285 research outputs found

    The case against the Islamic gold dinar

    No full text
    The claims that the Islamic gold dinar will avoid inflation and other ills of current economic crises are examined by studying how coinage systems actually functioned in history.The article shows that not only these claims are baseless but also that coinage would increase the prevailing interest rate in an economy - hardly an Islamic position. It is argued that a gold or silver based dinar would be harmful for Islamic societies and attempts to introduce them should therefore be prohibited.Islamic gold dinar, interest rate, Gresham's Law, barter, commodity money, money as a medium of exchange, fiat money

    Dedolarisasi: Momentum Kebangkitan Dinar

    No full text
    Fenomena dedolarisasi memunculkan peluang mata uang negara lain menggantikan dolar AS sebagai mata uang global. Tentunya sistem ekonomi Islam juga berpeluang mengembalikan dinar (emas) sebagai alat tukar perdagangan internasional. Tujuan penelitian ini untuk mengamati peluang kebangkitan dinar ditengah fenomena dedolarisasi serta menyusun strategi penerapan dinar sebagai alat tukar perdagangan internasional yang sesuai aturan islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan teknik studi literatur. Temuan pada penelitian ini memaparkan peluang dinar dalam menggantikan dolar AS ditunjukkan dengan beberapa keunggulan dinar dibandingkan dengan mata uang fiat (dalam hal ini dolar AS) serta didukung eksistensi Organisasi Kerjasama Islam. Penerapan dinar dalam hal ini hanya akan digunakan untuk pembayaran dalam transaksi perdagangan barang dan jasa internasional. Dinar tidak hadir dalam bentuk fisik, melainkan nilainya diukur berdasarkan harga emas. Pembayaran dilakukan dengan mentransfer ekuivalen emasnya ke bank kustodian yang telah disepakati. Dalam Islam hal ini diperbolehkan oleh beberapa ulama ekonom islam seperti Syaikh Ahmad al-Husaini, Syaikh Muhammad Amin al-Syantiq, Syaikh Salim binti Abdullah Samir dan Habib Abdullah binti Sumayth. Berdasarkan pandangan pembolehan tersebut maka OKI dapat menjalankan strategi dengan membuat peraturan terkait perdagangan internasional, membuat kesepakatan standar umum nilai dinar, serta membangun infrastruktur

    Understanding level of gold dinar and ability of gold Dinar among Diploma Muamalat Part 5 students in UiTM Puncak Alam / Muhammad Amir Syahmi Mohd Sukeri

    No full text
    The gold dinar is a kind of currency used by the public. The gold dinar is also the currency used during the reign of Islam that began in the days of the Prophet and continued its use during other Islamic reigns. In addition, gold dinar has many uses that can be used by humans. Among them the function of gold dinar is as a means of exchange of commodities or tools used in the buying and selling process. Selling is an activity run by humans to complement their daily lives. In Islam, the sale and purchase have its own pillar and condition to make it a legitimate transaction in Islam. In addition, the gold dinar has other capabilities as a good currency indicator. This gold-based gold dinar has a stable and strong value. In today's modern world, the dollar is a currency used as a currency indicator for most countries and dollars is one of the world's most widely used currency today. But the dollar has no stable monetary value and can change. This will cause the economic and financial crisis to occur and may affect the economy of small countries. Therefore, there are efforts by Islamic countries to re-use the gold dinar as indicator because gold dinar has a more stable and stable value. The main objective of this study is to identify the level of knowledge among the 5th semester Muamalat students about the history of gold dinar and to identify the ability of gold Dinar as an indicator of national currency among the 5th semester Muamalat students. The method used in this study is a qualitative method using descriptive statistic. The findings of this study indicate that the level of understanding of the students is closely related to the background of the study. Based on this study, further studies are encouraged to further improve the quality of Islamic studies students

    PERSONAL FINANCIAL PLANNING BASED ON DINAR IN ISLAMIC ECONOMICS

    No full text
    Bagi perencana keuangan, inflasi adalah faktor yang tidak menentu yang paling sulit untuk diatasi. Di Indonesia inflasi terbesar dan tidak dapat dikendalikan dalam 50 tahun terakhir mencapai 650% pada tahun 1965. Salah satu sebab dari inflasi adalah adanya uang fiat sebagai alat transaksi dan komoditi yang diperjual-belikan. Uang fiat tidak mempunyai nilai instrinsik, maka tidak ada keseimbangan antara uang yang dibayarkan dan komoditi yang diperjual- belikan, sehingga tidak heran kalau inflasi mudah terjadi. Masalah ini tidak akan terjadi apabila perencana keuangan menggunakan Dinar untuk merencanakan masa depannya. Ditilik secara historis Dinar adalah mata uang yang paling tahan inflasi dikarenakan memiliki nilai instrinsik, Dinar merupakan mata uang terlama di dunia, bahkan Rasulullah pun menyetujui Dinar sebagai mata uang Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep perencanaan keuangan pribadi berbasis Dinar dalam ekonomi Islam dan aplikasinya dalam perencanaan keuangan pribadi berbasis Dinar. Penelitian ini adalah penelitian literature. Penelitian ini menggunakan analisis pendekatan konseptual. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data pada tulisan para pakar, transkrip, dan surat kabar. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode deduktif, untuk mendeskripsikan konsep umum tentang perencanaan keuangan pribadi dan Dinar dalam ekonomi Islam. Metode induktif digunakan dalam membahas konsep perencanaan keuangan pribadi berbasis Dinar dalam ekonomi Islam dan aplikasinya dalam perencanaan keuangan pribadi berbasis Dinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Dinar adalah alat perencanaan masa depan terbaik untuk perencana keuangan. Dinar dapat digunakan untuk merencanakan masa depan seperti untuk tabungan dana pernikahan, tabungan dana pendidikan dan tabungan haji. Berdasarkan penelitian ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Dinar juga cocok untuk digunakan sebagai alat inventasi dan bisnis. Untuk investasi dan bisnis Dinar dapat digunakan dalam akad Mudarabah, akad Musyarakah, dan akad Qard. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa harga Dinar akan selalu stabil dan mengikuti harga barang-barang dan jasa. Dinar sebagai alat perencaan keuangan akan selalu lebih unggul daripada uang fiat. Perencanaan keuangan berbasis Dinar adalah solusi dari masalah ketidakpastian seperti inflasi

    Aplikasi Semasa Penggunaan Dinar Emas di Malaysia

    No full text
    Gold dinar is the gold coin that was adopted and used long before the Islamic era and was later accepted during the time of the Prophet s.a.w. (peace be on him), his companions and the tabi’in (the generation of Muslims who were born after the death of the Islamic prophet Muhammad s.a.w.) until it was known as the currency of the Muslims. It continued to be used until the fall of the Ottoman Turkish government in 1924. Whilst the first modern gold dinar was minted in 1992 in Dubai, suggestions to regain its use as a currency mechanism applauded debates after the befall of the currency crisis of the ASEAN countries in 1997/ 98. The call was made by former Prime Minister of Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohammed in 2001, and recently (January 2012) he raised another issue and proposed for the re-pegging of ringgit to gold. The question here; after more than 10 years after this call was made, has the Malaysian community today accepted the use of gold dinar as a financial instrument or the contrary? Thus, this study aims to analyze the forms of gold dinar applications in Malaysia in its attempt to disclose all current applications of gold dinar practiced in Malaysia after a decade of its proposal. This study is a qualitative form taking the strategic approach of literature review. The results of the study show that there are some applications of gold dinar as a currency i.e. in a physical form and via electronic (an electronic payment system called e-dinar), as a form of investment, savings, payment transaction for pilgrimage purposes, zakat payment, souvenirs, and as a wedding dowry. This study also shows that the use of gold dinar as a currency mechanism has been widely received by parts of the Malaysian society and thus efforts to elevate its use as a currency is true to be realized.Keywords: gold dinar; Islamic currency; financial applications; economic crisis; monetary system. Abstrak Dinar emas merupakan syiling emas yang telah diguna pakai sebelum zaman Islam dan diterima penggunaannya pada zaman Rasulullah s.a.w., sahabat dan para tabi’in sehingga ia dikenali sebagai mata wang umat Islam. Penggunaannya berterusan sehingga zaman kejatuhan kerajaan Turki Uthmaniah pada tahun 1924. Manakala dinar emas zaman moden mula ditempa pada tahun 1992 di Dubai dan cadangan untuk memartabatkan kembali penggunaannya mula dibahaskan setelah negara-negara ASEAN dilanda krisis mata wang yang teruk pada tahun 1997/98. Gesaan ini telah dibuat oleh bekas Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Muhammad pada tahun 2001 dan baru-baru ini (Januari 2012) beliau membangkitkan kembali isu ini dengan mencadangkan tambatan nilai ringgit kepada emas. Persoalan di sini; setelah lebih sepuluh tahun gesaan ini dibuat, adakah masyarakat Malaysia hari ini boleh menerima penggunaan dinar emas sebagai salah satu instrumen dalam kewangan atau sebaliknya? Justeru, kajian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penggunaan dinar emas di Malaysia dan cuba mendedahkan semua aplikasi semasa dinar emas yang telah diamalkan di Malaysia setelah sepuluh tahun cadangan dibuat. Kajian ini berbentuk kualitatif dengan mengambil strategi pendekatan kajian kepustakaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa terdapat beberapa penggunaan dinar emas antaranya sebagai mata wang fizikal dan sistem pembayaran elektronik (e-dinar), pelaburan, simpanan, urusan haji, pembayaran zakat, cenderamata dan sebagai hantaran perkahwinan. Kajian ini telah membuktikan bahawa dinar emas sudah mula diterima oleh sebahagian masyarakat Malaysia dan sekali gus usaha memartabatkan penggunaannya sebagai mata wang mampu untuk direalisasikan. Kata kunci: dinar emas; mata wang Islam; aplikasi kewangan; krisis ekonomi; sistem monetari.  

    Penerapan Dinar, Stabilitas Ekonomi dan Moneter Indonesia (2003-2019)

    No full text
    Abstrak Ketidakstabilan ekonomi hari ini banyak di tenggarai akibat penggunaan fiat money. Diperlukan adanya sebuah sistem moneter yang ditopang oleh mata uang yang stabil dan tidak rentan terhadap inflasi. Penelitian sederhana ini akan mencoba melihat pengaruh penerapan mata uang emas (dinar) terhadap stabilitas ekonomi dan moneter di Indonesia. Dengan menggunakan data time series mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2019. Menggunakan Teknik analisis Vector Error Corection Model (VECM) untuk bisa melihat guncangan yang terjadi dalam variable yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai tukar rupiah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB), namun variabel dinar justru berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dalam jangka panjang penerapan dinar memberikan dampak negative terhadap peningkatan inflasi. Hal ini membuktikan bahwa Dinar Emas meruakan mata uang yang stabil dan menjadikan perekonomian lebih kuat. Kata Kunci : Dinar, Pertumbuhan Ekonomi, VECM, Inflas

    Penerapan Dinar, Stabilitas Ekonomi dan Moneter Indonesia (2003-2019)

    No full text
    Abstrak Ketidakstabilan ekonomi hari ini banyak di tenggarai akibat penggunaan fiat money. Diperlukan adanya sebuah sistem moneter yang ditopang oleh mata uang yang stabil dan tidak rentan terhadap inflasi. Penelitian sederhana ini akan mencoba melihat pengaruh penerapan mata uang emas (dinar) terhadap stabilitas ekonomi dan moneter di Indonesia. Dengan menggunakan data time series mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2019. Menggunakan Teknik analisis Vector Error Corection Model (VECM) untuk bisa melihat guncangan yang terjadi dalam variable yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai tukar rupiah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB), namun variabel dinar justru berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dalam jangka panjang penerapan dinar memberikan dampak negative terhadap peningkatan inflasi. Hal ini membuktikan bahwa Dinar Emas meruakan mata uang yang stabil dan menjadikan perekonomian lebih kuat. Kata Kunci : Dinar, Pertumbuhan Ekonomi, VECM, Inflas

    Konsep Pemikiran Muhaimin Iqbal tentang Mata Uang Dinar

    No full text
    The dinar currency is a medium of exchange that has been enforced or used since the time of the Prophet Muhammad. and is a currency that has been recognized and has never experienced inflation as happened to paper currency. The value of the rupiah currency is currently experiencing a decline in value even now the dollar value is very high, amounting to Rp. 14,000 per one dollar when converted into rupiah. Due to the unstable currency value, the level of the country's economy also feels the impact. The objectives to be achieved in this research are : first, knowing the genealogical background of Muhaimin Iqbal's thoughts. second, knowing the dinar currency according to Islam, and third, knowing the concept of Muhaimin Iqbal's thoughts about the dinar currency. The type of research used by the author is this type of research, including library research. The data collection technique was carried out starting from reading some guides or references and then sorting it out so that conclusions were obtained as answers to the questions listed in the problem formulation. The results of this study indicate that, Muhaimin Iqbal is a practitioner, economist and thinker in Indonesia. He has also written and published several books of his own writing. He is also an entrepreneur who founded several companies including dinar outlets which we can access through the website outletdinar.com. Honey House, and Daarul Muttaqin Entrepreneurial Islamic Boarding School (Jonggol Farm). Second, the dinar currency according to Islam. According to Muhaimin Iqbal, the dinar currency is a currency whose value stability has been proven and can prosper the community. He himself has set up a dinar-based website where people can discuss questions and find out more about the dinar currency. This dinar currency can prevent inflation due to its stable value.Mata uang dinar merupakan alat tukar telah diberlakukan atau digunakan sejak zaman Rasulullah saw. dan merupakan mata uang yang telah diakui dan tidak pernah mengalami inflasi seperti yang terjadi pada mata uang kertas. Nilai mata uang rupiah saat ini mengalami penurunan nilai bahkan saat ini nilai dollar sangat tinggi, sebesar Rp14.000 per satu dollarnya apabila dirupiahkan.Dikarenakan nilai mata uang yang tidak stabil, tingkat perekonomian negara juga merasakan dampaknya.Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini ialah: pertama,  mengetahui latar belakang genealogi pemikiran Muhaimin Iqbal. kedua, mengetahui mata uang dinar menurut Islam, dan ketiga,mengetahu konsep pemikiran Muhaimin Iqbal tentang mata uang dinar. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis ialah jenis penelitian ini termasuk penelitian Library research (kepustakaan). Teknik pengumpulan data dilakukan mulai dari membaca beberapa panduan atau referensi kemudian memilah-milah sehingga diperoleh kesimpulan sebagai jawaban dari pertanyaan yang terterah padad rumusan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Muhaimin Iqbal merupakan salah seorang praktisi, ekonom dan juga pemikir yang ada di Indonesia. Beliau juga telah menulis dan menerbitkan beberapa buku hasil dari tulisannya beliau sendiri. Beliau juga merupakan seorang pengusaha yang mendirikan beberapa perusahaan diantaranya yaitu gerai dinar yang dapat kita akses melalui website geraidinar.com. Rumah Madu, dan Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqin (Jonggol Farm). Kedua, Mata uang dinar menurut islam. Menurut Muhaimin Iqbal mata uang dinar merupakan mata uang yang kestabilan nilainya telah terbukti dan dapat mensejahterakan masyarakat. Beliau sendiri telah mendirikan salah satu website yang berbasis dinar yang mana masyarakat dapat berdiskusi untuk menanyakan serta mengetahui lebih dalam tentang mata uang dinar. Mata uang dinar ini dapat mencegah terjadinya inflasi dikarenakan nilainya yang stabil

    Studi Analisis Pendapat Muhaimin Iqbal tentang Dinar dan Dirham sebagai Mata Uang

    No full text
    Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang. Tujuan dari permasalahan ini adalah pertama untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang. Dalam menyelesaikan permasalahan ini penulis melakukan penelitian menggunakan jenis library research dengan mengumpulkan data-data kepustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer dari buku yaitu buku Dinar Solution: Dinar Sebagai Solusi serta Dinar The Real Money: Dinar Emas, Uang dan Investasiku. Dan sumber data sekunder Ahmad Hasan dalam bukunya yang berjudul Mata Uang Islami Telaah Komprehensif Sistem Keuangan Islami, Muhammad dalam bukunya yang berjudul Kebijakan Fiskal dan Moneter Dalam Ekonomi Islam, Muhammad Ismail Yusanto dkk dalam bukunya yang berjudul Dinar Emas: Solusi Krisis Moneter, Umer Chapra dalam bukunya yang berjudul Sistem Moneter Islami. Dalam penelitian ini menggunakan analisis yang bersifat “diskriptif” yang berusaha menggambarkan mengenai masalah tersebut. Metode ini digunakan untuk memahami pendapat dan dasar Muhaimin Iqbal dalam perencanaan finansial jangka panjang berbasis dinar dan dirham. Hasil penulis dalam menganalisis pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai dinar dan dirham sebagai mata uang adalah perkembangan perekonomian Dunia berpengaruh terhadap tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Selama perekonomian dikelola dengan baik dan sistem yang benar, pasti akan memberikan dampak yang positif bagi penduduk negara tersebut. Dalam Ekonomi Mikro Islam, perbedaan konsep Ekonomi Islam dan Konvensional terletak pada konsep utility pada sisi permintaan dan konsep produksi pada sisi penawaran. Dalam Ekonomi Islam, konsep uang sangatlah jelas bahwa uang adalah alat tukar dalam muamalah, bukan komoditas. Dinar dan dirham merupakan alat transaksi yang stabil, kestabilannya telah diakui oleh Dunia.. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan mengenai mata uang dalam Islam serta dinar dan dirham sebagai mata uang. Selain itu juga dapat memberikan pembelajaran yang berimplikasi pada terwujudnya perekonomian yang sejahtera dan yang berkualitas

    Restoring The Golden Glory: Tracing The Implementation of Dinar-Dirham In The Financial System of Prophet Muhammad And its Significance as a Global Currency

    No full text
    This study explores the concept of Dinar and Dirham, their use during the Prophet's era as mediums of exchange, evaluates their strengths and weaknesses, and analyzes their potential as international currencies to address currency crises and inflation. A qualitative method is employed in this study, involving the collection and analysis of data from various literary sources through a descriptive analysis approach. The research findings reveal that Dinar and Dirham, although adopted from Roman and Persian cultures, were chosen due to the robust stability provided by gold as the underlying value of Dinar. However, the use of Dinar and Dirham cannot directly serve as an alternative to address the economic problems caused by currencies. Limited gold supply and vulnerability to criminal misuse are key drawbacks of Dinar and Dirham. Moreover, economic issues and crises stem not only from currency problems but also from various other contributing factors. Nevertheless, the reintroduction of the concept of Dinar and Dirham as relevant currencies to address modern currency crises is still worth considering. With a clear understanding of their strengths and weaknesses, and careful management of related issues, Dinar and Dirham have the potential to help address today's global currency crises and inflation.Sistem barter yang lazim pada masa Nabi Muhammad SAW telah memicu sebuah pertanyaan penting: Apakah Dinar dan Dirham, konsep mata uang pada masa itu, dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis mata uang saat ini? Mengingat kegagalan uang kertas dalam menghadapi tantangan krisis, maka perlu untuk memahami konsep Dinar dan Dirham sebagai alat tukar pada masa Rasulullah dan menganalisis potensi kebangkitannya sebagai mata uang yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Dinar dan Dirham, memahami penggunaannya sebagai alat tukar dan media transaksi pada masa Nabi, mengevaluasi kekuatan dan kelemahannya, dan menganalisis potensi penggunaan kembali Dinar dan Dirham sebagai mata uang internasional yang dapat menawarkan solusi terhadap krisis mata uang dan inflasi. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber literatur melalui pendekatan analisis deskriptif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dinar dan Dirham, meskipun diadopsi dari budaya Romawi dan Persia, dipilih karena stabilitas yang kuat yang disediakan oleh emas sebagai nilai dasar Dinar. Namun, penggunaan Dinar dan Dirham tidak dapat secara langsung berfungsi sebagai alternatif untuk mengatasi masalah ekonomi yang disebabkan oleh mata uang. Terdapat keterbatasan dalam pasokan emas yang tersedia, dan penggunaan Dinar dan Dirham juga rentan terhadap kegiatan kriminal. Selain itu, masalah ekonomi dan krisis tidak hanya terkait dengan mata uang, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang relevan. Namun demikian, pengenalan kembali konsep Dinar dan Dirham sebagai mata uang yang relevan untuk mengatasi krisis mata uang modern masih layak untuk dipertimbangkan. Dengan pemahaman yang tepat terhadap kekuatan dan kelemahannya, ditambah dengan penanganan yang bijak terhadap masalah-masalah lain yang relevan, Dinar dan Dirham memiliki potensi untuk menjadi solusi dalam menanggulangi krisis mata uang dan inflasi yang dihadapi dunia saat ini
    corecore