1,721,039 research outputs found

    80 tahun deliar noer tahun 2007

    No full text
    Perjalanan hidupnya yang panjang melalui berbagai periode perkembangan politik di tanah air sejak zaman revolusi sampai awal abad ke 21 menjadikan Deliar Noer tampil sebagai sosok yang teguh dan tegar diterpa angin angin perubahan yang pada mulanya menampakkan arah perkembangan yang benar, tapi kemudian menjadikannya sebagai orang yang tersingkirkan dari 3 (tiga) rezim orde republik yaitu orde lama, orde baru dan orde reformasi.xxvi, 535 hlm, 21 x 14,6 c

    80 tahun deliar noer tahun 2007

    No full text
    Perjalanan hidupnya yang panjang melalui berbagai periode perkembangan politik di tanah air sejak zaman revolusi sampai awal abad ke 21 menjadikan Deliar Noer tampil sebagai sosok yang teguh dan tegar diterpa angin angin perubahan yang pada mulanya menampakkan arah perkembangan yang benar, tapi kemudian menjadikannya sebagai orang yang tersingkirkan dari 3 (tiga) rezim orde republik yaitu orde lama, orde baru dan orde reformasi.xxvi, 535 hlm, 21 x 14,6 c

    80 tahun deliar noer tahun 2007

    No full text
    Perjalanan hidupnya yang panjang melalui berbagai periode perkembangan politik di tanah air sejak zaman revolusi sampai awal abad ke 21 menjadikan Deliar Noer tampil sebagai sosok yang teguh dan tegar diterpa angin angin perubahan yang pada mulanya menampakkan arah perkembangan yang benar, tapi kemudian menjadikannya sebagai orang yang tersingkirkan dari 3 (tiga) rezim orde republik yaitu orde lama, orde baru dan orde reformasi.xxvi, 535 hlm, 21 x 14,6 c

    Deliar Noer: Sebuah Biografi Politik, 1951-1999

    Get PDF
    In contemporary Indonesian politics in Islamic thought history, Deliar Noer cannot be passed over. He is a figure in Muslim Student Association (HMI), Masyumi, Academician, and a political figure who is a substantial thinker as well, proved by his academic works. As a political figure, his intellectuality is not only seen in his writings. Nevertheless, he attempted to make it through an established political party named Partai Ummat Islam. This study aims to examine the political role of Deliar Noer in political dynamics in Indonesia from 1951 to 1999. This study implied four stages of historical research methods. Those methods are heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of this study convey that Deliar Noer began his political experience when he took charge as the chief of the Muslim Student Association (HMI). Furthermore, he became a political observer, defended democracy, and established a political party.Dalam perpolitikan Indonesia kontemporer dalam sejarah pemikiran Islam, Deliar Noer tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia adalah tokoh Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI), Masyumi, Akademisi, dan tokoh politik yang juga pemikir yang substansial, dibuktikan dengan karya-karya akademisnya. Sebagai seorang tokoh politik, intelektualitasnya tidak hanya terlihat pada tulisan-tulisannya. Meski demikian, ia berusaha melalui partai politik mapan bernama Partai Ummat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dari tahun 1951-1999. Penelitian ini mengimplikasikan empat tahapan metode penelitian sejarah. Metode-metode tersebut adalah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa Deliar Noer memulai pengalaman politiknya saat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selanjutnya, ia menjadi pengamat politik, membela demokrasi, dan mendirikan partai politik.In contemporary Indonesian politics in Islamic thought history, Deliar Noer cannot be passed over. He is a figure in Muslim Student Association (HMI), Masyumi, Academician, and a political figure who is a substantial thinker as well, proved by his academic works. As a political figure, his intellectuality is not only seen in his writings. Nevertheless, he attempted to make it through an established political party named Partai Ummat Islam. This study aims to examine the political role of Deliar Noer in political dynamics in Indonesia from 1951 to 1999. This study implied four stages of historical research methods. Those methods are heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of this study convey that Deliar Noer began his political experience when he took charge as the chief of the Muslim Student Association (HMI). Furthermore, he became a political observer, defended democracy, and established a political party.Dalam perpolitikan Indonesia kontemporer dalam sejarah pemikiran Islam, Deliar Noer tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ia adalah tokoh Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI), Masyumi, Akademisi, dan tokoh politik yang juga pemikir yang substansial, dibuktikan dengan karya-karya akademisnya. Sebagai seorang tokoh politik, intelektualitasnya tidak hanya terlihat pada tulisan-tulisannya. Meski demikian, ia berusaha melalui partai politik mapan bernama Partai Ummat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dari tahun 1951-1999. Penelitian ini mengimplikasikan empat tahapan metode penelitian sejarah. Metode-metode tersebut adalah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa Deliar Noer memulai pengalaman politiknya saat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selanjutnya, ia menjadi pengamat politik, membela demokrasi, dan mendirikan partai politik

    Deliar Noer: Sebuah Biografi Politik (1951-1999)

    Get PDF
    Skripsi ini mengkaji tentang kiprah politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perjuangan politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dimulai dari tahun 1951 hingga 1999. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah terdiri atas pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi) dan penulisan (historiografi). Pada tahap pertama yaitu heuristik, penulis mengumpulkan beberapa sumber penulisan yang terdiri dari sumber primer seperti dua buku otobiografi Deliar Noer yang terdiri dari Aku Bagian Ummat Aku Bagian Bangsa dan buku 80 Tahun Deliar Noer, sumber primer lainnya seperti koran kompas dan republika, wawancara dan majalah Media HMI. Untuk sumber sekunder meliputi buku dan jurnal ilmiah. Tahap kedua yaitu verifikasi, dimana sumber-sumber yang telah didapatkan dicek terlebih dahulu apakah sumber tersebut autentik dan dapat dipercaya atau tidak. Tahap ketiga yaitu interpretasi di mana penulis menafsirkan berbagai sumber yang telah diverifikasi untuk selanjutnya diuraikan berdasarkan analisisnya. Tahap terakhir yaitu penulis menyajikan tulisannya dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu Deliar Noer mengawali karir politiknya di organisasi HMI pada tahun 1951-1955, menjadi staff ahli politik presiden tahun 1966-1968, menjabat rektor IKIP Jakarta tahun 1967-1974, namun diberhentikan karena konsistensi politiknya yang kerap kali mengkritik kebijakan pemerintah Orde Baru, aktif terlibat dalam memperjuangkan demokrasi, melakukan kritik atas kebijakan Dwifungsi ABRI, menolak penerapan asas tunggal Pancasila dan terakhir mendirikan partai politik tahun 1998, partainya bernama Partai Ummat Islam sebagai ikhtiar terakhir Deliar Noer dalam kancah politik Nasional. Namun, Partai Ummat Islam tidak berhasil meraih suara yang cukup untuk masuk ke parlemen pada pemilu tahun 1999. The thesis examines the progress of Deliar Noer’s political struggle in political dynamics in Indonesia. The thesis research aims to find out why Deliar Noer was exiled from the world of education by the new order government and to find out how Deliar Noer’s political struggle in political dynamics in Indonesia started from 1951 to 1999. The method used in this research is the historical method. The historical method consists of gathering sources (heuristics), source criticism (verification), interpretation (interpretation), and writing (historiography). In the first stage, namely heuristics, the author collects several sources of writing consisting of primary sources such as Deliar Noer’s two autobiographical books which consist of “I am Part of Ummah, I am Part of the Nation and 80 Years of Deliar Noer’s”. Other primary sources such as Kompas and Republika newspaper, interviews and HMI media magazine. Secondary sources include book’s and scientific journals. The second stage is verification, where the sources that have been obtained are checked first whether the sources are authentic and trustworthy or not. The third stage is interpretation where the writer interprets various sources have been verified to be further described based on the analysis. The last stage is the author present his writing in the form of a thesis. This research is presented in a descriptive-narrative and systematic form by describing Deliar Noer’s political struggle in political dynamic in Indonesia. The results of this study are that Deliar Noer started his political career in the HMI organization from 1951 to 1955, served as a presidential political expert staff from 1966-1968, became the rector of IKIP Jakarta from 1967-1974 where he was later dismissed because of his political consistency in criticizing the policies of the Orde Baru, During the Orde Baru era, Deliar was also active in fighting for democracy, criticizing the dual function of ABRI, rejecting the single principle of Pancasila and finally establishing a political party in 1998, the Partai Ummat Islam as Deliar Noer’s last endeavor in the national political arena. However, the Partai Ummat Islam did not manage to gain enough votes to enter parliament in the 1999 elections. Keywords: Deliar Noer, chairman of HMI, rector of IKIP Jakarta, Partai Ummat Isla

    Kontribusi Deliar Noer terhadap penulisan sejarah gerakan islam tradisionalis dan modernis di Indonesia (1900-1942)

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul Kontribusi Deliar Noer Terhadap Penulisan Sejarah Gerakan Islam Tradisionalis dan Modernis di Indonesia (1900-1942). Materi yang diteliti dalam skripsi ini berkaitan dengan (1) Bagaimana riwayat hidup Deliar Noer?. (2) Bagaimana Deliar Noer merekontruksi sejarah gerakan Islam tradisionalis dan modernis di Indonesia?. (3) Bagaimana metode penulisan sejarah yang digunakan oleh Deliar Noer?.Dalam menjawab permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan pendekatan historis yang meliputi beberapa tahap yaitu: (1) Heuristik. (2) Kritik. (3) Interpretasi. (4) Historiografi. Sesuai dengan masalah tersebut sumber yang digunakan adalah sebuah karya yang ditulis langsung oleh Deliar Noer. Serta referensi pendukung yang berkitan dengan pembahasan ini. Dalam peneitian ini penulis menggunakan teori hermeneutika dari Wilhelm Dilthey yang bertujuan untuk memahami kepribadian tokoh dan sebagai aturan dalam menginterprestasikan sebuah karya tulis yang dihasilkan tokoh tersebut.Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Deliar Noer adalah seorang pemikir, dosen, peneliti, dan politikus asal Indonesia. Ia juga orang Indonesia pertama yang mendapatkan gelar Ph.D. dalam ilmu politik. (2) Dalam salah satu karya Deliar Noer yang fenomenal yaitu Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942 berpendapat bahwa perkembangan gerakan modern Islam itu terjadi karena adanya pergantian penguasa di Indonesia dari tangan Belanda ke tangan Jepang. (3) Dalam penelitiannya Deliar Noer menggunakan metode deskriptif analistis. Ia juga menggunakan pendekatan historis dan pendekatan sosiologi. Serta teori yang digunakannya ada beberapa yaitu teori sosial, teori fungsionalisme dan teori modernisasi

    Deliar Noer, Aku Bagian Ummat. Aku Bagian Bangsa. Otobiografi

    No full text
    Madinier Rémy. Deliar Noer, Aku Bagian Ummat. Aku Bagian Bangsa. Otobiografi. In: Archipel, volume 55, 1998. pp. 237-238

    Deliar Noer, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942

    No full text
    Lombard Denys. Deliar Noer, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942 . In: Archipel, volume 8, 1974. pp. 229-231

    Deliar Noer, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942

    No full text
    Lombard Denys. Deliar Noer, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942 . In: Archipel, volume 8, 1974. pp. 229-231

    ISLAM DAN POLITIK DI INDONESIA: TELAAH TERHADAP PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DELIAR NOER

    Get PDF
    Deliar Noer (1926-2008) merupakan sosok intelektual Islam yang tidak bisa dilepaskan dari pertautan Islam dan kenegaraan. Selain pernah menjabat sebagai ketua umum HMI (1952-1953). Pada masa awal orde baru ia juga terlibat dalam proses pendirian PDII (Partai Demokrasi Islam Indonesia). Di era reformasi ia juga menjabat sebagai ketua umum PUI (Partai Umat Islam) yang berhaluan Islam. Berdasarkan uraian tersebut diatas, penelitian ini berupaya untuk mencoba mengkaji lebih mendalam tentang Islam dan politik di Indonesia dalam pandangan atau persfektif Deliar Noer? Kerangka teoritik yang dipakai dalam penelitian ini adalah tiga pandangan tentang Islam dan negara yang meliput: pandangan organik (kesatuan organik Islam dan negara), paradigma sekuleristik (Islam harus dipisahkan dari kehidupan negara) dan paradigma substantif (tidak sistem politik yang Islam, tetapi terdapat etika dan moralitas politik dam Islam). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yang obyek penelitiannya adalah pemikiran tokoh, dalam hal ini pemikiran Deliar Noer tentang Islam dan politik di Indonesia. Sedangkan sifat penelitian yang digunakan adalah analisis diskriptif analitik. Dengan menggunakan pendekatan normatif-historis. Dalam pemikiran Deliar Noer, Islam merupakan suatu agama yang serba lengkap sehingga antara Islam dan keindonesiaan harus terjalin sintesis. Namun bentuk negara Islam masih bersifat fleksibel, asal tidak bertentangan dengan ajaran Islam serta relevan dengan kondisi suatu bangsa. Diskursus hubungan Islam dan politik di Indonesia adalah sebuah jelajah akdemik yang tidak pernah berujung. Pola perpolitikan di masa kemerdekaan banyak di tandai dengan ketegangan antara pihak Belanda dan bangsa Indonesia. Kemudian pada masamasa Orde Baru, Orde Lama , dan Orde Reformasi banyak juga di tandai dengan ketegangan politik yang memancing permusuhan antara mayarakat yang satu dengan masyarakat yang lain hingga akhirnya banyak yang menjadi korban. Dalam penelitian saya juga banyak menemukan tulisan terkait dengan pemikiran Deliar Noer tentang bagaimana perpolitikan yang banyak di warnai oleh ketegangan antara penguasa dengan masyarakat. Dalam tulisan ini penulis mencoba serta menggali informasi tentang politik yang seharusnya di praktekkan dalam suatu tatanan masyarakat hal ini sesuai dengan pemikiran Deliar Noer yang sedikit banyak di kontekskan sesuai dengan nilai-nilai Islam dan prinsip dalam berbangsa dan bernegara. Jelas dalam melaksanakan roda pemerintahan menurutnya harus melihat serta menyesuaikan dengan prinsip-prinsip yang sudah ada
    corecore