1,722,280 research outputs found
Komposisi karawitan "Pring Sedapur"
Komposisi karawitan "Pring Sedapur"
Karya: Agus Darmanto, Ujian penyajian karawitan, Pendapa ISI Surakart
Gaya Kata (Diksi) Pada Kumpulan Puisi Golf Untuk Rakyat Karya Darmanto Jatman Dan Pemaknaannya: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan diksi pada kumpulan puisi Golf
Untuk Rakyat karya Darmanto Jatman ditinjau dari Stilistika, (2) mendeskripsikan
pemaknaan diksi pada kumpulan puisi Golf Untuk Rakyat karya Darmanto Jatman, (3)
mendeskripsikan implementasi diksi pada kumpulan puisi Golf Untuk Rakyat karya
Darmanto Jatman sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah gaya kata (diksi)
dalam kumpulan puisi Golf Untuk Rakyat karya Darmanto Jatman dan pemaknaannya
dengan tinjauan stilistika dan implementasinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di
SMA. Sumber data yang diperoleh dari kumpulan puisi Golf Untuk Rakyat berjumlah 47
data dari 8 puisi karya Darmanto Jatman diterbitkan oleh Bentang Intervisi Utama.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis
data yang digunakan adalah model semiotik yakni, pembacaan heuristik dan hermeneutik.
Hasil penelitian ini adalah (1) analisis gaya kata (diksi) pada kumpulan puisi Golf
Untuk Rakyat karya Darmanto Jatman. Gaya kata (diksi) yang terdapat dalam kumpulan
puisi Golf Untuk Rakyat adalah (a) kata konotatif, (b) kata konkret, (c) kata serapan dari
bahasa asing, (d) kata sapaan khas atau nama diri, (e) kata seru khas Jawa, (f) kata vulgar,
(g) kata dengan objek realitas alam, (h) kosakata bahasa Jawa. (2) pemaknaan gaya kata
(diksi) pada kumpulan puisi Golf Untuk Rakat karya Darmanto Jatman. Pemaknaan gaya
kata (diksi) meliputi, kebebasan seksual/antimoral/asusila, semangat pantang menyerah,
kejujuran, dan etika sosial. (3) implementasi gaya kata (diksi) pada kumpulan puisi Golf
Untuk Rakyat karya Darmanto Jatman sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA
yakni terdapat pada standar kompetensi menulis 7. memahami wacana sastra melalui
kegiatan membaca puisi dan cerpen 7.1 membacakan puisi dengan lafal, nada, tekanan
dan intonasi yang tepat
INTERPRETASI TANDA-TANDA REALITAS SOSIAL DALAM PUISI “MARTO KLUNGSU DARI LEIDEN” KARYA DARMANTO JATMAN: SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIK SASTRA
Interpretasi terhadap puisi merupakan salah satu usaha yang dilakukan
pembaca dalam mengungkapkan tanda-tanda yang terkandung dalam
puisi. Pembacaan dan pemahaman teks puisi secara sungguh-sungguh akan
menambah kekayaan batin pembaca. Seperti dikemukakan oleh Prodopo
(1997:v−vi) bahwa karya puisi disenangi oleh masyarakat karena puisi dapat
memberikan kenikmatan seni, memperkaya kehidupan batin, menghaluskan
budi, bahkan sering membangkitkan semangat hidup yang menyala, dan
mempertinggi rasa ketuhanan, serta keimanan. Di samping itu puisi bukan
untuk golongan masyarakat tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat. Puisi itu
mengungkapkan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
secara universal.
Puisi ”Marto Klungsu dari Leiden” merupakan salah satu judul puisi
Darmanto yang mengungkapkan realitas sosial kehidupan seorang anak
haram hasil hubungan antara seorang penguasa dengan perempuan desa.
Pada kenyataannya seorang penguasa dapat dengan mudah menyatakan
cintanya kepada wanita baik dari kalangan kerajaan maupun dari kalangan
masyarakat bawah di pedesaan. Tema-tema sosial tersebut banyak dipilih oleh
Darmanto untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa puisi dapat dipakai
sebagai media untuk menyampaikan pesan moral, ide dari pengalaman hidup
penyair kepada masyarakat. Seperti dikemukakan oleh Mustafa (Darmanto,
1994:ix) gaya Darmanto tidak muncul begitu saja, tetapi melalui proses yang
cukup lama. Melewati pergulatan dengan tema-tema sosial dan personal
Dokumen hasil turnit in, atas nama Darmanto
1. Implementasi Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol: sebuah pendekatan kebijakan publi
PEMBACAAN BERPERSPEKTIF EKOFEMINISME ATAS SAJAK “ISTERI” KARYA DARMANTO JATMAN (Ecofeminism Reading on Darmanto Jatman’s Poem “Isteri”)
Pendekatan ekofeminisme di dunia akademia Indonesia sudah mulai marak digunakan oleh beberapa akademisi, tetapi masih terdapat sedikit kerancuan di dalam penggunaannya di dalam kajian sastra. Artikel ini menyuguhkan pembacaan berperspektif ekofeminisme yang menekankan pada kebergantungan konteks dan menolak adanya narasi tunggal ala Warren dan Cheney. Karya sastra yang dipilih adalah sajak “Isteri” karya Darmanto Jatman. Data dikumpulkan dengan pembacaan cermat dan analisis dilakukan menggunakan analisis tekstual. Temuan dari penelitian ini adalah pandangan hidup Jawa yang menempatkan istri sebagai sakti, sumber berkah, sumber rezeki, dan sumber hidup. Di dalam kerangka berpikir patriarkis Jawa, perempuan (istri) dan alam menjadi bagian penting dari eksistensi laki-laki. Konteks sosial dan budaya Jawa yang terdapati di dalam sajak menunjukkan deskripsi relasi gender dalam kehidupan domestik yang berbeda dengan apa yang berlaku di Barat. Temuan penelitian ini memberi pijakan arah bagaimana gerakan ekofeminisme bisa lebih tepat menyesuaikan konteks sistem patriarki Jawa yang berbeda dengan Barat dan kemungkinan bagaimana wacana bangun ulang relasi gender antara laki-laki dan perempuan Jawa dapat digugah jika diinginkan. Temuan penelitian ini menjadi pembuka jalan bagi penelitian lanjutan atas karya-karya sastra pengarang Jawa lainnya.Despite the growing number of Indonesian academia using ecofeminism approach in their literary criticism, some misunderstandings on ecofeminism still exist. This article provides a reference on ecofeminism perspective and gives an example how ecofeminism perspective from Warren and Cheney is applied in literary criticism. A well-known poem entitled “Isteri” (Wife) written by a Javanese poet, Darmanto Jatman, is chosen. Close reading is used to gather data which is relevant to ecofeminism issues. Textual analysis is then used in the analysis. The Javanese men see their wives as their source of power, blessing, wealth, and life. Nature and women, for Javanese men, are parts of men’s existence and cosmic balance. It shows evidence of how ecofeminism criticism, which emphasises diversities on the relation and issues between humans, their environment, and their social contexts, in Javanese context should be applied differently to Western context. The poem displays a gender relation between husband and wife in Javanese household life which is different to the West. The implication of this finding may give a reference and direction towards the possibilities of Javanese ecofeminism further discussions and renegotiation of gender relation between men and women in Javanese society. To have a more comprehensive view of how Javanese patriarchy works, further research on other Javanese literary works is needed
Buku panduan lengkap ramuan tradisional : (Cina, Bali, Jawa, Madura ) : dilengkapi khasiat-khasiat tabaman obat / Darmanto
363 hal.: 20 cm
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
UpayaMeningkatkanHasilBelajarpada Mata Pelajaran IPS melalui Model PembelajaranInquiry pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Kaliputu Kudus.
Darmanto. 2013. UpayaMeningkatkanHasilBelajarpada Mata Pelajaran IPS melalui Model PembelajaranInquiry pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Kaliputu Kudus. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus. Pembimbing: (I) Dr. Sri Utaminingsih, M. Pd, (II) AisyahNurSayidatunNisa’,M. Pd.
Kata Kunci: Hasil belajar IPS, Inquiry
Latar belakang masalah penelitian ini adalahhasilbelajar IPS siswa yang rendah, dikarenakansiswamerasabosanketikamempelajari IPS. Proses pembelajaran yang dilakukan guru masihbersifatkonvensional, tidakberorientasipadakenyataan. Suasanabelajar IPS yang cenderungmembosankanmenyebabkansiswasulitmempelajari IPS.Anak-anak SD beradapadatahapoperasionalkonkret, denganmenggunakan model pembelajaranInquirydiharapkandapatmembantumeningkatkanhasilbelajar IPS siswa.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmendeskripsikandanmengetahuipeningkatanhasilbelajar IPSsiswakelas IV semester 2 SD Negeri 1 Kaliputu Kudus materiperkembanganteknologiproduksi, komunikasi, dantransportasisertapengalamanmenggunakannyadenganmenggunakan model pembelajaranInquiry”.
Jenispenelitianiniadalahpenelitiantindakankelasdenganpendekatankualitatifdankuantitatif.Subjekpenelitianiniyaitusiswakelas IV SD Negeri 1 Kaliputu Kudus.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodepenelitiantindakankelas, yang terdiridariduasiklus. Masing-masingsiklusterdiriatastahapanperencanaantindakan(planning), pelaksanaantindakan(acting) danpengamatan(observing), dan yang terakhirrefleksi(reflecting).Metodepengumpulan data berupaobservasi, wawancara, tes, dandokumentasi.Teknikanalisis data yang digunakanyaituanalisis data kuantitatifdankualitatif.
Kondisiawalsiswasebelummelakukantindakanmendapatketuntasanklasikalsebesar25% dengan rata-rata 69meningkatpadasiklus I menjadi80% dengan rata-rata 75,9danpadasiklus II meningkatmenjadi 85% dengan rata-rata 79,8. Aktivitaskelompok siswasiswapadasiklus I mendapat rata-rata 86,5dengankategoribaikmeningkatpadasiklus II menjadi101dengankategorisangat baik. Padaaktifitasindividusiswapadasiklus I memperoleh rata-rata skor 80,91 dengankualifikasibaikdanpadasikluske II aktifitasindividumemperoleh rata- rata skor 92,08 dengankualifikasisangatbaikKeterampilan guru jugamengalamipeningkatan, siklus I mendapatkan rata-rata 29dengankategorisangat, padasiklus II meningkatmenjadi31dengankriteriasangat baik.
Simpulanpadapenelitianiniadalahdenganmenggunakan model pembelajaranInquirydapatmeningkatkanhasilbelajar IPS siswa, yaitunilaievaluasisiswasebagaiaspekkognitif, danaktivitasbelajarsiswa, sertaketerampilan guru dalampembelajaransebagaiaspekafektifdanpsikomotor. Saran dalampenelitianinidiharapkanparapeneliti yang lain dapatmengembangkanpenelitianuntukmenggunakan model pembelajaran Inquirymaupun model pembelajaran yang lain serta media lain sehinggahasilbelajarsiswadapatmeningkat
- …
