Journal Universitas Nias
Not a member yet
    121 research outputs found

    PENGGUNAAN PROBIOTIK EM4 PADA MEDIA BUDIDAYA IKAN DI DESA LOLOGOLU KECAMATAN MANDEREHE

    Full text link
    The use of EM4 (EffectiveMicroorganisms-4) probiotics is increasingly popular in aquaculture as an effort to improve water quality, feed efficiency, and fish health. This study aims to evaluate the effect of EM4 application on fish farming media in Lologolu Village Lologolu, Manderehe District, on growth parameters, survival rate, and physical-chemical water quality. The research method used an experimental design with several EM4 dose treatments applied to the aquaculture media duringthe maintenance period. The parameters measured included fish weight and length growth, survival rate, as well as dissolved oxygen (DO), ammonia, pH, and turbidity. The results showed that EM4 application significantly (p<0.05) increased growth rate and survival compared to the control; improvements in water quality (decreased ammonia and increased DO) were also recorded in the optimal EM4 treatment. These findings are consistent with scientific reports stating that EM/EM4 can improve aquaculture environmental quality and growth rates of cultured organisms when applied at appropriate doses and methods (Simanjuntak et al., 2020; Mardede, 2020). The application of EM4 in Lologolu Village Lologolu is recommended as part of sustainable aquaculture practices, with the caveat that standardization of dosage and regular monitoring are necessary. The FAO's global report (2020) also emphasizes the importance of aquaculture practices that enhance productivity and sectoral sustainability.Penggunaan probiotik EM4 (Effective Microorganisms-4) semakin populer di usaha budidaya perikanan sebagai upaya meningkatkan kualitas air, efisiensi pakan, dan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi EM4 pada media budidaya ikan di Desa Lologolu, Kecamatan Manderehe, terhadap parameter pertumbuhan, sintasan, dan kualitas fisik-kimia air. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan beberapa perlakuan dosis EM4 yang diaplikasikan ke media budidaya selama periode pemeliharaan. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan berat dan panjang ikan, persentase sintasan, serta DO, amonia, pH, dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi EM4 secara signifikan (p<0,05) meningkatkan laju pertumbuhan dan sintasan dibanding kontrol; perbaikan kualitas air (penurunan amonia dan peningkatan DO) juga tercatat pada perlakuan EM4 optimal. Temuan ini konsisten dengan laporan-laporan ilmiah yang menyatakan bahwa EM/EM4 dapat memperbaiki kualitas lingkungan budidaya dan tingkat pertumbuhan organisme budidaya ketika diaplikasikan dengan dosis dan metode yang tepat (Simanjuntak et al., 2020; Mardede, 2020). Aplikasi EM4 di Desa Lologolu direkomendasikan sebagai bagian dari praktik budidaya berkelanjutan, dengan catatan perlunya standarisasi dosis dan monitoring berkala. Laporan global FAO (2020) juga menegaskan pentingnya praktik budidaya yang meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektoral

    Analisis Peran QRIS Dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Wilayah Perdesaan

    No full text
    Inklusi keuangan merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi kesenjangan sosial. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019, telah menjadi inovasi pembayaran digital yang penting dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama di wilayah perdesaan. Penelitian ini menganalisis peran QRIS dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat perdesaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memberikan berbagai manfaat, seperti efisiensi transaksi, akses keuangan yang lebih luas, dan peningkatan keamanan finansial. Namun, implementasinya di wilayah perdesaan masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi keuangan, dan ketergantungan masyarakat pada transaksi tunai. Studi ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur digital, edukasi keuangan, serta insentif dari pemerintah untuk mendorong adopsi QRIS secara lebih luas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu manajemen keuangan dan perumusan kebijakan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.Inklusi keuangan menjadi salah satu prioritas dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di wilayah perdesaan yang masih menghadapi kesenjangan akses terhadap layanan keuangan formal. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebagai inovasi teknologi pembayaran digital yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019, hadir untuk memperluas jangkauan layanan keuangan dengan cara yang efisien, mudah, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran QRIS dalam mendorong inklusi keuangan di wilayah perdesaan, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat implementasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa QRIS memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kuatnya kebiasaan masyarakat menggunakan pembayaran tunai. Studi kasus di beberapa wilayah menunjukkan bahwa dukungan pemerintah daerah, program edukasi, dan pelatihan intensif memiliki dampak signifikan dalam mendorong adopsi QRIS oleh masyarakat perdesaan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa untuk memaksimalkan potensi QRIS, diperlukan strategi yang terintegrasi meliputi peningkatan infrastruktur digital, edukasi masyarakat, serta pendekatan yang sensitif terhadap norma sosial dan budaya lokal. Dengan langkah ini, QRIS dapat menjadi instrumen yang efektif dalam memperkecil kesenjangan keuangan, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi inklusif di Indonesia

    PENGARUH KANDUNGAN NUTRIEN PADA POLUTAN PADA KUALITAS AIR DI SUNGAI LAWU-LAWU GUNUNGSITOLI UTARA KOTA GUNUNGSITOLI (The Effect of Nutrient Content in Pollutants on Water Quality in the Lawu-Lawu River, North Gunungsitoli, Gunungsitoli City)

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of nutrient content as pollutants on water quality in the Lawu-Lawu River, Gunungsitoli Utara District, Gunungsitoli City. Increased domestic and agricultural activities around the river basin are suspected to be the main source of nutrients such as nitrogen (N) and phosphorus (P) entering the water body. The methods used in this study include field surveys and water sampling at several strategic points along the river. The water quality parameters analyzed include temperature, pH, dissolved oxygen (DO), biological oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), as well as nitrate and phosphate concentrations. Laboratory analysis results showed an increase in nitrate and phosphate levels at certain points near residential areas and agricultural lands. This increase in nutrient concentrations significantly impacts water quality, particularly evidenced by elevated BOD and COD values and reduced DO levels. Thus, the high nutrient content in the Lawu-Lawu River contributes as a pollutant that degrades water quality. This study recommends integrated management of domestic and agricultural waste to maintain the sustainability of the river ecosystem.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan nutrien sebagai polutan terhadap kualitas air di Sungai Lawu-Lawu, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli. Peningkatan aktivitas domestik dan pertanian di sekitar daerah aliran sungai diduga menjadi sumber utama masuknya nutrien seperti nitrogen (N) dan fosfor (P) ke dalam badan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dan pengambilan sampel air di beberapa titik strategis sepanjang aliran sungai. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi suhu, pH, DO (Dissolved Oxygen), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), serta konsentrasi nitrat dan fosfat. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar nitrat dan fosfat di titik-titik tertentu yang berdekatan dengan permukiman dan lahan pertanian. Peningkatan konsentrasi nutrien ini berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas air, terutama ditunjukkan oleh peningkatan nilai BOD dan COD serta penurunan kadar DO. Dengan demikian, kandungan nutrien yang tinggi di Sungai Lawu-Lawu berkontribusi sebagai polutan yang memperburuk kualitas air. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan limbah domestik dan pertanian secara terpadu untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai

    IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA PEMILIHAN WISATA PANTAI TERFAVORIT DI YOGYAKARTA

    No full text
    Pemilihan destinasi wisata pantai yang optimal menjadi tantangan bagi wisatawan karena banyaknya pilihan dengan karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan destinasi wisata pantai terfavorit di Yogyakarta berdasarkan beberapa kriteria utama, yaitu keindahan, aksesibilitas, fasilitas, dan jarak. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pantai Parangtritis memiliki skor tertinggi dalam aspek jarak dan kemudahan akses, menjadikannya destinasi yang paling mudah dijangkau. Pantai Wediombo unggul dalam aspek keindahan, sementara Pantai Indrayanti dan Parangtritis memiliki fasilitas yang lebih baik dibandingkan pantai lainnya. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran media sosial dalam membentuk citra destinasi dan preferensi wisatawan, serta dampak urbanisasi terhadap efisiensi ekologi dan keberlanjutan pariwisata pantai. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi berbasis data bagi pemangku kepentingan dalam industri pariwisata guna meningkatkan strategi pemasaran dan pengelolaan destinasi wisata secara lebih efektif dan berkelanjutan.Abstrak. Seorang wisatawan dalam menentukan pilihannya, tentu berdasarkan beberapa kriteria yang dijadikan patokan dalam memilih objek wisata seperti Keindahan, Fasilitas dan Kemudahan Akses jalan menuju tempat wisata. Kriteria tersebut menjadi pertimbangan untuk pengunjung wisata khususnya tujuan wisata pantai dalam menentukan objek pantai wisata Yogyakarta mana yang akan dipilih. Sistem pendukung keputusan menawarkan solusi sebagai rujukan untuk memilih objek wisata pantai. Penelitian ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memilih pantai terfavorit di Yogyakarta berdasarkan kriteria keindahan, jumlah pengunjung, kemudahan akses menuju pantai, harga tiket masuk, dan kebersihan pantai. Melalui pertimbangan nilai dari alternatif yang ada dengan karakteristik yang diperhitungkan dengan skala hirarki 1, 3, 5 dan 7 yang didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh para responden yang telah ditentukan dan perolehan data sekunder. Dengan hasil perolehan peringkat 1 Parangtritis dengan nilai 0,35 (35%), peringkat 2 pantai indrayanti dengan nilai 0,30 (30%), peringkat 3 pantai slili dengan nilai 0,19 (19%), peringkat 4 pantai wediombo dengan nilai 0,16 (16%)

    Transformasi Manajemen Kota Gunungsitoli Menuju Kota Berdaya Saing

    Full text link
    Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, inisiatif smart city telah menjadi aspek penting dalam pembangunan perkotaan di seluruh dunia. Penelitian ini mengeksplorasi transformasi manajemen Kota Gunungsitoli menuju kota berdaya saing berbasis smart city. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pengelolaan kota, pengembangan infrastruktur digital, partisipasi masyarakat, serta dukungan kebijakan dalam implementasi smart city. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Gunungsitoli telah mengalami kemajuan dalam penerapan prinsip smart city, masih terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kebijakan yang belum terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan konektivitas digital, peningkatan literasi digital masyarakat, penguatan mekanisme pengambilan keputusan partisipatif, serta pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung transformasi smart city. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, Gunungsitoli dapat meningkatkan daya saing, inovasi, dan keberlanjutan dalam pengembangan perkotaan.Transformasi pengelolaan Kota Gunungsitoli merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi dinamika globalisasi dan pembangunan daerah. Kajian ini mengkaji strategi holistik yang mencakup tata kelola, pengelolaan sumber daya, inovasi teknologi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik, swasta, dan masyarakat, Kota Gunungsitoli diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi investasi. Transformasi ini difokuskan pada optimalisasi potensi lokal dengan memanfaatkan kearifan budaya dan penguatan konektivitas antardaerah. Hasilnya diharapkan dapat mewujudkan Kota Gunungsitoli yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan

    Analisis Strategi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan Startup di Indonesia

    Full text link
    Startup companies in Indonesia face significant obstacles in maintaining competitiveness and improving employee performance in the digital era, where commercial competition is becoming increasingly fierce. Effective leadership techniques are needed for startups, which are synonymous with dynamic and creative work environments, to manage human resources as efficiently as possible. A literature review strategy was used in this study. The information used is secondary data. By using keywords based on each predetermined variable, a literature search was conducted using Google Scholar. The search resulted in full-text PDF versions of up to 18 journals and 2 books on employee performance, transformational leadership, and startups in Indonesia. An organization's leadership style has a significant impact on how its human resources are developed and formed. In addition to providing instructions, effective leaders promote employee empowerment through coaching, mentoring, and training. Based on the research findings, it can be said that transformational leadership techniques significantly improve employee performance in Indonesian startups. It has been shown that transformational leaders can increase staff engagement, loyalty, and joy in their work by inspiring a shared vision, offering motivation, individual attention, and stimulating creative thinking.Startup di Indonesia menghadapi tekanan kompetitif yang kian intens di era digital sehingga membutuhkan kepemimpinan efektif untuk mengelola sumber daya manusia dalam lingkungan kerja yang dinamis dan kreatif. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka naratif mengenai kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan pada konteks startup Indonesia. Penelusuran literatur melalui Google Scholar menggunakan kata kunci per variabel menghasilkan 18 artikel jurnal full-text dan 2 buku yang relevan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap pembentukan dan pengembangan SDM. Pemimpin transformasional—melalui perumusan dan komunikasi visi bersama, motivasi inspirasional, perhatian individual, pembinaan/pendampingan, pelatihan, serta stimulasi intelektual—terbukti meningkatkan keterlibatan, loyalitas, dan antusiasme karyawan, yang pada gilirannya mendorong perbaikan kinerja. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan praktik kepemimpinan transformasional di perusahaan rintisan, termasuk program coaching dan mentoring terstruktur, sebagai strategi untuk mempertahankan daya saing organisasi

    Keterkaitan kesejahteraan guru honorer dengan kualitas pengajaran di SMK Negeri 1 Ulu Moro’o

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesejahteraan guru honorer dan keterkaitannya dengan kualitas pengajaran di SMK Negeri 1 Ulu Moro’o. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah 21 guru honorer yang dipilih secara purposive dari total 52 guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru honorer masih menghadapi kendala pada aspek penghasilan, pengembangan karier/promosi jabatan, dan jaminan kesehatan. Penghasilan dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup dan pembayarannya tidak rutin sehingga menimbulkan ketidakpastian ekonomi. Pada aspek karier, peluang seperti PPG, PPPK, dan tugas tambahan tersedia, namun manfaatnya belum optimal karena kendala persyaratan dan kompensasi yang belum memadai. Pada aspek kesehatan, belum terdapat jaminan kesehatan khusus bagi guru honorer serta masih terdapat tantangan pada kepastian beban kerja dan kesesuaian penugasan. Sementara itu, kualitas pengajaran guru honorer dinilai cukup baik, terlihat dari komitmen, kemampuan teknis mengajar, ketepatan pelaksanaan tugas, serta inisiatif dalam membimbing dan mengevaluasi siswa, meskipun inovasi pembelajaran masih dipengaruhi keterbatasan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru honorer penting untuk menjaga keberlanjutan kualitas pengajaran dalam jangka panjang

    Peran Pengembangan Profesional Guru dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa di SMP Negeri 7 Idanogawo

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan profesional guru serta keterkaitannya dengan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 7 Idanogawo, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesional guru dilaksanakan melalui PPG/sertifikasi, pelatihan dan workshop, kolaborasi antar guru, serta supervisi akademik. Kegiatan tersebut dipersepsikan meningkatkan kompetensi guru dan mendorong perubahan praktik pembelajaran, seperti perencanaan yang lebih sistematis, penggunaan strategi yang lebih variatif, pemanfaatan media, serta pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Temuan juga menegaskan peran kepala sekolah dalam evaluasi dan pendampingan untuk memastikan penerapan hasil pengembangan profesional di kelas. Secara kualitatif, perbaikan kualitas pembelajaran yang terjadi dipandang berkontribusi pada peningkatan keterlibatan siswa dan mendukung peningkatan prestasi akademik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengembangan profesional yang berkelanjutan, merata, dan terintegrasi dengan kebutuhan pembelajaran sekolah agar dampaknya lebih konsisten terhadap capaian akademik siswa

    Pengaruh Discovery Learning terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian adalah 26 siswa kelas VIII-B. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar IPS berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 butir yang diberikan sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan bantuan SPSS, diawali uji normalitas (Sig. 0,235 > 0,05) sebagai prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan discovery learning. Rata-rata nilai pre-test sebesar 53,23 meningkat menjadi 87,23 pada post-test. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 34,6% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Uji hipotesis menunjukkan perbedaan hasil belajar pre-test dan post-test yang signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, model pembelajaran discovery learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara

    PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELULUSAN HIDUP PADA LARVA IKAN KAKAP PUTIH YANG DIPELIHARA DI KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE

    Full text link
    This study analyzed the effect of different stocking densities on the growth rate and survival rate of larval white seabass (Lates calcarifer) reared in floating net cages in Salang District, Simeulue Regency. High stocking densities have implications for increased stress, decreased water quality, and decreased growth and survival rates. Meanwhile, low stocking densities show optimal results with better environmental conditions that support overall larval health. The experimental method used included three stocking density treatments, and the results were analyzed using statistical tests to determine significant differences between treatments. The findings provide practical guidance in determining the appropriate stocking density to optimize the production of larval white seabass. This research contributes to improving the effectiveness of sustainable sea bass aquaculture, especially in coastal areas of Indonesia

    101

    full texts

    121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Nias
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇