13 research outputs found

    Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) in Goat's Milk Kefir Against Pathogenic Microbes

    No full text
    The purpose of this study was to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of goat milk kefir. This research was conducted from November to December 2021 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Brawijaya. The analysis of the results of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) test results was carried out at the Biomedical Laboratory, University of Muhammadiyah Malang. The method used is a laboratory experimental method using a factorial completely randomized design (CRD) with 2 factors, a storage time and concentration. Treatment length of storage consisted of P0 (long storage day 0), P1 (long storage day 7), P2 (long storage day 14), and P3 (long storage day 21). Concentration treatment consisted of K0 (50% concentration), K1 (25% concentration). K2 (Concentration 12.5%), K3 (Concentration 6.25%), and K4 (Concentration 3.10%). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of the analysis showed that the treatment of storage time and concentration showed a very significant difference (P>0.01) on the average MIC and MBC of goat's milk kefir during storage at refrigerator temperature (0-4°C) in Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi. The MIC of goat's milk kefir against Staphylococcus aureus was 12.5% on Escherichia coli and Salmonella typhi 6.25%. While the MBC of goat's milk kefir against Staphylococcus aureus  is 50%, Escherichia coli is 50% and 25%, and Salmonella typhi is 50%, 25%, and 12.5%.Keywords: Kefir, Goat’s Milk, MIC, MBC, Pathogenic Microbe

    Pola Perilaku Perempuan dalam Pemilihan Moda di Kota Malang Bagian Barat

    No full text
    ABSTRAK   Wardhani, Cindy Kusuma. 2007. Pola Perilaku Perempuan dalam Pemilihan Moda di Kota Malang Bagian Barat. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T., (II) Pranoto, S.T., M.T.   Kata kunci: pola, perilaku perempuan, pemilihan moda   Pergerakan yang dilakukan oleh manusia umumnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibat dari pemenuhan kebutuhan hidup ini mengakibatkan pergerakan manusia menjadi meningkat. Pergerakan dapat dilakukan dengan moda transportasi maupun tanpa moda transportasi. Pergerakan yang dilakukan umumnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, tergantung dari tujuan dalam melakukan pergerakan tersebut. Sedangkan dalam melakukan aktivitas biasanya pelaku perjalanan akan dihadapkan pada suatu pilihan jenis moda transportasi apa yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) mengidentifikasi perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat,                 (2) mendapatkan pola perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Untuk mengetahui perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk mengetahui pola perilaku perempuan dalam pemilihan moda di kota Malang bagian barat digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: dominan para responden adalah pelajar/ mahasiswa dengan rentang usia terbanyak adalah 16-25 tahun. Responden terbanyak memiliki tingkat pendidikan terakhir SLTA/ sederajat, dengan penghasilan rata-rata perbulan terbanyak sebesar ≤ Rp500.000,00. pelaku perjalanan terbanyak memiliki jumlah anggota keluarga 4 orang. Kendaraan yang dimiliki responden terbanyak adalah roda dua pribadi sebanyak 1 buah. Paling banyak responden melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah/ kampus, dengan maksud perjalanan adalah sekolah. Biasanya dalam sehari melakukan perjalanan rutin sebanyak 1 kali, dan kendaraan yang banyak digunakan untuk melakukan pergerakan adalah motor pribadi, dengan alasan karena dengan mengendarai motor pribadi, waktu perjalanan lebih singkat. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: (1) untuk kendaraan pribadi   dengan Adj R2 = 0,689                    (2) untuk kendaraan umum  dengan Adj R2 = 0.704, dimana  = Utilitas Kendaraan Pribadi,  = Utilitas Kendaraan Umum,  = Waktu Perjalanan,  = Jarak Tempuh, dan  = Biaya Perjalanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel-variabel lain yang potensial dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan variabel utilitas kendaraan, selain variabel waktu perjalanan, jarak tempuh dan biaya perjalanan.

    Pengembangan Komponen Bioaktif Kefir Susu Kambing Sebagai Antimikroba dan Antioksidan.

    No full text
    Tujuan penelitian adalah mengkaji kadar protein isolasi bioaktif kefir susu kambing, aktivitas antimikroba dan aktivitas antioksidan selama waktu penyimpanan yang berbeda. Materi penelitian ini adalah kefir susu kambing yang di buat dari susu kambing segar dengan kefir grain 3%. Metode yang digunakan adalah metode percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang dilakukan. Perlakuan terdiri dari P0 (Waktu simpan 0 hari), P1 (Waktu simpan 7 hari), P2 (Waktu simpan 14 hari), dan P3 (Waktu simpan 21 hari). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan diikuti oleh Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel yang diamati antara lain pH, total asam, Total Plate Count (TPC), kadar mineral, peptide, aktivitas antimikroba, KHM, KBM dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyimpanan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0.01) terhadap rataan pH, total asam, TPC, protein isolasi bioaktif kefir susu kambing, aktivitas antimikroba pada Staphylococcus aureus, KHM dan KBM serta aktivitas antioksidan pada kefir susu kambing selama penyimpanan pada suhu refrigerator (0-4°C). Sedangkan perlakuan waktu penyimpanan menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0.05) terhadap kadar mineral, aktivitas antimikroba pada Escherichia coli dan Salmonella typhi. Waktu simpan 0 hari memberikan hasil terbaik terhadap pH, total asam, TPC, protein isolasi bioaktif kefir susu kambing, antioksidan, antimikroba pada pada Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi, rataan zona KHM dari kefir susu kambing terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah 12,5% pada Escherichia coli dan Salmonella typhi adalah 6,25%. Sedangkan KBM dari kefir susu kambing terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah 50% pada Escherichia coli adalah 50% dan 25%, serta pada Salmonella typhi adalah 50%, 25%, dan 12,5%. Pada kadar mineral waktu simpan 21 hari memberikan hasil terbaik terhadap rataan Ca (Kalsium) dan Mg (Magnesium)

    Optimizing Layout Structure in the ASOS Application Using the GeM Framework

    Full text link
    The study aims to identify key elements such as icons, text, and paragraphs within the ASOS application. The research seeks to provide insights into the application's design, emphasizing simplicity that appeals more to younger users compared to adults. The study employs a qualitative descriptive research method to analyze the data, which consists of screenshots from the ASOS application taken on a mobile phone. Data collection focuses on various screens, including the home screen, categories screen, Ramadhan edit screen, brand screen, my bag screen, and add address screen. The analysis reveals that the application contains numerous hyperlinks facilitating the selection and purchase of goods. From the examined screens, the author identifies 207 base units, which are further classified into 51 base layouts

    ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PADA PROSES PRODUKSI GULA KRISTAL PUTIH MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected] atau [email protected] atau [email protected] Dipublikasikana tanggal: 17 Agustus 202

    Karakterisasi Tokoh dalam Naskah Drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi: Teori Albertine Minderop

    Full text link
    This research aims to describe how the characters are described by the author in a drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi uses the characterization theory of fiction analysis by Albertine Minderop. This research uses qualitative research methods, and the data studied are in the form of narratives and conversational dialogues of the characters contained in the drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi. Data collection techniques in research were carried out using literature study techniques, and data analysis techniques were carried out through narrative analysis techniques. This research will find out how the author describes the characters in the drama script Nyanyian Kardus by Puntunh CM. Pudjadi and will be examined using the theory of fictional characterization, namely through the direct method (telling) and the indirect method (showing). Besides that, this research will also reveal the hidden messages of the characters and what the author wants to convey to the readers through each portrayal of the characters in the storyline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana karakter para tokoh yang dilukiskan oleh pengarang dalam sebuah naskah drama berjudul Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi oleh Albertine Minderop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan data yang diteliti berupa narasi serta dialog-dialog percakapan para tokoh yang terdapat di dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan teknik studi pustaka, dan teknik analisis data dilakukan melalui teknik analisis naratif. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara pengarang dalam melukiskan karakter para tokoh dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi dan akan diteliti menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi yaitu melalui metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Selain itu, penelitian ini juga akan mengungkapkan karakter para tokoh serta pesan tersembunyi apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca melalui setiap penggambaran karakter di dalam alur ceritanya.This research aims to describe how the characters are described by the author in a drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi uses the characterization theory of fiction analysis by Albertine Minderop. This research uses qualitative research methods, and the data studied are in the form of narratives and conversational dialogues of the characters contained in the drama script Nyanyian Kardus by Puntung CM. Pudjadi. Data collection techniques in research were carried out using literature study techniques, and data analysis techniques were carried out through narrative analysis techniques. This research will find out how the author describes the characters in the drama script Nyanyian Kardus by Puntunh CM. Pudjadi and will be examined using the theory of fictional characterization, namely through the direct method (telling) and the indirect method (showing). Besides that, this research will also reveal the hidden messages of the characters and what the author wants to convey to the readers through each portrayal of the characters in the storyline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana karakter para tokoh yang dilukiskan oleh pengarang dalam sebuah naskah drama berjudul Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi oleh Albertine Minderop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan data yang diteliti berupa narasi serta dialog-dialog percakapan para tokoh yang terdapat di dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan teknik studi pustaka, dan teknik analisis data dilakukan melalui teknik analisis naratif. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara pengarang dalam melukiskan karakter para tokoh dalam naskah drama Nyanyian Kardus karya Puntung CM. Pudjadi dan akan diteliti menggunakan teori karakterisasi telaah fiksi yaitu melalui metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Selain itu, penelitian ini juga akan mengungkapkan karakter para tokoh serta pesan tersembunyi apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca melalui setiap penggambaran karakter di dalam alur ceritanya

    KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM NOVEL MIMI LAN MINTUNA KARYA REMY SYLADO

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan kekerasan berbasis gender yang menjadi penyebab awal terjadinya trafficking yang terdapat dalam novel Mimi Lan Mintuna karya Remy Sylado. Kekerasan berbasis gender tidak hanya menimpa kaum perempuan tetapi juga laki-laki. Asumsi gender tertentu yang melekat pada perempuan maupun laki-laki menjadi penyebab dari kekerasan berbasis gender ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan: (1) struktur teks dalam novel Mimi Lan Mintuna karya Remy Sylado yang menggambarkan kekerasan berbasis gender; (2) bentuk kekerasan berbasis gender yang terdapat dalam novel; (3) perjuangan perempuan dalam menghadapi persoalan kekerasan berbasis gender dalam novel Mimi Lan Mintuna karya Remy Sylado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Sumber data penelitian ini adalah novel Mimi Lan Mintuna karya Remy Sylado. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan kritik sastra feminis dan perspektif gender. Hasil penelitian memberikan jawaban bahwa pengaluran dan alur cerita mudah dipahami karena didominasi alur linear. Alur kilas balik, sorot balik, dan bayangan digunakan untuk menciptakan ketegangan-ketegangan dalam cerita. Baik tokoh perempuan maupun laki-laki digambarkan mengalami ketidakadilan gender. Latar cerita terjadi di masyarakat Jawa, Manado, Bangkok, dan Jepang yang menggambarkan adanya bias gender. Jenis penceritaan dan tipe pencerita hadir memperjelas kedudukan pengarang sebagai pembuat cerita. Terdapat bentuk kekerasan berbasis gender yaitu bentuk pemerkosaan terhadap perempuan, tindakan pemukulan dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga, bentuk pelacuran, bentuk pornografi, dan pelecehan seksual. Kekerasan berbasis gender tersebut terjadi karena adanya bias gender antara perempuan dan laki-laki. Perjuangan yang terdapat dalam cerita ada yang bernilai feminis yaitu perjuangan melawan stereotipe perempuan, peran gender perempuan, dengan mendekatkan diri pada Tuhan, dan dengan kekuatan cinta. Adapula yang tidak bernilai feminis yang justru mengentalkan gender. Inti perjuangan perempuan dalam melawan kekerasan berbasis gender dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender, utamanya di dalam lingkup keluarga. This research is motivated by the issue of gender-based violence which become the cause of trafficking contained in the the novel of Remy Syaldo titled Mimi Lan Mintuna. Gender-based violence does not only affects a lot of women but also men. The assumptions of particular gender which inherent in the women and men become the causes of these gender-based violence. Based on these problems, the goal of this research is to describe: (1) the structure of the text in the novel Mimi Lan Mintuna that Remy Sylado works which depicting gender-based violence; (2) forms of gender-based violence contained in these novel; (3) and the fight of women in addressing the issue of gender-based violence in these novel. The method used in this research is descriptive analysis with data collection in the form of literature review. The data source of this research is novel Mimi Lan Mintuna by Remy Sylado. The terms used to describe it, is feminist literary criticism and gender perspectives. Results of the study provide the answers that the storyline and the technique used to present it, is easy to understand because it is dominated by linear grooves. Flashback, which illustrates one or several events in the past, and the shadow which is used to create the tensity in these story. Either a woman and a man figure experienced gender inequality. Background story takes place in the community of Java, Manado, Bangkok, and Japan which illustrates the gender bias. Type of storytelling and storytellers are present to clarify the position of the author as the creator of the story. Types of gender-based violence against women is in the form of rape, beatings and acts of physical assault that occurred in the household, prostitution, pornography, and sexual harassment. Gender-based violence occurs because of gender bias between women and men. The fight that women do in the story contained both feminist and non-feminist. Kind of feminists those are women's struggle against stereotypes, increasing gender roles of women, do oncoming to closer to God, and with the power of love. Besides, the non-feminist precisely do to thicken gender. The core fight of women against gender-based violence is sought to achieve gender equality, especially in the family sphere

    The effect of storage period on calcium and magnesium level and antimicrobial activity of goat’s milk kefir

    No full text
    The purpose of this reasearch was to determine the effect of storage period goat’s milk kefir (GMK) on total LAB, total mineral levels included Ca and Mg and antimicrobial activity to pathogenic microbes. The materials used was GMK. This research was conducted using Completely Randomized Design with 4 treatments and 4 replications. The treatments were storage period that consist of D0 (0 day), D1 (7 days), D2 (14 days), and D3 (21 days). Total calculation of LAB used TPC (Total Plate Count). Samples were diluted from 10-1 to 10-8, then incoculated PCA medium by using pour plate method. Petri dish was incubated at 37ºC for 48 hours. Calcium and magnesium levels were calculed base AAS method. The result of this study was analyzed using analysis of variance (ANOVA), then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The storage time treatment has a significant effect on the total microbial count, mineral levels (Ca and Mg) and inhibition zone of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella enterica serovar typhi on goat's milk kefir. Average clear zone Staphylococcus aureus 2.60 – 3.18 mm. Average inhibition zone Escherichia coli 2.09 – 3.32 mm. Average clear zone Salmonella enterica serovar typhi 1.97 – 2.72 mm

    PERANCANGAN PROYEK KANTOR FIRST WAP OLEH KONSULTAN C&I INTERIOR ARCHITECTURE

    Full text link
    C&amp;I Interior Architecture adalah konsultan arsitektur interior yang terletak di Surabaya. C&amp;I Interior Architecture melayani proyek komersial dan perkantoran corporate dengan keunggulan analisa bisnis dalam interior architecture branding. Kantor First Wap merupakan tempat bekerja sebuah perusahaan IT yang didesain dengan interior branding dengan pertimbangan fengshui dan kenyamanan pengguna. Konsep zoning, organisasi ruang, dan pola sirkulasi yang diterapkan berdasarkan fengshui yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi bisnis mereka. Konsep desain utama adalah flip flop yaitu adanya pembagian dua area general antara area formal dan area staff seperti dua sisi koin yang berbeda. C&amp;I interior Architecture menggunakan teori dari Kim Kuhteubl sebagai landasan dimana beliau mengatakan bahwa interior branding memiliki 3 aspek utama yaitu aspek clear vision, unique story, dan energy yang di terapkan pada setiap aspek desain kantor First Wap. Aspek clear vision di aplikasikan pada peletakkan logo, warna furnitur yang sesuai logo First Wap yaitu warna khas dari mereka, motivasi pekerja dan memberikan visi dan tujuan pendirian perusahaan. Aspek unique story yaitu bentukan dan ambiance kuning yang berada di beberapa spot sehingga pengunjung lebih mengarah pada area tersebut. Yang terakhir adalah energy, dimana energy terbesar dari First Wap adalah dari pemandangan dan cahaya alami dari luar.Kata Kunci: Interior, Branding, Kantor, Formal, Motivas

    Pengaruh Lama Simpan Kefir Susu Kambing Terhadap Aktivitas Antimikroba Pada Mikroba Patogen

    No full text
    Kefir merupakan produk minuman fermentasi sebagai hasil aktivitas bakteri asam laktat dan yeast dalam susu yang dibuat dengan cara menambahkan kefir grain secara langsung ke dalam susu baik susu sapi, kambing, maupun kerbau. Lama simpan merupakan penambahan proses fermentasi yang terjadi saat proses inkubasi susu dengan biji kefir berlangsung. Inkubasi pada proses fermentasi biasanya hanya dilakukan 1 sampai 2 hari. Proses lama simpan memperpanjang waktu fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama simpan kefir susu kambing terhadap aktivitas antimikroba pada mikroba patogen. Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah 2,5 liter kefir susu kambing yang dibagi dalam 16 botol. Penelitian ini dilakukan mulai 27 November hingga Desember 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Analisis hasil uji aktivitas antimikroba dilakukan di Laboratorium Biomedik, Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan adalah metode percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang dilakukan. Perlakuan terdiri dari P0 (Lama simpan hari ke 0), P1 (Lama simpan hari ke 7), P2 (Lama simpan hari ke 14), dan P3 (Lama simpan hari ke 21). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan diikuti oleh Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama simpan 7 hari dan 14 hari memberikan hasil terbaik terhadap rataan zona hambat pada Staphylococcus aureus. Lama simpan 0 hari memberikan hasil terbaik terhadap rataan zona hambat pada Escherichia coli dan Salmonella typhi namun pengaruhnya tidak menunjukkan perbedaan terhadap lama simpan 7 hari. Lama simpan 7 hari secara keseluruhan memberikan hasil terbaik terhadap rataan zona hambat pada Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi
    corecore