SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI MELALUI MEDIA KUARTET VARIASI GERAK LOKOMOTOR PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV SDLB IDAYU 2 MALANG
Farah Fairuz S. 2018. Pengaruh Media Kuartet Variasi Gerak Lokomotor Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Pada Siswa Tunagrahita Kelas IV SDLB IDAYU 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd Kata kunci: Media, Kuartet, Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Tunagrahita Latar belakang dari penelitian ini berupa salah satu media yang berguna dalam pembelajaran siswa dengan hambatan intelektual seperti tunagrahita yang membutuhkan pemahaman lebih dalam pembelajaran PENJASKES materi variasi gerak dasar lokomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kuartet terhadap hasil belajar PENJASKES materi variasi gerak dasar lokomotor siswa tunagrahita kelas IV. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen desain pra-eksperimen bentuk “One group pre-test post-test design” yang menggunakan alat ukur berupa soal pre test dan post tes.t Hasil belajar siswa terbukti mengalami peningkatan setelah diberikan media kuartet yaitu rata-rata nilai pre test 52,0 naik menjadi 90,0 pada rata-rata niali post test. Dan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxson dengan jumlah sampel 5 menunjukkan . Jadi dapat disimpulkan bahwa media kuartet berpengaruh terhadap hasil belajar PENJASKES materi variasi gerak dasar lokomotor siswa tunagrahita kelas IV di SDLB IDAYU 2 Malang. Kartu kuartet adalah salah satu contoh media pembelajaran diharapkan pengajar dapat membuat berbagai macam media sederhana yang dapat mengkonkritkan konsep pada anak tunagrahita pada saat pembelajaran
Pengaruh Media Papan Balik Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Autis
ABSTRAKSofwan,Ahmad.2019.Pengaruh Media Papan Balik Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Autis. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd, (2) dr. Agung Kurniawan, M. Kes. Kata Kunci: papanbalik, kemampuan membaca permulaan, autisSiswa autis adalah siswa yang mengalami hambatan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Dalam hal ini siswa autis mengalami kesulitan dalam membaca permulaan yang merupakan dasar bagi siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran, sehingga siswa harus belajar membaca dengan benar. Media papan balik merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.Tujuan dari penelitian ini yaitu(1) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang saat kondisi baseline,(2) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sesudah diberikan intervensi, dan (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media papan balik terhadap kemampuan membaca permulaan siswa autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen SSR (Single Subject Research) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah siswa autis kelas 1, berjenis kelamin laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar soal membaca permulaan, lembar penilaian, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh media papan balik terhadap kemampuan membaca permulaan siswa autis kelas 1. Ditunjukkan dengan skor pada kondisi baseline 1 berkisar 40,5%-46%, kondisi intervensi berkisar antara 71,8%-82,3%, dan pada kondisi baseline 2 berkisar 64,8%-72,6%. Serta ditunjukkan dengan perhitungan overlape kondisi baseline 1 (A1) ke kondisi intervensi (B) yaitu sebesar 0%. Kesimpulan penelitian ini adalah media papan balik berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran kepada guru untuk menggunakan papan balik dalam pembelajaran membaca permulaan yang relevan dengan kebutuhan siswa
AKSESIBILITAS MAHASISWA DENGAN HAMBATAN MOTORIK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
RINGKASANAlvinza, Harniko Dwi. 2019. Aksesibilitas Mahasisiwa dengan Hambatan Motorik di Lingkungan Universitas Negeri Malang Skripsi. Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M. Pd., (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP Kata Kunci: Aksesibilitas, HambatanFisikMotorik, UniversitasNegeri MalangAksesibilitas penyandang disabilitas adalah bentuk kemudahan yang disediakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari secara mandiri demi terciptanya kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan. Penyediaan aksesibilitas bagi disabilitas termasuk mahasiswa dengan hambatan motoric masih dinomor duakan lantaran minimnya kesadaran yang mendukung pembagunan aksesibiltas untuk disabilitas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aksesibilitas mahasiswa dengan hambatan motorik di Universitas Negeri Malang. Aksesibilitas dalam kajian ini difokuskan kepada sarana aksesibilitas yang terdapat di tiga lingkungan yang berbeda dengan rumpun ilmu yang berbeda guna melihat sejauh mana aksesibilitas di Universitas Negeri Malang dapat memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dengan hambatan fisik motorik yang menggunakan alat bantu gerak seperti tongkat, walker, dan kursi roda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi yang berkaitan dengan masalah penelitian. Sumber data dalam peneltian ini adalah mahasiswa dengan hambatan fisik motoric, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Sastra, Kepala Perpustakaan Pusat UM. Pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Untuk menganalisa data menggunakan analisa data interaktif. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber.Hasil penelitian ini adalah bahwa Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra dan Perpustkaan Pusat UM telah menyediakan fasilitas bagi disabilitas. Namun, fasilitas yang sudah ada belum dapat di maksimalkan oleh mahasiswa dengan hambatan fisik motoric. Untuk dapat menggunakan fasilitas aksesibilitas seringkali mahasiswa dengan hambatan fisik motoric harus mendapat bantuan orang lain. Selain itu ditemukan bahwa bangunan-bangun yang ada di lingkungan UM terdapat beberapa permasalahan yaitu permasalahan desain teknis, kondisi gedung yang tidak memadai karena faktor usia. Dari permasalah-permasalahan yang ada UM sebagai lembaga Institusi pendidikan telah berusahan menghadirkan elemen-elemen aksesibilitas yang cukup memberikan kemudahan bagi mahasiswa dengan hambatan fisik motoric sebagai pengguna bangunan.
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Gerakan Dasar Pramuka Bagi Siswa Penggalang Tunarungu di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang
ABSTRAK Costa, Adjeng Ria Da. 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Gerakan Dasar Pramuka Bagi Siswa Penggalang Tunarungu di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.Abdul Huda, M.Pd. (2) dr.Agung Kurniawan, M.Kes. Kata kunci : multimedia interaktif, gerakan dasar, baris-berbaris, pramuka penggalang, tunarungu Tunarungu merupakan keadaan seseorang dengan seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar. Pada anak tunarungu hilangnya kemampuan mendengar dapat mempengaruhi kemampuan manipulasi terhadap gerak.Untuk itu perlunya melatih keterampilan gerakan dasar melalui kegiatan kepramukaan baris-berbaris. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk multimedia interaktif berupa “BEGESARKA” (Belajar Gerakan Dasar Pramuka” yang dapat melatih daya konsentrasi, keterampilan dan kekompakan bagi siswa pramuka penggalang tunarungu di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang yang layak dan efektif digunakan dalam kegiatan kepramukaan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Reseach and Development (R&D) milik Borg dan Gall. Subjek validasi produk terdiri dari validator ahli media, validator ahli pembelajaran ABK dan validator ahli praktisi. Subjek uji coba dilakukan kepada 7 siswa penggalang tunarungu di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Hasil pengembangan menunjukkan kelayakan dan keefektifan multimedia interaktif. Hasil validasi dari 3 ahli, yaitu hasil yang diperoleh dari ahli media 97,82%, ahli pembelajaran ABK memperoleh 86,95% dan ahli praktisi 88,88%. Hasil uji coba menunjukkan bahwa BEGESARKA efektif untuk digunakan dalam pembelajaran gerakan dasar pramuka siswa penggalang tunarungu. Uji coba pada siswa diperoleh dengan rata-rata ketuntasan 81,85%. Artinya adalah media pembelajaran berupa multimedia interaktif BEGESARKA sangat layak dan sangat efektif untuk meningkatkan gerakan dasar pramuka siswa penggalang tunarungu di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Disarankan untuk pengembangan selanjutnya untuk melakukan penelitian pada subjek yang lebih luas dan banyak serta menyebarluaskan produk ke berbagai sekolah, lokakarya, seminar serta pameran media pembelajaran. ABSTRACT Costa, Adjeng Ria Da. 2019. Developing Interactive Multimedia of Basic Scout Movements for Deaf Students at SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Undergraduate Thesis. Department of Special Education, Fakultas Ilmu Pendidikan, State University of Malang. Advisors (1) Drs.Abdul Huda, M.Pd. (2) dr.Agung Kurniawan, M.Kes. Keywords: interactive multimedia, basic movements, marching lines, scout raisers, deaf Deafness is a condition of a person with someone who has a lack or ability to hear. In deaf children the loss of hearing ability can affect the ability of manipulation of motion. For this reason, it is necessary to practice basic movement skills through marching scouting activities. The aim of this research and development is to produce interactive multimedia products in the form of "BEGESARKA" (Belajar Gerakan Dasar Pramuka) which can train the concentration, skills and cohesiveness of deaf scout students in the National Level C Section of Malang SLB which is appropriate and effective to use in scouting activities This research and development uses Borg and Gall's Reseach and Development (R & D) model.The subject of product validation consists of media expert validator, ABK learning expert validator and practitioner expert validator.The subjects of the trial were carried out on 7 deaf raiser students at National Level SLB Section C Malang. The development results show the feasibility and effectiveness of interactive multimedia. Validation results from 3 experts, namely the results obtained from media experts 97.82%, ABK learning experts gained 86.95% and practitioner experts 88.88%. The results of the trial show that BEGESARKA is effective for use in learning the basic movements of scout students who are deaf raisers. Tests on students were obtained with an average completeness of 81.85%. This means that learning media in the form of interactive multimedia BEGESARKA is very feasible and very effective to improve the basic movements of scouting deaf raiser students at the National Level Trustees SLB Section C Malang. It is recommended for further development to conduct research on a broader and more extensive subject and to disseminate products to various schools, workshops, seminars and learning media exhibitions
PENGEMBANGAN MEDIA SENAM BERBASIS AUDIO UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN SISWA TUNANETRA DI SDLBN KEDUNGKANDANG MALANG
RINGKASAN Radiansyah, Mayudi. 2019. Pengembangan Media Senam Berbasis Audio Untuk Meningkatkan Kebugaran Siswa Tunanetra di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd. (2) Dr. Henry Praherdhiono, S. Si, M. Pd Kata Kunci: Tunanetra, Senam Anak Berkebutuhan Khusus, Senam Tunanetra Pendidikan jasmani sangatlah diperlukan bagi semua peserta didik tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus, salah satu kegiatan wajib disekolah adalah olahraga senam yang minimal dilakukan seminggu satu kali bagi semua peserta didik. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SDLB Negeri Kedungkandang pada saat kegiatan senam, permasalahan yang peneliti temukan adalah tidak diikut sertakanya siswa tunanetra dalam kegiatan senam bersama yang dilakukan di sekolah dan tunanetra juga tidak melakukan senam di tempat dan waktu tersendiri. Penelitian ini peneliti lakukan untuk membuat media yang mampu mengajarkan Tunanetra untuk melakukan kegiatan senam secara mandiri dengan mengadaptasi metode pengembangan Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi 1, ahli materi 2, ahli media dan peserta didik sebanyak 5 orang peserta didik kelas I, II, III, IV dan V di SDLB Negeri Kedungkandang. Hasil pengembangan produk ini diperoleh data sebagai berikut : (1) Validasi ahli materi 1 91,6 % (sangat layak), (2) Validasi ahli materi II 82,9 % (sangat layak), (3) Validasi ahli media 98,6 % (sangat layak), (4) Hasil rata-rata pre test 42 dan post test meningkat menjadi 80. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk Media Senam Berbasis Audio Untuk Tunanetra telah layak menjadi media pembelajaran untuk mengajarkan kegiatan olahraga senam. Wujud media berupa audio dengan perintah yang merdu dan jelas di setiap gerakan senam, dilengkapi dengan musik yang menyenangkan agar siswa semakin bersemangat. Kelebihan dari media ini adalah mudah dioperasikan, bisa diputar dengan pemutar audio jenis apa saja, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Kekurangannya adalah terbatasnya gerakan yang bisa dilakukan karena kemampuan dari siswa yang masih minim dengan macam macam gerakan kombinasi
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemampuan Toilet Training Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAKKirana, Weny Yulia. 2018. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemampuan Toilet Training Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Abdul Huda, M. Pd (II) Sopingi, S.Sos, M. Pd Kata Kunci: pola asuh orang tua, kemampuan toilet training, anak autis.Autis adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku yang menyebabkan keterbatasan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah kemampuan toilet training. Kemampuan Toilet training merupakan suatu proses melatih anak-anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Pola asuh orang tua dalam upaya meningkatkan kemampuan toilet training anak autis sangat penting karena orang tua adalah pendidikan yang paling utama dan pertama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubunga pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang dari jenjang SD hingga SMP yang berjumlah 34 siswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 siswa. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni skala pola asuh orang tua dan kemampuan toilet training. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional.Hasil analisis korelasional menunnjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,814 yang berarti ada korelasi yang sangat kuat diantara variabel pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training anak autis. Maka, disimpulkan ada hubungan positif antara pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang.Saran dari penelitian ini orang tua hendaknya menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan anak dalam upaya untuk memaksimalkan tumbuh kembang pada anak. Pola asuh yang baik dan sesuai akan meningkatkan sikap positif dalam mendidik anak putra dan putrinya agar mampu belajar dengan mandiri khususnya dalam hal toilet training sehingga kebersihan dan kelancara dalam belajar tetap terjaga
IMPLEMENTASI PROGRAM VOKASIONAL SISWA TUNAGRAHITA DI SMALB MALANG
RINGKASANMufiddah Rochma Kholisotum, 2019. Implementasi Program Vokasional Siswa Tunagrahita di SMALB Malang. Skipsi, Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (II) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd. M, Kes (II) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: Tunagrahita, Program VokasionalTunagrahita merupakan sebutan bagi anak yang memiliki keterbelakangan mental. Anak tunagrahita mengalami hambatan dalam aspek inteletual, memiliki masalah perilaku adaptif dan juga masalah perkembangan, hambatan tersebut yang menjadikan anak tunagrahita harus memiliki kompetensi dalam bidang vokasional agar dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan adanya program vokasional siswa tunagrahita akan memberikan layanan pendidikan bagi siswa tunagrahita.Tujuan dari penelitian ini meliputi:(1) mendeskripsikan rancangan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang(2) mendeskripsikan pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang(3) mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang(4) mendeskripsikan solusi untuk memecahkan kendala dalam pelaksanaan program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Malang(5) mendeskripsikan tindak lanjut sekolah dalam program vokasional siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar BiasaMalang.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selain itu metode analisis berupa reduksi data yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstakan sera transformasi data secara kasar yang muncul di lapangan secara terus menerus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) rancangan program mengacu pada kurikulum(2) pelaksanaan yang ada dilapangan tidak selalu sama dengan rancangan yang telah dibuat(3) kendala yang paling utama adalah siswa yang memiliki kemampuan terbatas(4) solusi yang diberikan adalah dengan mengulang pembelajaran(5) tindak lanjut sekolah adalah mengusahakan agar siswa mampu terjun di dunia kerja. Saran terhadap sekolah agar mampu memberikan fasilitas sebaik mungkin dalam program vokasional, guru juga harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidang vokasional agar dapat memberikan ilmu yang maksimal kepada siswa
Pengaruh Model MASTER Terhadap Peningkatan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Tunarungu
ABSTRAKFirdaus, Anahlifina. 2018. Pengaruh Model Master Terhadap Peningkatan Motivasi Berprestasi mahasiswa tuna rungu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Muhammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (2) Drs. Abdul Huda, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Tunarungu, Model Master, motivasiberprestasiMenciptakan suasana kelas yang penuh inspirasi bagi siswa, kreatif, dan antusias merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seorang guru, hal itu membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas adalah model pembelajaran Master. Model Pembelajaran Master merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang bersifat student centered. Problem yang terjadi adalah subjek berinisial W merasa minder dengan keberadaannya di kelas karena keterbatasan yang dialaminya sebagai seorang tunarungu, sebab subjek merasa hanya dirinyalah mahasiswa disabilitas yang ada di kelasnya.Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk meningkatkan motivas berprestasi subjek dalam kegiatan perkuliahan dan meyakinkan kepada subjek bahwa seorang dengan disabilitaspun masih bias berprestasi dan sukses seperti anak-anak pada umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk single subject research (SSR) dengan desain multiple baseline cross variable. Pengumpulan data dilakukan selama 2 fase yang terbagi dari fase baseline dan fase intervention. Data yang terkumpul kemudian akan dianalisis dengan menggunakan analisis visual grafik dengan komponen yang ada yaitu mean, level, trend dan latency. Adapun single subject yang diteliti ialah mahasiswa tunarungu di Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang.Hasil analisis data menunjukan, bahwa peningkatan motivasi berprestasi mahasiswa tunarungu pada kondisi baseline pertama (A1) rendah, karena kecenderungan arah grafik menurun dengan mean level sebesar 50%, peningkatan motivasi mahasiswa tunarungu pada kondisi intervensi (B) meningkat karena kecenderungan arah grafik meningkat mean level meningkat menjadi 67%, penginkatan motivasi mahasiswa tunarungu pada kondisi baseline kedua (A2) stabil karena kecenderungan arah grafik mendatar dengan mean level 83%, model MASTER berpengaruh terhadap peningkatan motivasi berprestasi mahasiswa tunarungu dengan data persentase data overlap sebesar 20%
Pengembangan Media Mock-Up Jam Sudut Dalam Pembelajaran matematika Materi Sudut Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang
ABSTRAKMaria, Lilin Andi. 2019. Pengembangan Media Mock-Up Jam Sudut Dalam Pembelajaran Matematika Materi Sudut Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sudarsini, M.Pd. (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP Kata Kunci: Tunarungu, Pembelajaran Matematika, Materi Sudut, Media Mock-Up Jam SudutHasil observasi di kelas X SMALB YPTB Kota Malang yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, permasalahan yang muncul adalah kurangnya minat atau motivasi peserta didik yang disebabkan oleh tidak menariknya media pembelajaran yang digunakan di sekolah, peserta didik belum paham dengan tujuan media untuk pembelajaran, metode yang diterapkan pada saat pembelajaran adalah menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran dirasa kurang menarik oleh peserta didik serta kurang mudah untuk memahami materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media “Mock-Up Jam Sudut” bagi peserta didik tunarungu kelas X di SMALB YPTB Kota Malang dengan mengadaptasi metode pengembangan Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi 1, ahli materi 2, dan ahli media serta peserta didik tunarungu kelas X berjumlah 5 orang sebagai subjek.Desain produk berupa media mock-up berbasis visual yang terbuat dari kayu berbentuk jam dan buku panduan yang berisi tata cara penggunaan media serta materi sudut yang telah disesuaikan berdasarkan kurikulum dan kemampuan peserta didik kelas X di SMALB YPTB Kota Malang.Hasil pengembangan produk ini diperoleh data sebagai berikut: (1) Validasi ahli materi 1 95% (sangat layak), (2) Validasi ahli materi 2 100% (sangat layak), (3) Validasi ahli media 98,3% (sangat layak). Hasil rata-rata pre-test 50,6 mengalami peningkatan pada hasil rata-rata post-test 89,6. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media Mock-Up Jam Sudut telah layak dijadikan sebagai media pembelajaran matematika materi sudut. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah mengkaji terlebih dahulu kebutuhan dan karakteristik peserta didik, kemampuan peserta didik, pemilihan materi, serta pemahaman materi sebelum disampaikan kepada peserta didik sehingga menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Selain itu, pengembang selanjutnya juga dapat merubah atau menginovasi desain menjadi media yang lebih unik akan tetapi tetap dengan topik yang sama sehingga peserta didik dapat lebih tertarik dengan desain media yang berbeda.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berhitung Permulaan Untuk Anak Tunagrahita di SDLB Pelita Qolbu
ABSTRAK Praseka, Dica. 2019. Pengembangan Multimedia PembelajaranInteraktifBerhitungPermulaanBagiSiswaTunagrahita di SDLB PelitaQolbuKabupaten Malang.Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing (I)DraWiwikDwiHastutiM.Pd, (II) Drs. UsepKustiawan, M.Sn Kata Kunci: BerhitungPermulaan, Multimedia PembelajaranInteraktif, Tunagrahita Berhitungpermulaanmerupakanpembelajaranawaldalampembelajaranmatematika.Dalam proses pembelajaranberhitungpermulaan di SDLB PelitaQolbuKabupaten Malang guru menggunakan media yang dianggapkurangmembuatanaktertarikdalampembelajaran. Makadiperlukan multimedia pembelajarangunamembantu guru dalam proses mengajardanmembantuanakdalammemahamimateri. Makadaripadaitupenggunaan multimedia interaktifinibisamenjadialternatifpermasalahandisekolah. Tujuandaripenelitiandanpengembanganuntukmenghasilkansebuahproduk multimedia interaktif yang dapatdigunakansebagaialternatifpembelajaranuntukmencapaitujuanpembelajaran yang diinginkandanmeningkatkanminatbelajarsiswasertameningkatkanhasilbelajarsiswatunagrahita di SDLB PelitaQolbuKabupaten Malang. Model rancanganpengembangan multimedia yang dilakukanmenurutlangkah Borg and Gall yang sudahdimodifikasi. Adapunlangkah- langkah yang dilakukansebagaiberikut: 1) Penelitiandanpengumpulan data, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan design produkawal, 4) ValidasiProdukawal, 5) RevisiProdulawal, 6) Ujicobalapangan, dan 7) Revisiprodukakhir. Subyekdalampeneitiandanpengembanganiniadalahsiswatunagrahita di SDLB PelitaQolbu yang belummampuberhitungpermulaan.Adapunjenis data yang digunakanadalah data kualitatifdankuantitatif. Hasilpengembangan multimedia pembelajaraninteraktifmateriberhitungpermulaanmemenuhikriteria valid yakni, ahli media 96,7%, ahlimateri 92,5%,praktisi 92,5%, Hasil post-test mencapainilaikriteriakeefektifan 100% sehinggadapatdikatakansangatefektif. Saran bagisiswa, diharapkansiswatetapmemperhatikan guru padasaatpenggunaan media dandalam proses pembelajaran yang ada di dalamkelas. ABSTRACT Praseka, Dica. 2019. Development of Interactive Learning Multimedia ofBeginning Counting for Students with Intelectual Disability in Elementary SchoolPelitaQolbuMalang Regency. Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, University of Malang, Advisor (I) DraWiwikDwiHastutiM.Pd, (II) Drs. UsepKustiawan, M.Sn Keywords:Beginning counting, Multimedia Interactive Learning, Student with Intellectual Disability Beginning counting of an early learning in mathematics. In the SDLB PelitaQolbu the learning of Beginning counting process Qolbu teachers use media that are considered less make children interested in learning. Multimedia learning is needed to help teachers to teach and help children to understand the material. So rather than the use of interactive multimedia can be an alternative school problems. The purpose of the research and development to produce an interactive multimedia products that can be used as an alternative to learning to achieve the desired learning objectives and increase student interest and improve student learning outcomes in SDLB PelitaQolbutunagrahita Malang. Model design multimedia development undertaken by Borg and Gall steps that have been modified. The steps are performed as follows: 1) research and data collection, 2) planning, 3) Development of the initial product design, 4) Validation of the initial products, 5) Revision Produl early, 6) The trial court, and 7) Revision of the final product , Subjects in peneitian and this development is retarded students in SDLB PelitaQolbu who have not been able to count the beginning. The type of data used is the qualitative and quantitative data. The result of the development of multimedia interactive learning materials Early counting valid criteria namely, media expert 96.7%, 92.5% materials experts, practitioners, 92.5%, post-test results reach the value of 100% effectiveness criteria that can be said to be very effective. Advice for students, taking into account the expected student teachers during use of the media and in the process of learning in the classroom.