1,721,001 research outputs found
Mesin Pengamplas Kayu menggunakan Sistem Penggerak Elektro Pneumatik (Fokus Penggerak Motor Listrik)
ABSTRAK Nugroho, Dimas Satrio & Estrada, Gustab Rory. 2017. Mesin Pengamplas Kayu menggunakan Sistem Penggerak Elektro Pneumatik (Fokus Penggerak Motor Listrik). Tugas Akhir. Program Studi Diploma 3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs, Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci : motor listrik, mesin pengamplas, kayu, elektro pneumatik Industri kayu di Indonesia saat ini terus mengalami peningkatam, khususnya pada industri pengamplasan kayu seperti industri meubel yang terletak di jalan Bukirsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang mengeluh kesulitan akan kesulitan dan membuang waktu dan tenaga yang banyak. Sehingga diperlukan mesin yang bisa mengamplas secara cepat dan tidak banyak membuang tenaga. Berdasarkan permasalahan tersebut maka muncul pemikiran untuk membuat inovasi mesin pengamplas kayu menggunakan sistem penggerak pneumatik dan motor listrik. Mesin ini selain dibuat untuk memudahkan dalam melakukan pengamplasan juga di rancang sesederhana mungkin dan mudah digunakan. Mesin ini tidak diperlukan keahlian khusus saat pengoperasiannya. Mesin ini secara otomatis dapat melakukan pengamplasan dengan tenaga mekanik putaran dari motor yang ditransmisikan ke landasan pengamplas. Pengoperasiannya hanya menggunakan tombol power on dan off menyetel ragum. Perancangan mesin ini melalui proses diantaranya 1) Rancangan awal (draft design), 2) Rancangan teknik (engineering design), 3) Rancangan manufaktur (manufacture design), setelah rancangan selesai mesin dapat di uji coba dan di analisa. Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: motor listrik 220 dengan ½ daya kuda dan rpm 1400, diameter puli 75 dan 100 mm, pillow block tipe 205-16 mm, dan memiliki diameter poros 25 mm dan panjang 300 mm
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN ANALISIS DAN KEMAMPUAN MATEMATIK DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA (Pokok Bahasan Larutan Penyangga Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 2 Wonogiri Tahun Ajaran 2017/2018)
ABSTRAK Angger Pambayun Dimas Satrio Wibowo. K3311006. HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN ANALISIS DAN KEMAMPUAN MATEMATIK DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA (Pokok Bahasan Larutan Penyangga Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 2 Wonogiri Tahun Ajaran 2017/2018). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara kemampuan analisis siswa dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga; (2) hubungan antara kemampuan matematik siswa dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga; dan (3) hubungan antara kemampuan analisis dan kemampuan matematik dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi sederhana dan korelasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 7 SMA Negeri 2 Wonogiri tahun ajaran 2017/2018 yang diambil dengan metode One-Stage Cluster Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan: (1) dokumentasi nilai ulangan harian asam basa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Wonogiri tahun ajaran 2017/2018; (2) instrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis, matematik, dan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga. Analisis data untuk uji statistik parametrik korelasi product moment digunakan pada hipotesis pertama kemampuan analisis dan hasil belajar kognitif, hipotesis kedua kemampuan matematik dan hasil belajar kognitif, serta analisis dua prediktor digunakan pada hipotesis ketiga kemampuan analisis dan kemampuan matematik dengan hasil belajar kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan analisis dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga tergolong sangat kuat dengan persamaan garis regresinya Y = 63,38 + 0,11X1. Hal ini berdasarkan dari nilai yang didapatkan rhitung = 0,814 > rtabel = 0,442 dengan besar sumbangan 66,2%; (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan matematik dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga tergolong kuat dengan persamaan garis regresinya Y = 61,18 + 0,17X2. Hal ini berdasarkan dari nilai yang didapatkan rhitung = 0,799 > rtabel = 0,442 dengan besar sumbangan 63,8%; dan (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan analisis dan kemampuan matematik dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga dengan persamaan garis regresinya Y = 26,51 + 0,56X1 + 0,18X2. Hal ini berdasarkan dari harga yang didapatkan Fhitung = 29,546 > Ftabel = 3,32. Besarnya sumbangan relatif kemampuan analisis terhadap hasil belajar kognitif materi larutan penyangga adalah 81,6% dan kemampuan matematik 18,4% dan berbanding lurus dengan sumbangan efektifnya yaitu kemampuan matematik 12,2% dan kemampuan analisis 54,1%. Kata Kunci: Analisis Regresi, Hasil Belajar, Kemampuan Analisis, Kemampuan Matematis, Korelasi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2015 SD NEGERI LEMPUYANGAN I YOGYAKARTA
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program kegiatan yang
bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mengajar mahasiswa sebagai calon
guru/pendidik atau tenaga kependidikan. Manfaat dari kegiatan tersebut adalah
menambah pemahaman dan penghayatan mahasiswa tentang proses pendidikan dan
pembelajaran di sekolah. SDN Lempuyangan I terletak di Jl. Tukangan No.6 Tegal
Panggung, Danurejan, Yogyakarta. Secara umum, SDN Lempuyangan I memiliki
berbagai macam fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran. Kurikulum yang
dipakai di sekolah SDN Lempuyangan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP).
Kegiatan PPL di SDN Lempuyangan I diawali dengan observasi kondisi fisik
sekolah dan proses pembelajaran penjas. Mahasiswa diberi kesempatan untuk
mengajar mata pelajaran penjas di kelas II sampai dengan kelas V sebanyak 8 kali.
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi salah satu tugas yang
harus dilakukan oleh calon guru penjas sebelum melaksanakan praktik mengajar di
lapangan maupun di kelas. Selain praktik mengajar, mahasiswa PPL penjas mendapat
kesempatan untuk membantu proses persiapan akreditasi sekolah, mempelajari
administrasi guru dan kelas, mendampingi kegiatan ekstrakurikuler, membantu
mengelola UKS, memeriahkan HUT RI ke-70, memeriahkan Festival Kesenian
Yogyakarta ke-27, memeriahkan Jogja Toegoe Festival dan membantu kegiatan di
perpustakaan SDN Lempuyangan I.
Seluruh kegiatan PPL yang berlangsung di SDN Lempuyangan I secara umum
berjalan baik dan lancar. Mahasiswa penjas memperoleh pengalaman yang tidak
terlupakan dari kegiatan PPL ini. Selain pengalaman, mahasiswa memperoleh
manfaat dan tambahan ilmu dari kegiatan PPL ini yang dapat menunjang empat
kompetensi guru yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Kegiatan PPL
di SDN Lempuyangan I ini berjalan baik dan lancar didasari karena adanya hubungan
yang baik antar sesama mahasiswa PPL, antara mahasiswa PPL dengan guru, serta
mahasiswa dengan karyawan
- …
