1,721,000 research outputs found

    Peranan Badan Usaha Milik Desa Dalam Mendorong Perekonomian Desa Di Desa Tanjung Balam Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar

    Full text link
    This study aims to determine and explain the role of village-owned enterprises in boosting the village economy in tanjung balam village, siak hulu sub-district, kampar district. Beeping research indicators include encouraging the development of the village economy, increasing business opportunities and opportunities, encouraging the development of informal micro-enterprises, as a source of original village income, as a source of funds allocated, increasing business opportunities, and as a center for economic services. With quantitative methods, in this study there were two sampling techniques used, namely the census technique because the population of the village government apparatus and village-owned enterprises were relatively small and the purposive sampling technique was the method of withdrawing the sample by evaluating the subject based on specific criteria determined by the researcher. The results of this study indicate that the BUMDes Tanjung Balam plays a good role in driving the village economy. Although in terms of planning and programs have not been managed well because of the lack of business models and human resources

    Analisis Pengaruh Belanja Modal Dan Belanja Operasional Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Padang

    Full text link
    Pembangunan ekonomi sebuah negara pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kemakmuran masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi merupakan pertumbuhan output yang dibentuk oleh berbagai sektor ekonomi sehingga dapat menggambarkan bagaimana kemajuan atau kemunduran yang telah dicapai oleh sektor ekonomi tersebut pada suatu periode waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu, karena pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada saatnya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi juga akan turut meningkat

    EFISIENSI PERKEBUNAN SAWIT DALAM PEMBANGUNAN PROVINSI JAMBI

    Full text link
    Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan pertumbuhan produksi 7,8% per tahun. Sekitar 70% lahan penghasil kelapa sawit di Indonesia berada di Sumatera. Provinsi Jambi merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Sumatera dan menjadi produk unggulan daerah tersebut. Namun tingkat efisiensi produksi perkebunan kelapa sawit di provinsi ini belum pernah dibahas secara mendetail. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis (TE), efisiensi alokatif (AE), dan efisiensi ekonomis (EE) perusahaan perkebunan sawit, baik perusahaan perkebunan sawit swasta maupun perusahaan perkebunan BUMN di Provinsi Jambi Penelitian ini dilakukan pada 36 perusahaan perkebunan yang tersebar di beberapa kabupaten yang terdapat di Provinsi Jambi, diantaranya Kabupaten Muaro Jambi, Tanjab Barat, Batanghari, Tebo, Muaro Bungo, Merangin, dan Sarolangun. Data produksi dan faktor produksi yang dihimpun adalah data terbaru dalam 3 tahun terakhir yakni tahun 2013 sampai 2015. Efisiensi produksi dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi langsung dan faktor-faktor produksi secara tak langsung. Faktor-faktor produksi langsung terdiri dari luas areal lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk an-organik, dan obat-obatan. Faktor-faktor produksi tidak langsung terdiri dari umur kebun, rasio lahan gambut/lahan perkebunan, status lahan, sumber bibit, status tenaga kerja, penyuluhan, mitra dengan masyarakat, diklat tenaga kerja, topografi lahan. Semua faktor produksi dirumuskan secara bersamaan dalam fungsi produksi frontier Cobb-Douglass dengan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) yang diolah dengan mengunakan program komputer STATA13 versi 10.1. Hasil estimasi nilai koefisien parameter dugaan dengan stochastic production frontier (SPF) menunjukan faktor produksi yang berpengaruh secara positif terhadap efisiensi teknis perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi adalah luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk an-organik. Sedangkan faktor produksi yang berpengaruh secara negatif terhadap efisiensi teknis perkebunan sawit adalah bibit, pupuk organik, dan obat-obatan. Rata-rata nilai efisiensi teknis (TE) adalah 66%, dan rata-rata nilai efisiensi alokatif/harga adalah 4,72 serta rata-rata nilai efisiensi ekonomi (EE) adalah 3,82. Beberapa faktor sosial-ekonomi yang berpengaruh signifikan dalam meningkatkan efisiensi teknis perkebunan sawit adalah variabel umur kebun berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi produksi. Artinya umur tanam mencapai usia titik puncak produktif (10-20 tahun) lebih efisien dari pada umur yang lebih muda ataupun lebih tua (20 tahun). Variabel rasio lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi produksi. Maksudnya semakin besar rasio lahan gambut terhadap lahan perkebunan sawit akan lebih efisien. Variabel sumber bibit berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi produksi. Menunjukan bahwa kebun sawit yang bibitnya berstandar ISO lebih efisien dari pada yang tidak standar. Variabel diklat tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi produksi. Memperlihatkan bahwa kebun sawit yang ada diklat tenaga kerjanya lebih efisien dari pada yang tidak ada diklat tenaga kerja. Sementara itu faktor yang berpengaruh signifikan dalam menurunkan efisiensi teknis perkebunan sawit adalah status lahan.Variabel status lahan berpengaruh negatif terhadap efisiensi produksi, artinya lahan yang tidak ada konflik lebih efisien dari pada yang ada konflik. Selanjutnya produktivitas diperoleh dengan metode perhitungan Produktivitas Faktor Total (TFP) indeks Fisher, dan didapatkan hasil produktivitas perusahaan perkebunan sawit di Provinsi Jambi adalah sebesar 67%. Sementara rasio produktivitas perkebunan sawit lahan gambut dengan lahan non gambut (mineral) diperoleh 1,00 : 0,67. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa perkebunan sawit lahan gambut produktivitasnya lebih baik dari pada perkebunan sawit lahan non gambut (mineral). Implikasi kebijakan yang dapat dikemukakan berkaitan dengan hasil penelitian ini dapat kategorikan dalam dua sudut pandang diantaranya sebagai berikut : a. Dari sudut perusahaan perkebunan kelapa sawit, upaya peningkatan efisiensi teknis (ET) atau penurunan inefisiensi teknis pada perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan melalui beberapa hal diantaranya : (1) peningkatan kapasitas pengelolaan panen terutama pada umur sawit mencapai titik puncak produksi (10-20 thn), (2) peningkatan pengunaan lahan dengan prioritas mengoptimal lahan gambut yang tersedia (sesuai ijin dari pemerintah), (3) minimalisir konflik lahan kelapa sawit, (4) pengunaan bibit berstandar dan bersertifikat ISO (tenera), (5) laksanakan diklat tenaga kerja. Selanjutnya untuk mendukung peningkatan efisiensi alokatif (AE) dilakukan melalui alokasi penggunaan faktor produksi secara lebih efisien. Disamping itu diperlukan upaya agar perusahaan dapat memproduksi tandan buah segar (output) yang berkualitas agar disukai dan digemari oleh konsumen b. Dari sudut pandang Pemerintah Daerah, upaya peningkatan efisiensi alokatif sangat terkait dengan struktur pasar input dan output. Oleh sebab itu pemerintah Provinsi Jambi harus memperbaiki struktur pasar input dan output dengan cara memberi berbagai kebijakan terhadap faktor produksi. Misalnya menyediakan bibit unggul, memperlancar distribusi pupuk dan obat-obatan. Selanjutnya hasil penelitian ini menunjukan bahwa produktivitas lahan gambut lebih tinggi dibanding lahan non gambut, maka pemerintah harus memberi ketegasan dan mapping tentang lahan gambut yang bisa dimamfaat untuk perluasan perkebunan kelapa sawit. Keywords: Technical efficiency, price/allocative efficiency, economic efficiency, Cobb-Douglass production function, frontier production function, Total factor productivity

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TEMBELEKAN (Lantana Camara L.) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP KANDUNGAN KOLESTEROL, LEMAK DAN PROTEIN DAGING BROILER

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun tembelekan sebagai feed additive terhadap kandungan kolesterol, lemak dan protein daging broiler. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah : R1 : 0% EDT, pada ayam yang dipelihara dengan ransum yang mengandung antibiotik Zinc Bacitrasin, R2 : 0% EDT, pada ayam yang dipelihara dengan ransum komersil, R3 : 150 mg EDT/kg BB, pada ayam yang dipelihara dengan ransum bebas antibiotik, R4 : 200 mg EDT/kg BB, pada ayam yang dipelihara dengan ransum bebas antibiotik, dan R5 : 250 mg EDT/kg BB, pada ayam yang dipelihara dengan ransum bebas antibiotik. Peubah yang di amati adalah kandungan kolesterol, lemak, dan protein daging broiler. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak daun tembelekan ke dalam air minum memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun tembelekan mencapai dosis 250 mg/kg BB sebagai feed additive kedalam air minum belum mampu menurunkan kandungan kolesterol dan lemak daging broiler, serta belum dapat meningkatkan kandungan protein daging broiler. Pada kondisi ini kandungan kolesterol daging 138,52 mg/100g, lemak daging 13,30 % dan protein daging 64,01 %. Kata kunci : ekstrak daun tembelekan, feed additive, kolesterol daging, lemak daging, protein dagin

    DEFRIZAL (2017), PENGELOLAAN OBYEK WISATA ISTANA BASA PAGARUYUNG 2007-2016

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ PENGELOLAAN OBJEK WISATA ISTANA BASA PAGARUYUNG 2007-2016”. Lokasi objek wisata ini terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Istana Basa Pagaruyung merupakan objek wisata primadona Kabupaten Tanah Datar, sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Barat membuat Kabupaten Tanah Datar semakin giat meningkatkan potensi wisatanya. Walaupun hanya bangunan replika dari kerajaan Minangkabau pada masa dahulu tetapi bangunan sekarang merupakan kebanggaan dan jati diri orang Minangkabau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, pertama heuristik (pengumpulan data), kedua kritik, baik kritik ekstern maupun kritik intern, ketiga interpretasi (penafsiran sumber) dan keempat historiografi (penulisan hasil penelitian). Kajian mengenai objek wisata Istana Basa Pagaruyung ini dapat dikategorikan ke dalam kajian sejarah pariwisata. Meneliti pariwisata secara total atau global yang menjadikan pariwisata sebagai bahan kajian pada masa lampau. Sejarah pariwisata dikategorikan ke dalam kajian sejarah sosial karena mengkaji dampak sosial ekonomi dari aktifitas pariwisata. Setelah melakukan penelitian ini dapat dikatakan bahwa keberadaan objek wisata Istana Basa Pagaruyung sangat berpengaruh bagi masyarakat Pagaruyung karena dapat menjadi tempat mencari mata pencaharian bagi masyarakat, objek wisata ini patut untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi karena sebagai obyek wisata ungulan di Kabupaten Tanah Datar. Pengelolaan obyek wisata sepenuhnya belum dikelola dengan baik. Namun dampak obyek wisata ini memberi manfaat terhadap pendapatan, daerah, nagari dan masyarakat sekitarnya

    Inovasi Pelayanan Publik Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Padang

    Full text link
    Di Indonesia, PKB merupakan salah satu sumber pajak yang potensial, mengingat pajak masih menjadi kontributor terbesar pada sumber pendapatan APBN. Namun, terdapat fluktuasi jumlah penerimaan PKB pada UPTD SAMSAT Kota Padang dalam rentang tahun 2018-2023, mencakup penurunan jumlah penerimaan PKB pada tahun 2020 sebesar 10,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan setelah dilaksanakannya berbagai inovasi pelayanan publik seperti SAMBAKO, SAKAPA, SIGNAL, dll., penerimaan PKB tetap mengalami penurunan pada tahun 2023 sebesar 3,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan inovasi pelayanan publik di SAMSAT Padang berdasarkan teori atribut inovasi dan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif. Teknik pengumpulan data mencakup: (1) wawancara, dengan informan berdasarkan purposive sampling; dan (2) dokumentasi, berdasarkan arsip serta dokumen lainnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa beberapa inovasi pelayanan pajak kendaraan bermotor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kantor SAMSAT Padang dilakukan telah sesuai dengan karakter inovasi berdasarkan teori atribut. Berdasarkan analisis SWOT, terdapat faktor pendukung mencakup kemampuan untuk menciptakan inovasi, melibatkan masyarakat, dan menjalin kerjasama dengan pihak terkait; serta faktor penghambat yang mencakup kurangnya sarana dan prasarana dan anggaran yang belum disetujui oleh pihak Bapenda. Sehingga, diperlukan pelibatan masyarakat dalam sosialisasi layanan dan komunikasi dengan pihak Bapenda untuk mengatasi permasalahan ini

    Pengaruh Metode Latihan (Drill Dan Mini Games) Dengan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Peningkatan Passing Bawah Bola Voli

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perbedaan pengaruh antara metode latihan drill dan metode latihan mini games terhadap peningkatan passing bawah bola voli, 2) perbedaan pengaruh antara atlet yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi dan rendah terhadap peningkatan passing bawah bola voli, dan 3) interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata tangan terhadap peningkatan passing bawah bola voli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan faactorial 2x2 pada taraf signifikan α = 0,05. Penelitian ini dilaksanakan di Klub Yuso Sleman Yogyakarta. Sampel berjumlah 32 orang atlet ditentukan dengan pembagian kelompok 27% batas atas dan 27% batas bawah. Teknik pengumpulan data: 1) penentuan sampel berdasarkan hasil tes koordinasi mata tangan atlet remaja putri dan 2) melakukan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) peningkatan passing bawah bola voli. Instrumen menggunakan 2 tes yaitu tes lempar tangkap bola tenis dengan validitas (0,0812) dan reliabilitas (0,880). Tes passing Fenanlampir dan Faruq dengan validitas (0,783) dan reliabilitas (0,820). Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian: 1) menunjukkan nilai signifikan ρ sebesar 0,005 < 0,05, berarti Ho ditolak. Terdapat perbadaan pengaruh antara latihan drill dan mini games terhadap peningkatan passing bawah bola voli. Latihan mini games memiliki pengaruh yang lebih baik daripada latihan drill terhadap peningkatan passing bawah bola voli, 2) menunjukkan nilai signifikan ρ sebesar 0,000 < 0,05, berarti Ho ditolak. Terdapat perbedaan pengaruh antara atlet yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi dan rendah terhadap peningkatan passing bawah bola voli. Atlet yang memiliki koordinasi mata tangan tinggi lebih baik daripada atlet yang memiliki koordinasi mata tangan rendah terhadap peningkatan passing bawah bola voli, 3) menunjukkan nilai signifikan ρ sebesar 0,035 < 0,05, berarti Ho ditolak. Ada interaksi yang signifikan antara metode latihan dan koordinasi mata tangan terhadap peningkatan passing bawah bola voli. Kata kunci: metode latihan drill, mini games, peningkatan passing bawah bola voli

    Pengaruh Literasi Keuangan dan Perencanaan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Kalangan Gen Z Di Bandar Lampung

    No full text
    Investasi semakin diminati oleh generasi Z di Indonesia, khususnya pasca-pandemi COVID-19, seiring meningkatnya kesadaran investasi. Penelitian ini menelaah pengaruh literasi keuangan dan perencanaan keuangan terhadap keputusan investasi generasi Z di Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dengan responden Gen Z berusia 17-30 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, membantu generasi Z mengambil keputusan lebih bijaksana. Perencanaan keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan, menekankan pentingnya persiapan finansial sebelum berinvestasi. Secara keseluruhan, kedua variabel ini berkontribusi signifikan terhadap keputusan investasi. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan literasi keuangan dan perencanaan keuangan dapat mendorong keputusan investasi yang lebih baik di kalangan generasi Z

    Latihan Drill sebagai Metode Efektif untuk meningkatkan Umpan Bawah pada Bola Voli di Sekolah Dasar [Drill Training as Effective Methods on Increasing Under-passing Ability of Elementary School Volleyball]

    Full text link
    This study aims to determine the effect of drill training methods and approaches to play with eye-hand coordination towards increasing under-passing volleyball. This study used . There was no comparison group in the design group. The population of this study was 40 female students who participated in volleyball extracurricular activities. Data analysis techniques used the Kolmogorov-Smirnov test for normality, homogeneity test and t-test to test hypotheses, samples correlated at a significance level of 5%. Test results show that there is a drill training effect on the ability to graduate. Hypothesis testing shows the value of t arithmetic (3.33)&gt; t table (2,080), and p value (0,003) &lt;0,05, indicating that Ho is rejected and Ha has been accepted means that there are significant differences in improving the ability to graduate after being treated. Based on the mean (mean) shows the average &gt; pretest. These results can be concluded that there is a significant effect of drill training on increasing the under-passing ability of women's volleyball in SD 1

    Analisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk selama periode 2019–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan analisis rasio keuangan seperti Debt Ratio (DR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa tren penurunan struktur modal berbasis utang (DR dan DER) diiringi oleh peningkatan profitabilitas (ROA dan ROE). Debt Ratio menurun dari 9,61% pada 2019 menjadi 5,51% pada 2023, sementara Return on Assets meningkat dari 3,06% menjadi 10,04% pada periode yang sama. Hubungan negatif antara struktur modal berbasis utang dengan profitabilitas mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengurangi beban utang dan mengoptimalkan penggunaan ekuitas. Kesimpulannya, pengelolaan struktur modal yang efektif dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus mengurangi risiko keuangan. Strategi ini relevan untuk diterapkan pada perusahaan sektor makanan dan minuman guna memastikan keberlanjutan dan daya saing di pasar yang dinamis. Penelitian ini merekomendasikan diversifikasi pendanaan serta evaluasi rutin rasio keuangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan.Kata Kunci: Struktur modal, Profitabilitas, Debt ratio, Return on assets, Industri makanan dan                       minuman. AbstractThis study aims to analyze the impact of capital structure on profitability at PT. Indofood Sukses Makmur Tbk during the 2019–2023 period. The research employs a descriptive quantitative method, utilizing financial ratio analyses such as Debt Ratio (DR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), and Return on Equity (ROE). Data were obtained from the company's financial statements listed on the Indonesia Stock Exchange. The analysis results indicate that the declining trend of debt-based capital structure (DR and DER) is accompanied by increased profitability (ROA and ROE). The Debt Ratio decreased from 9.61% in 2019 to 5.51% in 2023, while the Return on Assets increased from 3.06% to 10.04% during the same period. The negative correlation between debt-based capital structure and profitability reflects the company's successful strategy in reducing debt burden and optimizing equity utilization. In conclusion, effective capital structure management can enhance profitability while reducing financial risks. This strategy is relevant for companies in the food and beverage sector to ensure sustainability and competitiveness in a dynamic market. The study recommends funding diversification and regular evaluation of financial ratios to maintain corporate stability and growth. Keywords: Capital structure, Profitability, Debt ratio, Return on assets, Food and beverage industry
    corecore