1,323 research outputs found
Analisis pada Kasus Perkosaan Anak (Studi Kasus Putusan No. 2663/Pid. B/2009/PN. TNG)/ oleh Vicky Aryani Shinta Dewi
abstrak (A)Nama: VICKY ARYANI SHINTA DEWI (NIM: 205090176) (B) Judul Skripsi: Analisis pada Kasus Perkosaan Anak (Studi Kasus Putusan No. 2663/Pid. B/2009/PN. TNG) (C)Halaman: x+112+Lampiran. (D) Kata Kunci: Tindak Pidana Perkosaan, Anak, Kewenangan Jaksa, Kewenangan Hakim. (E)Isi Perkosaan yang dilakukan oleh ayah/terdakwa terhadap anak kandung dibawah umur dengan kekerasan untuk melakukan persetubuhan. sampai hamil. Pelaku dijatuhi hukuman pidana oleh Hakim Pengadilan Negeri Tangerang selama 6 (enam) tahun sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Karena telah dianggap memenuhi unsur 285 KUHP. Apakah penerapan pasal 285 jo pasal 65 KUHP sudah tepat atau tidak? Dan Mengapa tidak menerapkan pasal dalam Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan/atau Undang-undang No. 24 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga pada kasus perkosaan anak kandung tersebut agar mempunyai kepastian hukum, keadilan, dan/atau kefaedahan? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian normatif. Kesimpulan penulis adalah dalam penjatuhan hukuman yang diatur dalam pasal 285 KUHP terhadap terdakwa kurang tepat seharusnya terdakwa dijatuhi hukuman sesuai ketentuan pidana yang lebih khusus (Lex Specialis) tentang anak. Sanksi hukuman selama 6 (enam) tahun penjara terhadap terdakwa dianggap kurang cukup, seharusnya diperberat lagi. Karena orang mempunyai hubungan darah/dekat hukumannya harus berat daripada orang yang tidak hubungan dengan korban. (F) Acuan: 23 (1980-2012). (G)Pembimbing: Sugandi Ishak, SH,MH. (H)Penulis: Vicky Aryani Shinta Dewi
Pengalaman Menjadi Pemeran Tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana para pemeran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya. Sendratari merupakan suatu drama tari tanpa dialog dengan mengambil kisah Ramayana dan Mahabharata. Pertunjukan ini ditampilkan secara kolosal yang seluruh ceritanya disuguhkan dalam bentuk gerak tari oleh para pemain pertunjukan. Pada pertunjukan sendratari tidak terdapat, hanya ada sinden yang menggambarkan jalannya cerita melalui tembang atau lagu dalam bahasa Jawa. Fokus dalam penelitian ini adalah mengenai pemain peran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya dan peran menjadi tokoh Dewi Shinta tersebut dalam memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari para pemain peran. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling, yang memiliki kriteria sedang berprofesi atau pernah berprofesi sebagai pemeran Dewi Shinta lebih dari lima tahun dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam serta menggunakan dokumen audio yaitu hasil rekaman wawancara dengan ketiga subjek. Analisis data yang dilakukan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pada akhirnya diperoleh tiga subjek yang berdomisili di Yogyakarta dan Klaten. Data didapatkan melalui wawancara secara langsung dengan setiap subjek. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ketiga subjek memaknai Shinta sebagai pedoman dalam hidup yang disesuaikan dengan kehidupan masing-masing subjek. Berperan menjadi Dewi Shinta juga memberikan perubahan sikap kepada dua dari tiga subjek penelitian. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penggalian data tambahan melalui orang terdekat guna memperoleh hasil yang lebih mendalam mengenai perubahan sikap dan karakter pada subjek.
Kata kunci: sendratari; penghayatan sebagai Dewi Shinta; pemain wayan
KERAJINAN TENUN IKAT TRADISIONAL HOME INDUSTRY DEWI SHINTA DI DESA TROSO PECANGAAN KABUPATEN JEPARA (KAJIAN MOTIF, WARNA, DAN MAKNA SIMBOLIK)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang motif, warna, dan makna simbolik kain tenun ikat tradisional Troso home industry Dewi Shinta Di Desa Troso Pecangaan Kabupaten Jepara.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, hasil data dalam penelitian ini berupa kata-kata. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data yang telah diperoleh, menggunakan yaitu: 1. Ketekunan pengamatan 2. Triangulasi. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan empat alur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verfikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Motif kain tenun ikat tradisional home industry Dewi Shinta terdiri dari motif. Motif tumbuh-tumbuhan yaitu motif pucuk rebung, motif bunga sulur ringin, motif bunga angrek, motif bunga mentari, motif bunga mawar, motif bunga manggar. Motif binatang yaitu motif kuda, motif kupu-kupu, moting burung. Motif geometris yaitu motif garis kotak, motif garis lurus dan motif belah ketupat. Motif manusia. Dalam penerapan motif pada kain tenun ikat di home industry Dewi Shinta yaitu Kain tenun mesres 1, kain tenun mesres 2, kain tenun mesres 3, kain tenun lurik, kain tenun saroong goyor, kain tenun baroon doby, kain tenun SBY hujan gerimis, kain tenun pelangi 1, kain tenun pelangi 2, kain tenun etnik 1, kain tenun etnik 2. 2. Warna kain tenun ikat tradisional di home industry Dewi Shinta memiliki warna merah, merah muda, coklat, biru, biru tua, ungu, orengs, kelabu, putih, hitam, hijau dan kuning. Warna-warna ini digunakan untuk warna dasar kain dan warna motif. 3. Makna simbolik dari setiap jenis motif dan kain tenun ikat tradisional home insdustry Dewi Shinta mempunyai makna-makna simbolik yaitu sebagai suatu hasil karya atau perilaku manusia yang dituangkan dalam sebuah seni tenun
NILAI-NILAI KEUTAMAAN PADA TOKOH DEWI SHINTA DALAM SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN
Penelitian ini berangkat dari permasalahan tentang nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian adalah tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data-data tersebut dianalisis kemudian dilakukan uji trianggulasi untuk memperoleh keabsahan data dengan melakukan cek data hasil wawancara, pengamatan, dan didukung oleh dokumen penelitian. Validitas hasil penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap pakar tari yaitu Marcus Pardiman dan penari pemeran tokoh Dewi Shinta yaitu Eny Suryani, Indah Nuraini dan Ratih Dewayani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sendratari Ramayana Prambanan pertama kali dipentaskan pada tahun 1961. Pemrakarsa Sendratari Ramayana Prambanan adalah GPH Djatikusuma. Tokoh Dewi Shinta mempunyai karakter lembut, halus, pemberani, sopan santun, patuh, tahu harga diri, setia, teguh dalam pendirian, kuat dan tabah. Nilai-nilai keutamaan pada tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan meliputi: 1) nilai kesetiaan, meliputi bagaimana menjaga kesetiaan terhadap suaminya 2) nilai kepatuhan, melaksanakan perintah yang telah diberikan 3) nilai kepemilikan, meliputi bagaimana menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang telah dimiliki 4) nilai kesucian, untuk mengetahui kesucian tidak hanya dengan ucapan tetapi dengan pembuktian. Dari keempat nilai tersebut dapat diimplementasikan (diterapkan) ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan dengan tokoh utama Dewi Shinta merupakan sebuah tuntunan bagi masyarakat
Rama & Shinta
Dasarata, raja dari negeri Kosala bersabda pada patihnya, dengan disaksikan oleh tiga istirnya, Dewi Kausalya, Dewi Kaikeyi dan Dewi Sumitra. Maha patih menyarankan untuk memilih Pangeran Rama sebagai pengganti kerajaan Kosala karena dia dinilai sebagai pangeran yang bijaksana dan dicintai rakyatnya. Pangeran Rama dan Lesmana sedang mengikuti sayembara menarik busur panah Pusaka Istana Mantili dan berhasil memenangkannya, sehingga dia berhak untuk menikahi Sang Putri, Dewi Shinta. Prabu Dasarat bercerita pada anaknya Rama bahwa beliau telah berjanji dengan menjanjikan 2 permintaan yaitu mengangkat Barata sebagai pengganti ayahnya dan permintaan kedua bahwa Rama harus keluar dari Istana. Dalam pengembaraannya, Pangeran Rama, Dewi Shinta dan Pangeran Lesmana dengan di temani dua teman mereka tupo dan tupi, dua ekor musang yang lucu. Mereka mengembara dengan begitu banyak rintangan. Yang mereka hadapi dari Kerajaan Alengka dibawah pimpinan seorang Raksasa Pangeran Rahwana yang telah menculik Dewi Shinta. Kemudian Rama pergi ke kerajaan Kiskenda dan bercerita kepada Pangeran Sugriwa memerintahkan Panglima Perang Hanoman untuk mencari keberadaan Dewi Shinta. Pada akhir cerita Pangeran Rama meminta istrinya, Dewi Shinta untuk membuktikan kesuciannya, karena telah sekian lamanya Dewi Shinta tinggal di kerajaan Pangeran Rahwana
PERANAN BANK SAMPAH DEWI SHINTA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP IBU RUMAH TANGGA RW 8, RW 9, DAN RW 11 KELURAHAN PANGGUNG KOTA TEGAL
Penelitian ini adalah bersifat kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu di Kelurahan
Panggung Kota Tegal. Populasinya adalah ibu rumah tangga masyarakat RW 8, 9,
11 Kelurahan Panggung Kota Tegal yang berjumlah 448. Teknik sampling yang
digunakan pada penelitian kali ini adalah teknik Purposive Sampling dimana untuk
menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang
bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif ( Sugiyono,
2010 : 26 ). Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari populasi
yang ada , karena jumlah populasi melebihi 100 yaitu 448 ibu rumah tangga. Berarti
448x20% hasilnya adalah sebanyak 90 sampel. Variabel dalam penelitian kali ini
adalah pengetahuan anggota Bank Sampah Dewi Shinta terhadap Pengelolaan
sampah, kegiatan yang dilaksanakan Bank Sampah Dewi Shinta dalam mendidik
masyarakat, dampak yang signifikan terhadap lingkungan setelah adanya Bank
Sampah . Teknik analisis yang di gunakan adalah teknik deskriptif persentase, dan
juga wawancara.
Hasil penelitian Pada aspek pengetahuan pemilahan dan komposting sampah
mendapatkan kriteria baik dengan persentase 73,61%. Selanjutnya pada aspek
kegiatan yang dilaksanakan seperti kerajinan tangan dan study banding
mendapatkan kriteria baik dengan presentase 63,94%. Pada aspek dampak yang
signifikan terhadap adanya bank sampah diperoleh dari hasil wawancara dan juga
instrumen bahwa jumlah sampah rumah tangga masyarakat Kelurahan Panggung
Kota Tegal sebagian sudah di setorkan ke Bank Sampah Dewi Shinta yang
berdampak positif pada berkurangnya jumlah sampah per hari yang dihasilkan di
Kota Tegal pada umumnya.
Saran, Diharapkan Bank Sampah Dewi Shinta dapat lebih memberikan pelatihan
tentang kerajinan tangan sehingga barang kerajinan tangan tersebut dapat lebih
memiliki nilai jual yang baik. Diharapkan Bank Sampah Dewi Shinta dapat
memiliki bangunan yang lebih luas sehingga dapat menampung sampah terpilah
dari masyarakat ataupun anggota Bank Sampah
Perbankan Syariah, Perjanjian Murabahah, Penyelesaian Sengketa / oleh Shinta Dewi Damayanti
Perjanjian Murabahah adalah suatu perjanjian jual beli barang dengan mekanisme penjual menyebutkan harga jual yang terdiri atas harga pokok barang dan tingkat keuntungan tertentu atas barang dan harga jual tersebut disetujui oleh pembeli, tetapi perjanjian murabahah ini sering dimodifikasi oleh pihak bank sebagai penjual dengan cara memberikan kuasa kepada nasabah untuk dapat membeli barang dari produsen atau pemasok dengan atas nama bank. Modifikasi tersebut dapat menimbulkan sengketa apabila tidak memenuhi prinsip syariah baik secara rukun dan syarat sahnya suatu akad maupun secara prosedur pelaksanaannya. Permasalahan sengketa dalam perbankan syariah menurut undang-undang perbankan syariah dapat diselesaikan melalui dua lembaga litigasi yaitu Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri, dan juga lembaga nonlitigasi yaitu Lembaga Arbitrase. Pilihan penyelesaian sengketa didasarkan pada kesepakatan para pihak dalam akad. Penelitian ini mengangkat kasus penyelesaian sengketa dalam perjanjian murabahah antara PT. BSM dan PT.ATS. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan perjanjian murabahah diantara kedua pihak dan juga bagaimanakah penyelesaian sengketa perjanjian murabahah diantara kedua pihak yang berdasarkan kesepakatan dilakukan melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas). Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang terkait perbankan syariah dan penyelesaian sengketa, serta didukung dengan hasil wawancara. Berdasarkan penelitian didapat bahwa PT. BSM sebagai pihak penjual telah melakukan modifikasi akad murabahah yang secara prinsip syariah menyimpang dari ketentuan yang seharusnya, sehingga akad murabahah tersebut telah mengandung unsur gharar dan zalim. Dalam hal penyelesaian sengketa, Pengadilan Agama telah melakukan tindakan diluar kewenangannya dengan membatalkan putusan Basyarnas yang sesungguhnya telah memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat
FEMINISME DALAM PERGELARAN WAYANG KULIT PURWA TOKOH DEWI SHINTA, DEWI KUNTI, DEWI SRIKANDI
This research is a qualitative research which aims to understand the real position of woman in Javanesse culture based on the story of shadow puppets (wayang kulit purwa) performance and to know the values of feminism which relevant with the a woman's life in Java. The results of this study indicate that shadow puppet purwa is a phenomenal piece of art that have stories that can be used as a metaphor for human life. The values of feminism taught in shadow puppet which is that women in puppets depicted in figure Dewi Shinta, Srikandi and Kunti are the attitude of devotion and respect for her husband both in joy and sorrow, loyal and obedient to her husband though it should be a co-wife, always maintain purity, religious, and skilled defending her husband in trouble. Those values are widely used as the teaching of women's lives in Java that uphold the values of loyalty towards her husband and patience and sincerity live and life
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN GODEAN DALAM PEMBELAJARAN TIK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN GODEAN DALAM PEMBELAJARAN TIK
Oleh :
Shinta Ihtamma Dewi
NIM 10520244006
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini dirancang untuk : (1) untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL dan (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran CTL jenis Snowball Throwing pada materi TIK kelas VII kompetensi dasar mengidentifikasi berbagai perangkat lunak program aplikasi.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII MTs N Godean sebanyak 144 siswa. Sampel penelitian adalah sebanyak 31 siswa Kelas VII C ditentukan secara acak. Data penelitian dieroleh melalui hasil tes baik tes pratindakan maupun tes evaluasi. Selain itu data juga diperoleh dari lembar observasi dan wawancara.
Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) penerapan model pembelajaran CTL jenis snowball throwing memberikan peningkatan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Diterapkannya model pembelajaran tersebut siswa menjadi lebih fokus dan tertarik pada setiap proses pembelajaran dan (2) dari hasil tes evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa meningkat. Nilai rata-rata tes evaluasi siklus I adalah 79,57 sedangkan siklus II yaitu 82,74. Hal tersebut cukup untuk membuktikan bahwa model pembelajaran yang diterapkan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa cenderung meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran CTL jenis snowball throwing. Model pembelajaran yang bervariasi dapat mempengaruhi daya tangkap siswa terhadap materi. Daya tangkap siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Kata kunci : model pembelajaran, Contextual Teaching and Learning, aktivitas, dan hasil belajar
- …
