Journal Universitas Nias
Not a member yet
121 research outputs found
Sort by
Transformational Leadership: Navigating Resistance in the Context of Organizational Change
This study explores the role of transformational leadership in managing resistance to organizational change. The objective is to identify how transformational leadership inspires and motivates employees to accept and adapt to changes effectively. Using a literature review and content analysis, the study synthesizes findings from existing theories and empirical research. The results highlight that transformational leadership reduces resistance through inspirational vision, open communication, individual development, empowerment, and role modeling. These practices foster employee trust, commitment, and proactive attitudes towards change. The study concludes that transformational leadership significantly enhances organizational adaptability and employee engagement during periods of transformation
Analisis hasil perkebunan karet dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Sisobawino II Kecamatan Lolofitu Moi Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil perkebunan karet dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Sisobawino II, Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi dan informan secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kebun, serta dokumentasi data desa dan sumber pendukung, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karet merupakan sumber pendapatan primer bagi mayoritas rumah tangga, dengan kontribusi yang dominan terhadap total pendapatan tahunan. Namun, produktivitas kebun cenderung rendah karena banyak tanaman telah melewati usia produktif, praktik penyadapan dan pemeliharaan kebun belum standar, serta keterbatasan input budidaya. Pada sisi hilir, petani menghadapi kendala pemasaran akibat ketergantungan pada pedagang pengumpul dan lemahnya kelembagaan tani, sehingga daya tawar dan harga jual di tingkat petani relatif rendah. Upaya peningkatan pendapatan perlu dilakukan melalui peremajaan kebun secara bertahap, pendampingan teknis berkelanjutan, peningkatan mutu olahan, penguatan kelembagaan/penjualan kolektif, fasilitasi akses pembiayaan, serta diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga
PENGELOLAAN EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR ZONASI DAN STRATEGI KONSERVASI DI KECAMATAN SAWO KABUPATEN NIAS UTARA
Freshwater ecosystems play a vital role in supporting food security, ecological balance, and the provision of ecosystem services to communities. However, anthropogenic pressures, land use changes, and weak regulations have increased the vulnerability of these ecosystems, particularly in rural coastal areas. This study aims to analyze the condition of freshwater ecosystems in Sawo Subdistrict, North Nias Regency, and formulate conservation strategies through an adaptive zoning approach. The research method combines quantitative and qualitative approaches with biophysical analysis, water quality surveys, biodiversity inventories, and in-depth interviews with local stakeholders. The results of the study show that water quality is under pressure from erosion, sedimentation, and agricultural pollution, which has an impact on the decline in ecological integrity. Meanwhile, socio-economic analysis reveals that the community's dependence on water use is not yet managed sustainably. The research recommendations emphasize the importance of implementing a conservation zoning system with three main components, namely core zones, buffer zones, and sustainable use zones. The implementation of this strategy is expected to maintain a balance between ecological preservation and the economic sustainability of local communities. This research not only enriches the literature on freshwater conservation but also provides a locally-based management model relevant to supporting national conservation targets and achieving sustainable development goals (SDGs).Ekosistem perairan tawar memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan, keseimbangan ekologis, serta penyediaan jasa ekosistem bagi masyarakat. Namun, tekanan antropogenik, perubahan tata guna lahan, dan lemahnya regulasi telah meningkatkan kerentanan ekosistem ini, khususnya di wilayah pesisir pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekosistem perairan tawar di Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, sekaligus merumuskan strategi konservasi melalui pendekatan zonasi yang adaptif. Metode penelitian menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis biofisik, survei kualitas air, inventarisasi keanekaragaman hayati, serta wawancara mendalam bersama pemangku kepentingan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan mengalami tekanan akibat erosi, sedimentasi, dan pencemaran pertanian, yang berdampak pada menurunnya integritas ekologi. Sementara itu, analisis sosial-ekonomi mengungkap adanya ketergantungan masyarakat terhadap pemanfaatan perairan yang belum terkelola secara berkelanjutan. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya penerapan sistem zonasi konservasi dengan tiga komponen utama, yaitu zona inti, zona penyangga, dan zona pemanfaatan berkelanjutan. Implementasi strategi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian ekologi dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur tentang konservasi perairan tawar, tetapi juga memberikan model pengelolaan berbasis lokal yang relevan untuk mendukung target nasional konservasi dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
 
Analisis kesulitan belajar dan hasil belajar siswa pada IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 2 Bawolato
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan belajar siswa serta keterkaitannya dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bawolato. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket yang diberikan kepada 30 siswa. Data diolah dalam bentuk persentase untuk menggambarkan kecenderungan respons siswa pada indikator-indikator kesulitan belajar (internal dan eksternal). Hasil penelitian menunjukkan respons siswa didominasi kategori sangat setuju/setuju dengan akumulasi rata-rata 91,79%, sedangkan kategori netral/tidak setuju/sangat tidak setuju sebesar 8,21%. Temuan utama memperlihatkan bahwa siswa memiliki minat dan motivasi yang relatif tinggi serta merasakan dukungan guru yang kuat (metode mengajar menarik, bantuan saat kesulitan, dan penggunaan media pembelajaran), disertai dukungan orang tua dan ketersediaan bahan belajar di rumah. Namun, kendala yang menonjol adalah kesulitan mengingat materi setelah pembelajaran, kesulitan menjawab soal saat ulangan/tugas, serta aspek psikologis berupa gugup/cemas dan rendahnya kepercayaan diri. Faktor kesehatan dan relasi teman sebaya juga muncul sebagai kondisi yang berpotensi mengganggu konsentrasi belajar. Dengan demikian, perbaikan pembelajaran IPS Terpadu perlu diarahkan pada penguatan retensi dan penerapan konsep, serta penciptaan iklim belajar yang lebih suportif untuk menekan kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa
Analisis Jumlah Konsumsi Mie Instan Produksi Indofood di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Metode Markov Chain: Pendekatan Rantai Markov
Penelitian ini menganalisis pola konsumsi mie instan produksi Indofood di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Metode Rantai Markov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi mie instan di Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang stabil, dengan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta sebagai daerah dengan tingkat konsumsi tertinggi. Faktor-faktor seperti perubahan gaya hidup, kemudahan akses, harga yang terjangkau, serta keberagaman rasa berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan mie instan di berbagai lapisan masyarakat. Analisis probabilitas transisi menunjukkan bahwa pola konsumsi mie instan di masa depan cenderung mempertahankan tren peningkatan, terutama di daerah perkotaan. Meskipun demikian, konsumsi mie instan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, termasuk risiko obesitas dan sindrom metabolik. Oleh karena itu, pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan langkah-langkah strategis dalam edukasi gizi dan pengembangan produk yang lebih sehat. Dari perspektif industri, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif serta mengoptimalkan distribusi produk berdasarkan pola konsumsi di berbagai daerah.Abstrak. Tingkat pengetahuan gizi seseorang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini juga berdampak pada konsumsi makanan instan salah satunya mi instan. Hal ini dimungkinkan karena mie instan praktis dan dapat memenuhi selera masyarakat, baik dewasa maupun anak-anak. Namun, mi instan belum bisa dikatakan sebagai makanan sehat, karena tidak mencukupi gizi seimbang bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumen mi instan di Provinsi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang mencakup lima kabupaten di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi mi instan di Provinsi DI Yogyakarta akan terus meningkat dipimpin oleh Kabupaten Sleman dengan peningkatan sebesar 0,029% pada setiap periodenya
KONSERVASI DAN REHABILITAS EKOSISTEM DANAU TOBA BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL
This study aims to formulate a holistic conservation and rehabilitation strategy for the Lake Toba ecosystem by integrating scientific approaches and the local wisdom of the communities surrounding the lake. The study was conducted in four villages around Lake Toba: Lumban Suhi-suhi, Meat, Parparean, and Silalahi, using a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques included field observations, in-depth interviews, documentation, and focus group discussions (FGDs). The results of the study show that the Lake Toba ecosystem is experiencing ecological degradation due to water pollution, sedimentation, and intensive cultivation pressures. On the other hand, the Batak Toba community still maintains local wisdom practices such as pature di ate, marsialapari, and parhuta-huta, which have great potential for fisheries resource conservation. The proposed conservation strategies include vegetation rehabilitation along the shoreline, revitalization of traditional institutions, and the formation of a collaborative community forum. This study emphasizes that community-based conservation approaches and local values are key to the successful sustainable management of the Lake Toba ecosystem.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi konservasi dan rehabilitasi ekosistem Danau Toba secara holistik dengan mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan kearifan lokal masyarakat sekitar danau. Penelitian dilakukan di empat desa sekitar Danau Toba: Lumban Suhi-suhi, Meat, Parparean, dan Silalahi, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem Danau Toba mengalami degradasi ekologis akibat pencemaran air, sedimentasi, dan tekanan budidaya intensif. Di sisi lain, masyarakat Batak Toba masih mempertahankan praktik kearifan lokal seperti pature di ate, marsialapari, dan parhuta-huta yang memiliki potensi besar dalam konservasi sumber daya perikanan. Strategi konservasi yang diusulkan meliputi rehabilitasi vegetasi sempadan, revitalisasi kelembagaan adat, dan pembentukan forum kolaboratif masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan konservasi berbasis komunitas dan nilai-nilai lokal merupakan kunci keberhasilan pengelolaan ekosistem Danau Toba yang berkelanjutan
KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KAWASAN EKOWISATA PANTAI MUARA INDAH KOTA GUNUNGSITOLI
Mangrove ecosystems have important ecological, economic, and social value as coastal buffers and providers of environmental services for communities. However, the utilization of mangroves in Indonesia, including in Gunungsitoli City, is still not optimal and faces threats of land conversion and low conservation awareness. This study aims to identify the condition of the mangrove ecosystem at Muara Indah Beach, analyze the potential and challenges of ecotourism development, and formulate conservation strategies and management models appropriate to local conditions. The study employs a mixed-methods approach combining qualitative and quantitative methodologies. Primary data was collected through field observations, in-depth interviews, questionnaires, and focus group discussions (FGDs), while secondary data was sourced from research reports, statistical data, and policy documents. Analysis was conducted using descriptive statistics, content analysis, and SWOT analysis. The results of the study indicate that the mangrove ecosystem at Muara Indah Beach is still in fairly good condition, dominated by the species Rhizophora apiculata, Avicennia marina, and Sonneratia alba. The high biodiversity, strategic location, and support from the community and government make this area a potential destination for ecotourism development. The main challenges include infrastructure limitations, low community capacity in tourism management, and anthropogenic threats. The recommended conservation strategy is community-based ecotourism (Community-Based Ecotourism) with an integrated ecological, economic, and social approach. This study emphasizes that the success of mangrove ecotourism development at Muara Indah Beach is highly dependent on multi-stakeholder collaboration, enhanced community capacity, and clear regulatory support. The findings of this study are expected to serve as a reference for sustainable coastal management policies in Indonesia.: Ekosistem mangrove memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan sosial yang penting sebagai penyangga kawasan pesisir sekaligus penyedia jasa lingkungan bagi masyarakat. Namun, pemanfaatan mangrove di Indonesia, termasuk di Kota Gunungsitoli, masih belum optimal dan menghadapi ancaman konversi lahan serta rendahnya kesadaran konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekosistem mangrove di Pantai Muara Indah, menganalisis potensi dan tantangan pengembangan ekowisata, serta merumuskan strategi konservasi dan model pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner, dan focus group discussion (FGD), sedangkan data sekunder berasal dari laporan penelitian, data statistik, dan dokumen kebijakan. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, analisis konten, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pantai Muara Indah masih berada pada kondisi yang cukup baik dengan dominasi spesies Rhizophora apiculata, Avicennia marina, dan Sonneratia alba. Keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, lokasi yang strategis, serta dukungan masyarakat dan pemerintah menjadikan kawasan ini potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata, serta ancaman antropogenik. Strategi konservasi yang direkomendasikan adalah pengelolaan berbasis masyarakat (Community-Based Ecotourism) dengan pendekatan terpadu ekologi, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan ekowisata mangrove di Pantai Muara Indah sangat ditentukan oleh sinergi multipihak, peningkatan kapasitas masyarakat, dan dukungan regulasi yang jelas. Hasil studi ini diharapkan menjadi rujukan bagi kebijakan pengelolaan pesisir berkelanjutan di Indonesia
Strategi Peningkatan Kinerja dan Pemasaran UMKM Menggunakan AHP Studi Kasus Kumpeni Coffee Yogyakarta: Studi Kasus Kumpeni Coffee Yogyakarta
UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam industri coffee shop, persaingan yang semakin ketat, fluktuasi harga bahan baku, serta perubahan preferensi konsumen menjadi tantangan utama dalam keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi optimal dalam meningkatkan kinerja dan pemasaran Kumpeni Coffee Yogyakarta dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga responden utama, yakni head barista dan dua barista, serta dianalisis menggunakan aplikasi SuperDecisions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku merupakan faktor dominan dalam menentukan efektivitas operasional, dengan strategi menggunakan pemasok terdekat sebagai alternatif terbaik. Selain itu, memanfaatkan rekam jejak usaha untuk akses informasi pasar dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing bisnis. Dengan demikian, pendekatan AHP dapat memberikan rekomendasi strategis berbasis data bagi UMKM dalam merancang kebijakan yang lebih efektif guna meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM merupakan salah satu pendongkrak pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, UMKM harus selalu dikembangkan agar sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun maksud penelitian ini adalah untuk menentukan strategi yang dapat meningkatkan kinerja dan pemasaran UMKM Kumpeni Coffee dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan yaitu akses informasi pasar, ketersediaan bahan baku, dan lingkungan kerja. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dan menggunakan jenis data primer yang diperoleh dari proses wawancara dengan narasumber atau responden. Penelitian ini menggunakan tiga responden yang memiliki kontribusi terhadap subjek penelitian, subjek penelitian ini adalah Kumpeni Coffee yang merupakan salah satu kedai kopi di daerah Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kriteria ketersediaan bahan baku memiliki bobot atau nilai paling tinggi diantara kriteria yang lain, yaitu sebesar (0.540). Kemudian diikuti oleh kriteria informasi pasar (0,131) dan lingkungan kerja berada dinilai yang paling rendah dengan bobot sebesar (0,080). Sedangkan untuk alternatif dari setiap kriteria yang memiliki nilai tertinggi adalah alternatif mengambil bahan baku dari pemasok terdekat dengan bobot sebesar (0,469). Sedangkan untuk alternatif yang memiliki bobot paling rendah adalah partner kerja yaitu sebesar (0,005)
ANALISIS FISIKA KIMIA KUALITAS AIR PERAIRAN SUNGAI BOYO DESA ONOWAEMBO KECAMATAN GUNUNGSITOLI KOTA GUNUNGSITOLI
The Boyo Onowaembo River in Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, is one of the main water resources for the community, used for domestic, agricultural, and economic activities. However, increasing anthropogenic pressure is feared to have an impact on water quality. This study aims to analyze the physical and chemical conditions of the Boyo Onowaembo River, evaluate its water quality status based on national quality standards, and identify the factors influencing its degradation. The research method used a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design, where water samples were collected from three locations (upstream, midstream, and downstream) and analyzed in an accredited laboratory following the Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (APHA, 2017). The results of the study showed a decline in water quality from upstream to downstream. Physical parameters such as turbidity, TDS, and TSS increased significantly, while chemical parameters showed a decrease in dissolved oxygen (DO) accompanied by an increase in BOD, COD, ammonia, and phosphate that exceeded quality standards. Evaluation using the Pollution Index placed the upstream area in the lightly polluted category, the middle area in the moderately polluted category, and the downstream area in the heavily polluted category. These findings confirm that domestic activities, agriculture, and the decline in riparian vegetation are the primary factors causing water quality degradation. This study recommends the need for integrated waste management policies and strengthened community participation in maintaining the sustainability of water resources.Sungai Boyo Onowaembo di Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, merupakan salah satu sumber daya air utama bagi masyarakat yang dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan aktivitas ekonomi. Namun, tekanan antropogenik yang semakin meningkat dikhawatirkan berdampak pada penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi fisika dan kimia air Sungai Boyo Onowaembo, mengevaluasi status kualitasnya berdasarkan baku mutu nasional, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi degradasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, di mana sampel air diambil dari tiga titik lokasi (hulu, tengah, hilir) dan dianalisis di laboratorium terakreditasi mengacu pada Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (APHA, 2017). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kualitas air dari hulu ke hilir. Parameter fisika seperti kekeruhan, TDS, dan TSS meningkat signifikan, sedangkan parameter kimia menunjukkan penurunan oksigen terlarut (DO) disertai peningkatan BOD, COD, ammonia, dan fosfat yang melampaui baku mutu. Evaluasi menggunakan Indeks Pencemaran menempatkan hulu pada kategori cemar ringan, tengah cemar sedang, dan hilir cemar berat. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas domestik, pertanian, dan berkurangnya vegetasi riparian merupakan faktor utama penyebab degradasi kualitas air. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pengelolaan limbah terpadu serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air
STRATEGI KONSERVASI PULAU KECIL MELALUI PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PULAU NIAS, SUMATERA UTARA)
Small islands in Indonesia play a strategic role as providers of fishery resources and as a source of livelihood for coastal communities. However, limited resources, exploitation pressures, ecosystem degradation, and the impacts of climate change have made the sustainability of small islands increasingly vulnerable. This study aims to analyze conservation strategies on Nias Island, North Sumatra, through a sustainable fisheries management approach. The research method used is qualitative with a case study, involving in-depth interviews, focused group discussions, participatory observation, and secondary document analysis. The results of the study show that Nias Island has significant fisheries potential, particularly pelagic fish and coastal ecosystems such as mangroves, seagrass beds, and coral reefs. However, this potential faces major challenges in the form of overfishing, habitat destruction, fisher poverty, and weak institutional capacity. Conservation strategies that have been implemented, such as the Sawo Lahewa Marine Conservation Area and ecosystem restoration programs, have proven to have a positive impact, although their effectiveness is still limited. The role of local communities, including the application of traditional fangowai wisdom, is an important factor in supporting conservation, although participation still needs to be improved. This study concludes that conservation strategies on small islands must be integrative, adaptive, and participatory, combining ecological, social, economic, and institutional aspects to ensure the sustainability of resources.Pulau-pulau kecil di Indonesia memiliki peran strategis sebagai penyedia sumber daya perikanan sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, keterbatasan sumber daya, tekanan eksploitasi, degradasi ekosistem, serta dampak perubahan iklim menjadikan keberlanjutan pulau kecil semakin rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konservasi di Pulau Nias, Sumatera Utara, melalui pendekatan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, serta analisis dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Nias memiliki potensi perikanan signifikan, terutama ikan pelagis dan ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang. Namun, potensi ini menghadapi tantangan besar berupa praktik penangkapan berlebih, kerusakan habitat, kemiskinan nelayan, serta lemahnya kapasitas kelembagaan. Strategi konservasi yang telah diterapkan, seperti Kawasan Konservasi Perairan Sawo Lahewa dan program restorasi ekosistem, terbukti memberikan dampak positif meskipun efektivitasnya masih terbatas. Peran masyarakat lokal, termasuk penerapan kearifan tradisional fangowai, menjadi faktor penting dalam mendukung konservasi, meski partisipasi masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi di pulau kecil harus bersifat integratif, adaptif, dan partisipatif dengan menggabungkan aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan agar keberlanjutan sumber daya dapat terjamin