1,721,587 research outputs found

    The Workshop Morality: The Islamic Creativity of Pesantren Daarut Tauhid in Bandung, Java

    Full text link
    This volume is a remarkable study of a most unusual pesantren. Officially known as Pesantren Daarut Tauhid, this pesantren was located in Bandung and flourished at the beginning of a period of Islamic resurgence in Indonesia. More commonly referred to as the Bengkel Akhlaq, this ‘Workshop for Morality’ exerted a special appeal to groups of young urban Muslims, particularly students. Its founder was H. K. Abdullah Gymnastiar, popularly known as Aa Gym, who later went on to become one of Indonesia’s most important Muslim preachers and television celebrities. The Workshop for Morality is a superb work of both historical and ethnographic relevance that reflects the capacity of its author, Dindin Solahudin, to capture a critical moment in the development of Islam in contemporary Indonesian society

    The Workshop Morality: The Islamic Creativity of Pesantren Daarut Tauhid in Bandung, Java

    Full text link
    This volume is a remarkable study of a most unusual pesantren. Officially known as Pesantren Daarut Tauhid, this pesantren was located in Bandung and flourished at the beginning of a period of Islamic resurgence in Indonesia. More commonly referred to as the Bengkel Akhlaq, this ‘Workshop for Morality’ exerted a special appeal to groups of young urban Muslims, particularly students. Its founder was H. K. Abdullah Gymnastiar, popularly known as Aa Gym, who later went on to become one of Indonesia’s most important Muslim preachers and television celebrities. The Workshop for Morality is a superb work of both historical and ethnographic relevance that reflects the capacity of its author, Dindin Solahudin, to capture a critical moment in the development of Islam in contemporary Indonesian society

    Strategi Guru dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Tari Dindin Badindin di TK Mandiri Banjarmasin

    Full text link
    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam melakukan pembelajaran ekstrakurikuler tari dindin badindin di TK Mandiri Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, suatu penelitian yang ditemukan dari pernyataan seseorang lalu digambarkan dan diuraikan. Objek dalam penelitian ini yaitu strategi yang dilakukan guru dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari dindin badindin, sedangkan yang menjadi subjek dari penelitian ini yaitu 1 orang guru pengajar tari dan 5 orang anak yang berusia 5-6 Tahun dari kelas B. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah semua data dikumpulkan selanjutnya akan diproses melalui reduksi data, display data, verifikasi data, dan dianalisis secara deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada guru, strategi yang dilakukan guru dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari dindin badindin yaitu melakukannya dengan tahapan pengulangan, yaitu mengulang-ulang gerakan sederhana dari tarian dindin badindin, guru mengajarkan tarian kepada anak dengan cara hitung gerakan tari sampai anak mengingat gerakan yang diajarkan, membimbing dan mencontohkan gerakan yang dilakukan setiap pertemuan. Peneliti melihat ke lima anak dapat mengikuti gerakan serta cepat mengingat gerakan tersebut dengan cara pelajaran yang dilakukan oleh guru ekstrakurikuler tari dikarenakan cara pengajaran dan tarian yang diajarkan sederhana sesuai dengan kemampuan anak usia dini

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TARI KREASI INDANG (DINDIN BADINDIN) UNTUK MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK KELOMPOK A2 TK ABA JANTURAN YOGYAKARTA

    Full text link
    Ellen Tinoko Ranti. Implementasi Pembelajaran Tari Kreasi Indang (Dindin Badindin) untuk Membentuk Kemandirian Anak Kelompok A2 TK ABA Janturan Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019. Latar belakang penelitian ini adalah mengingat betapa pentingnya kemandirian pada diri anak dibentuk sejak sedini mungkin. Masa anak-anak adalah masa golden age dimana para orangtua dan guru dapat menanamkan segala bekal untuk kehidupannya kelak, terutama kemandirian. Anak akan mandiri bila mulai diajarkan kemandirian oleh keluarganya dan inilah yang menyebabkan tingkat kemandirian seorang anak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Selain dari keluarga, kemandirian juga bisa dibentuk dari dilaksanakannya kegiatan tari. Tari yang diangkat peneliti untuk membentuk kemandirian anak adalah tari indang (dindin badindin). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran tari kreasi indang (dindin badindin) untuk membentuk kemandirian anak A2 di TK ABA Janturan Yogyakarta dan untuk mengetahui apa saja dampak dari implementasi pembelajaraan tari kreasi indang (dindin badindin) dalam membentuk kemandirian anak A2 di TK ABA Janturan Yogyakarta. Dalam tari indang (dindin badindin) ini terdapat beberapa gerakan dimana jika kita teliti gerakan ini dapat menstimulus anak untuk membentuk kemandirian di dalam dirinya. Jenis penelitian yakni deksriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru kelompok A2, guru tari TK ABA Janturan Yogyakarta dan anak-anak kelompok A2. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa: (1) Implementasi pembelajaran tari kreasi indang (dindin badindin) untuk membentuk kemandirian sanak TK ABA Janturan Yogyakarta sesuai dengan harapan, hal ini terlihat anakanak sudah mampu mengerjakan segala tugas dan tanggung jawabnya sendiri tanpa dibantu. (2) Dampak dari implementasi pembelajaran tari kreasi indang (dindin badindin) untuk membentuk kemandirian anak kelompok A2 TK ABA Janturan Yogyakarta berdampak baik pada terbentuknya kemandirian anak hal ini dapat dilihat dari tercapainya indikator kemandirian anak kelompok A2 atau anak usia 4-5 tahun di TK ABA Janturan Yogyakarta berdasarkan STPPA yang mengacu pada kurikulum 2013. Kata Kunci: Tari Kreasi, Indang (Dindin Badindin), Kemandiria

    PENGARUH PERSEPSI KUALITAS DAN PROMOSI TERHADAP NIAT PEMBELIAN YANG DIMEDIASI OLEH PERSEPSI NILAI PADA DINDIN SHOP BANDA ACEH

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Persepsi Kualitas dan Promosi terhadap Niat Pembelian dan Persepsi Nilai sebagai variabel mediasi pada Dindin Shop Banda Aceh.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen Dindin Shop Banda Aceh yang berjumlah 150 responden.Peralatan pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling.Hierarchical Linear Modelling (HLM) digunakan sebagai metode analisis untuk mengetahui pengaruh dari semua variabel-variabel yang terlibat.Berdasarkan hasil analisis HLM, mengindikasikan bahwa Persepsi Kualitas berpengaruh positif terhadap Niat Pembelian, Promosi berpengaruh positif terhadap Niat Pembelian, Persepsi Nilai berpengaruh positif terhadap Niat Pembelian, Persepsi Kualitas berpengaruh positif terhadap Persepsi Nilai, Promosi berpengaruh positif terhadap Persepsi Nilai, Persepsi Nilai memediasi hubungan Persepsi Kualitas terhadap Niat Pembelian dan Persepsi Nilaimemediasi hubungan Promosi terhadap Niat PembelianKata Kunci : Persepsi Kualitas, Promosi, Niat Pembelian, Persepsi Nilai, Hierarchical Linear Modellin

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEGAK BERSAMBUNG BERBASIS SMARTPHONE SISWA KELAS RENDAH MI/SD

    Full text link
    Dindin Ridwanudin (1402462): Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Tegak Bersambung Berbasis Smartphone Siswa Kelas Rendah (Research and Development pada Siswa Kelas RendahMadrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Ciputat Timur, KotaTangerang Selatan) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung berbasis aplikasi smartphone pada siswa sekolah dasar kelas rendah di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D). Langkah-langkah penelitian merujuk kepada siklus a) pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan validitas komponen-komponen pada produk yang akan dikembangkan, b) pengembangannya menjadi sebuah produk, c) pengujian terhadap produk yang dirancang, dan d) peninjauan ulang dan mengoreksi produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan berupa studi dokumen, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli media yang menguji aspek perangkat lunak dan komunikasi visual memberikan penilaian layak pada media pembelajaran keterampilan menulis berbasis smartphone yang dikembangkan. Demikian juga dengan ahli materi yang menguji aspek prinsip dan fungsi media, memberikan penilaian layak pada media pembelajaran yang dikembangkan. Adapun guru, yang merupakan responden dan juga pengguna media pembelajaran menyatakan setuju dan sangat setuju jika media pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung yang dikembangkan bermanfaat dan berfungsi dengan baik dalam proses pembelajaran keterampilan menulis siswa kelas rendah. Kata kunci: media pembelajaran, menulis tegak bersambung, smartphone Dindin Ridwanudin (1402462): Development of Tegak Bersambung Wiriting Media Based on Smartphones for Low Grade Students (Research and Development for Low Grade Students at Madrasah Ibtidaiyah in Ciputat, South Tangerang City) This study aims to develop learning media for tegak bersambung writing skills based on smartphone applications for low grade elementary school students in Ciputat, South Tangerang City. The research method used in this research is Research and Development (R & D). The research steps refer to the cycle of a) reviewing the results of previous research relating to the validity of the components in the product to be developed, b) developing it into a product, c) testing the designed product, and d) reviewing and correct the product based on the test results. The research instruments used were document studies, questionnaires, and interviews. The results showed that media experts who tested the software and visual communication aspects gave a proper assessment of the smartphone-based writing skills learning media developed. Likewise, material experts who examine aspects of the principle and function of the media, provide a proper assessment of the developed learning media. As for the teachers, who are a respondent and also a user of learning media, they agree and strongly agree that the cursive writing skill learning media developed is useful and functions well in the learning process of low grade students' writing skills. Keywords: learning media, tegak bersambung writing, smartphon

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore