2,454 research outputs found

    POLA KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR SUMATERA SELATAN HERMAN DERU DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA AKUN INSTAGRAM @hermanderu67)

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Politik Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Media Sosial (studi pada akun Instagram @hermanderu67).” Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi politik Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui akun Instagram @hermanderu67 dan kegunaan dari mengetahui pola komunikasi politik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah akun Instagram Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru @hermanderu67. Data dalam penelitian ini adalah postingan dan konten Instagram yang telah di unggah dalam media sosial @hermanderu67. Teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi politik Harold D Lasswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan postingan-postingan yang di unggah oleh Herman Deru di Instagramnya dapat ditarik pola yang digunakan olehnya saat berkomunikasi politik, yakni dengan menggunakan model komunikasi politik Lasswell dengan pola komunikasi sekunder. Kata kunci : Pola Komunikasi Politik, Herman Deru, Instagra

    STRATEGI PEMENANGAN PASANGAN CALON HERMAN DERU DAN MAWARDI YAHYA PADA PILKADA SUMATERA SELATAN TAHUN 2018

    Full text link
    Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Selatan telah dilaksanakan pada tahun 2018 dengan diikuti oleh 4 pasang calon dan dimenangkan oleh pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa telah terjadi persaingan yang sengit diantara keempat Paslon tersebut. Dimana masing-masing calon, sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala daerah di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan. Kemenangan dari pasangan ini tidak luput dari strategi pemenangan yang telah mereka terapkan. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana proses kampanye yang diterapkan oleh Herman Deru – Mawardi Yahya pada Pilkada Sumatera Selatan tahun 2018 dan bagaimana strategi pemenangan yang Paslon ini terapkan. Penelitian ini menggunakan teori strategi dari Kotten dimana dalam teori ini disebutkan bahwa terdapat 4 macam strategi pemenangan yaitu strategi organisasi, strategi program, strategi sumber daya, dan strategi kelembagaan. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dari penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4 macam strategi pemenangan seperti yang dikemukakan oleh Kotten, keempat strategi tersebut telah dilaksanakan oleh pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya. Strategi yang mereka gunakan ini berbeda dengan strategi yang dipakai oleh pasangan lain seperti strategi organisasi. Khususnya di bagian program dan cara kampanye melalui media sosial. Serta ada 4 tahapan proses kampanye yang lakukan oleh Herman Deru dan Mawardi Yahya yaitu debat publik, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye, dan iklan kampanye di media

    Kepemimpinan Pemerintahan Herman Deru di Sumatera Selatan periode 2018 – 2023

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan pemerintahan yang dijalankan oleh pemerintah di tingkat lokal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Studi ini menemukan bahwa kepemimpinan pemerintahan herman deru berhasil memberikan dampak kepada masyarakat dan pemerintahan melalui pelaksanaan kebijakan berbasis regulasi yang baik. Namun kebijakan yang dilaksanakan belum memiliki tujuan yang kuat. Studi ini berimplikasi pada penyempurnaan teori kepemimpinan pemerintahan

    Political Marketing dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2018 (Studi Kasus Tim Pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya di Kota Palembang)

    Full text link
    The title of this research is "Political Marketing in Pilkada (Case Study: Victory of the Herman Deru-Mawardi Yahya Pair in the Election of the Governor of South Sumatra 2018 in the City of Palembang)". This study examines the phenomenon of political marketing as a strategy in a campaign. This paper elaborates and discusses how the political marketing process carried out by the successful team of the couple Herman Deru-Mawardi Yahya in Palembang City. The findings obtained from this study indicate that the political marketing process carried out by the success team of Herman Deru-Mawardi Yahya in Palembang City was very structured and managed to get the voice of the people of Palembang City. The political marketing process carried out by the success team of Herman Deru-Mawardi Yahya in the city of Palembang is first, showing the political products of this couple to the community such as spreading the vision and mission program of this couple to the entire Palembang City community. Secondly, to promote the people of Palembang City both through direct interaction and through print media, electronic media, and social media carried out directly by successful teams. Third, determine prices in the campaign, both in the campaign funding process and to build the price of the image of the couple. Fourth, the location of the campaign which was not only focused on one place but spread throughout the corner of the city of Palembang, because there was no major campaign in the city of Palembang

    KEBIJAKAN POLITIK GUBERNUR ALEX NOERDIN DAN GUBERNUR HERMAN DERU DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI SUMATERA SELATAN

    Full text link
    Provinsi Sumatera Selatan termasuk ke dalam salah satu provinsi rawan kebakaran di Indonesia. Gubernur memiliki peran penting dalam kepemimpinannya terutama dalam upaya pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah. Diantara masing-masing periode pemerintahan Gubernur Alex Noerdin dan Gubernur Herman Deru memiliki kebijakan politik masing-masing dalam upaya penanggulangan Karhutla. Peneliti harap dapat membantu memberikan penjelasan dan pemahaman lebih mengenai kebijakan politik mantan Gubernur Alex Noerdin dan gubernur Herman Deru dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dengan teori kebijakan politik yang dikemukakan oleh Robert D. Behn. Penelitian ini menggunakan tipe analisis dengan pendekatan kualitatif guna untuk menganalisis upaya mantan Gubernur Alex Noerdin dan gubernur Herman Deru dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Alex Noerdin yang sudah dua periode maka sudah banyak program yang di buat dengan berbagai lembaga. Gubernur Alex Noerdin lebih berfokus pada pengendalian Karhutla dengan menyusun Peraturan Gubernur dalam pengendalian Karhutla. Kemudian saat kepemimpinan Gubernur Herman Deru langsung melanjutkan program yang telah di buat dengan kegiatan utama lebih berfokus membentuk tim terpadu pencegahan dan pengendalian Karhutla selanjutnya tinggal mengevaluasi program yang ada serta menambah dana dalam mengatasi Karhutla di Sumatera Selatan. Sesuai dengan teori yang digunakan oleh peneliti yaitu teori kebijakan politik tersebutdapat dilihat dari apa saja upaya yang dilakukan dari kedua gubernur sudah berhasil dilakukan sesuai dengan koordinasi antar lembaga penanganan Karhutla.Kata kunci : Kebijkan Politik, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla

    POLITICAL MARKETING DALAM PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA SELATAN TAHUN 2018 (Studi Kasus Tim Pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya Di Kota Palembang)

    Full text link
    Judul penelitian ini adalah “Political Marketing Dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2018 (Studi Kasus Tim Pemenangan Herman Deru-Mawardi Yahya Di Kota Palembang)”.Penelitian ini mengkaji fenomena tentang marketing politik sebagai suatu strategi dalam sebuah kampanye. Tulisan ini mengurai dan mendiskusikan bagaimana proses marketing politik yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Studi kasus bertujuan untuk memperoleh pemahaman utuh dan terintegrasi mengenai interrelasi berbagai fakta dan dimensi dari kasus tersebut. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa proses marketing politik yang dilakukan oleh tim sukses Herman Deru-Mawardi Yahya di Kota Palembang sangat terstruktur dan berhasil mendapat suara masyarakat Kota Palembang. Proses marketing politik dilakukan oleh tim sukses Herman DeruMawardi Yahya di Kota Palembang yaitu pertama, menunjukan produk politik dari pasangan ini kepada masyarakat seperti menyebarkan visi misi dan program kerja pasangan ini kepada seluruh masyarakat Kota Palembang. Kedua, melakukan promosi kepada masyarakat Kota Palembang baik dengan interaksi secara langsung maupun melalui media cetak, media elektronik, dan media sosial yang dilakukan oleh tim sukses secara langsung. Ketiga, menentukan harga dalam kampanye, baik dalam proses pendanaan kampanye dan membangun harga image dari pasangan. Keempat, tempat pelaksanaan kampanye yang tidak hanya terfokus pada satu tempat saja tetapi menyebar keseluruh sudut Kota Palembang, karena tidak dilakukannya kampanye akbar di Kota Palembang. Kata Kunci :Marketing Politik, Tim Sukses, Kota Palemban

    Strategi Pemenangan Pasangan Calon Herman Deru Dan Mawardi Yahya Pada Pilkada Sumatera Selatan Tahun 2018

    Full text link
    Election of Regional Heads of South Sumatra Province has been held in 2018 with 4 pairs of candidates participated and won by the couple Herman Deru and Mawardi Yahya. The interesting thing from this research is that there has been intense competition between the four Paslon. Where each candidate, previously served as regional head in several districts in South Sumatra. The victory of this couple did not escape the winning strategy that they have implemented. The problem discussed in this study is how the process of the campaign implemented by Herman Deru and Mawardi Yahya in the South Sumatra Regional Election in 2018 and what the winning strategy used by the Paslon. The researcher uses the strategy theory from Kotten where in this theory it is stated that there are 4 types of winning strategies namely organizational strategy, program strategy, resource strategy, and institutional strategy. This type of research is a qualitative descriptive study. Methods of collecting data from this study through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that of the 4 types of winning strategies as proposed by Kotten, the four strategies have been implemented by the couple Herman Deru and Mawardi Yahya. The strategy they use is different from the strategies used by other partners such as organizational strategy. Specifically in the program section and how to campaign through social media. And there are 4 stages of the campaign process set by the South Sumatra KPU in the South Sumatra Regional Election in the 2018-2023 period, namely public debates, distribution of campaign materials, installation of campaign props, and campaign advertisements in the media

    The Effectiveness of Cultural Identity and Social Capital in Shaping Voter Behavior (Case Study: Political Campaign Communication By Herman Deru in the 2018 South Sumatra Gubernatorial Election)

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi kampanye politik yang memanfaatkan identitas budaya dan modal sosial dalam membentuk perilaku pemilih, dengan menggunakan kasus kampanye Herman Deru pada pemilihan gubernur Sumatera Selatan 2018. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi media kampanye. Temuan menunjukkan bahwa Herman Deru secara strategis membangun narasi identitas etnis Komering menggunakan simbol-simbol lokal seperti slogan "Putra Asli Komering" dan bahasa daerah, yang mendorong kedekatan emosional dengan pemilih. Selain itu, mobilisasi modal sosial melalui penguatan (solidaritas etnis), jembatan (hubungan antar kelompok), dan keterkaitan (akses ke elit politik dan ekonomi) memperluas jangkauan kampanye dan memperkuat kepercayaan publik. Integrasi komunikasi politik berbasis identitas dengan jaringan sosial terstruktur terbukti efektif dalam mempengaruhi perilaku pemilih.This study aims to analyze the effectiveness of political campaign communication that leverages cultural identity and social capital in shaping voter behavior, using the case of Herman Deru’s campaign in the 2018 South Sumatra gubernatorial election. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and campaign media documentation. The findings show that Herman Deru strategically constructed an ethnic Komering identity narrative using local symbols such as the slogan “Putra Asli Komering” and regional language, which fostered emotional closeness with voters. In addition, the mobilization of social capital through bonding (ethnic solidarity), bridging (inter-group relations), and linking (access to political and economic elites) expanded campaign outreach and strengthened public trust. The integration of identity-based political communication with structured social networks proved effective in influencing voter behavior, particularly in a multicultural society like South Sumatra. This study concludes that political communication combining symbolic and structural elements can serve as a powerful electoral strategy in local political contests

    Author Talk: Daniel Herman Discusses His Novel, The Feudist

    Full text link
    Poster for an event where CWU History professor Daniel Herman discusses his historical novel The Feudisthttps://digitalcommons.cwu.edu/libraryevents/1223/thumbnail.jp

    “The Pondering Repose of If”: Herman Melville’s Literary Exegesis

    Full text link
    This study examines how Herman Melville’s oeuvre interacts with Old Testament (OT) wisdom literature (the Books of Job, Proverbs, and Ecclesiastes). Using recent historical findings on the rise of religious skepticism and the erosion of Biblical authority in both Europe and the United States, I read Melville as an author steeped in the theological controversies of the eighteenth-century. Specifically, I am interested in teasing out the surprising disavowals of overt religious skepticism in Melville’s writing. By tracing the so-called Solomonic wisdom tradition throughout Melville’s oeuvre, I argue that Melville had developed an epistemology of contemplation towards that body of Biblical texts. Scholarship has traditionally painted Melville as a subversive if not downright skeptical religious thinker. Most studies have produced authorial readings, using texts as forensic evidence to make assertions about the author’s psychology. Incidentally, such assessments have confirmed the narrative of Herman Melville as a grand failed author of the nineteenth century, while ignoring the ambivalent attitudes toward Biblical authority, textual history, and skepticism that emerge in Melville’s writing. The present study intervenes by re-addressing several procedural questions about Melville’s literary dealings with the Bible: How does Melville deal with the distinct topics of religion, theology, religious skepticism, and doubt? How does he think through the relationship between science and religion as well as that of personal religion and theology? I claim that Melville’s work can be read as a continuous contemplation of Biblical wisdom. His writing, I argue, deals productively rather than a destructive with the Bible, its textual history, and authority. Melville’s thinking on theological and religious subjects was not merely subversive but constructive. In mounting this argument, I contradict current scholarship that reads Melville as trying to invent a new American Bible. In contrast, I show how Melville’s philosophical forays, even when critical, are dependent on the ethics, language, and thinking of the OT.Doctor of Philosophy (PhD)Englis
    corecore