358 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS SEJARAH LOKAL TENTAN PENINGGALAN KOLONIAL UNTUK MEMPERKUAT PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS MAN II BANYUWANGI

    No full text
    ABSTRAK   Utami, Dinar. 2018. Pengembangan Modul Berbasis Sejarah Lokal Tentang Peninggalan Kolonial Untuk Memperkuat Pembelajaran Sejarah Kelas XI IPS MAN II Banyuwangi.. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Dr. Ari Sapto., M.Hum   Kata Kunci: Bahan Ajar, Modul, Sejarah Lokal, Peninggalan Kolonial   Potensi dari penelitian ini berdasarkan peninggalan kolonial Belanda yang banyak dijumpai di Kabupaten Banyuwangi mengenai penjelasan dan keterangannya belum banyak diedukasikan kepada siswa. Masalah dalam penelitian berdasarkan kurangnya pemahaman sejarah lokal siswa, yang merujuk pada sejarah lokal kolonial. Kemudian berdasarkan masalah tersebut maka dikembangkan pengembangan materi peninggalan kolonial yang dikemas dalam bentuk modul dengan mengacu pada Kompetensi Dasar 3.7. Berdasarkan masalah yang sudah dipaparkan maka penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar modul cetak dengan materi peninggalan kolonial, untuk mengedukasi dan menambah wawasan tentang sejarah lokal kolonial di Banyuwangi. Kemudian menguji efektivitas produk yang dikembangkan. Bahan ajar yang dikembangkan mengacu pada langkah-langkah pengembangan dari Sugiyono yang terdiri dari sepuluh langkah dan disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Kesepuluh langkah tersebut yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk dan (10) produk akhir. Setelah penyusunan modul maka peneliti melakukan validasi produk kepada ahli materi dan ahli media. Dari proses validasi, berdasarkan penilaian validator materi memperoleh hasil 77,5 % dan validasi media 97,5 %. Berdasarkan hasil kuantitatif maka produk sangat valid digunakan, tetapi dengan memerhatikan catatan dan saran dari validator perlu dilakukan beberapa revisi pada produk. Pada uji coba kelompok kecil dengan responden 10 orang siswa memperoleh hasil 88,25%. Uji coba selanjutnya pada  kelompok besar dengan 38 responden memperoleh hasil 89,8%. Setelah uji coba lapangan maka produk termasuk kriteria efektif, namun terdapat revisi sesuai saran penilaian dari siswa. Dapat disimpulkan dari penelitian ini menghasilkan modul cetak setelah validasi dan uji coba lapangan termasuk valid dan efektif digunakan untuk pembelajaran sejarah. Saran pengembangan produk baik dari desain maupun materi bisa diperbaiki, kemudian cakupan bahasan peninggalan kolonial yang dibahas dapat ditambah dan diperluas pembahasannya secara mendalam

    Feminisme Radikal Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami Dan Potensinya Sebagai Bahan Edukasi Kesetaraan Gender

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan novel saman karya Ayu Utami dalam sudut pandang feminisme radikal dan potensinya sebagai bahan edukasi kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang didapat berupa data tertulis berupa kalimat bentuk feminisme radikal dalam novel Saman karya Ayu Utami.  Sumber data merupakan objek feminisme radikal dalam bentuk teks yang terdapat dalam novel Saman karya Ayu Utami yang terbit pada tahun 1998 dengan jumlah 206 halaman, pendapat teman sejawat, dan beberapa penelitian mengenai feminisme radikal dan edukasi kesetaraan gender sebagai referensi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi yang melibatkan catatan, buku, atau dokumen serta pendapat teman sejawat dari angket yang diberikan penulis berkaitan dengan data yang diteliti. Hasil penelitian ini berupa deskripsi gambaran feminisme radikal dalam novel Saman karya Ayu Utami dan potensi penelitian ini sebagai bahan edukasi kesetaraan gender. Dalam penelitian ini menemukan gambaran feminisme radikal yang memuat tiga jenis, yaitu: kekerasan fisik terhadap perempuan, eksploitasi perempuan, dan peran perempuan. Data yang ditemukan lebih mendominasi jenis kekerasan fisik terhadap perempuan. Bahan ajar dalam penelitian ini berbentuk handout yang bertujuan untuk memberikan informasi serta gagasan terkait dengan edukasi kesetaraan gender. This study aims to describe the novel Saman by Ayu Utami from the perspective of radical feminism and its potential as an educational material for gender equality. This research uses descriptive qualitative research. The data obtained is written data in the form of sentences of radical feminism in the novel Saman by Ayu Utami.  The data source is the object of radical feminism in the form of text contained in the novel Saman by Ayu Utami published in 1998 with a total of 206 pages, peer opinions, and several studies on radical feminism and gender equality education as references. Data collection techniques used documentation techniques involving records, books, or documents as well as peer opinions from questionnaires given by the author related to the data under study. The result of this research is a description of radical feminism in the novel Saman by Ayu Utami and the potential of this research as a material for gender equality education. This study found a description of radical feminism that contains three types, namely: physical violence against women, exploitation of women, and the role of women. The data found dominates the type of physical violence against women. The teaching materials in this research are in the form of handouts that aim to provide information and ideas related to gender equality education

    Analisis Nilai-nilai Religius dalam Novel "Janji Sahabat" Karya Risna Utami

    Full text link
    Literary work is an expression of personal human feelings in the form of experiences, thoughts, feelings, ideas, enthusiasm, beliefs in the form of images of human life and the imagination of the author. One form of literary work is the novel "Promise of Friends" by Risna Utami. The researcher aims to analyze the religious values in the novel. The type of research used in this research is a type of qualitative research with a pragmatic approach. Analyzing the text in the novel "Promise of Friends" by Risna Utami, namely in the form of sentences, paragraphs and excerpts from dialogues of the characters in each paragraph which contain religious values. To complete the references in this study, the researchers carried out research at the Nias University library. Based on the results of the study, it can be concluded that Risna Utami's "Promise of Friends" novel contains religious values consisting of human relations with God, human relations with humans and human relations with nature which indirectly can be used as guidelines in daily life. -day. The researcher's suggestion is that the religious values contained in the novel "Promise of Friends" by Risna Utami can be applied and used as a guide in interacting lif

    Spektrum Ketahanan Galur Haploid Ganda Turunan IR64 dan Oryza rufipogon yang mengandung QTL Ketahanan terhadap Penyakit Blas (Pir)

    No full text
    &lt;p&gt;Resistance Spectrum of Double Haploid Lines Derived&lt;br /&gt;from IR64 and Wild Rice Species, Oryza rufipogon&lt;br /&gt;Contained the Blast Resistance QTL (Pir). Dwinita W.&lt;br /&gt;Utami, A. Dinar Ambarwati, Aniversari Apriana, Atmitri&lt;br /&gt;Sisharmini, Ida Hanarida, Didier Tharreau, and Santosa.&lt;br /&gt;This study was initiated to determine the spectrum resistance&lt;br /&gt;of the candidate durable blast resistance variety contained&lt;br /&gt;the QTL (quantitative trait locus), Pir1 and 2. This QTL&lt;br /&gt;was mapped on chromosome 2 detected using the advanced&lt;br /&gt;backcross population (BC5) from the wild rice species&lt;br /&gt;Oryza rufipogon to IR64. Pir (1 and 2) also established&lt;br /&gt;on double haploid (DH) population derived from the selected&lt;br /&gt;lines of BC2F3 population, progenies from the same&lt;br /&gt;parents. The DH lines were developed to speed up the fixation&lt;br /&gt;process of the recessive alleles in the selected lines.&lt;br /&gt;Near isogenic lines with different blast resistance genes and&lt;br /&gt;combination were used in this study comparing to the DH&lt;br /&gt;population on their resistance spectrum using the known&lt;br /&gt;avr gene isolates both on green house and field screening.&lt;br /&gt;The determination of the resistance spectrum will useful on&lt;br /&gt;the prediction of durability of blast resistance gene in DH&lt;br /&gt;population. The results of spectrum resistance test in green&lt;br /&gt;house and field showed that Pir1and Pir2 segregated on 1 : 1&lt;br /&gt;proportion related with specific respond to blast avr gene&lt;br /&gt;PH14 and CM28 resistance. Pir1 was identic to Pi33 or Pi25&lt;br /&gt;and Pir2 to Pitq5 on spectrum resistance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</jats:p

    ANALISIS NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA

    No full text
    This research is motivated by at least a literaly work that discusses a position of woman in society in culture and marriage bond. The focus of research refers to relation of novel with author, novel with society and social purpose novel in society. The method that used in this research is drescriptive qualitative with the data source from Saman novel by Ayu Utami and some kind of relevant research. The result of reserch show that complexity of issues that presented in Saman accurate with data about social events in Indonesia.Through Saman, Ayu expressed her thoughts about religion, sex, marriage, race, economics, and politics. Besides, space, time, and event that used as reference contextual in Saman can't be separated from social and politics that causes it.At least, saman telling about process of land takeover, nepotism, abduction, social inequality, representing new order era that shows the attitude and the responses of the characters in the face of the problem

    WACANA SPIRITUALITAS-HUMANIS DALAM NOVEL-NOVEL KARYA AYU UTAMI

    Full text link
    This study utilizes the discourse theory of Michel Foucault’s perspective as a knife of analysis. The study in this thesis encompasses several aspects, formulating a series of production patterns of discursive formation texts by utilizing archeologygenealogy methods; describes the present of ruptures (discontinuity) and the formulation of a new episteme; and explains the power order and knowledge of spirituality in Indonesia. The results of the analysis in this thesis showed that the discourse of spirituality in the novels by Ayu Utami was not actually apart from the traces of similar discourse in Indonesia, especially in the era of New Order. By utilizing the archeology and genealogy of Michel Foucault’s, this thesis has identified and interpreted a series of discursive formations that indicated of ruptures (discontinuity). Based on the archaeological readings of the seventh novel by Ayu Utami, three patterns of discursive formation text formations are composed, such as "religious spirituality", "human creation" and "Javanese spirituality". Based on the results of in-depth reading of the discursive formation were found six ruptures as a marker of discontinuity. Some of ruptures are influenced by the socio-cultural conditions as well as the ideas and knowledge that prevailed at that time. The series of ruptures indicated a shift in the episteme of the New Order era known as “ban” and “rejection” into the new episteme of “acceptance”. While through the genealogical reading, the practice of exclusion and inclusion has found in the discourse of spirituality in Indonesia, especially in the beginning of New Order era. Prohibitions as a concept of exclusion arose in the form of policies issued by the New Order government which required the community to embrace one of the five recognized religions in Indonesia. Not recognizing the Javanese Spirituality as a religion is also a concept of rejection. The idea of “right and wrong” also comes through different sexual orientation that were previously considered as abnormal or false. The form of inclusion that appears in the novels is the persistence of spirituality movements in Indonesia. Based on archeology-genealogy readings, the spirituality discourse that carried by Ayu Utami through her novels actualy was not only trying to show the forms that have been understood by the community, but also present the practices in criticizing, breaking and unraveling the understandings that admitted as the only acceptable truth. Therefore, literary works has been proved to be not just a fictional imaginative work resulting from a series of creative and intellectual processes of the author in perceiving the socio-cultural conditions; more than that, literary work is a reaction to the problematic things that occur in contextual reality that is considered as alternative ideas in understanding a construction or related phenomenon

    Citra Perempuan dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami: Kajian Kritik Sastra Feminisme dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMA

    Full text link
    This research has four goals. 1) To describe the sosiohistoris background of Ayu Utami as an author of “Si Parasit Lajang” novel. 2) To describe the structural study of “Si Parasit Lajang” novel by Ayu Utami. 3) To describe the image of women in ayu utami’s novel “Si Parasit Lajang” based on literary criticism feminism. 4) To describe the implementation of women image in ayu utami’s novel “Si Parasit Lajang” as Indonesian literature material in SMA.This type of research was qualitative descriptive. The object of this study is the image of women in the novel “Si Parasit Lajang”. The subject of this research was “Si Parasit Lajang” novel by Ayu Utami. The data used in the form of words, phrases, clauses, sentences, or discourse that contains the image of women in the novel “Si Parasit Lajang”. The data source of this research is the novel “Si Parasit Lajang” by Ayu Utami. The techniques of data collection in this study used a library technique and record. Triangulation that used in this research was data triangulation and triangulation theory. Structurally the theme of “Si Parasit Lajang” novel by Ayu Utami was about a woman who wanted the equality with men. The storyline that was used by Ayu Utami was chronological plot. In this novel, the key figures were “I”. As the antagonist is Sahal. Meanwhile, which includes figures tritagonis is Gofur, Ming Dao, Mrs. cast of "I", Cynta, Erik, Orlow, Timun and Saepi. The scene background took a place in Jakarta, Tulungagung, Trenggalek, Europe dan Japan. The time background happened in 1990-2000. The social background was in military regime in the new era under the leadership of president Soeharto. The image of women in “Si Parasit Lajang” novel by Ayu Utami included three things. 1) Educated women. 2) Tenacious and independent women. 3) High social personality women. The implementation of novel research results “Si Parasit Lajang” by Ayu Utami as learning material at school can be viewed from three things. 1) The relevance to the aims of education. 2) The relevance to the content standards. 3) The relevance to learners

    PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI BANYUWANGI PADA MATERI PENJAJAHAN PEMERINTAH BELANDA DI KELAS XI IPS MAN 2 BANYUWANGI

    No full text
    PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI BANYUWANGI PADA MATERI PENJAJAHAN PEMERINTAH BELANDA DI KELAS XI IPS MAN 2 BANYUWANGI Dinar Utami Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang [email protected]   Abstrak: Penelitian yang dilakukan berdasarkan pengembangan materi sejarah lokal yang merujuk pada topik sejarah lokal kolonial. Pengambilan topik didasarkan pada banyaknya bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi yang perlu disampaikan kepada siswa. Dari potensi tersebut maka peneliti menyusun materi peninggalan kolonial di Banyuwangi yang dikemas dalam bentuk bahan ajar cetak yaitu buku suplemen. Penelitian dan pengembangan untuk produk mengadopsi langkah-langkah adaptasi dari Sugiyono yang disesuaikan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penilaian dari validator memperoleh hasil dari validasi materi 77,5% dan validasi media 97,5%, dengan hasil tersebut buku suplemen dikategorikan sangat valid. Dalam uji coba lapangan kelompok kecil memperoleh hasil 88,25% dan kelompok besar 89,8% yang termasuk kategori efektif. Buku suplemen yang dikembangka dengan judul “Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi” setelah diuji cobakan valid adan efektif digunakan untuk bahan ajar kepada siswa.   Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, buku suplemen, sejarah lokal kolonial, dan peninggalan kolonial Pembelajaran sejarah penting dilakukan sebagai identitas nasional yang perlu diketahui dan dipahami oleh siswa. Materi sejarah yang diajarkan kepada siswa termasuk sejarah nasional yang meliputi (a) pertumbuhan sifat kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia, (b) perjuangan bangsa kita untuk menjadi bangsa yang bersatu dan merdeka, (c) orang-orang besar serta aliran-aliran paham yang mempengaruhi perjuangan itu, gerakan massa yang menjadi dasar perjuangan, (d) perjangan untuk mewujudkan cita-cita kehidupan sebagai bangsa yang bebas, adil, makmur, dan bahagia (Ali, 2012:360). Dari itu semua dapat ditarik kesimpulan perjuangan meliputi hal kebudayaan, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Pemahaman sejarah selain dari perspektif nasional dapat dilakukan dengan pemahaman sejarah lokal. Dalam penyusunan sejarah lokal terdapat beberapa acuan yakni tujuan penulisan sejarah lokal, latar belakang pendidikan penyusunnya, sifat-sifat pendekatan metodologis yang digunakan, dan aspek kehidupan yang dijadikan penyususnan sejarah Lokal (Widja, 1989:39). Dengan penyusunan materi sejarah lokal di Banyuwangi dapat memperkaya kekayaan wawasan sejarah. Berdasarkan potensi peninggalan kolonial yang banyak di Banyuwangi maka dapat disusun materi untuk pengembangan materi bangunan peninggalan kolonial. Penyusunan materi peninggalan kolonial tersebut termasuk dalam ranah sejarah lokal kolonial. Sejarah lokal kolonial yang dimaksud adalah laporan kegiatan dari penjabat-penjabat kolonial di daerah-daerah (Widja, 1989:47-48). Laporan tersebut termasuk arsip kolonial yang valid digunakan karena memuat tanggal sesuai waktu disertai catatan sesuai kondisi dimana laporan tersebut dibuat. Banyaknya peninggalan kolonial di Banyuwangi belum banyak disampaikan kepada siswa. Selain itu guru juga tidak memiliki sumber materi lokal yang akan disampaikan kepada siswa.  Maka atas permasalahan tersebut peneliti menyusun bahan ajar yang memuat peninggalan kolonial yang terdapat di Banyuwangi. Materi ini terimplementasi pada KD 3.7 mata pelajaran sejarah peminatan kelas XI. Bahan ajar yang disusun memuat materi sejarah lokal yang sesuai dengan pendidikan Indonesia berpihak pada ideologi bangsa dan negara, karena dengan sejarah lokal dapat mendukung kesadaran sejarah dilingkungan sekitar kita (Sa’dun, 2013:25). Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku suplemen dengan judul “Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi” sebagai pelengkap dan memperdalam bahasan materi Penjajahan Pemerintah Belanda. Produk diujicobakan di sekolah MAN 2 Banyuwangi yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 06 Maron Genteng Banyuwangi. Sedangkan kelas yang dipilih untuk uji coba adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 sesuai kordinasi dengan guru mata pelajaran sejarah pengampu. Alasan pemilihan sekolah dikarenakan letak sekolah yang jauh dari tempat peninggalan kolonial yang banyak ditemui di pusat kota Banyuwangi. Dengan keterbatasan jarak tersebut setelah penggunaan buku suplemen diharapkan siswa mendapatkan wawasan baru tentang sejarah lokal kolonial yang terdapat di Banyuwangi   Metode Penelitian Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Sugiyono (2016:409). Langkah pengembangan yang dilakukan terdapat beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti. Langkah-langkah tersebut meliputi 9 langkah yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Ujicoba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Ujicoba Pemakaian, dan (9) Produksi Akhir (Sugiyono, 2016:409). Berdasarkan langkah awal pengembangan maka potensi dan masalah penelitian ini adalah banyaknya bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi yang belum disusun dalam materi bahan ajar dan disampaikan kepada siswa. Materi yang disusun termasuk materi sejarah lokal kolonial mengenai peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi dimana termasuk dalam Kompetensi Dasar 3.7. Langkah selanjutnya yakni pengumpulan data, data yang dimaksudkan bahan untuk menyusun materi buku suplemen. Data diperoleh melalui studi pustaka seperti buku, koran, skripsi, foto dan sumber internet. Untuk mendukung data dari studi pustaka maka dilakukan studi lapangan dengan peneliti mendatangi tempat peninggalan Belanda seperti Asrama Inggrisan, Kantor Pos, dan Gedung Juang 45. Dengan ketersediaan data yang memadai maka desain produk dan penyusunan materi dapat dilakukan. Langkah selanjutnya dengan melakukan validasi produk menggunakan instrumen penilaian dengan ahli materi Bapak Dr. Reza Hudiyanto, M.Hum dan validasi media Bapak Wahyu Djoko S., S.Pd, M.Pd. Setelah validasi produk maka diperoleh data kualitatidf dan kuantitatif yang mana juga diperoleh dalam penilaian angket yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok besar dan kecil. Teknik analisis data kualitatif dari validator dan siswa berupa saran dan catatan untuk perbaikan produk. Perbaikan dilakukan agar produk efektif digunakan untuk siswa. Kemudian pengolahan data kuantitatif terdapat dua penghitungan yaitu data per-item dan data keseluruhan yang akan dijabarkan sebagai berikut:   Pengolahan data per-item P = X/Xi x 100% Keterangan: P : Persentase X : Jumlah skor dalam 1 item Xi : Jumlah skor ideal dalam 1 item 100% : Konstanta   Pengolahan data keseluruhan P = (∑X)/(∑Xi) x 100% Keterangan: P : Persentase ∑X : Jumlah skor jawaban responden ∑Xi : Jumlah skor jawaban ideal responden 100% : Konstanta Berdasarkan penghitungan yang dilakukan dengan sesuai pada rumus maka nilai yang diperoleh untuk mengukur kelayakan produk, berikut kriteria kelayakan produk: Tabel 1 Kriteria Kelayakan Produk Persentase Kualifikasi Kriteria 76%-100% Sangat Valid Tidak Revisi 51%-75,99% Cukup Valid Dapat Digunakan Dengan Revisi Kecil 26%-50,99% Tidak Valid Kurang Layak Digunakan 0%-25,99% Sangat Tidak Valid Revisi Sumber: Arikunto (2012:312)   Hasil Produk yang dikembangkan merupakan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk buku suplemen cetak dengan materi bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi. Buku suplemen dicetak berwarna dengan dilengkapi peta, gambar serta foto untuk menambah pemahaman dan interpretasi siswa dalam mempelajari materi. Materi peninggalan kolonial ini termasuk dalam dalam ranah kompetensi dasar 3.7 untuk siswa kelas XI mata pelajaran sejarah peminatan. Kemudian ditambahkan pula glosarium yang memuat kata-kata sulit atau asing agar mudah dipahami siswa. Spesifikasi produk buku suplemen yakni pada materi sebelumnya disusun menggunakan software Microsoft Word 2013 dan menggunakan font Times New Roman dengan ukuran font 11 dan spasi 1,5. Untuk desain baik cover dan isi buku menggunakan Ms Publisher 2013. Ukuran kertas yang digunakan A5 ukuran 14,8 cm x 21 cm dengan berat 70 gram, untuk cover menggunakan kertas Art Paper dan terdiri dari 36 halaman. Buku suplemen dilengkapi dengan identitas penyusun buku, kemudian kata pengantar, serta daftar isi dan daftar gambar untuk memudahkan pembaca menemukan informasi yang diinginkan. Isis materi buku suplemen terbagi dalm dua bab, bab pertama membahas tentang bagaimana masuknya Belanda ke Banyuwangi. Bab kedua diawali peta tematik persebaran peninggalan kolonial dan dilanjutkan penjabaran materi bangunan peninggalan kolonial Belanda. pada bagian penutup berisikan rangkuman materi, glosarium, daftar pustaka, dan profil penyusun. Berikut tampilan produk: Gambar 1 Cover Produk                Gambar 2 Back Cover Produk Sumber: Screnshot Buku Suplemen Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi Gambar 3 Bentuk Desain Materi Pada Buku Suplemen Sumber: Screnshot Buku Suplemen Peninggalan Kolonial Belanda  di Banyuwangi Gambar 4 Glosarium       Gambar 5 daftar Pustaka Sumber: Screnshot Buku Suplemen Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi   PEMBAHASAN Produk yang dihasilkan merupakan bahan ajar buku suplemen dengan bentuk cetak. Bahan ajar yang disusun disesuaikan dengan prinsip-prinsip intruksional. Bahan ajar juga harus dilengkapi dengan berbagai macam ilustrasi sebagai pendukung penguatan materi (Panem&Purwanto, 2001:2). Ilustrasi dapat berupa foto, gambar, tabel, peta dan lain sebagainya yang sesuai dengan topik dan mendukung pembelajaran.   Buku Suplemen disebut juga dengan buku pelengkap atau pengayaan. Buku suplemen diartikan sebagai buku yang memberikan informasi tentang pokok bahasan tertentu yang ada dalam kurikulum secara lebih luas atau lebih dalam (Sitepu, 2015: 8&16). Selain itu alam permendikbud nomor 2 tahun 2008 bahwa buku pengayaan atau buku suplemen adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya buku teks pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Produk buku suplemen yang sudah dikembangkan ini selanjutnya divalidasi pada ahli materi dan ahli media kemudian dilakukan uji coba lapangan pada kelompok kecil dan besar. Validator materi produk adalah Bapak Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum proses validasi dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2018 di ruang LAB Historiografi. Berdasarkan penilaian memperoleh hasil 77,5% yang termasuk kualifikasi sangat valid dan tidak revisi. Proses selanjutnya validasi media dengan validator Bapak Wahyu Djok S., S.Pd, M.Pd. proses validasi dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2018 di kantor jurusan Sejarah. Berdasarkan hasil penilaian media produk memperoleh hasil 97,5% yang termasuk kualifikasi sangat valid dan tidak revisi. Meskipun termasuk dalam kategori valid revisi tetap dilakukan sesuai dengan saran dan catatan yang diberikan oleh validator. Setelah revisi produk tahapan selanjutnya uji coba lapangan yang dilakukan dua kali pada kelompok kecil dan kelompok besar dengan kelas yang berbeda. Uji coba kelompok kecil dilakukan di sekolah MAN 2 Banyuwang kelas XI IPS 3 pada tanggal 26 Juli 2018. Produk dinilai oleh 10 orang responden yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil penilaian kelompok kecil diperoleh hasil 88,25%. Berdasarkan penilaian tersebut produk sangat valid. Uji coba produk selanjutnya pada kelompok besar di kelas XI IPS 1 pada tanggal 1 Agustus 2018. Penilaian produk dilakukan oleh 38 orang responden dengan memperoleh hasil penilaian yakni 89,8%, jadi produk termasuk sangat valid. Berdasarkan hasil kedua uji coba lapangan terdapat selisih penilaian 1,65%, selisih tersebut berdasarkan situasi dan kondisi di dalam kelas sehingga mempengaruhi penilaian dari siswa. Setelah uji coba kelompok kecil dan besar hasil kuantitatif diperoleh sangat valid, tetapi perlu dilakukan beberapa revisi sesuai catatan dan saran yang yang diberikan oleh siswa. Produk yang dikembangkan berbentuk buku suplemen cetak menyuguhkan materi bangunan peninggalan kolonial untuk siswa. Dengan penggunaan produk maka siswa dapat mengetahui alternatif sejarah lainnya di Kabupaten Banyuwangi. Dengan diajarkan didalam kelas diharapkan setelah mempelajari buku suplemen siswa dapat ikut serta menjaga atau melestarikan peninggalan sejarah dilingkungan mereka.   PENUTUP Pengembangan produk yang dilakukan setelah melalui proses validasi memperoleh hasill sangat valid begitu pula pada uji coba lapangan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Maka produk yang dikembangkan valid dan layak digunakan oleh siswa. Walaupun produk termasuk kategori valid masih terdapat beberapa kelemahan, yang dapat diperbaiki lagi kedepannya untuk perbaikan produk. Saran pemanfaatan bagi peserta didik setelah penggunaan buku suplemen diharapkan mampu memberikan wawasan kesadaran sejarah disekitar lingkungan siswa. Meski pengembangan yang dilakukan terbatas pada materi kolonial setidaknya meteri yang disajikan memberikan wawasan baru dalam pemahaman sejarah Banyuwangi. Kemudian untuk guru dengan adanya bahan ajar dimungkinkan dapat membantu proses belajar mengajar agar mencapai tujuan yang diinginkan dengan guru terlebih dahulu mempelajari buku suplemen yang akan disampaikan kepada siswa. Produk yang dikembangkan dapat disebarkan secara luas yang disebut dengan diseminasi. Setelah melalui langkah-langkah pengembangan dan dilakukan validasi dengan hasil layak untuk pembelajaran siswa maka keberadaan dan pengadaan produk layak dipertimbangkan. Penyebaran produk dilakukan secara terbatas oleh peneliti karena keterbatasan dana. Produk disebarkan pada guru mata pelajaran sejarah disekolah dimana dilakukan uji coba. Kemudian langkah yang lebih luas dengan menerbitkan buku suplemen secara masal untuk siswa kelas XI attau masyarakat umum yang tertarik dalam  bahasan sejarah kolonial. Mengenai pengembangan produk lebih lanjut yang sudah termasuk dalam kategori valid digunakan, masih terdapat beberapa kekurangan yang membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan.     DAFTAR RUJUKAN Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ali, M. R. 2012. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta. Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Panem, Paulina & Purwanto. 2001. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta PAU-PPAI-UT Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 2. 2008. Buku. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional. Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press. Sitepu, B.P. 2015. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Widja, I Gede. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

    Political Myth about the Witch Calon Arang in the Novel “Manjali and Chakrabirava” by the Indonesian Author Ayu Utami

    No full text
    The article explores the novel Manjali and Cakrabirawa (2010) by one of the most outstanding modern Indonesian writers, Ayu Utami (born in 1968), whose philosophical and intellectual work marked the beginning of a new era in Indonesian literature. The novel was not translated into English and has not been the subject of research in Russia. Articles on the topic are few and only deal with themes of gender studies and feminism. This article provides an analysis of the interpretation of the plot-forming mythological layer of the novel. Utami boldly raises the topic of political repression through mythological optics, offers her own view on the construction of the image of a witch called Calon Arang, supposedly a political rival of a historical figure — Raja Airlangga (1000–1049), the ruler of the Javanese-Balinese state of Kediri (1042–1222). Calon Arang, nicknamed Rangda (“widow”), is a well-known character in folklore, the story has many versions. The relevance of the article is due to the paradox of the myth of Calon Arang: on the one hand, its characters and plot are well known to Indonesians (primarily Javanese and Balinese), but on the other hand, the myth remains poorly understood. Cultural-historical, comparative-typological and mythopoetic methods make it possible to analyze the mythological images in her novel “Manjali and Cakrabirava”, which is, as the events of the mythological plot of the 11th century, associated with political issues — the struggle for power and the demonization of the opponent

    PROPAGANDA SUPERIORITAS PEREMPUAN ISLAM DALAM CERPEN ANAK KARYA NUNIK UTAMI DAN TEKNIK PENYAMPAIANNYA

    No full text
    Sastra anak bersifat didaktis dan sebagian memiliki elemen propaganda sebab dibuat oleh orang dewasa, salah satunya adalah cerita berjenis biografi. Cerita anak yang berjenis biografi mengandung propaganda untuk menyebarluaskan keteladanan serta memberikan informasi mengenai tokoh-tokoh besar yang dapat dijadikan teladan oleh anak. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan propaganda superioritas perempuan Islam yang terkandung dalam cerpen anak karya Nunik Utami dengan cara menganalisis struktur cerpen, mendeskripsikan bagaimana superioritas perempuan Islam digambarkan dalam cerpen, dan mendeskripsikan pelaksanaan propaganda superioritas perempuan Islam dalam cerpen. Objek penelitian, yaitu kumpulan cerpen ″Kisah Muslimah Teladan for Kids″ karya Nunik Utami. Pada kumpulan cerpen ini terdapat 30 cerita yang ditulis oleh pengarang, cerpen yang dipilih antara lain ″Air Mata untuk Asiah″, ″Bidadari yang Terluka″, ″Durrah dan Ayahnya″, ″Kisah dari Gua Tsur″, dan ″Putri Kesatria″. Alasan kelima cerpen tersebut dipilih berdasarkan adanya ujaran-ujaran dalam teks cerita yang mengandung propaganda superioritas perempuan Islam. Metode penelitian deskriptif analisis dipilih sesuai dengan tujuan penelitian, yakni mengungkap dan memperjelas informasi mengenai propaganda superioritas perempuan Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka, peneliti membaca buku referensi yang berhubungan dengan penelitian sastra anak, sastra dan propaganda, juga yang berhubungan dengan superioritas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan judul Propaganda Superioritas Perempuan Islam dalam Cerpen Anak Karya Nunik Utami dan Teknik Penyampaiannya menunjukkan tokoh-tokoh perempuan Islam dalam kelima cerpen memiliki superioritas untuk mencapai keunggulan dan kesempurnaan sebagai kaum muslim dan ditemukan delapan teknik propaganda yang didominasi oleh teknik sebutan muluk-muluk (glittering generalities) dalam penyampaiannya. Penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengungkap lebih jelas tujuan dan manfaat dari propaganda dan apakah propaganda selalu ada dalam penulisan karya sastra anak.----------Children's literature are didactics and some have elements of propaganda because created by adults, one of them is the story of a biography. A biography in children’s stories, containing example to disseminate propaganda and provide information about the major figures can be used as a role model by the child. The purpose of this research was to describe the superiority of Islamic women propaganda contained in children's short story by Nunik Utami by way of analyzing the structure of the short stories, describes how female superiority of Islam portrayed in a short story, and describes the implementation of the propaganda of Islamic women's superiority in the short story. Research object, i.e., a collection of short stories "The Story of A Muslim Role Model For Kids" by Nunik Utami. On a collection of short stories, there are 30 stories written by the author, selected short stories, among others, ″Air Mata untuk Asiah″, ″Bidadari yang Terluka″, ″Durrah dan Ayahnya″, ″Kisah dari Gua Tsur″ and ″Putri Kesatria″. The reason of choosing five short stories, based on the presence of utterance in the text of stories containing propaganda for Islamic women's superiority. Descriptive methods of analysis in the study have been selected, in accordance with the research objectives, namely to uncover and clarify information about propaganda superiority of Islamic women. The collecting data techniques is the study of the literature, the researchers read the reference books that deal with children's literature, literature research and propaganda; it is also associated with superiority. Based on previous research results, it can be concluded that research with the title “Propaganda Superiority Of Islamic Women In Children’s Short Stories By Nunik Utami And Delivery Techniques”, shows figures of Islamic women in the fifth short story has the superiority to achieve excellence and perfection as the Muslims and found eight propaganda techniques dominated by mention techniques: pompous (glittering generalities) in delivery. Further research expected to reveal more clearly the objectives and benefits of propaganda and propaganda are always there in the writing of literary works for children
    corecore