8 research outputs found
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIABDINI MELALUI MEDIA KARTU KATA DAN GAMBAR DI TK B PGRI SRENGAT KABUPATEN BLITAR
ABSTRACT Septidear, Vidia. 2016. Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita pada Siswa Kelas III SD Negeri 2 Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Skripsi S – 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Thoha A.R, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: Media Boneka Tangan, Keterampilan Bercerita, Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan bercerita, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam bercerita masih rendah dengan siswa yang memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 75 berjumlah 15 orang siswa dari total 48 siswa, 2) Guru kesulitan menentukan media pembelajaran yang mendukung siswa untuk bercerita, 3) pembelajaran bercerita terkesan monoton karena guru hanya memberikan teks cerita kemudian siswa menceritakan kembali di depan kelas, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan menerapkan pembelajaran bercerita memanfaatkan media boneka tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil tindakan guru berupa pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang sebanyak 48 siswa, terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data yang digunakan pada penelitianini yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bercerita melalui media boneka tangan, pada siklus I kelancaran dan intonasi siswa masih belum baik. Selain itu siswa masih merasa canggung dalam memanfaatkan boneka. Pada siklus II siswa sudah bisa bercerita dengan lancar dan intonasi yang tepat. Selain itu siswa sudah mulai terbiasa memanfaatkan boneka tangan tanpa malu-malu. Hal ini terbukti dengan kenaikan rata-rata kelas dari 72,69 menjadi 77,33 pada siklus II, serta kenaikan ketuntasan klasikal dari 54,17% pada siklus I menjadi 77,08% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Disarankan bagi guru untuk menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna peningkatan pada aspek lain seperti menulis, menyimak dan membaca
Analisis komparatif buku Al-Fahmu dengan buku Amṡilatī : tinjauan materi dan metode pembelajaran
Setiap penulisan buku teks atau buku ajar terdapat pedoman tertentu. Pedoman tersebut mengacu pada prosedur penulisan dan isi yang terkandung dalam tulisannya. Para penulis maupun akademisi diharapkan sangat memperhatikan hal itu agar mampu menulis dan menganalisa kualitas buku ajar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa buku al-fahmu dan buku amṡilatī dari segi materi dan metode pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan wawancara. Adapun analisis data, penulis menggunakan analisis isi (content analysis).
Hasil analisis menunjukkan bahwa buku al-fahmu dan amṡilatī belum memenuhi konsep seleksi karena belum sesuai dengan tujuan pembelajaran, tingkat kemampuan pembelajar dan lama waktu program pembelajaran. Buku al-fahmu menggunakan penyusunan materi secara logis dengan mendahulukan kaidah-kaidah yang sederhana, akan tetapi penulis buku al-fahmu gagal dalam segi pengelompokan materi. Sedangkan pada buku amṡilatī, materi disusun secara psikologis, akan tetapi penulis buku amṡilatī berhasil dalam mengelompokkan materi serumpun. Dari aspek repetisi, buku al-fahmu terdapat beberapa pengulangan materi pendalaman, akan tetapi belum terdapat latihan pengayaan untuk penajaman. Sedangkan buku amṡilatī terdapat pengulangan materi dan latihan pengayaan sebagai penajaman materi. Adapun metode pembelajaran naḥwu yang digunakan kedua buku tersebut sama-sama menggunakan metode deduktif, meskipun keduanya terdapat perbedaan strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengajarkannya.
ABSTRACT:
Every writing textbook or textbook has certain guidelines. The guidelines refer to the writing procedure and the content contained in the writing. The writers and academics are expected to pay close attention to this matter in order to be able to write and analyze the quality of the textbook. This study aims to analyze the al-fahmu book and the amṡilatī book in terms of material presentation and syntactic methods. This study uses a qualitative approach with the type of library research (Library Research). Data was collected by means of documentation studies and interviews. As for data analysis, the author uses content analysis.
The results of the analysis show that the al-fahmu and amṡilatī books have not met the concept of selection because they are not in accordance with the learning objectives, the level of the learner's ability and the length of time for the learning program. Al-Fahmu's book uses a logical arrangement of material by prioritizing simple rules, but the author of Al-Fahmu's book fails in terms of grouping the material. While in the amilat book, the material is arranged psychologically, but the writer of the amilat book is successful in grouping cognate material. From the aspect of repetition, al-fahmu's book contains several repetitions of deepening material, but there is no enrichment exercise for sharpening. While the amṡilatī book contains material repetition and enrichment exercises as material sharpening. The naḥwu learning methods used by the two books both use the deductive method, although there are differences in the learning strategies used in teaching them
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DISPERINDAGKOP KOTA CIREBON
ABSTRAKKota Cirebon merupakan kota yang memiliki potensi sebagai kota berkembang. Karena masyarakat setempat banyak yang memilih usaha dibidang perdagangan, maka peran adanya suatu badan yang menangani masalah perindustrian dan usaha sangat diperlukan, seperti adanya Disperindagkop. Saat ini, gedung Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan (Disperindagkop) tengah dibangun setinggi empat lantai tepatnya di Jl. Cipto Mangun Kusumo, Cirebon.Untuk memenuhi kriteria keselamatan dan layanan yang diperlukan adanya desain perencanaan yang matang dan proses perencanaan pembebanan harus sesuai dengan SNI 1727-2013 serta SNI - 2847- 2013 beton bertulang, yang merupakan peratuaran terbaru yang mengacu pada AISC dan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi material terkini. Dalam perhitungan rekayasa gempa, ini mengacu pada SNI 1726 – 2012.Penulis akan meredesain sebuah Gedung tersebut dengan menggunakan material struktur beton yang terdiri dari 4 (empat) lantai. Dengan menggunakan Analisis struktur dari software SAP2000, material beton bertulang digunakan untuk balok, kolom, pelat atap serta pelat lantai.Kata Kunci : Analisis, Gedung Disperindagkop, Material, Beton Bertulang, Kolom, Balok, Plat. ABSTRACTCirebon city is a city that has potential as a developing city. Because many local people choose to trade in business, the role of an agency that handles industrial and business issue, such as the Disperindagkop. Currently, the Office of Industry Trade Cooperatives and (Disperindagkop) is being built as high as four floors precisely on Jl. Cipto Mangun Kusumo, Cirebon.To meet the safety and service criteria, it is necessary to have a careful planning design. Therefore and process must be in accordance with SNI 1727-2013 and SNI - 2847 - 2013 reinforced concrete, which is the latest refers to AISC and has been adapted to the latest material technology developments. In the calculation of earthquake engineering, this refers to SNI 1726 - 2012.The author will redesign a building by using a concrete structure material consisting of 4 (four) floors. Using structural analysis of SAP2000 software. reinforced concrete materials are used for beams, columns, roof plates and floor plates.Keyword : Analysis, Disperindagkop Building, Material, Reinforced Concrete, Column, Beams, Plate
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DISPERINDAGKOP KOTA CIREBON
ABSTRAKKota Cirebon merupakan kota yang memiliki potensi sebagai kota berkembang. Karena masyarakat setempat banyak yang memilih usaha dibidang perdagangan, maka peran adanya suatu badan yang menangani masalah perindustrian dan usaha sangat diperlukan, seperti adanya Disperindagkop. Saat ini, gedung Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan (Disperindagkop) tengah dibangun setinggi empat lantai tepatnya di Jl. Cipto Mangun Kusumo, Cirebon.Untuk memenuhi kriteria keselamatan dan layanan yang diperlukan adanya desain perencanaan yang matang dan proses perencanaan pembebanan harus sesuai dengan SNI 1727-2013 serta SNI - 2847- 2013 beton bertulang, yang merupakan peratuaran terbaru yang mengacu pada AISC dan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi material terkini. Dalam perhitungan rekayasa gempa, ini mengacu pada SNI 1726 – 2012.Penulis akan meredesain sebuah Gedung tersebut dengan menggunakan material struktur beton yang terdiri dari 4 (empat) lantai. Dengan menggunakan Analisis struktur dari software SAP2000, material beton bertulang digunakan untuk balok, kolom, pelat atap serta pelat lantai.Kata Kunci : Analisis, Gedung Disperindagkop, Material, Beton Bertulang, Kolom, Balok, Plat. ABSTRACTCirebon city is a city that has potential as a developing city. Because many local people choose to trade in business, the role of an agency that handles industrial and business issue, such as the Disperindagkop. Currently, the Office of Industry Trade Cooperatives and (Disperindagkop) is being built as high as four floors precisely on Jl. Cipto Mangun Kusumo, Cirebon.To meet the safety and service criteria, it is necessary to have a careful planning design. Therefore and process must be in accordance with SNI 1727-2013 and SNI - 2847 - 2013 reinforced concrete, which is the latest refers to AISC and has been adapted to the latest material technology developments. In the calculation of earthquake engineering, this refers to SNI 1726 - 2012.The author will redesign a building by using a concrete structure material consisting of 4 (four) floors. Using structural analysis of SAP2000 software. reinforced concrete materials are used for beams, columns, roof plates and floor plates.Keyword : Analysis, Disperindagkop Building, Material, Reinforced Concrete, Column, Beams, Plate
ANISYCHOS KARYA PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER
Karya penciptaan tari dengan judul “ANISHYCOS” merupakan karya tari inovasi baru yang berangkat dari fenomena-fenomena sebuah sekte satanik yang marak terjadi di dunia. Karya ini menonjolkan sebuah proses kelabilan anak muda, yang rentan terkena ajakan-ajakan menyesatkan, karena fase remaja masih banyak yang belum memiliki pedoman keagamaan. Karya tari “ANISHYCOS” diangkat melalui sebuah karya tari kontemporer bertipe dramatik dengan konsep tari kelompok. Pada karya ini digarap dalam empat tahapan yaitu, eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan pembentukan, kemudian hasil yang diperoleh karya tari ini mewujudkan ekspresi yang ingin disampaikan menurut tafsir penulis.
ABSTRACT
ANISYCHOS THE CREATION OF CONTEMPORARY DANCE, June 2023. The creation of dance work entitled "ANISHYCOS" is a new innovative dance work that comes from the phenomena of a satanic sect that are rife in the world. This work highlights the process of youth instability, which is vulnerable to misleading invitations, because many adolescents do not have religious guidelines. The dance work "ANISHYCOS" is elevated through a contemporary dance work of a dramatic type with the concept of group dance. This dance is worked on in four stages of the process of working method, namely: exploration, improvisation, evaluation, and formation, then the results obtained of this dance work embody the expression to be conveyed on the author\u27s interpretation.
Keywords: Anishycos, Satanic, Adolescents
Analisis Perbandingan Profitabilitas Kinerja Keuangan PT. Bukit Asam Persero Tbk dengan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk
The Energy Sector is one of the industrial sectors that has a significant influence on increasing company production in particular and a country's economic output in general. Economic improvement is always related to energy use, where the global economy that will continue to grow will result in an increase in demand for energy. This study discusses two energy sector companies, namely PT. Bukit Asam Persero Tbk with PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. By comparing the profitability of the performance of the two companies, because the assessment of financial performance is very important for companies, because knowing financial performance can be used as management in making financial decisions. The purpose of this study was to determine financial performance in terms of profitability ratios based on gross profit margin, net profit margin, basic earning power, return on investment, and return on equity. The statement submitted by the author is the financial performance of PT. Bukit Asam Persero Tbk and PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk Period 2011-2022. This study uses secondary data with descriptive quantitative analysis method. The result of this research is PT. Bukit Asam Persero has better performance profitability than PT. Dian Swastatika Sentosa. Where from the overall results of the profitability ratios that have been explained by PT. Bukit Asam Persero experienced fluctuations which tended to increase higher than that of PT. Dian Swastatika Sentosa
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction terhadap Hasil Belajar Kognitif
The teaching and learning of Pancasila and Civic Education in 8th grade of Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 1 serang city tends to be implemented in a teacher-centered manner in terms of learning outcomes, while the students have not yet reached the minimum completion criteria (KKM). Therefore, the author tried to conduct research on the influence of the Problem Based Instruction (PBI) learning model on cognitive learning outcomes for 8th grades of MTs. Negeri 1 Serang city. This research aims to determine the effect of the Problem Based Instruction (PBI) learning model on cognitive learning outcomes in Civics subjects in 8th grade of MTS Negeri 1 Serang City. This research uses a quantitative approach, the experiment method with a sample of class VIII A students as the control class and class VIII B as the experimental class. In the experimental class, learning uses the Problem Based Instruction (PBI) learning model, while in the control class uses the conventional learning model. To measure learning outcomes in both classes, test techniques were used with instruments in the form of multiple-choice questions. Based on the hypothesis test using the Mann Whitney test, the asymp value was obtained. sig (2-taliled) is 0.000. The value of 0.000 is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05). This shows that the use of the Problem Based Instruction (PBI) learning model has an influence on the cognitive learning outcomes of Civic Education subjects for 8th grade of MTs 1 Serang City for the year academic of 2023/2024. Thus, it is concluded that "Hypothesis H1 is accepted and H0 is rejected
Analisis Perbandingan Profitabilitas Kinerja Keuangan PT. Bukit Asam Persero Tbk dengan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk Periode 2011-2021
Sektor Energi merupakan salah satu bidang industri yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi perusahaan secara khusus dan output perekonomian suatu negara secara umum. Peningkatan ekonomi selalu terkait dengan penggunaan energi, dimana ekonomi global yang akan terus berkembang akan mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap energi pada penelitian ini membahas dua perusahaan sektor energi yaitu PT. Bukit Asam Persero Tbk dengan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. Dengan membandingkan profitabilitas kinerja yang ada pada kedua perusahaan tersebut, karena penilaian kinerja keuangan sangat penting dilakukan oleh perusahaan, karena dengan mengetahui kinerja keuangan maka dapat dijadikan pihak manajemen dalam pengambilan keputusan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan di lihat dari rasio profitabilitas berdasarkan nilai gross profit margin, net profit margin, basic earning power, return on invesment, dan return on equity. Pernyataan yang di ajukan penulis adalah kinerja keuangan pada PT. Bukit Asam Persero Tbk dan PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk Periode 2011-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan etode analisis kuantitatif deskriptif.The Energy Sector is one of the industrial sectors that has a significant influence on increasing company production in particular and a country's economic output in general. Economic improvement is always related to energy use, where the global economy that will continue to grow will result in an increase in demand for energy. This study discusses two energy sector companies, namely PT. Bukit Asam Persero Tbk with PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. By comparing the profitability of the performance of the two companies, because the assessment of financial performance is very important for companies, because knowing financial performance can be used as management in making financial decisions. The purpose of this study was to determine financial performance in terms of profitability ratios based on gross profit margin, net profit margin, basic earning power, return on investment, and return on equity. The statement submitted by the author is the financial performance of PT. Bukit Asam Persero Tbk and PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk Period 2011-2022. This study uses secondary data with descriptive quantitative analysis method
