49,469 research outputs found
Wastewater treatment and reuse: an institutional analysis for Hyderabad, India
River basinsWater pollutionSewageEffluentsPollution controlLegislationWaste managementWater qualityGuidelinesWastewater irrigationHealth hazardsRiceGrassesInstitutional reformCase studies
GPCR-OKB: the G protein coupled receptor oligomer knowledge base
Rapid expansion of available data about G Protein Coupled Receptor (GPCR) dimers/oligomers over the past few years requires an effective system to organize this information electronically. Based on an ontology derived from a community dialog involving colleagues using experimental and computational methodologies, we developed the GPCR-Oligomerization Knowledge Base (GPCR-OKB). GPCR-OKB is a system that supports browsing and searching for GPCR oligomer data. Such data were manually derived from the literature. While focused on GPCR oligomers, GPCR-OKB is seamlessly connected to GPCRDB, facilitating the correlation of information about GPCR protomers and oligomers
Tanggung Jawab Kontraktor Pembangunan Jalan Layang Antasari-Blok M atas Pelanggaran Terhadap Ketentuan AMDAL Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup / oleh Devi Christanty
abstrak (A)Nama :Devi Christanty (205090012) (B) Judul Skripsi: Tanggung Jawab Kontraktor Pembangunan Jalan Layang Antasari-Blok M atas Pelanggaran Terhadap Ketentuan AMDAL Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (C)Halaman:viii + 88 + 12 + 2013 (D)Kata Kunci: pelanggaran, AMDAL, tanggung jawab (E)Isi: Analisis mengenai dampak lingkungan diperlukan untuk mencegah terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan. Proyek pembangungan yang merubah bentang alam perlu memiliki dokumen AMDAL, seperti proyek jalan layang non tol Antasari-Blok M, sesuai dengan Pasal 22 UUPPLH. Selama pembangungan terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap dokumen AMDAL. Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan telah memberikan tugas kepada pemenang tender (kontraktor) untuk melaksanakan pembangunan kegiatan. Kontraktor di lapangan memiliki tanggung jawab terhadap sesuatu yang terjadi di lapangan, terutama jika terjadi pelanggaran. Permasalahan adalah bagaimana tanggung jawab kontraktor pembangunan jalan layang Antasari-Blok M atas pelanggaran terhadap ketentuan AMDAL berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Metode penelitian yang digunakan penulis ialah metode penelitian yuridis normatif, hingga diperoleh hasil bahwa AMDAL bukan merupakan dokumen yang mengikat, kontraktor bertanggung jawab sesuai dengan perjanjian kerja yang dimiliki. Maka berdasarkan penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa pelanggaran dokumen AMDAL belum memiliki sanksi tegas karena disebabkan oleh peraturan yang belum jelas mengatur, terutama mengenai Peraturan Pemerintah yang belum terbit saat proyek kegiatan dan/atau usaha dilakukan. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab kontraktor diserahkan kepada kesepakatan dengan masyarakat, Pasal 80 Ayat (1) Butir g UUPPLH, dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup, dan juga sanksi pidana yang mungkin dapat diberikan kepada kontraktor, sehingga terdapat kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat. Semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam menegakkan hukum, hak, serta ketertiban masyarakat sesuai aturan yang berlaku.(F) Acuan : 30 (1986 - 2013) (G)Pembimbing :Bapak Dr. Gunawan Djajaputra, S.H, M.H, S.S. (H)Penulis:Devi Christant
G. M. Hopkins
[sound recording] / Brendan O'Grady. G. B. Shaw by Fran Frazer.; 1 sound cassette (60 minutes); Broadcast on CFCY Radio, Charlottetown, March 07 & 11, 1974.; G. B. ShawSource type: Electronic(1
Status Hukum Perkawinan Yang Dilakukan Sebelum Pembatalan Perkawinan Terdahulu Disahkan Oleh Hukum Agama Katolik menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Pada Kasus Putusan Tribunal Gerejani Nomor 328/6.7.16/2010) / oleh Devi Natalia
abstrak (A)Nama : Devi Natalia (NIM: 205080106) (B)Judul Skripsi : Status Hukum Perkawinan Yang Dilakukan Sebelum Pembatalan Perkawinan Terdahulu Disahkan Oleh Hukum Agama Katolik menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Pada Kasus Putusan Tribunal Gerejani Nomor 328/6.7.16/2010) (C)Halaman:vi + 70 + 29 + 2012 (D)Kata kunci: Pembatalan Perkawinan, Status Hukum.(E)Isi: Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Undang-undang perkawinan di Indonesia hanya menitik beratkan sahnya perkawinan pada 2 (dua) unsur, yakni bahwa perkawinan harus dilaksanakan sesuai dengan syarat dan prosedur yang ditentukan oleh undang-undang (hukum negara) dan hukum agama dari kedua calon mempelai. Perkawinan menurut ajaran agama katolik tidak mengenal perceraian dengan alasan apapun kecuali kematian. Namun dalam kenyataan tidak semua perkawinan dapat berjalan sesuai ajaran hukum katolik sehingga dalam Kitab Hukum Kanonik mengenal adanya permohonan pembatalan perkawinan yang akan memutuskan hubungan perkawinan. Pada perkawinan VC dan EN telah memperoleh akta perceraian nomor 174/I/2007, sehingga menurut hukum keduanya telah resmi berpisah, namun secara agama belum memperoleh penetapan putusnya perkawinan. EN diketahui telah meninggalkan VC dan telah melangsungkan perkawinan kedua, padahal secara agama keduanya belum memperoleh putusan perceraian dan Tribunal Gerejani Keuskupan Agung Jakarta kemudian mengabulkan permohonan tersebut setelah 3 (tiga) tahun dengan Putusan nomor 328/6.7.16/2010. Perkawinan EN yang kedua sah secara hukum karena catatan sipil hanya menerima dan mencatat perkawinan kedua yang memiliki putusan cerai dari pengadilan negeri, sedangkan menurut agama perkawinan ini tidak sah karena melanggar prinsip-prinsip perkawinan dan diduga dapat terjadi dikarenakan adanya penyelundupan hukum.(F)Acuan: 31 (1967-2011) (G) Pembimbing: Hj. Prihatini Adnin, S.H., M. Hum. (H) Penulis : Devi Natali
Seaweed Farming – Success Story: Renuka Devi Munaikadu village Ramanathapuram
Seaweed Farming – Success Story of Renuka Devi in Munaikadu village, Ramanathapuram, Tamil Nad
Erratum to: Effect of moderate red wine intake on cardiac prognosis after recent acute myocardial infarction of subjects with Type 2 diabetes mellitus (Diabetic Medicine, (2006), 23, 9, (974-981), 10.1111/j.1464-5491.2006.01886.x)
In an article by Marfella et al, the author name C. Saron is incorrect and should be listed as C. Sardu. Therefore the correct author list is: R. Marfella, F. Cacciapuoti, M. Siniscalchi, F. C. Sasso, F. Marchese, F. Cinone, E. Musacchio, M. A. Marfella, L. Ruggiero, G. Chiorazzo, D. Liberti, G. Chiorazzo, G. F. Nicoletti, C. Sardu, F. D'Andrea, C. Ammendola, M. Verza and L. Coppola.In an article by Marfella et al, the author name C. Saron is incorrect and should be listed as C. Sardu. Therefore the correct author list is: R. Marfella, F. Cacciapuoti, M. Siniscalchi, F. C. Sasso, F. Marchese, F. Cinone, E. Musacchio, M. A. Marfella, L. Ruggiero, G. Chiorazzo, D. Liberti, G. Chiorazzo, G. F. Nicoletti, C. Sardu, F. D'Andrea, C. Ammendola, M. Verza and L. Coppola
The M&G Drive
abstract: The M&G Drive is a proposed venture project lead by Barrett seniors, Elijah Smith and Jenna Fitzgerald. This project aims to educate Arizona State University (ASU) students on the issues of food insecurity around the Phoenix valley and facilitate their involvement in helping alleviate this pressing social matter. Scientific research has shown significant inverse relationships between food insecurity and the following: mental and physical health, social skills, and academic achievement. As the largest public university in the nation, Arizona State holds a self-ascribed responsibility for the health of its communities. In order to address this issue on behalf of Arizona State and from the standpoint of college students, this proposed venture will encourage the ASU student population to reallocate their unused M&G Dollars (ASU’s on-campus currency) to go toward this cause. Rather than being absorbed back by the university system, unused M&G Dollars can instead be used to purchase non-perishables that will then be donated to the local Phoenix community in order to help fight against food insecurity
Lah–Ribarič type inequalities for (h, g; m)-convex functions
Recently introduced new class of (h, g; m)-convex functions unifies a certain range of convexity, thus allowing the generalizations of know results. In this paper we prove Lah–Ribarič type inequalities for (h, g; m)-convex functions from which we obtain inequalities of Hermite–Hadamard, Fejér, Giaccardi, Popoviciu and Petrović. © 2021, The Author(s) under exclusive licence to The Royal Academy of Sciences, Madrid
Ananda Devi, une poétique de la transgression
The aim of the article is to reflect on the phenomenon of transgression ubiquitous in Ananda Devi’s work. From her first novels to her most recent ones, the writer constantly constructs characters who undertake transgressions. This applies equally to female and male characters. Nevertheless, the reader is likely to have a different evaluation of the negative behaviour of men towards women, who break established rules as part of their rebellion against the dictates of the patriarchy, often transforming themselves from victim to executioner. The aim of the analysis is to describe the various forms of transgression, from the most trivial to the most severe. Examining this issue, the author of the article draws on the work of G. Bataille and M. Foucault.Dans le présent texte, l’auteure se penche sur le phénomène de la transgression omniprésente dans l’œuvre romanesque d’Ananda Devi. À partir de ses premiers romans jusqu’au dernier, l’écrivaine présente les personnages commettant une transgression. Cela concerne ses personnages féminins et masculins. Cependant, le lecteur évalue plutôt différemment le comportement des héros deviens par rapport à celui de ses héroïnes qui en général brisent des normes dans le cadre d’une révolte contre le diktat du patriarcat. Elles se transforment souvent de victime en bourreau L’objectif de cette analyse est de décrire différentes formes de transgressions, des plus légères aux plus graves. Dans son étude, l’auteure s’appuiera entre autres sur les travaux de G. Batailles et de M. Foucault.The aim of the article is to reflect on the phenomenon of transgression ubiquitous in Ananda Devi’s work. From her first novels to her most recent ones, the writer constantly constructs characters who undertake transgressions. This applies equally to female and male characters. Nevertheless, the reader is likely to have a different evaluation of the negative behaviour of men towards women, who break established rules as part of their rebellion against the dictates of the patriarchy, often transforming themselves from victim to executioner. The aim of the analysis is to describe the various forms of transgression, from the most trivial to the most severe. Examining this issue, the author of the article draws on the work of G. Bataille and M. Foucault
- …
