243 research outputs found
Tabligh Ustaz Dede Dendi di masyarakat adat Banten : Studi dramaturgi tabligh Ustaz Dede Dendi di masyarakat adat Lebak Lame Desa Cijengkol Kec. Cilograng Kabupaten Lebak
Ustaz Dede Dendi lahir di Lebak Lame 31 Desember 1995 Ustaz Dede Dendi merupakan da’i asal Banten sekaligus sosok ustaz yang sangat disegani oleh masyarakat bahkan keseganan dan ke Ilmuan Ustaz Dede Dendi sampai dipercayai menjadi pengajar di Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir.
Fokus penelitian ini terbagi kedalam tiga bagian, yaitu pertama mengenai bagaimana front stage (panggung depan) tabligh Ustaz Dede Dendi di masyarakat Adat Banten. Kedua mengenai bagaimana back stage (penggung belakang) tabligh Ustaz Dede Dendi di masyarakat Adat Banten. Ketiga bagaimana penampilan Ustaz Dede Dendi di masyarakat Adat Banten.
Landasan pemikiran dari penelitian mengunakan teori “dramaturgi” yang di gagas oleh Erving Goffman dalam bukunya “The Presentation of Self In Everyday Life.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang akan menjelaskan temuan penelitian. Data yang didapatkan melalui wawancara dan observasi yang menghasilkan sajian data dalam bentuk kalimat dan kata-kata. Setelah data dikumpulkan, kemudian dianalisis kembali untuk memastikan bahwa interprestasi peneliti tentang masalah dan fenomena yang diteliti lebih kuat.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tabligh Ustaz Dede Dendi di masyarakat Adat Banten terdapat tiga aspek, yaitu Front stage (panggung depan), Back stage (panggung belakang) dan Penampilan. Front satge pada dimenasi setting lebih terlihat dari aksesoris yang ia kenakan yaitu cincin batu akik dan peci songkok waton. Kemudian Front personal Ustaz Dede Dendi memiliki karismatik yang mendukung perannya sebagai penceramah. Selanjutnya Back satage sebagai ruang pribadi terdapat bahwa beliau tidak menampilkan sosok seorang penceramah dalam artian dapat menyelesaikan kapan beliau menjadi mubaligh dan kapan beliau menjadi masyarakat biasa. Kemudian Back stage sebagai area untuk persiapan sebelum tampil Ustaz Dede Dendi memiliki ritual persiapan sebelum manggung yaitu air gamir dan air kelapa yang dipercaya dapat membantu menetralkan suara dan membuat suara lebih merdu. Secara keseluruhan Penampilan yang beliau kenakan menyesuaikan dengan kultur budaya masyarakat Adat Banten sehingga pesan tabligh yang disampaikan sangat diterima oleh masyarakat Adat Banten
(Suatu survey pada mahasiswa di lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom)
ABSTRACT
Dede Hermawan, 2010 The Influence of People, physical evidence and decision process on students’ decision to follow new students’ entrance selection (a survey on students of education institution under Telkom Education Foundation)Under the guidance of Vanessa Gaffar and Harjanto Prabowo
Student is one of the customers for college conductors. In order to get students, every college should professionally manage their business as other businesses do, but they still have to consider the academic quality as their priority service product. The aim of this research is to know the influence of people, physical evidence, and process of making decision by students’ candidate to buy the form so as to follow the entrance selection of education institution under Telkom education foundation.The research is description and verification. It uses descriptive survey method and explanatory survey method; they are methods which not only to see the general picture or the relationship between variables but also to see whether there is influence between the variables and how they influence it.
Base on the analysis that has carried out, people as conductors of new students entrance selection, physical evidence as a supported medium in carrying out the selection, and decision process of students candidate to buy the form in order to attend the entrance selection of education institution under Telkom education foundation is properly marked “Good.” In fact, the influence of people, physical evidence, and the decision process of students candidate to buy the form in order to follow the entrance selection of college under Telkom education foundation is 31.50%. This means that people, physical evidence, and process, affect the decision of students candidate to attend the entrance selection is 31.50%.ABSTRAK
Dede Hermawan, 2010 Pengaruh orang, bukti fisik dan proses terhadap keputusan calon mahasisa untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (suatu survey pada mahasiswa di lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom) Dibimbing Oleh Vanessa Gaffar and Harjanto Prabowo
Mahasiswa merupakan salah satu customer bagi penyelenggara perguruan tinggi dan untuk mendapatkan mahasiswa, maka setiap perguruan tinggi harus mengelola secara professional seperti layaknya lembaga bisnis yang lain, akan tetapi masih tetap mengutamakan mutu akademik sebagai produk jasa yang harus diprioritaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh orang, bukti fisik dan proses terhadap keputusan pembelian calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi pada perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom.Penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode descriptive survey dan metode explanatory survey, yaitu suatu metode yang tidak hanya melihat gambaran umum dari variabel atau hubungan antar variabel saja, tetapi juga untuk melihat apakah terdapat pengaruh antar variabel dan sejauh mana pengaruh tersebut ada. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh penulis, maka gambaran mengenai orang (people) sebagai pelaku dalam pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru, bukti fisik (fhysical efedence) sebagai sarana penunjang dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru, dan proses (process) dalam pelaksanaan menerimaan mahasiswa baru terhadap keputusan pembelian calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi pada perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom secara umum telah dinilai “Baik”. Adapun pengaruh orang, bukti fisik dan proses terhadap keputusan pembelian calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi pada perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom sebesar 31.50% yang artinya orang, sarana/bukti fisik, dan proses, mempengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi sebesar 31.50%
Analisis Fatigue Tekan Kayu Pinus
HERMAWAN dan EFFENDI TRI BAHTIAR. Menara pendingin di Indonesia biasanya menggunakan kayu Douglas fir sebagai komponen utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis, sifat mekanis, tegangan ijin, dan batas endurance kayu pinus untuk komponen struktur menara pendingin. Rata-rata kadar air (Mc), kerapatan (), dan berat jenis (BJ) masing-masing adalah 13.55%, 0.55 g/cm3; dan 0.48. Berat jenis kayu pinus lebih tinggi dibandingkan Douglas fir (BJ = 0.46) yang saat ini digunakan untuk komponen menara pendingin. Hasil uji-t menunjukkan bahwa rata-rata MOE dan MCS kayu pinus sebesar 7197 N/mm2 dan 30 N/mm2, tidak berbeda nyata dengan kayu Douglas (9104 N/mm2 dan 33 N/mm2). Uji dinamis menghasilkan kurva S-N dan diagram Goodman. Kurva S-N menunjukkan kayu pinus memiliki batas tegangan patah minimum (min) sebesar 3.1476 N/mm2, batas tegangan patah maksimum (maks) sebesar 16.577 N/mm2, dan batas tegangan patah rata-rata (m) 10.012 N/mm2, sedangkan diagram Goodman menghasilkan nilai akhir (u) sebesar 30 N/mm2 dan batas endurance (e) sebesar 8.50 N/mm2. Batas ketahanan endurance kayu pinus tersebut setara dengan kayu Douglas fir (8.12 N/mm2)
Dramaturgi Tabligh Ustaz Dede Dendi di Masyarakat Adat Banten
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui front stage (panggung depan), back stage (penggung belakang), dan penampilan Ustaz Dede Dendi di masyarakat Adat Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan wawancara dan observasi dengan Teori Dramatugi oleh Goffman, yang menjelaskan perilaku interaksi yang menampilkan diri sendiri dalam 3 aspek: Front Stage (panggung depan) Back Stage (panggung belakang) dan Penampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Front stage mencakup setting, yang terlihat dari aksesoris seperti cincin batu akik dan peci songkok waton, serta front personal, di mana karismanya mendukung peran sebagai penceramah. Back stage terbagi menjadi dua: sebagai ruang pribadi, di mana beliau dapat membedakan peran sebagai mubaligh dan masyarakat biasa, serta sebagai area persiapan, di mana ia menjalani ritual dengan air gamir dan air kelapa untuk menetralkan suara. Penampilan Ustaz Dede Dendi disesuaikan dengan budaya masyarakat Adat Banten, sehingga pesan tablighnya diterima dengan baik
Kualitas Biopellet Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dan Kayu Merbau (Intsia bijuga).
Wood pellet sebagai bahan bakar biomassa berbentuk pelet pada umumnya
memiliki keseragaman ukuran, bentuk, kelembaban, densitas, dan kandungan
energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas wood pellet
Kayu Merbau dan Kayu Pulai dengan ukuran diameter yang berbeda. Wood pellet
dibuat dengan metode konvensional memiliki ukuran diameter wood pellet Kayu
Merbau besar sebesar 1.04 cm, Merbau kecil sebesar 0.63 cm, Pulai besar sebesar
0.84 cm, dan Pulai kecil sebesar 0.63 cm. Pengujian karakteristik kualitas wood
pellet berdasarkan standar SNI 8021-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai wood pellet Kayu Merbau besar, Merbau kecil, Pulai besar, dan Pulai Kecil
secara berurutan yaitu rata rata kerapatan sebesar 1.3 g/cm3, 1.3 g/cm3, 1.2 g/cm3,
1.4 g/cm3, rata rata keteguhan tekan sebesar 15.3 kgf/cm2, 6.0 kgf/cm2, 8.2 kgf/cm2,
7.0 kgf/cm2, rata rata kadar air sebesar 9.2%, 9.4 %, 9.5%, 7.5%, rata rata kadar zat
terbang sebesar 65.5%, 65.2%, 71.7%, 72.1%, rata rata kadar zat abu sebesar 0.84%,
0.82%, 1.5%, 2.2%, rata rata kadar karbon terikat sebesar 25%, 25%, 17%, 18%,
dan rata rata kadar kalor sebesar 4471 Kkal/kg, 4387 Kkal/kg, 4123 Kkal/kg, 4206
Kkal/kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa wood pellet yang berkualitas paling
baik yaitu Merbau besar
Kualitas Wood Pellet Kayu Pulai (Alstonia scholaris R.Br.) dan Kayu Merbau (Intsia bijuga O.K.) sebagai Bahan Bakar Alternatif
Limbah pengolahan kayu pulai (Alstonia scholaris R.Br.) dan kayu merbau
(Intsia bijuga O.K.) memiliki potensi untuk dijadikan bahan bakar berupa wood
pellet. Wood pellet merupakan salah satu sumber energi alternatif dari biomassa
yang menjadi solusi alternatif pengganti minyak dan batu bara karena memiliki
harga yang terjangkau dan memiliki keseragaman ukuran, bentuk, densitas, dan
kandungan energi. Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah pengolahan
kayu pulai dan kayu merbau berupa serbuk serta serbuk (50%:50%) dengan
tambahan perekat molase/tetes tebu pada masing-masing bahan baku yaitu 0%,
1%, 3%, dan 5%. Kualitas wood pellet di uji berdasarkan standar SNI 8021-2014.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu pulai menghasilkan kualitas wood
pellet yang lebih baik dari kayu merbau. Penambahan molase yang semakin tinggi
akan menghasilkan kualitas wood pellet yang semakin baik pada pengujian nilai
kerapatan dan kadar karbon terikat
Teknologi Penurunan Emisi Formaldehida pada Produksi Kayu Lapis dan Papan Partikel
Pemakaian perekat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya produksi kayu lapis dan papan partikel. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kajian upaya penurunan emisi formaldehida pada produksi kayu lapis dan papan partikel dengan perekat urea formaldehida. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka. Hasil studi memperlihatkan penurunan emisi formaldehida dapat dilakukan antara lain dengan penambahan arang aktif, penambahan perekat lain, penambahan bahan nano, dan penambahan ammonium. Penambahan arang aktif dapat menurunkan emisi formaldehida sebesar 80%, penambahan perekat lain dapat menurunkan emisi formaldehida sebesar 50-70%, penambahan bahan nano dapat menurunkan sebesar 53%, dan penambahan ammonium menurunkan sebesar 50%-90%. Selain dapat menurunkan emisi formaldehida, penambahan perekat lain dan penambahan bahan nano juga dapat meningkatkan internal bond papan partikel dan keteguhan rekat kayu lapis. Sementara itu, penambahan arang aktif dapat menurunkan internal bond papan partikel dan keteguhan rekat kayu lapis
Karakteristik Papan Partikel Campuran Bambu Sembilang Tanpa Kulit dengan Batang Jagung Menggunakan Perekat Asam Sitrat
Papan partikel adalah panel kayu dari partikel kayu yang direkatkan dengan perekat sintetis atau perekat lain dengan menggunakan metode pengempaan. Perekat asam sitrat merupakan salah satu perekat alami yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar perekat dan berbagai komposisi bahan baku terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel dari campuran bambu sembilang dan batang jagung. Papan partikel dibuat dari campuran bambu sembilang dan batang jagung dengan komposisi 0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0 menggunakan perekat asam sitrat dengan kadar perekat 15%, 20% dan 25% berdasarkan berat kering papan partikel. Papan dikempa panas selama 10 menit pada suhu 200ºC dengan tekanan spesifik 66.67 kgf/cm2. Papan diuji sifat fisis dan mekanis sesuai dengan standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air 3,13-6,54%, pengembangan tebal 3.78-8.41%, daya serap air 17.47-30.79%, MOE 2730.84-5553.78 N/mm2, MOR 13.85-25.62 N/mm2, keteguhan rekat internal 0.11-1.29 N/mm2, dan kuat pegang sekrup 120.32-385.43 N. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, sifat fisis dan mekanis papan partikel yang dihasilkan dipengaruhi oleh komposisi bahan baku dan kadar perekat. Papan partikel dengan sifat fisis dan mekanis yang paling baik ada pada komposisi 100% bambu sembilang dengan perekat asam sitrat 20%
Pemanfaatan Limbah Padat Penyulingan Kayu Putih (Melaleuca Leucadendron) Sebagai Bahan Baku Papan Partikel.
Papan partikel merupakan papan komposit terbuat dari partikel kayu atau bahan berlignoselulosa lain yang ditambah perekat kemudian dikempa. Limbah padat penyulingan kayu putih (Melaleuca leucadendron) mengandung lignoselulosa yang berpotensi sebagai bahan baku alternatif pembuatan papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis papan partikel dari limbah padat penyulingan kayu putih (Melaleuca leucadendron) yang diperoleh dari KPH Indramayu, Jawa Barat. Selanjutnya limbah padat dicacah hingga berbentuk partikel, kemudian dioven selama dua hari dengan suhu 65-70 0C. Papan partikel dibuat dengan memberi perlakuan perekat UF sebanyak 10%, 12%, dan 14% dengan target kerapatan mencapai 0.9 g/cm3. Karakteristik papan diuji secara fisis dan mekanis berdasarkan JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar perekat berbeda sangat nyata terhadap kualitas papan. Hasil uji fisis dan mekanis menunjukkan bahwa papan dengan kadar perekat 14% memiliki sifat paling baik
Karakteristik Papan Partikel Bambu Sembilang dengan Perendaman NaOH Menggunakan Perekat Fenol Formaldehida
Papan partikel merupakan salah satu produk panel yang terbuat dari bahan
berlignoselulosa kayu atau bukan kayu berbentuk partikel, selanjutnya direkat
menggunakan perekat kemudian dikempa panas. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh kadar perekat dan perendaman NaOH 5% terhadap sifat
fisis dan mekanis papan partikel bambu sembilang. Papan partikel dibuat dengan
menggunakan perekat fenol formaldehida sebesar 6%, 8% dan 10%, kemudian
partikel direndam larutan NaOH 5% selama 0.5, 1 dan 2 jam. Karakteristik papan
partikel diuji secara fisis dan mekanis berdasarkan standar JIS A 5908:2003. Hasil
penelitian menunjukkan kadar air 9.13-11.47%, daya serap air 43.13-93.12%,
pengembangan tebal 17.69-44.10%, MOE 749-2400 N/mm2, MOR 11-28
N/mm2, keteguhan rekat 0.17-1.07 N/mm2, dan kuat pegang sekrup 170-561 N.
Hasil uji fisis dan mekanis papan partikel menunjukkan bahwa papan partikel
dengan perekat 10% dan perendaman NaOH 5% selama 2 jam memiliki sifat
paling baik
- …
