2002 72.247 31.257 40.720 2001 55.937 29.304 26.633 2000 109.957 33.751 76.206 Rata-rata 74.271 34.261 40.010 Sumber : BPS. Jawa Barat dan Banten dalam angka Kopertis Wilayah IV Jabar dan Banten Tabel 1.1. Statistik mahasiswa PT di Jawa Barat Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa, keberadaan Perguruan Tinggi sebagai jenjang pendidikan tinggi masih sangat diperlukan. Dari jumlah lulusan pelajar yang mendaftar, nilai rata-rata menunjukkan, lebih dari lima puluh persen masuk dalam kolom sisa. Hal ini diharapkan melalui campur tangan swasta mampu memberikan sumbangan bantuan penyelenggaraan pendidikan dengan tujuan yang cukup jelas, yang menekankan perkembangan dan kemajuan jaman. Yayasan patriot pendidikan Bekasi sebagai lembaga pendidikan swasta tidak melulu berusaha menghasilkan laba yang besar secara pribadi. Namun juga turut andil dalam pembangunan SDM yang berkualitas yang berkompeten dalam bidangnya. Hal ini muncul karena aktualita dan urgensi, dimana Indonesia dihadapkan pada era globalisasi yang perkembangan teknologiny semakin meningkat tetapi SDM yang kompeten dalam bidang tersebut masih terbilang kurang. Salah satunya dikarenakan tidak didukung oleh perangkat pendidikan yang memadai. Keberadaan akademi yang telah ada sebelumnya, dengan peningkatan perkembangannya, diharapkan mampu mencetak pionir muda yang mau dan mampu bersaing untuk terjun di dalam pusaran arus ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kenyataannya, tingkat tersebut belumlah cukup untuk melepas asset bangsa dengan dasar yang lebih professional dan ahli dalam bidangnya. Pemilihan kota Bekasi sebagai lokasi Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa tak lepas dari potensi yang dimiliki kota bekasi dengan melihat dari segi kebutuhan lapangan Industri yang cukup besar. Dengan tujuan meningkatkan taraf masyarakat Jawa Barat pada umumnya dan bekasi pada khususnya, perlu adanya pengolahan keterampilan yang diimbangi dengan kemudahan yang memadai guna memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk membuka cakrawala dengan pemikiran yang lebih ilmiah guna melahirkan generasi yang cerdas dan mau berpikir. Selain itu, bekasi sebagai bagian dari Jabodetabek sebagai kota yang memiliki potensi yang cukup signifikan bagi pengembangan Jawa Barat, yang melalui penetapan Kota Bekasi sebagai pusat pertumbuhan wilayah dalam Kawasan tertentu Jabodetabek, dimana dalam posisinya, kota bekasi menduduki posisi penopang kegiatan yang ada di Jakarta dan sekitarnya. 1.2. Perumusan Masalah Secara penyelenggaraan pendidikan, Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa ini telah mampu dihadapkan pada reality persaingan kerja yang diinginkan oleh ondustri di Propinsi Jawa Barat dan sekitarnya. Namun secara prasarana, sekolah tinggi ini, masih membutuhkan wadah yang tetap untuk merencanakan kelembagaannya. Perencanaan dan perancangan ditujukan untuk merencanakan dan merancang kampus Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa dengan penekanan desain high-tech, sebagai bentuk representatsi teknologi yang ada di dalamnya. 1.3. Tujuan, Sasaran, Manfaat a. Tujuan Tujuan disusunnya naskah ini adalah sebagai Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. b. Sasaran Tersusunnya langkah-langkah pokok-pokok proses (dasar) atas perencanaan dan perancangan Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa melalui panduan perencanaan (design guideline aspect). c. Manfaat 1. Subyektif Memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir di jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Sebagai pegangan dan acuan tahap selanjutnya. 2. Obyektif Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang mengajukan proposal Tugas Akhir. 1.4. Lingkup Pembahasan Ruang lingkup perencanaan Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa yang berlokasi di Bekasi ditekankan dan dibatasi pada masalah-masalah yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, antara lain : (1) fungsi bangunan fasilitas edukatif dengan berbagai sarana penunjang yang berkaitan dengan fungsi tersebut. (2) Pola pengelompokan ruang / penataan ruang, pola sirkulasi, pengaturan pencahayaan dan penghawaan Perencanaan dan perancangan Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa terletak di wilayah Kota Bekasi. 1.5. Metode Pembahasan Metoda yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer maupun sekunder dengan cara : 1. Studi literature / kepustakaan 2. Data primer dan sekunder dari instansi terkait 3. Wawancara dengan narasumber Dari data-data tersebut diatas kemudian dianalisa sehingga menghasilkan suatu kesimpulan, yang menentukan kapasitas guna memperoleh gambaran mengenai program ruang yang memberikan sumbangan pemikiran pada proses perencanaan tahap selanjutnya. 1.6. Sistematika Pembahasan Pembahasan masalah disusun dengan menggunakan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Membahas tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DUTA BANGSA Membahas secara umum mengenai Pendidikan Tinggi di Indonesia, mengenai Sekolah Tinggi teknologi, Profil Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa. Studi Kasus yang mendukung pembahasan, dan juga membahas mengenai arsitektur High-Tech secara umum. BAB III TINJAUAN BEKASI Membahas tentang Kondisi fisik kota Bekasi, hingga keterkaitan kota Bekasi sebagai lokasi pembangunan Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi mengenai kesimpulan dari apa yang telah dijabarkan, batasan perencanaan dan perancangan beserta anggapan. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisi mengenai pendekatan perencanaan yang meliputi program ruang dan pendekatan perancangan yang meliputi aspek fungsional, aspek kontekstual, aspek citra bangunan, aspek teknis dan aspek kinerja Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa di Bekasi. BAB VI LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DUTA BANGSA BEKASI Berisi tentang konsep dan program dasar perencanaan dan perancangan yang nantinya digunakan sebagai landasan perancangan Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa di Bekasi

    PENERAPAN METODE 4P DUTI DUTA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS RINGKASAN DI KELAS V SDN PASIR I KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kinerja guru dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran, kurangnya aktivitas siswa dan kurangnya pencapaian hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperbaiki masalah yang terjadi di dalam kelas dan meningkatkan serta memperbaiki kinerja guru dalam perencanaan maupun pelaksanaan, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Pasir I. Keterampilan yang akan diperbaiki dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis ringkasan. Teori yang mendasari penelitian ini yaitu teori pembelajaran bahasa, keterampilan menulis ringkasan, penggunaan huruf kapital dan tanda titik, metode 4P Duti Duta, serta teori belajar bahasa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, lembar catatan lapangan dan soal tes. Bentuk validasi yang digunnakan adalah member check, triangulasi, dan expert opinion. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan: 1) kinerja guru perencanaan siklus I 88,88%, siklus II 95,5%, dan siklus III 100%. 2) kinerja guru pelaksanaan siklus I 83,33%, siklus II 92,5%, dan siklus III 100%. 3) aktivitas siswa kriteria baik sekali siklus I 44%, siklus II 60%, dan siklus III 88%. 4) hasil belajar siswa siklus I 52%, siklus II 72%, dan siklus III 92%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menerapkan metode 4P Duti Duta dapat meningkatkan kinerja guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam menulis ringkasan. Kata Kunci: Keterampilan Menulis Ringkasan, Metode 4P, Metode Duti Duta This research is motivated by the deficiency of teacher performance in planning and implementing learning, deficiency of student activity and learning result. The purpose of this study is to correct problems that occur in the classroom and improve the teacher performance in planning and implementation, student activities and learning result. The research method used was Classroom Action Research developed by Kemmis and Mc Taggart. The subjects in this research were 5th grade students of SDN Pasir I. The skills to be improved in this research was summary writing skills. The theories underlying this research were Indonesian language learning, summary writing skills, use of capital letters and dots, 4P Duti Duta method, and language learning theory. The instruments used in this research included observation sheets, interview guidelines, field note sheets and test questions. The form of validation used is member check, triangulation, and expert opinion. The results of the study showed an increase: 1) teacher planning performance, cycle I 88.88%, cycle II 95.5%, and cycle III 100%. 2) performance of teacher implementation, cycle I 83.33%, cycle II 92.5%, and cycle III 100%. 3) student activity criteria are very good, cycle I 44%, cycle II 60%, and cycle III 88%. 4) student learning result in cycle I 52%, cycle II 72%, and cycle III 92%. Thus it can be concluded that research by implementation the 4P Duti Duta method can increase teacher performance, student activity and learning result in writing summaries. Keyword: Summary Writing Skills, 4P Method, Duti Duta Metho
    corecore