47 research outputs found
..(SURAT PERNYATAAN DIGANTI DENGAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK (VAK) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI MIN 7 PONOROGO
Lestari, Devi Puji. 2023. Penerapan Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV MIN 7 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Weni Tria Anugrah P. M.Pd
Kata Kunci: VAK, minat, hasil belajar, IPAS
Dalam kegiatan belajar, minat merupakan hal yang paling penting dalam diri siswa karena dengan minat belajar yang baik maka hasil belajarpun akan baik pula, namun pada kenyataannya minat dan hasil belajar siswa masih bisa dikatakan rendah dengan bukti pada saat kegiatan belajar mengajar ada yang merasa bosan, mengantuk, rebut sendiri dengan temannya, bermain dan mengobrol sendiri dengan temannya dan kurang aktif dalam kegiatan tanya jawab, selain itu dari nilai ulangan harian siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan jumlah 14 siswa dari 20 siswa yang belum tuntas dalam belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorgo, (2) untuk mengetahui minat belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorogo, (3) untuk mengetahui kendala yang dialami pada saat penerapan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorogo
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN 7 Ponorogo yang berjumlah 20 siswa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, angket, observasi, tes, dan catatan lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) terlaksana secara maksimal di siklus ke II dengan ketercapaian mencapai 85% seuai dengan harapan peneliti. (2) Minat dan hasil belajar siswa meningkat dengan perolehan hasil rata-rata minat 70% di siklus pertama dan 81.9% di siklus ke dua. Untuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan jumlah 20 siswa pada pra penilitian jumlah siswa yang tuntas hanya 6 dengan Kriteria Ketuntasan Klasikal (KKK) 30%, selanjutnya pada siklus pertama siswa yang tuntas berjumlah 12 dengan KKK 60%, dan siklus tiga siswa yang tuntas mencapai 17 siswa dengan KKK sebanyak 85%. (3) Ada 3 kendala yang dialami oleh peneliti selama penerapan model pembelajran VAK di antaranya, kendala dari peneliti, kendala dari siswa dan kendala dari sarana dan prasaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUAL, AUDITORY, KINESTETIK (VAK) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI MIN 7 PONOROGO
Lestari, Devi Puji. 2023. Penerapan Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV MIN 7 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Weni Tria Anugrah P. M.Pd
Kata Kunci: VAK, minat, hasil belajar, IPAS
Dalam kegiatan belajar, minat merupakan hal yang paling penting dalam diri siswa karena dengan minat belajar yang baik maka hasil belajarpun akan baik pula, namun pada kenyataannya minat dan hasil belajar siswa masih bisa dikatakan rendah dengan bukti pada saat kegiatan belajar mengajar ada yang merasa bosan, mengantuk, rebut sendiri dengan temannya, bermain dan mengobrol sendiri dengan temannya dan kurang aktif dalam kegiatan tanya jawab, selain itu dari nilai ulangan harian siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan jumlah 14 siswa dari 20 siswa yang belum tuntas dalam belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorgo, (2) untuk mengetahui minat belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorogo, (3) untuk mengetahui kendala yang dialami pada saat penerapan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV MIN 7 Ponorogo
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN 7 Ponorogo yang berjumlah 20 siswa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, angket, observasi, tes, dan catatan lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestetik (VAK) terlaksana secara maksimal di siklus ke II dengan ketercapaian mencapai 85% seuai dengan harapan peneliti. (2) Minat dan hasil belajar siswa meningkat dengan perolehan hasil rata-rata minat 70% di siklus pertama dan 81.9% di siklus ke dua. Untuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan jumlah 20 siswa pada pra penilitian jumlah siswa yang tuntas hanya 6 dengan Kriteria Ketuntasan Klasikal (KKK) 30%, selanjutnya pada siklus pertama siswa yang tuntas berjumlah 12 dengan KKK 60%, dan siklus tiga siswa yang tuntas mencapai 17 siswa dengan KKK sebanyak 85%. (3) Ada 3 kendala yang dialami oleh peneliti selama penerapan model pembelajran VAK di antaranya, kendala dari peneliti, kendala dari siswa dan kendala dari sarana dan prasaran
Isolation of humic acid from peat soil and its application as an adsorbent for AuCl4− in solution
Kontribusi Faktor Internal dan Eksternal terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Tunadaksa di SMPLB YPAC Kota Malang
RINGKASAN Fisik tidak sempurna yang dimiliki oleh individu itu bukan merupakan halangan untuk beraktifitas layaknya individu lainnya.Keberhasilan dan kegagalan siswa di sekolah sering ditentukan oleh rasa percaya diri dan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Ada dua faktor yang dapat berkontribusi terhadap tingkat kepercayaan diri mereka yaitu faktor internal dan eksternal. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penulis adalah menemukan faktor internal dan faktor eksternal yang dapat berkontribusi terhadap tingkat kepercayaan diri siswa tunadaksa. Jenjang Pendidikan yang sedang dijalani oleh peserta didik adalah siswa SMP. Penelitian penulis menggunakan metode penelitian eksplanatif karena bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis. Uji instrumen dala penelitian ini menggunakan validitas isi dengan teknik pengambilan keputusan oleh ahli(judgment). Validitas dilakukan oleh satu ahli yang sesuai dengan bidangnya, yaitu ahli materi. Hasil penelitian: (1) terdapat kontribusi yang signifikan antara faktor internaldan kepercayaan diri, dimana nilai korelasi parsialnya (r1) sebesar 0,674 ; (2) tidak terdapat kontribusi yang signifikan antara faktor eksternaldan kepercayaan diri, dimana korelasi parsialnya (r2) sebesar -0,698 ; (3) hanya salah satu faktor yaitu faktor internal yang memiliki sumbangan efektif terhadaptingkat kepercayaan diri dengan nilai (R) sebesar 0,825 nilai signifikansi 0,006 dan nilai F sebesar 9,852. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) terdapat kontribusi yang signifikan antara faktor internal dan kepercayaan diri; (2)tidak ada kontribusi yang signifikan antara faktor eksternal dan kepercayaan diri; (3)hanya salah satu faktor yaitu faktor internal yang memiliki sumbangan efektif terhadaptingkat kepercayaan diri. Disarankan bagi instansi sekolah untuk meningkatkan faktor eksternal yang dapat berkontribusi terhadap tingkat kepercayaan diri kepada siswa tunadaksa, bagi siswa harus menyadari bahwa faktor internal dan eksternal yang dimilikinya sangat bermanfaat dalam hal meningkatkan kepercayaan dirinya dan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini, bisa menambah variabel maupun mengganti variabel lain yang mana diantara variabel tersebut lebih besar mana kontribusinya terhadap kepercayaan diri siswa tunadaksa
Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Ayam Pada Geprek Mak Puji
Di era sekarang persaingan bisnis sangat ketat salah satunya Ayam Geprek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yaitu pelanggan Ayam Geprek Mak Puji di Ngawi. Populasi peneliti ini adalah seluruh pelanggan Ayam Geprek. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random samling berjumlah 50 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1. Kualitas Produk secara signifikan berpengruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan, 2. Kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan, 3. Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan pada Kepuasan Pelanggan. Koefisien determinasi ini sebesar 63%. Hal ini berarti bahwa 63% variabel kepuasan pelanggan dijelaskan oleh variabel kualitas produk dan kualitas pelayanan sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENURUNAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM DI RSUD DR.GONDO SUWARNO KABUPATEN SEMARANG
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program ProfesiPoltekkes Kemenkes SemarangKarya Ilmiah Akhir Ners,Juni 2022Diah Ayu Putri Anggraini 1) ,Anny Fauziyah 2), Kurniati Puji Lestari 3) Coresponden author: Anny FauziyahEmail Penulis utama: [email protected] PENGARUH TERAPI AKUPRESUR DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENURUNANMASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM DI RSUD dr. GONDO SUWARNO KABUPATEN SEMARANGLatar Belakang: Masa nifas atau post partum merupakan masa pasca persalinan dimana hormone prolaktin dan oksitosin dilepaskan untuk produksi ASI. Secara nasional, pada bayi usia 0-6 bulan di Jawa Tengah hanya 33 % sedangkan target renstra yang diharapkan mencapai 40%. Sehingga angka menyusui ASI eklusif belum mencapai target. Permasalahan pada kondisi payudara ibu, pengetahuan yang rendah, produksi ASI yang terlalu sedikit. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut maka dilakukan tindakan non-farmakologi yaitu terapi akupresur dengan media booklet. Akupresur merupakan terapi dengan melakukan pemijatan yang dilakukan pada titik-titik tertentu pada permukaan tubuh yang merangsang reflek prolaktin dalam produksi ASI. Terapi ini membutuhkan media booklet agar ibu post partum dapat memahami terapi yang diajarkan. Tujuan : Untuk meningkatkan produksi ASI dengsn pemberian terapi akupresur dengan media booklet dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partumMetode: Desain yang digunakan dalam karya tulis ini adalah studi kasus yang melibatkan 3 responden ibu post partum sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan berupa lembar asuhan keperawatan, lembar kuesioner dan observasi produksi ASI, booklet. Dilakukan 4 kali dalam waktu 2 hari setiap pagi dan sore.Hasil Asuhan Keperawatan: Setelah dilakukan intervensi terapi akupresur terjadi peningkatan sekresi produksi ASI Ny.J jumlah ASI 5 ml menjadi 75 ml, Ny.A jumlah ASI 10 ml menjadi 120 ml, Ny.P jumlah ASI 15 ml menjadi 185 ml. Masing-masing responden mempunyai nilai produksi ASI skala 5 (meningkat). Tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Rekomendasi: Karya ilmiah akhir ners ini dapat menjadi refensi intervensi bagi perawat. Untuk peneliti selanjutnya dapat mengkombinasikan dengan terapi yang lain untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai ASI. Kata Kunci: Akupresur, ASI, Booklet, Ibu post partum.1)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners Program Profesi Poltekkes Kemenkes Semarang2)Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang
Chinese Cultural Acculturation as an Ethnosocial Learning Resource in Elementary Education
Background: The interaction between Chinese culture and local culture produces a unique cultural synergy, which broadens students' understanding of diversity. Learning rooted in local culture also strengthens the values of tolerance and the formation of multicultural identities among elementary school students.Purpose: This study aims to examine the acculturation of Chinese culture as an alternative to Natural and Social Sciences learning at SD Kalianyar I, Bangil.Method: Using a qualitative approach with ethnographic methods, this study presents the real form of acculturation results in physical forms such as architecture, household furniture, and culinary, as well as non-physical elements such as language, customs, and art performances. The sample consisted of 36 fifth-grade students enrolled in science and social studies. Data processing used NVivo 15.Result: The research findings show that students can identify, understand, and appreciate cultural heritage in their environment through contextual and exploratory learning activities.Theoretical implication: In the context of Natural and Social Sciences learning, Chinese cultural acculturation can be raised as learning material in both tangible and intangible forms.Practical implication: The existence of Chinese culture around the school plays an important role as a learning medium that supports the instillation of diversity values and the enrichment of Natural and Social Sciences material
Between Profit and Quality; A Challenge of Indonesian Cinema
Horror is one of the most popular film genres, particularly among Indonesians. One of the reasons the Indonesian people love watching a horror movie is because of the sensation of a jump scare. Thus, the number of horror film watchers in Indonesia continues to grow. This condition may aid Indonesian film production, as practically everyone enjoys horror. However, it is also problematic because Indonesian film has struggled to enhance its quality. Thus, the author's objective in this study is to analyse the dilemma confronting Indonesian cinema: the trade-off between profit and quality. To assist the author in doing this analysis, Film Production Management from Bastian Cleve is applied. The findings of this study reveal that Indonesian film production faces particular challenges that must be overcome. Indonesian cinema should prioritize quality above immediate profit as improving the quality of a film can result in a higher profit. Thus, the courage to develop and compete is critical to overcome those challenges
