220 research outputs found

    PESAN DAKWAH DALAM FILM CAHAYA CINTA PESANTREN (KAJIAN UKHUWAH ISLAMIYAH)

    No full text
    Film Cahaya Cinta Pesantren sangat diperbincangkan pada saat rilisnya tahun 2017, film ini mengangkat local identity dari seting latar tempatnya Aksen Sumatera Utara yang ditampilkannya terdengar konsisten sejak awal hingga film ini berakhir. Merupakan film drama-komedi-religi. Film ini memberikan pelajaran untuk di contoh oleh audiens, film ini termasuk kategori film yang di gemari oleh masyarakat terlebih seting latar pondok-pesantren. Film “Cahaya Cinta Pesantren” ini tentang pendidikan dan agama yang diyakini sebagai senjata pengubah nasib. Meski kondisi si pengguna senjata melarat sekali pun. Hanya, dituturkan dengan latar belakang budaya nyantri yang kental. Dikemas dengan paduan komedi. Mengangkat kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau Toba bernama Shila, anak perempuan yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di daerahnya namun tidak lolos, karena keterbatasan biaya orang tuanya tidak mungkin menyekolahkan Shila di SMA Swasta, awalnya Shila menolak namun atas bujukan orang tuanya jadilah Shila santri di Pesantren Al-Amanah. Shila berusaha menjalani kehidupan pesantren ditengah bermacam konflik. Mulai dari konflik kemiskinan, konflik yang membuat persahabatannya berantakan. “kepergian” orang yang ia sayangi, hingga ia sempat diancam akan dikeluarkan dari pesantren justru saat ia telah benar-benar jatuh hati pada pesantren itu. Shila menjadi tokoh sentral sekaligus ikon film Cahaya Cinta Pesantrren, pembawaannya lugu dengan tampilan local dan sikap tomboy yang hiperaktif. Meski terkesan cerewet dan sesukanya, justru sosok Shila inilah yang membuat film Cahaya Cinta Pesantren makin menarik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi deskriptif-kualitatif, subjek penelitiannya adalah film Chaya Cinta Pesantren. Objek penelitiannya adalah scenescene pesan dakwah kajian Ukhuwah Islamiyah dalam film Cahaya Cinta Pesantren melalui Shila, keluarga, dan sahabatnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotik dengan teori Roland Barthes. Kesimpulan dari penelitian Pesan Dakwah Dalam Film Cahaya Cinta Pesantren (Kajian Ukhuwah Islamiyah) peneliti menemukan beberapa aspek Ukhuwah Islamiyah melalui tokoh Shila, keluarga, dan sahabatnya, yaitu: 1) Ukhuwah Islamiyah fi din al-islam, 2) Ukhuwah Islamiyah fi al-‘ubudiyyah, 3) Ukhuwah Islamiyah fi al-wathaniyah wa al-nasab, 4), Ukhuwah Islamiyah fi al-insaniyah

    Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air di MI Islamiyah Kebonsari Malang

    No full text
    Pada saat ini nasionalisme di kalangan pemuda penerus bangsa khususnya para pelajar terhadap bangsa Indonesia semakin rendah, perubahan yang sangat pesat pada diri anak semua ini terjadi karena dampak dari kemajuan teknologi.hal ini terlihat dari aksi tawuran yang dilakukan oleh pelajar yang menandakan kurangnya rasa nasionalisme karena mementingkan ego sendiri dari pada prestasi untuk bangsa ini. Oleh karena itu siswa sekolah dasar harus mempuyai karakter mulai dari kecil. Maka dari itu, perlu sekolah melakukan pembentukan karakter cinta tanah air pada sisiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Bagaimana karakter cinta tanah air di MI Islamiyah Kebonsari Malang, (2) Bagaimana program pembentukan karakter cinta tanah di MI Isalmiyah Kebonsari Malang, (3) Bagaimana dampak program pembentukan karakter cinta tanah air di MI Isalmiyah Kebonsari Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa deskriptif. objek yang diteliti adalah siswa di MI Isalmiyah Kebonsari Jabung Malang, agar memperoleh gambaran yang real sesuai dengan keadaan atau fenomena yang terjadi di lapangan melalui pengumpulan data dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara direduksi, dipaparkan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa: 1) Bagaimana latar belakang cinta tanah air menjadi karakter khas siswa di MI Islamiyah Kebonsari Malang adalah saat ini rasa nasionalisme para pelajar tehadap bangsa Indonesia semakin rendah, urgensi tersebut melatar belakangi pendidikan karakter cinta tanah air mutlak adanya di sekolah. 2) Bagaimana program pembentukan karakter cinta tanah air di MI Islamiyah Kebonsari Malang Malang adalah Melibatkan siswa dalam kegiatan nasionalis sekolah baik kegiatan pembiasaan, rutin dan spontan seperti upacara bendera dan hari nasional, apel pagi, gugur bunga, pembacaan pancasila dan menyanyikan lagu sebelum pelajaran di mulai dan mengikuti ekstrakurikuler. 3) Bagaimana dampak program pembentukan karakter cinta tanah air di MI Islamiyah Kebonsari Malang adalah Siswa memiliki sikap menghargai dan menjunjung tinggi bangsa indonesia, Berjiwa nasionalis, disiplin dan tanggung jawab, mampu bersikap saling menghormati dan menghargai sesama, bangga pada budaya yang dimiliki.   Kata Kunci: Pembentukan, Karakter, Cinta Tanah Ai

    Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas pada Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK Islamiyah, Cinta. 2017. Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas pada Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata Kunci: Sistem Akuntansi, Penerimaan KasSistem akuntansi penerimaan kas merupakan salah satu sistem yang penting dalam menjalankan kegiatan operasional Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur guna mencapai tujuan-tujuannya. Jika sistem akuntansi penerimaan kas bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin, maka hal-hal seperti penyelewengan yang merugikan dapat dihindariPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai dan pelunasan piutang serta mengevaluasi apakah sistem akuntansi penerimaan kas tersebut sudah sesuai dengan teori. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif-kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai sudah cukup baik ditinjau dari pencatatan berbagai informasi yang dibutuhkan manajemen dan pemisahan fungsi pada struktur organisasi namun masih ada kelemahan pada: 1) Fungsi kasir tidak menerima secara langsung setiap kas yang masuk dari penjualan tunai, 2) tidak mencantumkan nama pembeli dan dalam mencatat nama barang seringkali tidak sesuai, 3) belum ada pemisahan tanggung jawab yang tegas antara fungsi penjualan dengan fungsi kasir, 4) Pada catatan transaksi penjualan tidak terdapat otorisasi fungsi yang berwenang, 5) Fungsi kasir tidak melakukan penyetoran jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dengan segera, 6) tidak ada perhitungan saldo kas secara mendadak oleh pemeriksa intern atau badan pengawas atas kas yang ada ditangan. Pencatatan berbagai informasi yang dibutuhkan manajemen pada sistem akuntansi penerimaan kas dari pelunasan piutang juga sudah cukup baik, namun tidak ada tidak ada asuransi pada kas dan fungsi yang terkait Dari kesimpulan disarankan, pada sistem penerimaan kas dari penjualan tunai, fungsi kasir terlibat langsung dalam penerimaan kas dari penjualan tunai, melengkapi dokumen dengan faktur penjualan tunai, pencatatan ke kartu stok sebaiknya dilakukan oleh fungsi akuntansi, segera memisahkan wewenang dan tanggung jawab antara fungsi penjualan dan fungsi kasir, otorisasi dari pihak berwenang dalam bentuk tanda tangan pada setiap transaksi yang dicatat, menyetorkan seluruh jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dengan segera, Perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas semestinya harus dilakukan secara periodik dan mendadak fungsi simpan pinjam (bagian penagihan) dan kasir harus diasuransikan, karyawan yang berhubungan langsung dengan uang koperasi ini perlu diasuransikan

    Cahaya CInta Pesantren

    No full text
    MarShila Silalahi terlahir sebagai anak yang cerdas, bahkan mendekati kata Genius. Namun, ia memiliki sedikit kenakalan yang menurutnya hanya berbeda sangat tipis dengan kreativitas. Justru kisah kenakalan-kenakalan ala santriwati ma'had inilah yang membuat kisah dan novel ini sangat menarik dan lucu hingga membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.Sistem pendidikan kuliyyatul Mualimin Islamiyah (KMI) di pondok pesantren yang ia tempati mengajarkan banyak hal, termasuk pendidikan kepesantrenan yang dianut dari sistem pendidikan Darussalam Gontor.Meski hidup di pesantren tidak mudah, kegigihan dan kecerdasannya mengantarkan Shila ke Negeri Sakura, Jepang. Bahkan kesempatan itu ia dapat dua kali. Kisah haru tentang sosok ayah juga dipaparkan di sini dan tak lupa juga diselipkan kisah cinta yang manis. Bagaimanakah akhir dari kisah Shila? Apakah membuat pembaca bahagia atau berduka? Yang jelas, akhir kisah ini tak bisa diprediksi sebelumnya....Novel ini luar biasa karena ditulis oleh orang yang telah berpengalaman nyantri di pesantren. Bahasanya cukup renyah dan faktual. Sisi-sisi kehidupannya sebagai seorang santriwati cukup mewakili. Ada impian, cita-cita harapan, perjuangan, dan doa, tidak ketinggalan juga ada duka dan cinta. Bagi yang ingin mengenal lebih dekat dunia pesantren, novel ini dapat menjadi referensi yang cukup baik. Bagi yang pernah menyantri, novel ini sangat menggelitik dan bisa jadi usai membacanya anda akan berkata,"ini sih Gue Banget!"_Ust. H. Solihin Addin, S. Ag.Majelis pengasuh dan Wakil Direktur Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah"Ar-Raudhatul Hasanahxx, 292 hlm.; 20 c

    Terrorist Groups in South East Asia. Jemaah Islamiyah - Strategy and Tactics

    No full text
    Celem artykułu jest przedstawienie charakterystyki oraz działalności terrorystycznej ugrupowania Jemaah Islamiyah. Omówiono w nim historię, rozwój, strukturę, a także mechanizmy finansowania Jemaah Islamiyah. Autorka przedstawiła zdolności operacyjne, współpracę z innymi organizacjami terrorystycznymi w Azji Południowo -Wschodniej oraz najważniejsze ataki terrorystyczne, przeprowadzone przez ugrupowanie.The aim of this article is to provide detailed information on structure and terrorist activity of Jemaah Islamiyah. It also reveals links to Al -Qaida and other terrorist groups operating in Southeast Asia. The author discuss historical background, capabilities and tactics of Jemaah Islamiyah based in Indonesia

    INTERPERSONAL RELATIONSHIP OF ISSABELLE AND BILL IN DANIELLE STEEL'S THE KISS

    No full text
    The Kiss karya Danielle Steel adalah sebuah novel yang berisi tentang cinta antara dua orang. Novel ini menceritakan hubungan pribadi Isabelle. Dengan demikian, penelitian ini menemukan kisah cinta Isabelle yang diberikan kepada seseorang yang bukan suaminya. Penelitian ini difokuskan pada ucapan dan kalimat Isabelle yang menggambarkan hubungan pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab: (1) keintiman yang dialami Isabelle (intimate) (2) gairah yang dimiliki Isabelle (passion) (3) komitmen yang dipegang Isabelle (commitment) (4) efek hubungan pribadi yang dimiliki Isabelle. Oleh karena itu, teori the triangular theory of love melalui tiga komponen cinta, keintiman, gairah, dan komitmen digunakan untuk menganalisis cinta dalam novel itu. Ini adalah penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan dan dianalisis berupa narasi dan dialog. Ada tiga proses dalam analisis data; mengumpulkan data, menampilkan data dan membuat kesimpulan. Setelah menganalisis novel, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada tiga komponen cinta dalam novel. Keintiman Isabelle adalah perhatian kepada seseorang tersebut. Gairah Isabelle adalah keinginan yang dimiliki Isabelle untuk memiliki seseorang tersebut. Komitmen Isabelle adalah kepercayaan dan tanggung jawab untuk menjaga hubungan mereka berdua. Di antara tiga komponen tersebut, cinta Isabelle adalah cenderung kepada Gairah. Isabelle benar-benar ingin memiliki seseorang tersebut karena Isabelle tidak bahagia hidup bersama suaminya. Isabelle ingin memiliki pasangan hidup yang bisa membuatnya bahagia sampai maut memisahkan

    Upaya meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan metode everyone is a teacher here dan reading guide pada pembelajaran PKN materi cinta lingkungan sekitar di kelas II MI Islamiyah Bulusari Sayung Demak tahun 2014-2015

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini membahas upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Kajiannya dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran, yang tentunya berpengaruh terhadap maksimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran. PTK ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: Bagaimanakah motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi cinta lingkungan sekitar?; Bagaimana penerapan metode Everyone is Teacher Here dan Reading Guide dalam Pembelajaran PKn Materi Cinta Lingkungan Sekitar? ; Apakah penerapan Metode Everyone is Teacher Here dan Reading Guide dalam Pembelajaran PKn Materi Cinta Lingkungan Sekitar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa? Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di Kelas II MI Islamiyah Bulusari Sayung Demak Tahun Pelajaran 2014-2015. Kedua metode dalam hal ini Everyone is Teacher Here (ETH) dan Reading Guide (RG) dijadikan sebagai metode pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Datanya diperoleh dengan cara observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Semua data dianalisis dengan pendekatan penelitian yang berbasis pola kerja yang bersifat kolaboratif dan analisis deskriptif menggunakan logika yang berlangsung dalam beberapa tahap yang dimulai dari perencanaan, aksi/tindakan, observasi, dan refleksi, yang kemudian kembali pada perencanaan awal semula (siklus). PTK ini menunjukkan bahwa: Motivasi belajar siswa dalam belajar PKn pada materi Cinta Lingkungan Sekitar di Kelas II MI Islamiyah Bulusari tergolong masih rendah, karena mata pelajaran PKn kurang begitu diminati siswa; Penerapan metode everyone is a teacher here dan reading guide berjalan lancar walaupun ada sedikit kendala, karena kelas yang dijadikan PTK termasuk kategori kelas gemuk. Keberhasilan penerapan metode everyone is a teacher here dan reading guide bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MI Islamiyah Bulusari Sayung Demak ditunjukan dengan adanya perubahan dalam proses pembelajaran yaitu kesiapan, semangat dan antusias pada saat proses pembelajaran dari masing- masing siklus, yang pada tahap pra siklus hanya 50 % untuk prosentase motivasi belajar siswanya, meningkat 65 % (siklus I) hingga 84 % (siklus II). Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor observasi yang diprosentasekan melalui pengamatan tentang motivasi belajar siswa dengan indikator kesiapan dan keaktifan dalam proses pembelajaran. Prosentase peningkatan motivasi belajar dari pra siklus 50 %, sampai siklus 2 yaitu dari 65 % pada siklus pertama meningkat menjadi 84 % pada siklus dua; Setelah menggunakan metode Everyone Is A Teacher Here dan Reading Guide pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Motivasi belajar siswa di kelas II dapat meningkat; Proses pembelajaran PKn materi cinta lingkungan sekitar kelas II MI Islamiyah, menjadi semangat peserta didiknya, serta dalam pembelajaran mereka menunjukkan sikap antusias, semangat dan selalu aktif. Dari penelitian ini, maka peneliti memberikan rekomendasi dan saran; Hendaknya pihak sekolah dan kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan memfasilitasi guru untuk meningkatkan profesinya dan sering melakukan penataran tentang pelaksanaan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 maupun pelatihan metode pembelajaran hingga mampu mencapai tujuan yang dikehendaki; Guru diharapkan selalu memberikan motivasi belajar kepada siswa. Hal semacam ini bisa menjadikan motivasi belajar siswa menjadi bertambah; Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai refleksi bagi guru terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran terhadap siswa

    Implementasi kafāah dalam perkawinan : studi tentang kufu pada perkawinan guru di MA Islamiyah Attanwir Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    Kafāah atau kufu adalah keadaan dimana antara calon suami dan istri ketika akan menikah harus memiliki kesepadanan dari empat hal yang tercantum di dalam hadits yakni agama, nasab, harta, dan kecantikan/ketampanan sebagai ikhtiar manusia dalam membantu mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun kafāah atau kufu dalam perspektif guru MA Islamiyah Attanwir terdapat interpretasi berbeda yang dipraktekkan langsung dalam pernikahannya seperti menikah dengan muridnya, tidak sepadan dalam pekerjaan atau profesi, nasab, kecantikan/ketampanan. Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini difokuskan untuk mengetahui deskripsi makna kafāah atau kufu menurut guru MA Islamiyah Attanwir beserta bagaimana penerapan dan dampaknya terhadap kehidupan pernikahan yang telah dibinanya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan empiris yaitu melakukan penelitian secara langsung ke lapangan melalui pengamatan dan wawancara kepada para informan yang terkait. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan penafsiran oleh guru MA Islamiyah Attanwir terkait makna kafāah atau kufu. Sebagian memaknai dengan sepadan atau setara atau serasi. Adapun sebagian lain memaknai dengan mendekati sepadan atau setara atau serasi seperti ukuran kafāah atau kufu dari segi umur. Dalam penerapannya kesamaan agama dan organisasi kemasyarakatan menjadi pokok dari ukuran kafāah atau kufu. Sedangkan nasab, kecantikan/ketampanan, pekerjaan atau profesi, umur, perasaan saling cinta dan kemapanan dari segi ekonomi hanya sebagai pelengkap dari kesempurnaan ukuran kafāah atau kufu. Varian makna dan penerapan kafāah atau kufu diatas diyakini oleh para guru MA Islamiyah Attanwir berdampak terhadap kebahagiaan dalam keluarganya

    Teknik penyampaian pesan dakwah tentang ukhuwah dalam film “Ayat-Ayat Cinta”

    No full text
    Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan, sehingga ukhuwah perlu terus dibangun. Sayangnya sering terjadi perselisihan di masyarakat, dan untuk memberikan hiburan yang mendidik dan mengandung unsur dakwah, film mengenai ukhuwah bisa menjadi alternatif sebagai contoh untuk masyarakat. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana penerapan pesan dakwah dan teknik penyampaian pesan ukhuwah dalam film Ayat-Ayat Cinta 2. Dalam menyampaikan sebuah pesan teknik yang digunakan haruslah tepat, maka tujuan yang diinginkan akan tercapai. Sehingga dengan menyoroti teknik penyampaiannya dapat diketahui apa saja teknik yang digunakan dalam film ini, agar pesan sampai kepada penonton dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja pesan dakwah dan teknik penyampaian pesan ukhuwah yang terdapat dalam film Ayat-Ayat Cinta 2. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan pendekatanya menggunakan pendekatan semiotic John Fiske. Analisis data dari penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan tahap, mengumpulkan data dengan mengamati film Ayat-Ayat Cinta 2, kemudian menyusun seluruh data yang telah diperoleh sesuai urutan pembahasan, setelah itu merepresentasikan tanda-tanda melalui tiga proses yang dikemukakan oleh John Fiske yaitu realitas, representasi dan ideologi. Hasil penelitian ini menunjukan, terdapat tiga pesan dakwah yang terdapat dalam film “Ayat-Ayat Cinta 2” yaitu pesan ukhuwah islamiyah yang terdapat pada scene 14, kemudian pesan ukhuwah wathaniyah pada scene 7 dan pesan ukhuwah insaniyah yang ditunjukan pada scene 3. Teknik penyampaian pesan ukhuwah berupa audio dan visual, secara visual dapat dilihat dari segi teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh juru kamera sehingga akan terlihat perilaku, gerak-gerik, make up dan gaya berpakaian pemain. Melalui audio peneliti dapat mendengar dialog dan latar musik yang digunakan dalam sebuah scene sehingga munculah pemaknaan oleh peneliti dalam scene tersebut. Sehingga dapat ditemukan teknik apa saja yang digunakan untuk menampilkan pesan ukhuwah islamiyah pada scene 14, ukhuwah wathaniyah pada scene 7 dan ukhuwah insaniyah pada scene 3

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI MI ISLAMIYAH GEBANGSARI KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Karakter merupakan sikap atau prilaku yang mencerminkan suatu bangsa. Niai-nilai pendidikan karakter pada siswa masih minim karena bangsa Indonesia masih banyak tindakan-tindakan kriminal. Tindakan criminal terjadi karena kurangnya kesadaran dalam berprilaku baik. Semua sekolah mempunyai tugas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karakter pada siswa dapat dibentuk melalui kegiatan-kegiatan disekolah baik dalam pelajaran maupun diluar jam pelajaran. Pengembangan karakter disekolah diantaranya kegiatan ekstrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa dituntut untuk mampu mengembangkan bakat dan minat menghargai orang lain, bersikap kritis terhadap sesuatu kesenjangan, berani mencoba hal-hal positif yang menantang, peduli terhadap lingkungan, sampai pada melakukan kegiatan-kegiatan intelektual dan ritual keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dalam ekstrakurikuler pencak silat di MI Islamiyah Gebangsari Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh, penulis lakukan dengan cara mengumpulkan seluruh data, mereduksi data, menyajikan data, danverifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam ekstrakurikuler pencak silat di MI Islamiyah Gebangsari Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas menerapkan Nilai kepada Tuhan kaitannya dengan nilai religius (keagamaan). Nilai yang berkaitan dengan diri sendiri seperti jujur, kerja keras, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, gemar membaca, dan tanggung jawab. Nilai kepada sesama misalnya toleransi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, dan peduli sosial.
    corecore