1,720,994 research outputs found

    Teknik penyutradaraan Dedi Setiadi dalam sinetron menanti mentari pagi

    No full text
    Skripsi ini adalah deskripsi dari teknik penyutradaraan yang dimiliki oleh Dedi Setiadi. Meliputi cara Dedi Setiadi membuat skenario, menggarap pemain dan kru yang dilingkupinya. Dedi Setiadi lebih mementingkan aspek bentuk yang nantinya bisa diciptakan. Dan Dedi setiadi-pun sadar betul terhadap masyarakat pemirsanya. Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan riwayat hidup Dedi Setiadi sebagai sutradara sinetron

    Analisis karakter tokoh utama dalam film yang berjudul miskin susah, kaya susah Karya dedi setiadi

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) struktur intrinsik cerita dalam film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi dan (2) karakter tokoh utama film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi. Alasan peneliti memilih analisis karakter tokoh utama, karena tokoh utama biasanya yang paling banyak muncul di dalam penceritaan dan selalu melibatkan tokoh-tokoh lain, serta memiliki peran penting dalam perkembangan plot atau alur cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan informasi yang terdapat dalam film Miskin Susah, Kaya Susah karya Dedi Setiadi. Data dari dialog film Dedi Setiadi Miskin Susah, Kaya Susah diperoleh dari teknik simak dan teknik catat, serta sumber data dari video film Karya Dedi Setiadi Miskin Susah, Kaya Susah. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan Penarikan Simpulan dalam film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil yang dilakukan dalam penelitian ini film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi terdiri dari struktur intrinsik cerita dalam film dan karakter tokoh utama, (2) Peneliti menemukan terdapat 6 struktur intrinsik cerita dalam film dan 10 karakter tokoh utama yang terdapat dalam Film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi. Struktur intrinsik cerita dalam film ini terdiri atas tema, plot atau alur, penokohan, latar atau setting, sudut pandang, dan amanat. Karakter tokoh utama Karyo memiliki 10 karakter terdiri atas karakter marah, suka tertawa, suka memaksa, berontak, ingatan kurang baik, menyesal, suka menolong, tenang, peduli, dan pantang menyerah yang ditemukan dari tiga ciri kepribadian terdiri dari golongan emosionalitas, proses pengiring, dan aktivitas, serta terdapat dua tipe kepribadian Gerald Heymans terdiri dari gepasioner dan kholeris. Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan dari struktur intrinsik cerita dalam film dan karakter tokoh utama film Miskin Susah, Kaya Susah Karya Dedi Setiadi dan bagi penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dalam melakukan penelitian dan pembelajaran

    Proses Kreatif Dedi Setiadi Dalam Pembuatan Sinetron Dongeng Dangdut ( Studi Kasus Episode 1 Dan Episode 11)

    Get PDF
    Tugas akhir ini merupakan deskripsi hasil analisis sinetron Dongeng Dangdut yang disutradarai Dedi Setiadi, dengan mengkaji komponen-komponen yang mendukung proses kreatif dalam realisasi bentuk langkah kerja pembuatan sinetron tersebut. Proses kreatif Dedi Setiadi dalam pembuatan sinetron ini secara sistematis meliputi pra produksi : analisis Skenario, rincian aktivitas, mencari lokasi Shooting, Pedoman sutradara dalam pengambilan gambar, teknik penerapan shot, menghimpun Pegawai dan Pemain, Persiapan Fisik, Analisis Produksi, Jaringan Kerjasama Produksi. Produksi: Jadwal Shooting, Panggilan Shooting, Pengarah Fasilitas Shooting, Latihan Blocking, Pengambilan Gambar. Pasca Produksi: Editing ( memotong dan menyambung gambar serta suara}, Mixing (mencampur gambar dan suara}, Titling (penulisan judul}

    KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM MONDOK KARYA DEDI SETIADI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN DRAMA SMA KELAS XI: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

    Get PDF
    Kata kunci: Kesantunan berbahasa, Sosiopragmatik, Film Mondok. Manusia memiliki label sebagai mahluk sosial semestinya saling membutuhkan antarmanusia. Pemenuhan kebutuhan melalui interaksi diperlukan alur komunikasi yang berkesantunan. Akan tetapi, prinsip kesantunan berbahasa tidak selalu diindahkan penutur dalam sebuah komunikasi terhadap mitra tutur. Dalam film Mondok karya Dedi Setiadi ini terdapat tuturan tokoh yang diduga menyimpang dari prinsip kesantunan berbahasa. Lunturnya kesantunan berbahasa menjadi perhatian penting mengingat kesantunan berbahasa termasuk dalam ruh pembangun terhadap peradaban karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesantunan berbahasa dalam film Mondok karya Dedi Setiadi dan relevansinya terhadap pembelajaran menganalisis isi dan kebahasaan drama SMA kelas XI dalam perspektif kajian sosiopragmatik. Penelitian ini lebih dalam membahas wujud pematuhan dan penyimpangan kesantunan berbahasa berdasarkan teori prinsip maksim kesantunan berbahasa Leech. Adapun teori kedua yang digunakan yaitu teori dari Hymes yaitu SPEAKING untuk mengkaji konteks guna mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat kesantunan berbahasa. Selanjutnya relevansi wujud pematuhan dan penyimpangan kesantunan berbahasa terhadap pembelajaran menganalisi isi dan kebahasaan drama SMA kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi, tahap pengodean, dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dengan teknik pemeriksaan ketekunan pengamatan. Dalam penelitian ditemukan wujud pematuhan dan penyimpangan sejumlah 164 data. Data pematuhan sejumlah 106 data terdiri dari, maksim kearifan 46 data, maksim kedermawanan 13 data, maksim pujian 17 data, maksim kerendahan hati 5 data, maksim kesepakatan 19 data, dan maksim simpati 6 data. Adapun data penyimpangan sejumlah 58 data yaitu maksim kearifan 42 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 7 data, maksim kerendahan hati 3 data, maksim kesepakatan 2 data, dan maksim simpati 3 data

    Teknik Penyutradaraan Didi Setiadi Dalam Sinetron Menanti Mentari Pagi

    No full text
    Skripsi ini merupakan suatu deskripsi dari teknik penyutradaraan yang dimiliki oleh Dedi setiadi. Dalam teknik penyutradaraan ini diuraikan mengenai proses persiapan sampai siap dipertunjukan, yangmeliputi teknik pemilihan skenario, teknik latihan sampai siap ditayangkan. Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan riwayat hidup Dedi Setiadi sebagai sutradara sinetron, agar bisa menggambarkan secara jelas mengenai faktor- faktor yang turut mempengaruhi teknik penyutradaraannya. Selain itu agar memperjelas kedudukan dan fungsi sutradara dalam film televisi. Dalam skripsi ini juga dipaparkan mengenai tahap persiapan. tahap pembuatan film dan penyelesaiannya

    Proses kreatif Dedi Setiyadi dalam pembuatan sinetron Dongeng Dangdut

    No full text
    Proses kreatif Dedi setiadi dalam pembuatan sinetron "Dongeng Dangdut" secara sistematis meliputi : 1). pra produksi : analisis skenario, rincian aktivitas, mencari lokasi shooting, pedoman sutradara dalam pengambilan gambar, teknik penerapan shot, menghimpun pegawai dan pemain, persiapan fisik, analisi produksi, jaringan kerjasama produksi; 2). produksi : jadwal shooting, panggilan shooting, pengarah fasilitas shooting, latihan blocking, pengambilan gambar; 3). produksi : editing, mixing, titling

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore