1,720,975 research outputs found
Modul matematika SMP program BERMUTU: pembelajaran persamaan garis lurus di SMP
Penulisan modul ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagi guru matematika SMP tentang pembelajaran persamaan garis lurus di Kelas VIII Semester 1 sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada pada lampiran
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Standar kompetensi yang dimaksud dalam lampiran itu adalah memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus, sedangkan kompetensi dasarnya adalah menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus. Materi yang akan dibahas dalam modul ini tertuang dalam tiga modul
Model Pembelajaran “Pendidikan Matematika Realistik Indonesia” untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Matematika, Kreativitas Belajar dan Sikap Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk pengembangan berupa model pembelajaran PMRI dan perangkat pendukung pembelajaran PMRI yang terdiri dari silabus, RPP, dan buku siswa (2) Mengetahui adanya perbedaan kemampuan menyelesaikan masalah matematika (KMMM), kreativitas belajar dan sikap matematis siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan PMRI, (3) Mengetahui adanya perbedaan pada KMMM, kreativitas belajar dan sikap matematis siswa yang menggunakan pembelajaran PMRI dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional, (4) Mengetahui adanya peningkatan KMMM, kreativitas belajar dan sikap matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PMRI.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research & Development), menggunakan model pengembangan Nieveen, McKenney, & Van den Akker dengan 4 tahapan meliputi: (1) preliminary research ,(2) prototyping stage, (3) summative evaluation, dan (4) systematic reflection and documentation. Kualitas model pembelajaran meliputi kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non- ekuivalen. Subjek populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Baguntapan Bantul yang terdiri dari 217 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIG sebanyak 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB SMP sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari satu set lembar validasi, satu set lembar penilaian kepraktisan, satu set lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dua set tes KMMM, dua set tes kreativitas belajar, angket kreativitas dan angket sikap matematis yang semuanya valid serta reliabel. Kebaikan dari angket kreativitas dan sikap matematis diuji dengan menggunakan Confirmatory Factorial Analysis. Analisis data dilakukan dengan menghitung total skor aktual dan persentase yang diperoleh dari tes dan angket. Analisis data juga dilakukan menggunakan Paired Sample Test, Independent Sample Test dan Uji N-Gain Score untuk data hasil tes KMMM, tes kreativitas belajar dan angket sikap matematis siswa.
Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran PMRI dan perangkat pendukung pembelajaran PMRI yang masing-masing memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Sedangkan tingkat keterlaksanaan pembelajaran termasuk pada kategori sangat baik. Hasil uji Paired Sample Test menunjukkan bahwa ada perbedaan pada KMMM, kreativitas belajar dan sikap matematis siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PMRI. Hasil uji Independent Sample Test menunjukkan bahwa ada perbedaan pada KMMM, kreativitas belajar dan sikap matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran PMRI dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil uji N-Gain Score untuk KMMM, kreativitas dan sikap matematis siswa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan KMMM, kreativitas belajar dan sikap matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PMRI
Guru pembelajar modul matematika SMP: kelompok kompetensi B pedagogik teori belajar matematika
Peningkatan kualitas pendidikan saat ini menjadi prioritas, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu komponen yang menjadi fokus perhatian adalah peningkatan kompetensi guru. Peran guru dalam pembelajaran di kelas merupakan kunci keberhasilan untuk mendukung keberhasilan belajar siswa. Guru yang profesional dituntut mampu membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan output dan outcome pendidikan yang berkualitas
PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM (CVRP) MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIKS, SEQUENTIAL INSERTION, DAN NEAREST NEIGHBOUR DI VICTORIA RO
The Influence of the Numbered Head Together Learning Model on Improving Students' Mathematical Concept Understanding Ability
Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dan mendukung interaksi interpersonal antar siswa. Aspek yang sangat penting dalam pembelajaran matematika adalah pemahaman konsep. Pemahaman konsep matematika adalah memahami konsep matematika dengan benar, yaitu siswa dapat menerjemahkan, mengartikan, dan menyimpulkan suatu konsep matematika berdasarkan pembentukan pengetahuannya sendiri, bukan hanya sekedar menghafal. Pemahaman konsep, siswa dalam proses pembelajaran dapat mengembangkan kemampuannya, masalah sederhana hingga kompleks dapat dipecahkan oleh siswa dengan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Salah satu ciri siswa yang dianggap memahami suatu konsep adalah siswa yang mampu memahami suatu konsep dan mampu menjelaskannya kembali dengan menggunakan tata bahasanya sendiri. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest dengan Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 siswa kelas VII B dan VII C. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji-t (Independent Sample T-Test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada proses pembelajaran matematika
On the othogonal trajectories and conformal mapping of complex variable functions
This research goal is to investigate the connection of orthogonal trajectories, analitic functions, and conformal mapping. Orthogonal trajectories are the intersection of two families of mutually perpendicular curves. The analytical property of a complex function f(z) = u + iv is investigated using Cauchy-Riemann conditions and then the geometric shapes of u and v are interpreted. The results showed that if two functions are mutually harmonic conjugate, then they are mutually orthogonal trajectories. If two families of curves of mutually orthogonal trajectories are mapped by conformal mapping then the result functions are also mutually orthogonal trajectories.Key words: orthogonal trajectories, analytic functions, conformal mappin
The Effect of a Realistic Mathematics Education Approach with the Jigsaw Learning Model on Students' Creative Thinking Ability and Self-regulated Learning
This study aims to describe: (1) The effect of a Realistic Mathematics Education Approach with a Jigsaw Type Cooperative Learning Model on Students' Creative Thinking Abilities; (2) The effect of a Realistic Mathematics Education Approach with a Jigsaw Type Cooperative Learning Model on Students' Learning Independence; (3) The effect of a Realistic Mathematics Education Approach with a Jigsaw Type Cooperative Learning Model on Students' Creative Thinking Abilities and Self-regulated Learning. This research is a quasi-experimental study with a pretest and posttest design. The population in this study were all class VIII students of SMP Negeri 1 Kota Bima for the 2023/2024 academic year, consisting of 10 classes. Two classes were randomly selected as the research sample, namely class VIII-2 as the experimental class I, which was treated with realistic mathematics education approach with a jigsaw type cooperative learning, and class VIII-3 as the experimental class II, which was given the realistic mathematics education approach. The instruments used to collect data were creative thinking ability tests and self-regulated learning questionnaires. The validity of the contents of the instrument was determined by asking for the assessment of two experts (expert judgment) who stated that the instrument was suitable for use after revision. The tests used were independent sample t-test and hottelling T2. The results of the study show: (1) Learning using realistic mathematics education approach with a jigsaw type cooperative learning model has a significant effect on students' creative thinking abilities; (2) Learning using a realistic mathematics education approach with a jigsaw type cooperative learning model has a significant effect on self-regulated learning; (3) Learning using a realistic mathematics education approach with a jigsaw type cooperative learning model has a significant effect on students' creative thinking abilities and self-regulated learning
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan guru matematika smp terintegrasi penguatan pendidikan karakter: b kelompok kometensi
Program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru merupakan tindak lanjut dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan suatu program diklat, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar pada tahun 2017 melaksanakan riview, revisi, dan mengembangkan modul paska UKG 2015 yang telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Penilaian Berbasis Kelas, serta berisi materi pedagogik dan profesi yang akan dipelajari oleh peserta selama mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru jenjang sekolah menengah pertama ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan wajib bagi para peserta diklat untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang kompetensi pedagogik dan profesi terkait dengan tugas pokok dan fungsinya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
