8,118 research outputs found
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Da’i dan toleransi antarumat beragama : studi fenomenologi Da’i aktivis kerukunan antarumat beragama
Masalah yang di jawab dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengalaman da’i aktifis Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) ketika berinteraksi dengan umat non muslim? 2) Bagaimana da’i mendakwahkan toleransi antarumat beragama? 3) Bagaimana makna Toleransi Antarumat beragama bagi Da’i? Penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan dan pendekatannya studi fenomenologi dengan maksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian baik dalam berinteraksi, perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskriptif. Hasil dari penelitian ini kendala da’i dalam berinterkasi ialah jarangnya komunikasi. Sedangkan motif da’i dalam berinteraksi memberikan pemahaman tentang toleransi. Dalam mengimplementasikan toleransi seorang da’i memberikan sebuah strategi. Adapun strategi dakwah da’i aktivis dalam mengimplementasikan toleransi Antarumat beragama: dengan keadaan, good style, akhalakul karimah, mendoakan, lisan, dan dengan pendidikan. Sedangkan dalam memaknai toleransi diperlukan penanaman nilai toleransi dengan pendidikan toleransi, beranggapan bahwa seluruh manusia sebagai rahmat kepada manusia lainnya, tidak adanya prasangka buruk sesama agama, tidak ada kekerasan dalam agama, dan memahami simbol-simbol agama
Sifat dan Kriteria Da’i menurut Islam
Penelitian ini berjudul “Sifat dan Kriteria Da’i Menurut Islam”. Da’i akan berperan sebagai seorang pemimpin di tengah masyarakat walau tidak pernah dinobatkan secara resmi sebagai pemimpin. Terdapat permasalahan yang terlihat mengenai sifat dan kriteria seorang da’i, yaitu da’i tidak menguasai sepenuhnya pemahaman tentang materi yang ingin didakwahkan kepada masyarakat sehingga apa yang disampaikan kepada masyarakat bukan dari materi yang selayaknya diperlukan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan kriteria da’i menurut Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat perpustakaan (Library Research). Sedangkan metode pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, konsep da’i menurut pandangan Ulama dan tokoh-tokoh dakwah yang membahaskan bagaimana mengenal dan menjadi da’i seperti yang dikehendaki Islam. Semua konsep ini menyangkut pengertian da’i, tugas dan tanggungjawab da’i, keutamaan da’i, tantangan menjadi da’i, dan standarisasi da’i yang ideal menurut Islam. Manakala, sifat dan kriteria da’i menurut pandangan Islam, yakni pendapat tokoh-tokoh dakwah berdasarkan ayat Al-Quran dan sunnah. Terdapat sifat dan kriteria utama yang wajib ada pada setiap da’i yaitu ilmu yang bermanfaat, beriman kepada Allah, sabar, berakhlak dengan akhlak yang mulia, ikhlas dalam melakukan ibadah, dan mempunyai sifat Shidq. Dengan adanya penulisan ini, semoga menjadi bahan bacaan kepada para pembaca dan para da’i agar lebih menguasai sifat dan kriteria da’i seperti yang dikehendaki Islam. sifat dan kriteria yang perlu ada pada setiap da’i memang sudah banyak dibahas oleh ulama dan tokoh-tokoh dakwah, namun ramai da’i masa kini masih gagal untuk mendalami dan mengamalkan sifat dan kriteria yang sememangnya wajib ada pada diri setiap yang bergelar da’i, maka hendaklah penulisan berkenaan sifat dan kriteria da’i diperbanyakkan agar ramai kaum muslim yang sememangnya da’i dapat mengaplikasikan sifat dan kriteria ini dalam diri mereka bagi menjamin kesuksesan dakwah yang mereka sebarkan.
Kata Kunci: Sifat, Kriteria, Da’i, Isla
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Strategi dakwah dan komunikasi kelompok da’i dalam menjalan kegiatan dakwah pada masyarakat kelurahan simpang iv sipin
Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya dakwah di masa sekarang
karena nilai-nilai keislaman pada masyarakat sudah sangat menurun dan banyak
penyimpangan yang ada,dalam konteks ini Strategi komunikasi da’i yang menjadi
krusial untuk mencapai efektifitas dakwah karena da’i memilki peran penting
untuk melakukan dakwah agar dapat melakukan perubahan yang baik pada
masyarakat secara perlahan dan lemah lembut, kelompok da’i yang berada di
kelurahan Simpang IV Sipin Kecamatan Telanaipura Kota Jambi mulai tampak
melakukan strategi dan komunikasi dalam menjalankan kegiatan dakwah pada
masyarakat.
Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif
deskriptif, teknik pengumpulan data dengan Observasi, wawancara dan
dokumentasi,dari pendekatan tersebut akan memberikan fakta dan data, kemudian
data tersebut di analisis melalui tekhnik analisis data yaitu pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, verivikasi dan penarikan kesimpulan,
Berdasarkan penelitian maka penulis menemukan Strategi dakwah dan
komunikasi kelompok da’i dalam menjalankan kegiatan dakwah pada masyarakat
Kelurahan Simpang IV Sipin,dengan menggunakan lima tahapan yaitu
Ta’arruf,Ta’alluq Targib,Tasykil,Do’a, dengan menggunakan beberapa bentuk
komunikasi yaitu Komunikasi,Interpersonal, Kelompok, Persuasif, Strategi
dakwah dan komunikasi kelompok da’i dalam menjalankan kegiatan dakwah pada
masyarkat yaitu Kesadaran masyarakat tentang pentingnya agama, kemauan
masyrakat untuk melakukan ibadah, kegiatan kegiatan yang di lakukan oleh
dai,dan diikuti oleh masyarakat,kegaiatan harian, mingguan dan setiap momentum
hari besar islam HBI, perkembangan pengetahuan bagi masyarakat, perbedaan
masyarakat yang membaik dari sebelumnya.ada beberapa Faktor penghambat
yang dihadapi oleh da’i dalam menerapkan strategi komuniaksi da’i dalam
berdakwah, kurangnya dukungan dari pemerintah, keterbatasan da’i dan
keterbatasan ilmu, tidak ada organisasi husus da’i sehingga da’i mengalami
kesulitan, kurangnya pemahaman dasar agama pada masyarakat, da’i yang kurang
memahami media untuk berkomunikasi di media masa,Faktor pendukung yaitu
Da’i yang mempunyai ilmu agama, dan mengetahui keadaan mad’u, dan
menggunakan metode Dakwah Bi Al-hikmah, mad’u yang terbuka dan toko
masyarakat yang antusias kepada dakwah, Solusi untuk da’i yaitu da’i harus selalu
sabar dan tekun dalam berdakwah, kemudian da’i harus selalu menimba ilmu,dai
harus lebih menyeseuaikan diri dengan perkemabangan zaman terutama
memahami komunikasi di media massa, dan kepada masyrakat agar bisa lebih
membuka mata kedapannya dalam memilih mana yang baik dan yang buruk, dan
bisa lebih teliti belajar dan memilih guru jangan sampai belajar dengan guru yang
salah,
Kata Kunci : Strategi, Dakwah, Komunikasi, Da’i
PANDANGAN MAHASISWA TERHADAP PERAN DA’I DALAM AKTUALISASI DAKWAH DI ERA SIBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan mahasiswa terhadap peran da’i dalam aktualisasi dakwah di era siber, serta untuk memahami dampak teknologi digital terhadap praktik dakwah dan respons mahasiswa terhadap perubahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data dari mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pandangan yang kritis dan konstruktif terhadap peran da’i, yang mereka anggap perlu menguasai teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan dakwah secara efektif. Mahasiswa menekankan pentingnya kehadiran da’i di platform digital dan kemampuan mereka untuk menyaring informasi yang valid untuk mengatasi maraknya hoaks yang dapat merusak reputasi dakwah Islam. Selain itu, mahasiswa juga melihat pentingnya moderasi dalam beragama dan pendekatan dakwah yang inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan dan gaya komunikasi generasi milenial. Mereka berharap dakwah tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup isu-isu sosial yang relevan seperti keadilan sosial, kesetaraan gender, dan tanggung jawab lingkungan. Kesimpulannya, mahasiswa mengharapkan dakwah di era siber yang dinamis, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, serta yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif di era digital, dengan menekankan pentingnya da’i untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas dalam menyampaikan ajaran Islam
SIKEP DA’I KANA BASA SUNDA (Ulikan Sosiolinguistik di Pondok Pasantrén Al Barokah Bandung)
ABSTRAK Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sikap da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap bahasa Sunda. Selain itu, untuk mengajak da’i tetap menggunakan bahasa Sunda, dan melestarikan bahasa Sunda. Penelitian ini merupakan kajian sosiolinguistik tentang sikap bahasa. Penelitiaan ini menggunakan teori Ghavin dan Mathiot (Chaer dan Agustina,2014) ciri- ciri sikap bahasa yaitu kesetiaan bahasa, kebanggaan terhadap bahasa, dan kesadaran terhadap adanya norma bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikaan da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap bahasa Sunda dengan menggunakan teknik angket, dan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini ditemukan sikap da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap bahasa Sunda berdasarkan ciri-ciri sikap bahasa menurut Ghavin dan Mathiot, dan faktor yang mempengaruhi terhadap sikap bahasa. 1) sikap kesatiaan da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap bahasa Sunda menunjukkan sikap positif (71,75%), 2) sikap kebanggaan da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap bahasa Sunda menunjukkan sikap positif (54,25%), 3) sikap kesadaran da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung terhadap adanya norma bahasa menunjukkan sikap positif (47%). Adapun faktor yang mempengaruhi terhadap sikap da’i pondok pesantren Al Barokah Bandung adalah 1) lingkungan sosial, 2) pengetahuan kebahasaan, dan 3) latar belakang keluarga.
ABSTRACT
This study has a purpose to find out the attitude of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School. In addition, to invite da’i to continue using Sundanese, improve the existence of Sundanese, and preserve Sundanese. This research is a sociolinguistic study that addresses language attitudes. In this study using the theory of Ghavin and Mathiot (Chaer and Agustina, 2014) language attitudes include loyalty using language, pride in language, and awareness of the existence of language norms. In this study using kualitatif descriptive methods to describe the attitude of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School to the Sundanese language using questionnaire, and interview. The results of this study found the attitudes of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School towards Sundanese language based on the characteristics of language attitudes according to Ghavin and Mathiot, and factors influencing da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School to language attitudes. 1) da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School attitude towards Sundanese language shows a positive attitude (71,75%), 2) the attitude of the pride of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School towards Sundanese language shows a positive attitude (54,25%), 3) attitudes of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School awareness of the existence of language norms showed a positive attitude (47%). The factors that influence of da’i Al Barokah Bandung Islamic Boarding School it are 1) social environment, 2) linguistic knowledge, and 3) family background
Strategi Da’i Perkotaan Dalam Mengimplementasikan Syariat Islam Secara Kaffah di Kota Banda Aceh
Da’i perkotaan adalah lembaga dakwah yang fokus pada pelaksanaan usaha dakwah yang bergerak secara dinamis sesuai dengan kebutuhan dan sasaran dakwah secara umum di kota Banda Aceh. Da’i perkotaan dibentuk dalam rangka menjalankan misi walikota Banda Aceh untuk penguatan syariat Islam di Banda Aceh. Penelitian ini Secara metodologis merupakan penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini merumuskan tiga permasalahan yaitu: bagaimana strategi yang digunakan oleh da’i perkotaan dalam mengimplementasikan syariat Islam secara Kaffah? Apa capaian yang diperoleh oleh da’i perkotaan? Bagaiamana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh da’i perkotaan dalam mengimplementasikan syariat Islam secara kaffah di Kota Banda Aceh? Setelah dilakukan penelitian maka ditemukan jawaban dari rumusan tersebut, terkait dengan strategi da’i perkotaan ada dua yaitu penyusunan program kerja dan menjalin kerjasama. Adapun capaiannya adalah terlaksananya ceramah rutin jumatan di sekolah-sekolah untuk membentuk pribadi muslim dikalangan pelajar sekolah, safari dakwah di mesjid-mesjid untuk menghudupkan shalat jamaah, kajian kaum perempuan untuk membentuk keluarga dan generasi yang shaleh, dakwah public, dan dakwah warung kopi. Sementara peluang dan tantangan yang dihadapi da’i perkotaan yaitu adanya dukungan dari walikota Banda Aceh dalam bentuk penerbitan SK da’i dan pemberian insentif, adanya dukungan dari tokoh masyarakat. Sementara tantangannya minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan dakwah, minimnya anggaran kegiatan dan tidak tersedianya sekretariat da’i perkotaan
Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Darul Amien Nagara Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Penelitian ini di latar belakangi atas keperluan masyarakat akan adanya
seorang da’i atau muballigh yang mempunyai keahlian dan kemampuan yang
mumpuni baik dalam segi keilmuan maupun kebermasyarakatan dan membimbing
dakwah Islam secara baik dan profesional. Salah satu cara dalam melakukan
kaderisasai yakni dengan melalui kegiatan di Pondok Pesantren. Pondok Pesantren
akan menjadi wadah kaderisasi bagi para santri guna di jadikan seorang da’i yang
siap dan handal dalam hal keilmuan jika kelak terjun ke tengah masyarakat luas
nantinya. Hal demikian inilah yang menarik penulis untuk melakukan penelitian
tentang kaderisasi da’i yang ada di Podok Pesantren Darul Amien Nagara
Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Fokus permasalahan pada
penelitian ini yakni bagaimana bentuk-bentuk pelaksanaan kaderisasi da’i dan apa
saja yang menjadi faktor pendukung serta penghambat dari pelaksanaan kaderisasi
da’i yang ada di Pondok Pesantren Darul Amien Nagara Kecamatan Daha Utara
Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan, menggunakan pendekatan
kualitatif. Adapun teknik yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk pelaksanaan
kederisasi da’i di Pondok Pesantren Darul Amien dan faktor penunjang dan
penghambat pelaksanaan kaderisasi da’i di Pondok Pesantren Darul Amien.
sedangkan subjeknya adalah Pimpinan Pondok, Ustadz dan para santri.
Hasil Penelitian disini adalah bentuk-bentuk kaderisasi da’i di Pondok
Pesantren Darul Amien yang meliputi Organisasi Santri Darul Amien (OSDA),
Muhadharah, Khidmah Tarbawiyah, ‘Amaliyatut Tadris, Hifzus Surah, Latihan
Khutbah dan pembacaan Kitab Kuning. Adapun faktor pendukung dari pelaksanaan
kaderisasi yakni tolak ukur kelulusan santri dan kegiatan yang sesuai dengan
keperluan santri kedepannya. Faktor penghambat dari pelaksaan kaderisasi ini
adalah faktor kemalasan santri, tidak percaya diri, tidak aktif berorganisasi dan
faktot kesehatan santri
MODEL KADERISASI DA’I DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA TEGALSAMBI TAHUNAN JEPARA
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif artinya penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai hal yang diteliti. Dalam hal ini yakni kaderisasi da’i yang dilakukan di pondok pesantren Nurul Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kaderisasi da’i yang sedang berjalan di Pondok Pesantren Nurul Huda Tegalsambi Tahunan Jepara yaitu kegiatan khitabah pada hari Kamis malam Jum’at yakni satu minggu satu kali. Betapa pentingnya efektifitas kaderisasi da’i yang telah dilakukan oleh pondok pesantren tersebut. Mulai dari model kaderisasi da’i yang telah diterapkan oleh pengasuh, pengajar, dan para pengurus untuk kemajuan para santri pondok pesantren Nurul Huda. Model kaderisasi da’i yang dilakukan oleh pondok pesantren Nurul Huda sangat mempunyai peran penting dalam mengembangkan pondok pesantren Nurul Huda dalam pembinaan kader da’i guna siap di terjunkan di masyarakat di kemudian hari. Masyarakat di zaman modern seperti ini sangat memerlukan regenerasi dalam pengkaderan da’i agar kehidupan masyarakatnya dapat tertata. Dengan model seperti ini, maka masyarakat dapat mengambil manfaatnya dengan adanya lembaga pendidikan Islam yang mempunyai cara untuk mengembangkan pembinaan yang berkaitan dengan ukhuwah Islamiyah untuk kaderisasi para ulama’ di masa yang akan datang. Pembinaan kader da’i yang barawal dari strategi yang berjalan sangat baik, sangatlah berarti bagi para santri pondok pesantren Nurul Huda Tegalsambi Tahunan Jepara. Dengan pengajaran dan pendidikan agama serta didukung intelektual yang tinggi dan strategi yang cemerlang, maka diharapkan mampu menjawab problematika santri di pondok pesantren dan dimasyarakat setelah paripurna dari pondok tersebut. Dengan adanya kaderisasi da’i sangat diharapkan para santri dapat memanfaatkan model kaderisasi yang telah dikembangkan di pondok pesantren yang kemudian hari ketika sudah hidup bermasyarakat dapat dijadikan modal untuk mengembangkan insan yang mempunyai strategi yang dapat memecahkan segala rintangan yang menghadang di lingkungannya sendiri umumnya di masyarakatnya
- …
