78 research outputs found
Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental
ABSTRAK Latar belakang. Prevalensi penduduk Indonesia yang menderita gangguan mental emosional mengalami peningkatan, dimana prevalensi sebesar 6% pada tahun 2013 meningkat menjadi 9,8% pada tahun 2018. Pelayanan kesehatan jiwa bagi setiap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) belum diwujudkan secara optimal di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Masih sedikit ODMK yang memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwaTujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa.Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah orang dengan masalah kejiwaan yang bertempat tinggal di Kecamatan Bogor Timur. Teknik multistage random sampling digunakan untuk memilih 139 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil. Nilai rerata literasi kesehatan mental sebesar 73,08 (skala 100). Sebanyak 56,1% ODMK telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dan 57,6% responden berumur ≥30 tahun. Pada mereka yang mempunyai literasi kesehatan mental tinggi, sebanyak 64,9% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa pada ODMK setelah variabel jenis kelamin dan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa dikendalikan.Kesimpulan. Orang dengan literasi kesehatan mental yang tinggi cenderung memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dibanding dengan mereka dengan literasi rendah. ABSTRACTBackground. In Indonesia, prevalence of emotional mental disorder has increased from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. Mental health service has not optimally utilized by people with mental health problems in East Bogor sub-district. Objective. This study aimed to determine the relationship of mental health literacy with mental health service use. Method. This study used a cross sectional design with a quantitative approach. Respondents were people with mental health problems who lived in East Bogor Sub-District. A total of 139 respondents were selected using multistage random sampling technique. Data were collected by in-person interview using a questionnaire. Data were analysed using a multiple logistic regression test for multivariate model selection. Results. The results of this study showed that the mean score of mental health literacy was 73.08 (scale of 100). There were 56.1% respondents utilized mental health services. As many as 57.6% respondents aged ≥30 years. Among those who have high mental health literacy, 64.9% of them have utilized mental health services. Results from multivariate analysis showed that there was a significant relationship between mental health literacy and the use of mental health service in people with mental health problems, after adjustment with gender and mental health service availability.Conclusion. People with high mental health literacy tended to use mental health services compared to those with low literacy
Penilaian Kualitas Pelayanan Puskesmas dengan Model Donabedian: Studi Kasus Puskesmas di Kota Depok
Perkembangan stuktur sosio-demografi penduduk dan infrastruktur Kota Depok yang pesat berpengaruh terhadap masalah kesehatan yang semakin kom-pleks. Pada era desentralisasi, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok dituntut memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas antara lain melalui pelayanan kesehatan tingkat primer di puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu pelayanan puskesmas dan hubungan struktur dan pro-ses terhadap hasil pelayanan puskesmas, kepuasan pelanggan. Survey di rumah responden dilakukan pada bulan Maret 2004, dalam wilayah kerja enam puskesmas kecamatan di Kota Depok. Populasi adalah semua penduduk yang bermukim di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan se-Kota Depok. Sampel adalah 300 rumah tangga yang tersebar di setiap kelurahan wilayah kerja masing-masing puskesmas kecamatan dengan responden ibu rumah tangga. Analisis dilakukan dengan pendekatan Structure, Process dan Outcome berdasarkan penilaian pasien. Penelitian ini menemukan nilai median atribut mutu struktur, proses dan kepuasan pelanggan adalah 75; 71,4 dan 75,0. Variasi pada dimensi struktur lebih lebar daripada dimensi proses. Secara bersama-sama, ada hubungan statistik yang bermakna antara struktur dan proses terhadap hasil di puskesmas kecamatan di Kota Depok. Aspek atribut struktur pelayananpuskesmas yang dinilai pelanggan perlu perbaikan adalah kelengkapan sarana, sedangkan untuk atribut proses adalah waktu tunggu pendaftaran. Kata kunci: Model donabedian, kepuasan pelangganAbstractRapid growth of sociodemographic and infrastructure in Depok City has influenced the complexity of health problems. In the decentralization era, one of community health center function is to provide quality primary health care. The aim of this study is to assess quality of health services that was provided by sub-district community health center based on Donabedian Model (Stucture Process Outcome). Survey was conducted in six sub-district community health centers. Data were collected using questionnaires. Respondents were interviewed in their home during March 2004. Samples covered 300 households in six areas. Median of stucture, process and outcome atributes of health services is 75, 71.4 and 75.0. Variation of stucture attribute is wider than process attribute. This study found there is a statistically significant correlation between structure and process attributes to outcome (patient satisfaction) of community health center services. In the structure attribute, equipment or facility aspect of community health center is needed to be improved while for process attribute, it isthe aspect of waiting time in admission. Keywords : Donabedian model, patient satisfactio
Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung
Dengue hemorrhagic fever poses as the most important public health problem in Bandar Lampung today. Increasing number of cases has been occurred from 2001 to 2006, when in 2001 incidence rate was 13.56/100.000 and became 109.8/100.00 at 2006 and at the end of February 2007 it was stated that Bandar Lampung experienced local outbreak dengue hemorrhagic fever. A case-control study was conducted to explore the correlation of suspected risk factors with dengue infection in Bandar Lampung from 20 April to 30 May 2007. 230 cases and 230 controls were included for statistical analysis. After further adjusting of confounders, there are strong correlation between habitual elimination of mosquito breeding sites and use of personal protective (e.g. the use repellent, mosquito coil and use insecticide hand sprayer) with dengue case. Individual has one PSN estimated to be 2,22 (95% CI : 1,32-3,72) times as great for individual has 3 PSN and individual did not PSN estimates to be 5,85 (95% CI : 2,86 - 11,99) times as great has dengue fever for individual has 3 PSN after controlled by history neighborhood DHF, water container around house, use of mosquito prevention agent. Community health center staff should conduct epidemiology investigation to eradicate dengue fever by focusing on community empowerment
Peran Kepercayaan Terhadap Penggunaan Pengobatan Tradisional Pada Penderita Hipertensi Di Kota Bengkulu
Latar Belakang. Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang menyebabkan kematian. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan 21,6% masyarakat Bengkulu menderita hipertensi. Provinsi Bengkulu menempati posisi 10 besar provinsi yang paling banyak penderita rawat jalan pada pengobatan tradisional setahun terakhir termasuk penderita hipertensi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan penderita terhadap penggunaan pengobatan tradisional setelah faktor karakteristik sosial demografi dikendalikan di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.Metode. Rancangan penelitian yang dipakai adalah studi potong lintang dengan melakukan survey pada 190 responden yang dipilih secara acak. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa multivariat dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik ganda.Hasil. Penelitian ini menemukan bahwa 66,8% penderita hipertensi menggunakan pengobatan tradisional. Nilai rerata variabel kepercayaan adalah 56,2 (skala 100). Dalam analisis bivariat menggunakan kai kuadrat, variabel kepercayaan berhubungan signifikan dengan penggunaan pengobatan tradisional. Namun berdasarkan analisis multivariat, variabel kepercayaan tidak mempengaruhi penggunaan pengobatan tradisional melainkan variabel pendidikan yang berpengaruh
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Antenatal Care: Literature Review
Kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan janin serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Namun, kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC masih rendah di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil terhadap pemeriksaan ANC melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 9 artikel terpilih yang diperoleh dari enam basis data digital, yaitu PubMed, Scopus, Google Scholar, dan ScienceDirect. Proses pencarian menggunakan kata kunci berbahasa Inggris seperti: "factors" OR "determinants" AND "pregnant women" AND "behavior" OR "attitude" AND "antenatal care" AND "visits", serta dilanjutkan dengan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku kunjungan ANC meliputi tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, pengetahuan ibu, dukungan suami, paritas, jarak tempat tinggal, dan paparan media massa. Ibu hamil dengan pendidikan rendah, ekonomi rendah, paritas tinggi, serta tinggal jauh dari fasilitas kesehatan lebih berisiko tidak melakukan kunjungan ANC secara optimal. Sebaliknya, dukungan suami dan akses informasi melalui media atau internet dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC
The Implementation of Measles Immunization in Teluk Batang Community Health Center, Kayong Utara, West Kalimantan
Gambaran Ketahanan Keluarga Disabilitas di Masa Pandemi COVID-19 : An Overview of the Resilience of Families with Disabilities During the COVID-19 Pandemic
Menghadapi pandemi COVID-19 diperlukan kekompakan semua aspek kehidupan baik bernegara maupun unit terkecil yaitu keluarga. Keluarga merupakan pondasi kuat dalam menghadapi keterpaparan virus COVID-19. Keluarga disabilitas adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas atau kepala keluarganya sebagai penyandang disabilitas. Keluarga disabilitas adalah keluarga yang rentan dalam situasi dan kondisi pandemi COVID-19. Respon yang tidak tepat dalam menghadapi situasi pandemi ini, akan memperburuk kondisi kerentanan yang sudah ada. Misalnya penyandang disabilitas yang memerlukan terapi untuk mengurangi derajat kecacatannya, terpaksa harus berhenti sementara karena akses ke Rumah Sakit lebih mengutamakan penanganan pasien COVID-19, kemudian terjadinya pemutusan hubungan kerja besar-besaran yang dapat mengakibatkan kondisi ekonomi keluarga terganggu sehingga pengobatan penyandang disabilitas tertunda karena keluarga lebih mengutamakan kebutuhan pangan untuk keberlanjutan kehidupan keluarganya tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan instrumen. Ketahanan Keluarga dengan penyebaran kuesioner melalui Google Form yang disebarkan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas sebanyak 94. Tujuan penelitian untuk mengetahui potret ketahanan keluarga disabilitas. Keluarga disabilitas memiliki tekanan ekonomi yang cukup besar di masa pandemi COVID-19 dengan pendapatan lebih kecil dibandingkan pengeluaran yang mereka butuhkan. Adanya gejala stress dirasakan keluarga disabilitas menjadi hal yang harus segera ditangani. Keluarga disabilitas dengan segala masalah tetapi masih memberikan pertolongan terhadap sesama dengan memberikan sumbangan. Dalam ketahanan pangan, mereka mengatur dengan baik walaupun beberapa kecemasan melanda berkaitan dengan diri dan anggota keluarga di masa pandemic COVID-19. Pemerintah diharapkan memberikan ruang perlindungan sosial dan kemudahan akses keluarga dalam menjaga keberlangsungan hidup anggota keluarganya
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DAN KARAKTERISTIK PETUGAS DENGAN KINERJA PETUGAS GIZI PUSKESMAS DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2007
Number of malnutrion of children under five year increased in Karawang District during 2001-2006. This situation represents a low performance of nutrient staff. Performance of nutrition staff is related to puskesmas‘s head leadership. This research aim is to assess relationship between performance of puskesmas‘s head leadership with nutrition staff in Karawang. The study design was a cross-sectional study. Total sample was 43 person nutrition staff in all puskesmas in Karawang. Data were analysed using multiple logistic regression. Result of this research found nutrition staff performance shows goodness (55,8%) in general, but management of malnutrition chidren under five years is still unsatisfied. Puskesmas‘s head leadership has a largest association with nutrition staff performace compared to other variables.. Staff who perceived good on puskesmas head leadership will have 13 times greater to have good performencec than staff who perceived poor. Karawang Health District Office should conduct a leadership training for nutrition staff and also for the head of Puskesmas
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DAN KARAKTERISTIK PETUGAS DENGAN KINERJA PETUGAS GIZI PUSKESMAS DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2007
A Systematic Review Dukungan Pemberian ASI Eksklusif Selama Pandemi COVID-19: Pesan untuk Promosi Kesehatan : Systematic Review of Exclusive Breastfeeding Support During the COVID-19 Pandemic: Message for Health Promotion
Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) menjadi kekhawatiran mengenai potensi kegagalan menyusui eksklusif. Studi ini meninjau penelitian sebelumnya yang menggambarkan upaya dan dukungan menyusui eksklusif baik pada pada ibu dengan COVID-19 maupun tidak. Pencarian literatur secara sistematis dilakukan pada bulan April-Agustus 2021 menggunakan database yaitu Pubmed dan Scopus dengan rentang waktu publikasi artikel yaitu 2020-2021 serta memenuhi syarat dengan kriteria inklusi. 462 artikel yang selanjutnya masuk dalam tahap eliminasi hingga hasil akhir 30 artikel memenuhi syarat untuk full text review. Studi kualitas dinilai dengan menggunakan Skala Newcastle-Ottawa (NOS). Kami mengidentifikasi 30 studi. Upaya melindungi praktik menyusui eksklusif dilakukan melalui kontak kulit dan rooming-in. Praktik ini menyertakan penerapan pencegahan yang ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan serta payudara. Semua bayi yang lahir dari ibu dengan COVID-19 yang menerapkan protokol kesehatan tidak terinfeksi COVID-19. Dukungan menyusui dari petugas kesehatan, keluarga, komunitas dan manajemen layanan kesehatan tidak dapat diabaikan dalam memastikan menyusui tetap berlanjut selama pandemi dan tindakan pencegahan tetap dipatuhi. Protokol kesehatan perlu dipantau untuk keberlanjutan menyusui yang aman melalui kontak kulit dan rawat gabung. Dukungan sosial tidak dapat diabaikan untuk melindungi praktik menyusui eksklusif dan memastikan bahwa tindakan pencegahan COVID-19 tetap dipatuhi
- …
