708 research outputs found
Effects of Blood Conservation on Perioperative CABG Outcomes
[No abstract available]Habib RH, 2003, J THORAC CARDIOV SUR, V125, P1438, DOI 10.1016-S0022-5223(02)125:1438-50; Habib RH, 2005, CRIT CARE MED, V33, P1749, DOI 10.1097-01.CCM.0000171531.06133.B0; Moskowitz DM, 2010, ANN THORAC SURG, V90, P451, DOI 10.1016-j.athoracsur.2010.04.089; Ranucci M, 2010, ANN THORAC SURG, V89, P11, DOI 10.1016-j.athoracsur.2009.07.07811
تحليل العروضية في قصيدة "الشراب الطهور" للحبيب عمر بن حفيظ : analisis irama dalam qasidah “Minuman yang Suci” oleh Al-Habib Umar bin Hafidz
Tujuan pembahasan ini adalah untuk: mengetahui macam-macam wazan arudh dalam qasidah “Minuman yang Suci” oleh Al-Habib Umar bin Hafidz”, mendeskripsikan perubahan wazan-wazan arudh dalam qasidah “Minuman yang Suci” oleh Al-Habib Umar bin Hafidz”. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian ilmu Arudh. Adapun hasil penelitian, menunjukkan bahwa dalam qasidah “Minuman yang Suci” oleh Al-Habib Umar bin Hafidz menggunakan beberapa bahar, yaitu: bahar makhla’ul basith, kamil dan raml majzu’.Perubahan wazan arudh pada qasidah “Minuman yang Suci” oleh al-Habib Umar bin Hafidz berupa Zihaf dan ‘Illat. Zihaf Khaban (pembuangan huruf kedua yang mati) terdapat di semua bait fashl pertama,pada bait 1,2,3,5,7,8,9,11,12,14,15,16 di fashl qiyam. Zihaf idhmar (mematikan huruf kedua yang hidup) terdapat di semua bait fashl kedua, pada bait 1,3,4,5,6,7,8,9,10 di fashl ketiga, pada semua bait fashl keempat, pada semua bait fashl kelima kecuali bait 5 dan pada semua bait fashl doa kecuali bait 9. Zihaf Waqash (pembuangan pada huruf kedua yang hidup) terdapat pada bait 1,2,3 di fashl kedua, pada bait 2,4,5,6,7 di fashl ketiga, pada bait 4,5 di fashl keempat, pada bait 6 di fashl doa. Zihaf Khazal (kumpulan Idhmar & Thayyu) terdapat pada bait 3,4 di fashl kedua, pada bait 2,3,5,6,9 di fashl ketiga, pada bait 3,4,6,7,8,9,10 di fashl keempat, pada bait 1,2,4,5,6,7,9,10,11,12 di fashl kelima, pada bait 6,9,10 di fashl doa. Zihaf Kuf (pembuangan pada huruf yang ketujuh yang mati) terdapat pada bait 1 dan 4 di fashl qiyam. Zihaf Thayyu (pembuangan huruf keempat yang mati) terdapat pada bait 6 di fashl ketiga. ‘Illat Qatha’ (pengguguran huruf mati pada watad majmu’ dn mematikan huruf hidup sebelumnya) pada semua bait fashl pertama. Dengan demikian qasidah “Al-Syarabu Al-Thahur” karya Al-Habib Umar bin Hafidz ini meskipun terdapat perubahan dari segi irama (wazan) arudh, masih termasuk syi’ir yang bernilai absurd (baik) karena perubahannya tidak terlalu banyak
MAKNA, NILAI, DAN FUNGSI KASIDAH HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGAF TERHADAP SYEKHER MANIA DI KABUPATEN KEDIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, nilai, dan fungsi
kasidah Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf terhadap Syekher Mania di
Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang
menghasilkan data berupa tulisan dan lisan di masyarakat bahasa yang didasarkan
fakta dan informasi dari orang maupun perilaku yang dapat diamati. Sumber data
dalam penelitian ini diperoleh dari teks kasidah yang didukung dengan data
majelis kasidah Habib Syekh. Metode pengumpulanan data dilakukan dengan
teknik simak bebas libat cakap yang didukung dengan teknik rekam dan catat,
wawancara, dan studi pustaka. Dalam menganalisis data, ditempuh melalui tiga
tahapan, yaitu klasifikasi, interpretasi, dan analisis deskriptif yang disajikan dalam
bentuk narasi. Data yang berkaitan dengan makna dianalisis dengan teori
semantik. Data yang berkaitan dengan nilai dianalisis dengan teori nilai Data yang
berkaitan dengan fungsi dianalisis dengan menggunakan teori fungsi bahasa.
Kasidah Habib Syekh secara umum memiliki makna sebagai bentuk pujian
kepada Allah SWT dan rasul-Nya, sejarah Islam, serta ajaran hidup yang sesuai
dengan syariat Islam. Dari hasil analisis, Kasidah Habib Syekh mengandung dua
nilai yaitu nilai ilahi dan nilai insani. Nilai ilahi meliputi, 1) nilai ubudiah dan 2)
muamalah, sedangkan nilai insani meliputi, 1) nilai rasional, 2) nilai sosial, 3)
nilai budaya, 4) nilai moral, 5) nilai ekonomi, 6) nilai politik, dan 7) nilai estetika.
Dari analisis fungsi Kasidah Habib Syekh, terdapat fungsi yang meliputi 1)
kasidah Habib Syekh sebagai media dakwah 2) kasidah Habib Syekh sebagai
media untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, 3) kasidah Habib Syekh
sebagai media pendidikan, dan 4) kasidah Habib Syekh sebagai media doa, 5)
kasidah Habib Syekh sebagai media untuk mempererat tali persaudaraan, 6)
kasidah Habib Syekh sebagai kiblat majelis shalawat, dan 7) kasidah Habib Syekh
sebagai media hiburan Islam
PELANTUNAN SHOLAWAT BERBAHASA JAWA HABIB SYEKH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF
Penelitian dengan judul “Pelantunan Sholawat Berbahasa Jawa Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf” ini merupakan penelitian kualitatif. Pokok dalam penelitian ini terdapat pada pelantunan dengan menggunakan bahasa Jawa. Sholawat merupakan salah satu cara berdzikir untuk mendoakan Rasulullah SAW. Sholawat dalam bahasa Arab berasal dari kata salla atau salat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan dan ibadah. Ada beberapa jenis-jenis sholawat, di antaranya Sholawat Ma’tsuroh, Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Al-Fatih, Sholawat Quthbul Aqthob, Sholawat Ummy, Sholawat Ghozali, Sholawat Syifa, Sholawat Munjiyat, Thibbil Qulub, Sholawat Nariyah, Sholawat Badar, Sholawat Burdah, dan Sholawat Badriyah. Untuk menemukan fenomena-fenomena yang terdapat dalam sholawat ini, penulis menggunakan teori gaya milik Bruno Nettl dalam bukunya yang berjudul Theory and Method in Etnomusicology serta teori habitus milik Boerdieu untuk mengetahui latar belakang dan beberapa faktor yang mendorong Habib Syekh melantunkan sholawat dengan penggunaan bahasa Jawa. Melalui pendekatan fenomenologis, ditemukan adanya faktor faktor yang membentuk gaya sholawat Habib Syekh yang banyak menggunakan bahasa Jawa, diantaranya 1) pengelolaan modal 2) manajemen impresi serta 3)respon masyarakat terhadap pelaguan sholawa
Kepercayaan Masyarakat Terhadap Makam Habib Muhammad bin Abdullah Al-Atthas di Batu Tungku kecamatan Panyipatan kabupaten Tanah Laut
Dengan berkembangnya zaman, berkembang pula pemahaman manusia
terkait ziarah makam, terlebih kepercayaan mereka terhadap makam tokoh-tokoh
agama. Kehadiran para tokoh-tokoh agama yang dipandang suci tersebut
kemudian melahirkan banyak wali dalam masyarakat Islam, dimana pengangkatan
wali tersebut tidak diatur dan ditentukan dalam al-Qur‟an dan Hadis. Namun,
lebih berdasarkan pada pandangan dan penilaian masyarakat itu sendiri, sehingga
banyak memunculkan banyak tokoh-tokoh wali.
Tradisi ziarah tidak terlepaskan dari hubungan tiga unsur yang sangat
penting, yaitu peziarah, wali, dan Allah. Relasi antara hamba dengan Allah
merupakan bentuk hubungan yang berjarak sangat jauh, untuk mendekatkan
hubungan tersebut maka hamba membutuhkan media penghubung yang akan
mendekatkan dirinya dengan Allah, media penghubung tersebut adalah wali atau
orang suci. Wali dalam berbagai konteks dipahami sebagai keturunan Rasulullah,
baik secara genealogis ataupun pewaris spiritual sang Rasul dan memiliki syafaat
nya yang membuatnya memiliki keistimewaan dari pada manusia lainnya. Karena
kelebihannya tersebut, maka memunculkan makam-makam wali di seluruh dunia
Islam. Para peziarah meyakini bahwa wali ini membawa berkah dari Allah,
kehadiran berkah ini menjadi bagian penting dalam tradisi ziarah makam.
Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas tentang
kepercayaan , perilaku serta tujuan masyarakat terhadap makam habib
Muhammad Al-Atthas. Penelitian ini juga berbentuk penelitian lapangan dan
bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Antropologi.
Adapun subjek yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah warga
masyarakat yang datang ataupun berziarah ke makam habib Muhammad Al�Atthas, baik dari desa Batu Tungku maupun desa sekitarnya. Untuk
mengumpulkan data yang relevan dengan penelitian ini, ada beberapa teknik yang
digunakan, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap makam disini
semata-mata mencari berkah ataupun meminta keberkahan dari penghuni makam
tersebut, dengan cara berdoa ataupun bertawassul di tempat makam tersebut.
Kepercayaan disini penulis bagi menjadi dua yaitu ; 1. Kepercayaan tokoh
setempat, secara umum masyarakat desa Batu Tungku memiliki kepercayaan�kepercayaan tertentu terhadap makam habib Muhammad Al-Atthas tersebut. Hal
demikian tercermin pada tujuan peziarah yang datang ke makam habib
Muhammad Al-Atthas, antara lain keinginan kesembuhan dari suatu penyakit, keinginan segera menemukan jodoh, berharap mendapat rezeki berlimpah, minta
laris usaha dagang, ingin terbebas dari marabahaya dan lainnya. 2. Kepercayaan
masyarakat awam, kepercayaan masyarakat terhadap ziarah makam dapat
bervariasi di berbagai budaya dan agama. Di beberapa masyarakat khususnya
peziarah yang datang ke makam habib Muhammad Al-Atthas menyebutkan
bahwa ziarah merupakan bagian penting dari praktik keagamaan dan tradisi yang
diwariskan secara turun-temurun. Berikut penulis akan memaparkan secara umum
beberapa poin yang dapat menjelaskan kepercayaan masyarakat terhadap ziarah
makam. Seperti ; spiritualitas dan penghormatan, pembersihan diri dan
pemurnian, penyembuhan dan kesembuhan, menghormati tokoh agama, serta
tradisi budaya dan keluarga.
Dari kepercayaan tersebut menimbulkan sebuah perilaku sebagai berikut ;
1. Mandi kembang, mandi kembang disini ialah sebuah perilaku para peziarah,
ada yang memang berniat dari rumah dan ada juga anjuran dari masyarakat.
Mandi kembang disini sama halnya dengan mandi seperti biasa cuma yang
membedakan hanyalah niatnya serta perantaranya. Seperti; membuang sial,
pengasihan atau agar dikasihi oleh orang yang melihatnya. 2. Acara tolak bala,
acara ini dilakukan oleh masyarakat desa Batu Tungku dengan mengadakan
salawat serta doa-doa dan selamatan. Adapun acara ini biasanya dilakukan pada
malam Senin atau malam Jum‟at setiap minggunya. Biasanya masyarakat
melakukan kegiatan ini di Mesjid depan makam habib Muhammad Al-Atthas,
tujuan dilakukannya kegiatan tersebut untuk melindungi ataupun menjaga
sebuah Desa atau Kampung dari segala bala serta untuk meminta doa dan
keberkahan atas Desa atau Kampung mereka melalui keberkahan makam habib
Muhammad Al-Atthas tersebut. Setelah acara selesai masyarakatpun melakukan
selamatan dengan hidangan yang seadanya saja. 3. Haulan habib Muhammad Al�Atthas, adalah acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun sekali oleh masyarakat,
yaitu untuk memperingati hari wafatnya habib Muhammad Al-Atthas yang jatuh
pada 11 Safar sesuai yang tertulis di batu nisannya beliau, serta untuk mengambil
keberkahan dari orang-orang sholeh yang datang ke acara tersebut. Adapun tujuan
kebanyakan peziarah yang datang ke haulan tersebut ialah mengharapkan
keberkahan dari perkumpulan orang-orang sholeh tersebu
ANALISIS PESAN DAKWAH BUKU HABIB UMAR BIN HAFIDZ BERCERITA
M. Iqbal: Analysis of The Message of Da'wah habib umar bin hafidz tells the
story, Thesis Department of Communication and Islamic
Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication Sciences. UIN
Antasari Banjarmasin, 2021.
Guide (I): Drs. Ahmad Rijali, M. Pd., Mentor (II): Hj. Mariyatul NR,
S.Ag., M. Si.
Keywords: Analysis, Habib Umar, Habib Umar Book
This research is to answer questions about the message of da'wah in habib Umar
Bin Hafizh's book tells the story of Muhammad. Which includes any message that
can be taken from the book by the reader.
Content analysis is a research method used to examine the content of messages in
a communication process. Content analysis is research that is an in-depth
discussion of the content of written or printed information in the mass media.
Content analysis is generally defined as a method that includes all analysis of the
content of the text. Content analysis can also be said to be a study of the content
or meaning of communication messages based on the data available to be made
conclusions. Content analysis is a research technique to obtain an overview of the
contents of time communication messages that are carried out objectively,
systematically, and sociologically relevant, the description and analysis can use
qualitative and quantitative measurement procedures or both.
The results of the research of Habib Umar Bin Hafizh's book Tell Stories, there
are messages of da'wah that make someone have to read the book. The book
contains a lecture of Habib Umar which was booked by someone. So the groups of
habib umar's lectures or tausiyah are in the book. But it's unfortunate that
researchers couldn't find someone who compiled the book. Researchers searching
the internet even asked the bookseller. But they also could not answer who exactly
the constituents on behalf of Muhammad were. Although the author does not know
who Muhammad compiled the book, the author can practice and get the reward
after reading and understanding the book. The impression of the reader of Habib
Umar bin Hafizh's book is someone who is forgiving
Tarbiyah Qabl al-wiladah (Studi Kasus pada Keluarga Habib, Jamaah Tabligh dan Salafi di Kota Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi karena pendidikan anak bukanlah sesuatu yang
dimulai hanya setelah ia lahir, tetapi sudah seharusnya dimulai sejak ia masih
dalam kandungan. Allah SWT telah memberikan perintah kepada orang tua untuk
mendidik anak-anak mereka dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.
Pendidikan Qobl al-wiladah, yang dilakukan sejak anak masih dalam kandungan,
memiliki dampak yang besar dalam membentuk karakter, kepribadian, dan
kualitas anak di masa depan. Lingkungan yang kondusif, pola makan yang sehat,
paparan yang positif terhadap suara dan pengalaman, semuanya dapat membentuk
fondasi yang kuat bagi perkembangan anak.
Jenis penelitian ini adalah field research, yaitu penelitian dengan cara terjun
langsung ke lokasi penelitian untuk mengamati dan memperoleh informasi
mengenai Tarbiyah Qabl al-wiladah (Studi Kasus pada Keluarga Habib, Jamaah
Tabligh dan Salafi di Kota Banjarmasin)”. Penelitian lapangan ini bersifat
deskriptif, sedangkan pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah 3 orang yang berasal dari keluarga Habib, Jamaah Tabligh
dan Salafi di Kota Banjarmasin. Sedangkan objek penelitian ini adalah mengenai
gambaran Tarbiyah Qabl al-wiladah pada Keluarga Habib, Jamaah Tabligh dan
Salafi di Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah
observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan
ialah secara kualitatif, dengan cara menyusun hasil penelitian sesuai
permasalahannya kemudian dianalisis berdasarkan panduan landasan teoritis yang
sudah dipaparkan, sedangkan teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan
ialah triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian ini adalah Pandangan keluarga Habib, Jamaah Tabligh dan
Salafi di Kota Banjarmasin terhadap tarbiyah qabl al-wiladah terdapat pada ayat
Al-Qur'an yakni sebagai berikut: Surah Ali Imran Ayat 35, Surah Ali Imran Ayat
38, Surah Al-Hajj Ayat 2, Surah Al-A'raf Ayat 172 dan Surah Al-Shaffat Ayat
100. Bentuk pendidikan yang diberikan oleh keluarga Habib, Jamaah Tabligh dan
Salafi di Kota Banjarmasin terhadap anaknya selama masa kehamilan ialah
sebagai berikut: Memilih pasangan yang baik yakni yang shaleh dan shaleha,
memperbanyak membaca Al-Qur'an. melaksanakan salat-salat sunnah, membaca
zikir-zikir, istighfar, doa-doa dan salawat, sering pergi ke Masjid dan Majelis
Taklim dan makan makanan yang baik dan bergiz
Dagital Dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam Konten Youtube Login (Analisis Teori Media Baru)
This study purpuse to analyze how Habib Husein Ja'far al Hadar uses digital technology as a medium for da'wah using new media communication theory. Today's increasingly advanced technological developments certainly add to the challenge for a preacher to think about how Islamic teachings can be accessed by many people. So the author is interested in researching the digitization of Habib Husein Ja'far al Hadar's preaching, an Indonesian citizen of Arab descent, increasingly famous through Deddy Corbuzier's YouTube channel in Login content as a medium used to spread the teachings of the Islamic religion. Inviting friends to discuss from various circles and backgrounds, different ethnicities and religions. The author found several important points that were conveyed by Habib Husein Ja'far al Hadar. First, Islam is a religion full of love and joy that is far from radical. Second, Islam teaches tolerance between religions. Third, convey the truth with good morals. These three things make Habib Husein Ja'far al Hadar loved by all levels of society. Means the use of the number bag media on mathematical learning has a moderate influence on the learning outcomes of pupils of class IV SDN 36 Pontianak Kota
RETORIKA DAKWAH HABIB BAHAR BIN SMITH PADA AKUN YOUTUBE ORDE SALAF OFFICIAL
ABSTRAK
Retorika atau seni berbicara salah satu kesuksesaan
seseorang dalam berbicara kepada khalayak luas. Retorika yang
baik akan menimbulkan dakwah yang baik agar pesan dakwah
yang disampaikan dapat diterima oleh Mad‟U atau khalayak luas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Retorika dakwah Habib
Bahar Bin Smith pada akun Youtube Orde Salaf Official. Penelitian
ini adalah penelitian tentang retorika atau gaya bahasa terkait
dengan Dakwah Habib Bahar Bin Smith di media sosial youtube,
dalam hal ini penulis mengamati video ceramah Habib Bahar bin
smith diakun youtube orde salaf official dengan judul youtube
Ceramah Habib Bahar Bin Smith yang paling berani.
Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan
menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research),
yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode
pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta
mengelolah bahan penelitian. Penelitian ini bersifat deksriptif,
yaitu penulis menggambarkan secara sistematis tentang
permasalahan yang akan di teliti, yaitu mengenai “Retorika
Dakwah Habib Bahar Bin Smith Pada Akun Youtube Orde Salaf
Official” video yang berjudul Dakwah Habib Bahar Bin Smith
Paling Berani berdurasi 32 menit. Teknik yang dipakai adalah
analisis data kualitatif, menggunakan reduksi, analisis video,
penyajian dan verifikasi. Data primer diperoleh dari sumber pada
akun Youtube orde salaf official yang menampilkan dakwah Habib
Bahar Bin Smith. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini
meliputi catatan atau dokumentasi berupa majalah, buku, jurnal,
laporan dan sumber-sumber lainnya. Teori yang dipakai teori
Public speaking Stephen E Lucas.
Hasil penelitian menunjukan penyampaian ceramah Habib
Bahar bin Smith yang penulis teliti termasuk dalam retorika
dakwah, Da‟I menyampaikan pesan dakwah kepada khalayak luas.
Menurut teori Public speaking Stephen E Lucas, metode
penyampaian ceramah yang digunakan Habib Bahar Bin Smith
pada akun Youtube Orde Salaf Official yang berjudul dakwah
iv
Habib Bahar Bin Smith paling berani adalah metode Speaking
Extemporaneously, ceramah sudah disiapkan sebelumnya berupa
garis besar, tidak memegang atau melihat naskah, tidak pada
mencoba mengingat kata-kata atau pembicara menatap langit�langit. The Speakers Voice, aspek suara,volume suara habib Bahar
sangat jelas didengar. Nada suara ketika berceramah tinggi dan
rendah. Tempo ketika berbicara dalam ceramahnya cepat, tempo
lambat diperlukan saat menjelaskan kata atau informasi yang
rumit. Variasi vokal tidak monoton, kekurangannya ada beberapa
variasi vokal yang terjadi dalam ceramah habib Bahar sedikit
berlebihan. Pengucapan sangat jelas, kata-kata tidak bergantung
pada teks, namun ada beberapa kata yang tidak seharusnya
diucapkan dalam ceramahnya yang terlihat kurang pantas.
Artikulasi baik terucap jelas. Bahasa yang digunakan familiar,
dapat dimengerti. Beberapa ucapan nada suara terdengar tinggi,
bukan berarti marah melainkan karena dialek atau latar belakang
Habib Bahar yang ketika berbicara memang bernada tinggi. The
Speakers Body, penampilan Habib Bahar ketika berceramah dalam
video tersebut, sesuai dengan latar belakang acara. Gerakan tubuh
ketika berceramah terlihat emosional, mengikuti kata dan nada
suara. Kontak mata jelas menatap kehadapan audiens, tidak seperti
orang menghapal yang menatap keatas atau terpaku pada teks.
Kata Kunci : Retorika Dakwah, Habib Bahar Bin Smith,
Youtube, Teori Public speaking Stephen E Lucas,
Orde salaf Official.
v
ABSTRACT
Rhetoric or the art of speaking is one of the successes of a
person in speaking to a wide audience. Good rhetoric will lead to
good da'wah so that the da'wah message conveyed can be accepted
by Mad'U or a wide audience. This study aims to determine the
rhetoric of Habib Bahar Bin Smith's da'wah on the Official Salaf
Order Youtube account. This research is a study of rhetoric or
language style related to the preaching of Habib Bahar Bin Smith
on youtube social media, in this case the author observes the video
lecture of Habib Bahar bin smith on the official salaf order youtube
account with the youtube title Habib Bahar Bin Smith's most
daring lecture.
This research uses qualitative analysis using the type of
library research, namely a series of activities related to library data
collection methods, reading and recording and processing research
materials. This research is descriptive, namely the author describes
systematically the problems to be examined, namely regarding
"Habib Bahar Bin Smith's Da'wah Rhetoric on the Official Salaf
Order Youtube Account" a video entitled Da'wah Habib Bahar Bin
Smith Most Courageous with a duration of 32 minutes. The
technique used is qualitative data analysis, using reduction, video
analysis, presentation and verification. Primary data is obtained
from sources on the official salaf order Youtube account which
features the preaching of Habib Bahar Bin Smith. While secondary
data in this study include records or documentation in the form of
magazines, books, journals, reports and other sources. The theory
used is Stephen E Lucas's public speaking theory.
The results showed that the delivery of Habib Bahar bin
Smith's lecture that the author studied was included in the rhetoric
of da'wah, Da'I delivered da'wah messages to a wide audience.
According to Stephen E Lucas's public speaking theory, the
method of delivering lectures used by Habib Bahar Bin Smith on
the Youtube account of Orde Salaf Official entitled dakwah Habib
Bahar Bin Smith the bravest is the Speaking Extemporaneously
method, the lecture has been prepared in advance in the form of an
outline, not holding or looking at the script, not trying to remember
words or the speaker staring at the ceiling. The Speakers Voice, the
vi
voice aspect, the volume of Habib Bahar's voice is very clear to
hear. The tone of voice when lecturing is high and low. The tempo
when speaking in his talks is fast, a slow tempo is needed when
explaining complicated words or information. Vocal variations are
not monotonous, the drawback is that some of the vocal variations
that occur in Habib Bahar's lectures are a little excessive.
Pronunciation is very clear, words do not depend on the text, but
there are some words that should not be spoken in his lectures that
look inappropriate. Articulation is good and clear. The language
used is familiar, understandable. Some utterances sounded high in
tone, not because of anger but because of Habib Bahar's dialect or
background, which when speaking is indeed high-pitched. The
Speakers Body, Habib Bahar's appearance when lecturing in the
video, in accordance with the background of the event. The body
movements when lecturing look emotional, following the words
and tone of voice. Eye contact is clearly staring at the audience,
unlike memorizing people who stare up or fixate on the text.
Keywords: Da'wah Rhetoric, Habib Bahar Bin Smith,
Youtube, Stephen E Lucas Public speaking
Theory, Order Salaf Officia
Nilai-Nilai Islami Bagi Peziarah Dalam Kegiatan Wisata Religi Pada Makam Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim (Kubah Basirih) Di Banjarmasin.
Selama ini makam-makam ulama atau orang yang dianggap wali sering
diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah, termasuk diantaranya makam atau
Kubah Habib Basirih Banjarmasin. Ziarah ke Kubah tersebut tentu memuat nilai
pendidikan Islam, di samping juga dapat menggerakkan sektor ekonomi
masyarakat.
Penelitian bertujuan menguraikan dan mendeskripsikan penamanan nilai
pendidikan Islam dalam ziarah ke Kubah Basirih serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
Penelitian ini adalah penelitian field research (lapangan) melalui
pendekatan kualitatif deskriptif dan berlokasi di Kubah Basirih yaitu di Kelurahan
Basirih Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Untuk mendapatkan
data lapangan, dilakukan penelitian terhadap 10 orang responden/keluaga yang
berziarah ke Kubah Basirih, ditambah informasi dari zuriyat Habib Basirih,
pengelola Kubah Habib Basirih, tokoh masyatakat dan warga masyarakat yang
menjadi pedagang di lokasi penelitian. Data digali dari observasi, wawancara dan
dokumen.
Nilai-nilai islami dalam ziarah Kubah Basirih meliputi pembiasaan
mengucapkan salam, silaturahim, membaca Al-Qur’an, tahlil dan doa, cinta
ulama, meneladani sifat-sifat terpuji dari ulama bersangkutan, ingat mati,
menambah pengetahuan dan pengalaman, menjaga kebersihan dan ketenangan,
memenuhi nazar dan bertawasul. Faktor mempengaruhi nilai-nilai Islami dalam
ziarah Kubah Basirih adalah faktor pendidikan, pekerjaan dan asal daerah
peziara
- …
