205 research outputs found
PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. PUTRA JAYA NANAS BLITAR
Skripsi berjudul “Pengaruh Kompensasi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Putra Jaya Nanas Blitar” disusun oleh Vika Nur Chotib, NIM. 126405201066, jurusan Manajemen dan Bisnis, Prodi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, yang dibimbing Fitrianatsany, S. Sos., M.A.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh produktivitas kerja karyawan di PT. Putra Jaya Nanas Blitar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Perusahaan harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diberikan agar sumber daya manusia yang dimiliki bisa memiliki kredibilitas kerja yang tinggi guna menambah produktivitas dari karyawan atau sumber daya manusia itu sendiri. Kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui adanya pengaruh dalam kompensasi terhadap produktivitas kerja karyawan. (2) Untuk mengetahui adanya pengaruh dalam motivasi kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. (3) Untuk mengetahui adanya pengaruh dalam disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. (4) Untuk mengetahui adanya pengaruh dalam lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. (5) Untuk mengetahui adanya pengaruh dalam kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian asosiatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah nonprobability sampling, dengan jumlah sampel 32 orang yaitu sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data didapat dengan menyebar kuesioner kepada seluruh karyawan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validasi, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heterokedastisitas, uji regresi linier berganda, uji t-test, uji F-test dan uji R2.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kompensasi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, (2) Kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, (3) Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan (4) Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan (5) Lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Putra Jaya Nanas Blitar.
Kata Kunci: Kompensasi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, Produktivitas Kerja Karyawa
Analisis Pemilihan Moda Angkutan Umum atau Pribadi Pekerja Mobilitas Non-Permanen di Sepuluh Wilayah Metropolitan Indonesia
There are several types of non-permanent mobility which are generally related to location difference between places of residence and places of work. Non-permanent mobility consists of commuting, circular, and seasonal migration. Commuting is a type of non-permanent mobility where a person works in a different place from his residence, he/she leaves in the morning and returns in the afternoon or evening every day. Circular is a type of non-permanent mobility where a person lives in a workplace (which is different from his place of residence) for less than three months but more than one day. Whereas seasonal migrantion is a type of non-permanent mobility where the person lives in the workplace (destination area) between 3 and 6 months. This study aims to identify the probability of public transportation use by workers, both as movers and stayers, in ten metropolitan regions in Indonesia, namely Mebidang (Medan metropolitan area), Palapa (Padang metropolitan area), Patungraya Agung (Palembang metropolitan area), Jabodetabek (Greater Jakarta), Bandung Raya (Bandung metropolitan area), Kedungsepur (Semarang metropolitan area), Gerbangkertosusila (Surabaya metropolitan area), Sarbagita (Denpasar metropolitan area), Banjar Bakula (Banjarmasin metropolitan area), and Maminasata (Makassar metropolitan area). The results of the analysis with Binary Logistic Regression on the Sakernas 2017 data shows that the probability of using public transportation varies according to individual characteristics, patterns of mobility and varies over Metropolitan Areas
The Impact of Group and Network on Welfare: Finding of Gender Identity in The Urban Informal Sector In East Flood Canal (BKT), Jakarta
Gaya kepemimpinan profetik kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan
Penulis berasumsi bahwa ketika seluruh kepala madrasah dapat mengimplementasikan kelima indikator dari gaya kepemimpinan profetik, maka akan berdampak terhadap perwujudan mutu pendidikan.Dasar asumsi tersebut dilandasi oleh misi kepemimpinan profetikyang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW selama menjabat sebagai kepala negara. Misi kerasulan tersebut sangat tampak terhadap pola pikir dan sikap dalam memberikan pelayanan yang maksimal terhadap seluruh masyarakat Arab. Dengan demikian, ketika kepala madrasah dapat memberikan pelayanan yang maksimal terhadap para pelanggannya,maka mereka akan terpuaskan. Kepuasan pelanggan merupakan respon yang baik dari para pelanggan, seperti rasa senang, nyaman, merasa dihargai, dan lain sebagainnya.Saran penulis, diharapkan adanya penelitian lanjutan yang bersifat empiris terhadap topik yang ada dalam artikel ini. Sehingga para kepala madrasah berdasarkan hasil yang logis dan empiris dapat mengimplementasikan gaya kepemimpinan profetik ini
STUDI TEBAL MINIMUM PELAT BETON BERTULANG YANG TERLETAK DI ATAS BALOK PADA LANTAI PELAT ATAP GEDUNG (studi kasus, Rumah Susun Yayasan Ponpes Nurul Chotib Al Qodiri Tipe Rembunai 2 Lantai)
Perencanaan pelat beton bertulang harus memperhatikan dua kategori desain, yakni kekuatan dan kelayanan, serta memastikan ketebalan pelat minimum untuk menekan efek penyusutan dan deformasi material. Menghitung deformasi lendutan material jangka pendek, harus lebih kecil dari lendutan yang diijinkan oleh peraturan beton. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyederhanakan desain kategori kelayanan agar tebal plat beton memenuhi standar SNI 03-2847 2019, juga dari segi kekuatan agar men-dapatkan luas tulangan yang optimal dari bangunan Rumah Susun Yayasan Ponpes Nurul Chotib Al Qodiri Tipe Rembunai 2 Lantai. Analisa tebal pelat ukuran 130 mm pada bangunan dilakukan dan menunjukkan bahwa tebal tersebut belum memenuhi syarat lendutan sesuai perhitungan, apabila nilai αm terletak melebihi 0,2. Oleh kare-nanya dilakukan cek lendutan izin sesaat yang menghasilkan nilai 0,63 mm dimana lebih kecil dari perhitungan lendutan yang diijinkan akibat beban mati dan hidup yakni 16,67 mm. Sehingga perlu di uji studi kembali dengan menggunakan tebal plat 95 mm yang menghasilkan nilai lendutan sebesar 6,31 mm dimana mendekati lendutan ijin
Analisis Pemilihan Moda Angkutan Umum atau Pribadi Pekerja Mobilitas Non-Permanen di Sepuluh Wilayah Metropolitan Indonesia
There are several types of non-permanent mobility which are generally related to location difference between places of residence and places of work. Non-permanent mobility consists of commuting, circular, and seasonal migration. Commuting is a type of non-permanent mobility where a person works in a different place from his residence, he/she leaves in the morning and returns in the afternoon or evening every day. Circular is a type of non-permanent mobility where a person lives in a workplace (which is different from his place of residence) for less than three months but more than one day. Whereas seasonal migrantion is a type of non-permanent mobility where the person lives in the workplace (destination area) between 3 and 6 months. This study aims to identify the probability of public transportation use by workers, both as movers and stayers, in ten metropolitan regions in Indonesia, namely Mebidang (Medan metropolitan area), Palapa (Padang metropolitan area), Patungraya Agung (Palembang metropolitan area), Jabodetabek (Greater Jakarta), Bandung Raya (Bandung metropolitan area), Kedungsepur (Semarang metropolitan area), Gerbangkertosusila (Surabaya metropolitan area), Sarbagita (Denpasar metropolitan area), Banjar Bakula (Banjarmasin metropolitan area), and Maminasata (Makassar metropolitan area). The results of the analysis with Binary Logistic Regression on the Sakernas 2017 data shows that the probability of using public transportation varies according to individual characteristics, patterns of mobility and varies over Metropolitan Areas
Analysis of the Impact of Urban Development on River Water Quality Case Study of the Pesanggrahan River
Spatial Regression Analysis of Crime Occurrence in DKI Jakarta: Analysis of 2021 Potensi Desa Microdata
Urban crime is a critical issue that demands attention to support the realization of urban resilience. Urban areas with complex social conditions face an elevated risk of criminal activity. Besides economic factors, other determinants such as education and urbanization significantly contribute to urban crime. In 2021, the Special Capital Region of Jakarta recorded 20,370 criminal incidents. To gain a more comprehensive understanding of urban crime, conducting spatial analysis is essential. This study aims to perform a spatial regression analysis of crime occurrences in the province in 2021 and examine the influence of contributing factors using the 2021 Potensi Desa microdata as the primary source. The analysis encompassed 261 urban villages and employed a nomothetic explanatory quantitative approach, incorporating descriptive and inferential methods through classical and spatial regression modeling. This study finds that variables such as the urban index, education, and sports activities significantly affect the occurrence of criminal acts, although no spatial influence was observed. This study provides implications for urban planning and development by emphasizing the importance of optimizing spatial planning and human development in formulating effective strategies to address urban crime challenges
The Social Impact of Ride-Hailing Technologies: The Experience of Passengers and Drivers in Jakarta
Analisis Kesediaan untuk Membayar (Willingness to Pay) Kompensasi Pengembangan Kawasan Naturalisasi Sungai oleh Badan Usaha Milik Swasta: Studi Kasus DKI : Willingness to Pay Analysis of Private Firms for River Naturalization Area Compensation in The Special Capital Region of Jakarta
Koefisien Lantai Bangunan (KLB) merupakan salah satu koefisien utama dalam intensitas pemanfaatan ruang yang diatur dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada suatu kawasan, tidak terkecuali bagi Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Prosedur kompensasi untuk penambahan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, salah satunya yaitu dengan melakukan pengembangan kawasan naturalisasi sungai, namun belum ada rumus perhitungan dalam menentukan besaran kompensasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kesediaan untuk membayar kompensasi penambahan KLB oleh Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) berupa pengembangan kawasan naturalisasi sungai sesuai Peraturan Gubernur Nomor 141 Tahun 2019. Untuk itu, digunakan metode analisis statistika deskriptif berupa tabulasi silang serta analisis statistika inferensial berupa ANOVA terhadap sampel 24 BUMS di Provinsi DKI Jakarta yang berlokasi di sempadan sungai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar BUMS untuk kompensasi penambahan KLB lebih rendah dibandingkan dengan yang ditawarkan, terdapat variasi dari kesediaan membayar kompensasi antarkategori karakteristik BUMS, serta terdapat perbedaan rata-rata kesediaan membayar kompensasi yang signifikan antarkategori dalam aspek persetujuan BUMS apabila besaran insentif peningkatan KLB ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui hasil tersebut, penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan, baik terhadap peraturan perundang-undangan eksisting mengenai kebijakan insentif peningkatan KLB pada BUMS maupun langkah jangka pendek yang dapat dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan nilai kesediaan membayar kompensasi penambahan KLB oleh BUMS
- …
