1,720,978 research outputs found
PENGGUNAAN BATANG NAPIER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA
DARWAN. Penggunaan Batang Bapier untuk Meningkatkan Kemampuan Number Sense Siswa. Skripsi. Ponorogo: Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan number sense siswa melalui penggunaan batang napier. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sebanyak dua siklus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Ponorogo yang dipilih berdasarkan rekomendasi wali kelasnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, tes dan catatan lapangan. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data pada saat pembelajaran, tes digunakan unutk mengukur kemampuan capaian number sense yang berupa tes tertulis, catatan lapangan digunakan untuk mengamati aktivitas siswa saat pembelajaran yang indikatornya tidak termuat pada lembar observasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dana pengambilan kesimpulan/verifikasi
Hasil penelitian yang menunjukan adanya peningkatan kemampuan number sense siswa melalui penggunaan batang napier baik berdasarkan hasil tes maupun observasi pada siklu I sampai siklus II. Pada siklus I hasil yang peroleh berdasarkan tes akhir masing-masing MMN skor nilai 72, QRA skor nilai 81 dan ATK 80, kemudian pada siklus II meningkat menjadi MMN skor nilai 100, QRA skor nilai 100 dan ATK 100. Sehingga dengan demikian ketuntasan siswa dari 66,7% pada siklus I meningkat menjadi 100% pada siklus II. Selain itu terjadi juga penigkatan hasil observasi siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dari 79,79% pada siklus I meningkat menjadi 86,05% pada siklus II. Hasil yang diperoleh pada siklus II sudah menjawab indikator keberhasilan yaitu nilai tes kemampuan number sense untuk semua siswa berdasarkan tes akhir minimal 80 menjadi 100. Selanjutnya aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil observasi mengalami peningkatan menjadi 86,05% atau berada pada ketagori baik dan persentase ketuntasan siswa dikatakan meningkat apabila terlihat adanya peningkatan ketuntasan siswa meningkat menjadi 100% atau berada pada kategori sangat baik. Dengan hasil tersebut semua indikator yang meliputi pemahaman terhadap nilai tempat, pemahaman terhadap perbandingan bilangan, pemahaman dan penerapan sifat komutatif, asosiatif dan distributif serta pengaplikasian dan pemilihan strategi yang berbeda dan efisien tercapai semuanya sehingga ketercapaian indikator number sense berhasil diwujudkan.
Kata Kunci : number sense, perkalian bilangan, batang napie
IDENTIFIKASI KONSEPSI MAHASISWA PADA SUBKONSEP PECAHAN MENGGUNAKAN CRI (CERTAINTY OF RESPONSE INDEX)
Abstract: The study aims to identify misconceptions of students of Mathematics Department on seven sub-concepts of fraction. The instrument used to identify the misconception was Certainty of Response Index (CRI). The instrument can be interpreted as the level of respondents’ confidence in answering the questions. The research method employed descriptive qualitative research with mixed method and sequential explanatory design. The study was conducted to 60 students of Mathematics Education Study Program at Universitas Muhammadiyah and STKIP Yayasan Pendidikan Ujung Pandang which consisted of three bathces, namely bathc 2015, batch 2016, and batch 2017. Data were collected using essay question. In answering the questions, the students were asked to give reason and to fill-in its level of confidence.
The results showed that (1) students experience misconceptions in 5 of the 7 sub-concepts, in the sub-concept part whole congruent part and part group congruent part there was no misconception (2) the most misconceptions are experienced in the sub-concept of part whole non-congruent part as much as 98.3%, then number line as much as 40%, part group noncongruent parts as much as 11.7%, part group comparison as much as 6.7%, and part whole comparison as much as 6.7%.
Keywords: Misconceptions, Conception, fraction sub-concept, CRI (Certainty of Response Index), Student
Penggunaan Jaringan Syaraf Tiruan dan Wavelet Pada Citra EKG 12 Lead
Jantung sangat penting dalam sistem organ tubuh manusia. Apabila terjadi kesalahan pada fungsi jantung akibatnya sangat fatal. Oleh karenanya sangatlah penting menjaga kondisi jantung agar tetap sehat. Penelitian ini mencoba menawarkan untuk meneliti terkait kelainan jantung dengan menggunakan citra Electrocardigram (EKG) 12 lead. Data EKG yang digunakan berupa citra. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh model yang tepat dalam mengidentifikasi kelainan jantung dengan menggunakan wavelet. Tahapan penelitian terdiri dari pre-processing, ekstraksi ciri dan klasifikasi. Tahap pre-processing menggunakan metode segmentasi (merubah data citra dari grayscale ke biner), morfologi (metode dilasi dan metode erosi) dan transformasi ke sinyal. Tahap ektraksi ciri menggunakan metode dekomposisi transformasi wavelet dengan tingkatan tiga level, dimana mother wavelet yang digunakan berupa symlet orde 4 (Sym4). Tahap klasifikasi menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan metode backpropagation. Adapun metode validasi dan evaluasi menggunakan k-fold cross validation dan confusion matrix. Penggunaan metode k-fold cross validation, dimana k=5 dengan pembagian data training 80% dan testing 20%. Hasil yang diperoleh dari keseluruhan sistem dimana tingkat akurasi sebesar 92,94%, sensitifitas sebesar 90% dan spesifisitas sebesar 94,55%
PENANGANAN HUKUM SECARA TUNTAS TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KENDAL
Pelaku utama Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada umumnya adalah suami, maka peranan para pemuka agama, pendidik, sosiolog dan cendekiawan, harus berada digarda terdepan untuk terus menyuarakan pentingnya rumah tangga sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk dibangun secara baik dan jauh dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Supaya terkomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat luas, maka peranan dan partisipasi media sangat penting dan menentukan..
Permasalahan dalam penelitian tesis ini adalah apakah faktor-faktor yang melatarbelakangi tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal, bagaimana bentuk penanganan hukum secara tuntas terhadap tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal dan apa hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penanganan hukum secara tuntas terhadap tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal dan bagaimana cara mengatasinya
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis/empiris, meteode pendekatan menggunakan metode deskriptif analistis, sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
Hasil penelitian tesis Penanganan Hukum Secara Tuntas Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal yaitu 1) kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga di Pengadilan Negeri Kendal berpegang pada KUHP yang memuat 2 hal pokok yaitu : Pertama, KUHP memuat syarat-syarat yang harus dipenuhi yang memungkinkan pengadilan menjatuhkan hukuman pidana. Melalui KUHP Negara menyatakan pada masyarakat umum, dan tentunya juga pada penegak hukum, perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan siapa saja yang dapat dipidana. Kedua, KUHP menetapkan dan mengumumkan apa yang akan diterima oleh orang-orang yang melakukan perbuatan yang dilarang itu. 2) Bentuk penanganan hukum secara tuntas terhadap tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal dilakukan melalui : Penanganan melalui jalur hukum atau melalui pengadilan dan Penanganan secara musyawarah atau diluar pengadilan 3) Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penanganan hukum secara tuntas terhadap tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah hukum Kepolisian Resor Kendal: adalah tidak adanya pendamping bagi korban kekerasan dalam rumah tangga pada saat pelaksanaan sidang dipengadilan, karena pada umumnya korban kekerasan dalam rumah tangga merasa takut apabila bertemu dengan pelaku yaitu suaminya sendiri, bahkan cenderung suami menekan istrinya pada saat bertemu di Pengadilan, Hakim terkadang sulit untuk memutuskan perkara karena keterangan korban maupun keterangan terdakwa tidak singkron bahkan apabila dipertemukan dengan pelaku yaitu suaminya sendiri keterangan korban terkadang berubah-ubah
Kata Kunci : Penanganan Hukum Secara Tuntas, KDR
Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Kinerja Guru : Studi Kasus Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fathul Ulum Poteran Talango Sumenep
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru melalui: (1) Pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru di MI Fathul Ulum Poteran Talango Sumenep, (2) Faktor pendukung dan penghambat supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru di MI Fathul Ulum Poteran Talango Sumenep, (3) Upaya pembinaan melalui supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru di MI Fathul Ulum Poteran Talango Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatatif dengan metode deskriptif dan menggunakan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang dianalisis dengan menggunakan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan Supervisi akademik dilaksanakan Kepala Madrasah dengan menggunakan teknik kunjungan kelas, (2) Adapun faktor pendukung pelaksanaan supervisi akademik yaitu dapat meningkatkan kualitas pembalajaran, (3) faktor penghambat yang dialami oleh guru MI Fathul Ulum Poteran Talango Sumenep adalah kurangnya media pembelajaran, (4) Upaya pembinaan yang diberikan kepala madrasah adalah rapat guru dan kelompok kerja guru, fungsinya membantu guru pada saat guru mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran
Implementasi Perpustakaan Keliling Untuk Mendukung Gerakan Literasi Nasional di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Cipeujeuh Kulon
Artikel ini membahas implementasi perpustakaan keliling di Desa Cipeujeuh Kulon sebagai upaya mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Desa ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas literasi, yang menyebabkan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca dan keterampilan komunikasi siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Simpulan dari penelitian ini adalah perpustakaan keliling efektif dalam mendukung peningkatan literasi dan kreativitas siswa di daerah pedesaan
Penyuluhan Pentingnya Merawat dan Menyikat Gigi dengan Benar di SDN 1 Kemlakagede
Teeth are the first part of the body to process food digestion. Good dental condition is very important for overall health, including general physical condition, the ability to chew and speak, as well as one's appearance and social relationships with others. The purpose of this research is so that students can increase their knowledge and awareness about the importance of dental health and can avoid dental caries and how to brush their teeth properly and correctly. The method used is counseling and socialization regarding how to brush teeth properly and the practice of brushing teeth directly to students in grades 4-6 SDN 1 Kemlakagede. The results of this study are that this work program can increase understanding of the importance of dental health. In addition, children also know more about how to care for and brush their teeth properly and correctly
Pendampingan Pengenalan dan Penyuluhan Metode Belajar Menyenangkan (Fun Learning) Berbahasa Inggris di Kelurahan Pejambon Kabupaten Sumber Kecamatan Cirebon
Fun learning merupakan strategi dalam mengajar dimana suasana dalam mengajar dikondisikan nyaman sehingga siswa dapat berkonsentrasi penuh pada proses pembelajaran. Fun learning dipilih sebagai metode belajar karena selama masa pandemi Covid-19 ini minat belajar anak-anak cendrung menurun sehingga diperlukan upaya untuk mengoptimalisasi minat belajar anak. Pembelajaran menyenangkan atau yang sering dikenal dengan istilah Fun Learning sepertinya dapat menjadi solusi yang tepat bagi pendidikan Indonesia. Menurut The Answer Sheet Fun Learning adalah pembelajaran menyenangkan yang diberikan oleh guru kepada siswanya agar siswa menikmati materi yang dipelajari sehingga mereka mau belajar. Menurutnya menyenangkan disini bukan berarti hiburan atau ketololan, melainkan kenikmatan dalam belajar. Fun learning adalah pembelajaran yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk anak menjadi pribadi yang semakin termotivasi untuk belajar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan anak-anak
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Antara Siswa Yang Menggunakan Kalkulator Dengan Siswa Yang Menggunakan Tabel Trigonometri Pada Pokok Bahasan Trigonometri
Media pembelajaran merupakan alat bantu untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Alat bantu hitung kalkulator dan tabel trigonometri merupakan jenis media yang sederhana namun hasil yang ditampilkan sangat akurat. Alat bantu kalkulator ataupun tabel trigonometri pada pembelajaran matematika menjadi salah satu alternatif yang dapat memotivasi pembelajaran secara aktif. Penelitian ini, akan membandingkan hasil belajar matematika dari penggunaan kedua alat bantu tersebut dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan trigonometri. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data observasi dan tes. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen I pada tes awal (pretest) diperoleh rata-rata sebesar 47,75; sedangkan pada tes akhir (post-test) diperoleh rata-rata sebesar 77,75 dengan n-gain0,57. Sedangkan hasil belajar siswa dalam pada kelas eksperimen II pada tes awal (pretest) diperoleh rata-rata sebesar 43,59, sedangkan pada tes akhir (post-test) diperoleh rata-rata sebesar 76,538 dengan n-gain 0,58. N-gain dari hasil belajar pada kelas eksperimen I dan eksperimen II dikategorikan sedang. Adapun hasil uji hipotesis dari kedua kelas diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,548 dengan taraf kesalahan 5% dan taraf kepercayaan 95%, maka berdasarkan krteria uji hipotesis tersebut H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan kalkulator dengan siswa yang menggunakan tabel trigonometri pada pokok bahasan trigonometri di kelas X SMA Negeri 1 Cilimus, Kabupaten Kuningan tahun ajaran 2010/2011
- …
