512 research outputs found

    KABINET BURHANUDDIN HARAHAP TAHUN 1955-1956

    No full text
    Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Kabinet ini terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali I, sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatur kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatur kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah. Kabinet ini mulai bekerja setelah dilantik tanggal 12 Agustus 1955 dengan dipimpin oleh Burhanuddin Harahap. Semasa pemerintahannya, Burhanuddin Harahap berusaha menstabilkan kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia pada saat itu. Meskipun demikian dalam perjalanannya kabinet ini juga mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan kabinet ini demissioner. Pembahasan ini menarik untuk diteliti mengingat kabinet ini tidak berumur panjang hanya sekitar kurang lebih 7 bulan saja, tetapi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap berhasil mengadakan perbaikan dalam bidang sosial, ekonomi, serta politik dan dapat dikatakan kehidupan rakyat semasa kabinet cukup makmur. Burhanuddin juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum dan berhasil mengembalikan kewibawaan pemerintah terhadap Angkatan Darat dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap?; 2) Bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan Politik pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap?. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan Kabinet Burhanuddin Harahap dari sisi kondisi sosial, ekonomi, dan politik pada tahun 1955 hingga 1956. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting penelitian dilakukan di pusat pemerintahan Republik Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Burhanuddin Harahap berhasil mengatasi masalah inflasi yaitu dengan jalan mengadakan penghematan keras dalam banyak pengeluaran, terutama pengeluaran rutin yang berlebihan, menyempurnakan penerimaan pajak dan memperbaiki cara-cara dan dasar pemungutan,terus berlangsungnya serta dipegang teguh peraturan yang telah berjalan mengenai pengawasan preventif oleh pihak Kementerian Keuangan. Selain itu Burhanuddin juga mengadakan perbaikan ekonomi, termasuk didalamnya menekan harga barang-barang, baik harga barang impor maupun harga beberapa macam barang-barang dalam negeri yang merupakan kebutuhan sehari-hari, serta berhasil mengatasi masalah korupsi dengan jalan menindak dan menjebloskan ke penjara bagi siapa saja yang melakukan tindakan korupsi tanpa pandang bulu. Burhanuddin juga berhasil mengembalikan citra pemerintah dimata angkatan darat dan masyarakat Kabinet Burhanuddin juga berhasil melaksanakan pemilihan umum yang pertama kali di Indonesia yang berjalan dengan aman, tertib dan demokratis. Akhirnya Kabinet demisioner pada tanggal 3 Maret 1956 setelah kehilangan prestige-nya ketika usahanya mengontrol Angkatan Udara gagal serta kegagalan menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan. Kata Kunci : Kondisi Sosial, Ekonomi dan Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-195

    Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Buku Khotbah Jumat Karya Achmad Sunarto

    No full text
    Analysis of Language Errors in the Friday Sermon Book by Achmad Sunarto The author chooses language error analysis because every written work that has been read, especially the sermon book by Achmad Sunarto, still has language errors. The language errors contained in each book are very important to note. Each word has its own meaning and meaning, if the writing of each word has an error it will have a different meaning or meaning. Therefore, to find out language errors in the Friday Sermon Book, Setyawati uses the theory of language errors in the book so that she can find out language errors. The problems of this research are: (1) How are language errors at the morphological level including the omission of affixes in Achmad Sunarto's Friday Sermon Book, (2) How are language errors at the morphological level including sounds that should be melted not melted in Achmad Sunarto's Friday Sermon Book, (3) How do language errors at the morphological level include sound decay that should not be melted in Achmad Sunarto's Friday Sermon Book, (4) How do language errors at the morphological level include the use of inappropriate affixes in Achmad Sunarto's Friday Sermon Book. The purpose of this study is to describe, analyze, and interpret language errors in Achmad Sunarto's Friday Sermon Book. The data source of this research is the Friday sermon by Achmad Sunarto. The method that the author uses in this research is the method of content analysis and the approach used in this research is a qualitative approach. The technique used in this research is documentation technique and hermeneutic technique. The results of the study concluded that there were 25 language errors, namely: the omission of affixes contained 18 data, the sound that should have melted was not melted, there were 6 data, the yield of the sound that should not have melted there was 1 data, and the use of affixes was not appropriate. So it can be concluded that the Analysis of Language Errors in the Friday Sermon Book by Achmad Sunarto contains language errors at the morphological level and is dominated by language errors of omitting affixes

    Preferensi Pakan dan Perilaku Makan Walabi Lincah (Macropus agilis Peters and Doria,1875) di Kebun Binatang Gembira loka Yogyakarta.

    No full text
    Agile wallaby (Macropus agilis Peters and Doria, 1841) is a marsupial fauna endemic in Papua. Population of agile wallaby is declining significantly because of illegal hunting, reducing and changing of their savanna habitat, competition with timor deer (Rusa timorensis), and forest fire. One of ex-situ conservation strategy of agile wallaby is the captive breeding. Food preference and feeding behavior is the important factor in the breeding. This research used Focal Animal Sampling method. The result research shows that the most prefered feed is water spinach (Ipomea reptans) with the index is 1.58. Based on the test Chi-Square (X2) test known significant (P > 0.05), that the behavior of eating males and females wallaby are not far different from pattern of walking, approach, taking, chewing and ruminating. The palatability and the highest feed preferences on the type of water spinach and the common feeding behavior of agile wallaby are by walking, probing by smelling, eating, chewing and ruminating

    KONSEP BIRRUL WALIDAIN MENURUT SYEIKH UMAR BIN ACHMAD BARADJA (Telaah Kitab Al-Akhlak Lil Banin)

    No full text
    ABSTRAK KONSEP BIRRUL WALIDAIN MENURUT SYEIKH UMAR BIN ACHMAD BARADJA (TELAAH KITAB AL�AKHLAK LIL BANIN) Oleh: Nurbaeti Rohmah Orang tua ialah manusia yang paling dekat hubungannya dengan anaknya, karena mereka adalah asal jasmani dari anaknya. Ibu telah menderita kelemahan dan kepayahan berbulan-bulan lamanya ketika anak masih dalam rahimnya. Setelah si anak lahir ke dunia ini, dirawatnyalah dengan segala kasih sayang.1 Bapak sekalipun tidak ikut mengandung dan menyusui, tapi ia berperan besar dalam mencari nafkah, membimbing, melindungi, membesarkan dan mendidik anaknya hingga mampu berdiri sendiri, bahkan sampai waktu yang tidak terbatas. Menghormati orang tua sangat ditekankan dalam Islam. Banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa segenap mukmin mesti berbuat baik dan menghormati orang tua. Selain menyeru untuk beribadah kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Al-Qur’an juga menegaskan kepada kaum beriman untuk menunjukan rasa syukur kepada Allah untuk menghormati keduanya. Islam telah mengajarkan umat muslim agar taat dan berbakti kepada orang tua, mengingat banyak dan besarnya pengorbanan serta kebaikan orang tua terhadap anaknya, yaitu memelihara dan mendidik sejak kecil tanpa perhitungan biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mengharapkan balasan sedikitpun dari anak. Yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana konsep birrul walidain menurut Syeikh Umar Bin Achmad Baradja dalam kitab Al-Akhlak Lil Banin dan apa saja kekurangan serta kelebihan dari kitab Al-Akhlak Lil Banin. 1 Burhanuddin Salam, Etika Sosial Asas Moral dalam Kehidupan Manusia, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h. 19 iii Jenis penelitian ini adalah penelitian Library research atau studi kepustakaan yang merupakan penelitian deskriptif analitik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Setelah dikaji secara mendalam, hasil penelitian menunjukan bahwa konsep birrul walidain dalam kitab Al�Akhlak Lil Banin mencakup tentang konsep birrul walidain, kedudukan birrul walidain, pengertian berbuat baik dan durhaka kepada kedua orang tua, serta keutamaan dan ganjaran berbakti kepada kedua orang tua. Kata Kunci : *Konsep Birrul Walidain Menurut Syeikh Umar Bin Achmad Baradja (Telaah Kitab Al-Akhlak Lil Banin

    Analisis Kesiapan Pasangan Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert, 1798) untuk Pelepasliaran Ditinjau dari Perilaku Kawin di Javan Gibbon Center

    No full text
    Javan gibbon is one of the endemic wildlife in Javan whose endangered. The potency of javan gibbon reproduction whose monogamy is low. One criteria of reintroduction and a release pair of Javan gibbon are succeeding in reproduction. Research is doing in Javan Gibbon Center for 2 pairs of Javan Gibbon, that is Robin-Moni and Asep-Dompu. The aims of this research is to know the suited javan gibbon couple and watch the sign of breeding tendency of javan gibbon. Observe use scan sampling method and record with one-zero sampling for daily activity and ad-libitum method for breeding behavior. The result of this research is indicate that Asep-Dompu has closer than Robin-Moni. It shows from pair association whose doing by Asep-Dompu, like allogrooming, sleep together, and feed sharing. Breeding activity is not observed in this research from 2 pairs of javan gibbon, but the sign whose indicate to occur copulation was detected

    PENJADWALAN PROYEK MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) DENGAN KENDALA KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALAT (Studi Kasus: Proyek Steam Boiler dan Central Boiler Oleh PT Swadaya Graha di Kota Kediri, Jawa Timur)

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui Achmad Syaifuddin Arif1), Ceria Farela Mada Tantrika2), Ihwan Hamdala3Terima kasihÂ

    Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru)

    No full text
    Environmental health of the hospital is very important, therefore it is necessary to strive for proper and appropriate management of waste so that it is disposed of in compliance with the quality standard requirements of hospital waste water. So the authors are interested in conducting research on evaluating wastewater treatment, in this case the WWTP at Arifin Achmad Hospital. The purpose of this study was to evaluate the effectivenness of wastewater treatment and quality standart. The parameters of wastewater studied were Temperature (Temperature), TSS (Total Suspended Solids), pH (Degree of Similarity), NH3 (Ammonia), COD (Chemical Oxygen Demand), BOD (Biochemical Oxygen Demand), and Coliform MPN. The research method used by the author in this study is descriptive method, namely by collecting data through interviews and field observations with the aim of getting an overview of wastewater treatment evaluation in Arifin Achmad Hospital which will then be analyzed. From the results of the study, it is known that the processing effectiveness at Arifin Achmad Pekanbaru Hospital has fulfilled the requirements in accordance with Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 regulations, namely the process of managing wastewater using the Anaerobic -Aerobic Biofilter system and using rotating biological contactor (RBC). The measurement results of each waste parameter are in accordance with Minister of Environment Decree No.5 of 2014 concerning hospital waste water quality standards, namely the value of the temperature at the outlet (after processing), is 28,1 0 C, TSS at the outlet 10,0 mg/L, PH at the outlet 6,83 mg/L, Free NH3 at outlet 0,039 mg/L, COD at outlet 41,7mg/L, BOD at outlet 7.8 mg/L, and MPN Coliform at outlet 2.200 MPN. So at the WWTP Arifin Achmad, it is already the quality standart and is suitable for disposal to the nearest channer

    Hubungan Gaya Belajar Auditorial Siswa dengan Prestasi Belajar pada Pembelajaran

    No full text
    ABSTRAK NURLINAH BURHANUDDIN. 2013. “Hubungan Gaya Belajar Auditorial Siswa dengan Prestasi Belajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI Agama MAN Polewali Mandar”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Unversitas Negeri Makassar (dibimbing Achmad Tolla dan Sulastriningsih). Penelitian ini adalah penelitian korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya belajar auditorial siswa dengan prestasi belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI Agama MAN Polewali Mandar. Data penelitian ini adalah data angket dan data prestasi belajar yang dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 87 siswa dan sampel berjumlah 34 siswa. Variabel dalam penelitian ini yaitu gaya belajar auditorial sebagai variabel bebas dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket, dan nilai rapor. Angket yang digunakan terdiri dari 20 nomor pernyataan. 10 nomor pernyataan positif dan 10 nomor pernyataan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara gaya belajar auditorial siswa dengan prestasi belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI Agama MAN Polewali Mandar. Hal ini dibuktikan dari hasil pegolahan data yang menunjukkan bahwa nilai r hitung lebih besar dari r tabel (produc moment). ketentuannya bila r hitung lebih kecil dari r tabel, maka H_0 diterima, dan H_a ditolak. Tapi sebaliknya bila r hitung lebih besar dari r_tabel maka H_a diterima dan H_(0 )ditolak. Ternyata r hitung (0,504) lebih besar dari r_tabel (0,349). Dengan demikian koefesien korelasi 0,504 itu signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi pada taraf koefisien sedang antara gaya belajar auditorial siswa dengan prestasi belajar. yang berarti bahwa korelasi tersebut bukan korelasi yang tinggi atau kuat dikarenakan adanya berbagai aspek pembelajaran dan beragam penugasan yang mengakibatkan bahwa bukan hanya dominan dengan gaya belajar auditorial saja, tetapi pada dasarnya setiap individu memilki gaya belajar tersendiri yang membuat dirinya untuk lebih mudah memahami sesuatu hal. Selain itu dari hasil angket menunjukkan bahwa adanya siswa yang malas mengumpulkan tugas, malas belajar, malas mendengarkan materi, dan memilah-milah materi untuk disimak. Sesuai dengan hasil penelitian ini diajukan saran, yaitu diharapkan kepada guru bahasa Indonesia, khususnya di kelas XI Agama MAN Polewali Mandar agar lebih mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas sehingga prestasi belajar bahasa Indonesia siswa lebih meningkat. Selain itu, siswa hendaknya meningkatkan cara belajarnya dengan memperhatikan dengan saksama materi, tugas, dan sebagainya yang berhubungan dengan pelajaran bahasa Indonesia, sehingga gaya belajar yang terdapat dalam diri siswa dapat lebih terasah dan berimplikasi terhadap prestasi belajarnya

    Strategies of Cultural Integration in Successful Merger-Companies

    No full text
    Abstract: This research aimed to discover strategies in integrating a new culture within the merger companies. The strategies have elements including values, phases, leader role, and the system of cultural integration construction. This research used a meta-analysis with an expose facto research design. Findings indicate new cultural integrations were carried out by many companies through demonstrating internal and external values. Integrations are implemented through ‘pre, process, and post-merger’.  The most important in the preliminary stage is started by benchmarking, leading entire stages, and keeping a balance of collaboration between human and non-human aspects as well as leader and member components. This study concludes that the identified strategies highly contributed to effective management changes at micro, meso, and macro level. The implication is that leaders have to consider new cultural integration strategies properly. Since this study were based on meta analysis findings, future research needs to include empirical data originated from merging organizations. Key Words: strategy, cultural integration, organization Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi guna mengintegrasikan budaya baru dalam perusahaan merger. Dalam elemen strategi terdapat nilai-nilai, fase, peran pemimpin, dan sistem konstruksi integrasi budaya. Penelitian ini menggunakan meta-analisis dengan desain expose facto. Temuan dari banyak perusahaan melalui pembuktian nilai-nilai internal dan eksternal. Integrasi dilaksanakan melalui 'pra, proses, dan pasca merger'. Dalam tahap pendahuluan, hal yang paling penting adalah benchmarking, memimpin seluruh tahapan, dan menjaga keseimbangan antara kolaborasi dan aspek non-manusia serta komponen pemimpin dan anggota. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi sangat berkontribusi terhadap perubahan manajemen yang efektif di tingkat mikro, mezo, dan makro. Para pemimpin harus mempertimbangkan strategi integrasi budaya baru dengan benar. Penelitian masa depan perlu memasukkan data empiris yang berasal dari penggabungan organisasi. Kata kunci: strategi, integrasi budaya, organisas
    corecore