5,756 research outputs found
Ahmad Dahlan Abad 21: Menggagas Pembaharuan Pendidikan Abad ke-2 Muhammadiyah
Artikel ini diawali dengan sebuah pertanyaan penting, andaikan Ahmad Dahlan hidup hari ini, gagasan pembaharuan pendidikan apa yang akan dilakukan. Pembaharuan pendidikan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sudah berusia lebih dari satu abad. Tantangan yang dihadapi oleh umat Islam juga berubah. Oleh karena itu, gagasan pembaharuan pendidikan Ahmad Dahlan juga harus senantiasa diperbaharui. Artikel ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan sebagai berikut: Pertama, tantangan apa saja yang dihadapi oleh pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah? Kedua, bagaimanakah gagasan pembaharuan pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah? Berdasarkan analisis data terhadap sumber yang dikumpulkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah memiliki tantangan yang tidak sepenuhnya sama, dan juga tidak sepenuhnya berbeda, dengan tantangan yang dihadapi oleh Ahmad Dahlan semasa hidupnya. Keterbelakangan umat Islam dalam berbagai bidang, problem dikotomi pendidikan Islam, dan pengaruh budaya Barat merupakan tantangan yang serupa yang dihadapi oleh Ahmad Dahlan maupun pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah. Sementara itu, perkembangan teknologi informasi, globalisasi, internasionalisasi, dan segenap isu-isu kemanusiaan global merupakan tantangan yang dihadapi oleh pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah. Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut diperlukan gagasan-gagasan pembaharuan. Kontekstualisasi lima karakteristik Risalah Islam Berkemajuan, adaptasi epistemologi bayani-burhani-irfani, responsif terhadap perkembangan teknologi informasi, diversifikasi sekolah Muhammadiyah, best future practices, dan internasionalisasi merupakan gagasan-gagasan penting yang diperlukan dalam upaya pembaharuan pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah
Types of Bayani, Irfani, and Burhani Reasoning and Their Relevance to Islamic Education
In the study of thought, Islam uses at least three methods concerning the theory of knowledge (epistemology), namely bayani, irfani, and burhani, those have a different view of knowledge. This library research aims to explain these three methods of reasoning in Islam and their relevance to Islamic education. The study results showed that the bayani method is the most dominant method of reasoning used in Islamic education. The Islamic style of thought of the bayani model (relying on the text) is very domineering and hegemonic in the tradition and teaching of Islamic science, so it is difficult to dialogue with the epistemological traditions of irfani and burhani let alone tajribi. As a result, the pattern of Islamic thought of the bayani model became rigid. The authority of the text, the primary source in the epistemology of bayani reason that is standardized in the rules, is dominant and preceded than other scientific sources such as nature, reason, and intuition. The following result of the dominance of this bayani reason is to make the Islamic religious epistemological system less respectful and concerned about contemporary issues experienced by Muslims because of the difficulty of escaping from the shadow of the dominance of the text. Nevertheless, each method of the three methods has advantages and disadvantages and characteristics that become the characteristics of each
The investigation of the dynamic behaviour of a complex structure using the wave-based substructuring method / Ahmad Burhani Ahmad Basri
Analysing the dynamic properties of a complex structure with a large number of substructures frequently leads the modal analysts to carefully select the appropriate methods for the optimal balance between the economics and accuracy of the analysis
Ahmad Dahlan Abad 21: Menggagas Pembaharuan Pendidikan Abad ke-2 Muhammadiyah
Artikel ini diawali dengan sebuah pertanyaan penting, andaikan Ahmad Dahlan hidup hari ini, gagasan pembaharuan pendidikan apa yang akan dilakukan. Pembaharuan pendidikan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan sudah berusia lebih dari satu abad. Tantangan yang dihadapi oleh umat Islam juga berubah. Oleh karena itu, gagasan pembaharuan pendidikan Ahmad Dahlan juga harus senantiasa diperbaharui. Artikel ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan sebagai berikut: Pertama, tantangan apa saja yang dihadapi oleh pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah? Kedua, bagaimanakah gagasan pembaharuan pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah? Berdasarkan analisis data terhadap sumber yang dikumpulkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah memiliki tantangan yang tidak sepenuhnya sama, dan juga tidak sepenuhnya berbeda, dengan tantangan yang dihadapi oleh Ahmad Dahlan semasa hidupnya. Keterbelakangan umat Islam dalam berbagai bidang, problem dikotomi pendidikan Islam, dan pengaruh budaya Barat merupakan tantangan yang serupa yang dihadapi oleh Ahmad Dahlan maupun pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah. Sementara itu, perkembangan teknologi informasi, globalisasi, internasionalisasi, dan segenap isu-isu kemanusiaan global merupakan tantangan yang dihadapi oleh pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah. Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut diperlukan gagasan-gagasan pembaharuan. Kontekstualisasi lima karakteristik Risalah Islam Berkemajuan, adaptasi epistemologi bayani-burhani-irfani, responsif terhadap perkembangan teknologi informasi, diversifikasi sekolah Muhammadiyah, best future practices, dan internasionalisasi merupakan gagasan-gagasan penting yang diperlukan dalam upaya pembaharuan pendidikan abad ke-2 Muhammadiyah
Memperlebar batas toleransi dan membela hak minoritas (telaah atas karya ahmad najib burhani) Menebar toleransi membela minoritas
Gambaran buku: Tulisan ini merupakan telaah pustaka atas buku terbaru yang ditulis oleh Ahmad Najib Burhani (2019), Menemani Minoritas: Paradigma Islam tentang Pembelaan terhadap yang Lemah. Karya ini merupakan usaha untuk meneguhkan dan menguatkan paradigma Islam tentang keberpihakan terhadap mustadhafin. Dalam buku ini, Najib Burhani memberikan analisis kategoris tentang pengertian minoritas agama dan pluralisme agama. Ia juga memberikan beberapa argumen tentang pentingnya toleransi aktif, yang diwujudkan dengan sikap aktif "membela" hak-hak minoritas agama yang selama ini terpasung. Dalam buku ini pula penulis memberikan informasi dan pengalaman berharga tentang aktivisme yang selama ini dilakukan dalam upaya pembelaan tersebut, khususnya bagi kelompok Ahmadiyah dan Syi'ah
Islam Berkemajuan Perspektif Najib Burhani
This research aims to discuss Progressive Islam from Najib Burhani's perspective. The approach in this research is to use a literature study approach with a qualitative method. The results of his research, namely, Najib Burhani includes concepts and thoughts about how Islam can adapt and develop along with changing times. In this perspective, Najib Burhani outlined several main principles that teach Islamic teachings with social, economic and technological progress. He invited Muslims not only to view Islam as a rigid doctrine but also as a dynamic system that is able to provide solutions to various current problems. In this work, Najib Burhani emphasizes the importance of education, intelligence and innovation in creating a progressive Muslim society. He also reviewed the role of religious institutions in ensuring proper understanding of Islamic teachings in a modern context. Thus, it is hoped that "Progressing Islam" can become a guide for Muslims to integrate Islamic values with worldly progress without sacrificing their original teachings and principles
Application of Burhani Reasoning by Abid Al-Jabiri in Developing MI Curriculum
This research examines the implementation of the concept of Burhani reasoning by Abid al-Jabiri in the curriculum development of Madrasah Ibtidaiyah (MI) School. Through a qualitative approach and case study method, this research explores how Burhani reasoning has been successfully applied by teachers, principals, and students in MI. Data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and curriculum documentation study. The research results show that Burhani reasoning has been successfully applied in the MI curriculum and the integration of teaching methods based on Burhani reasoning with traditional methods has been successful. This has an impact on increasing students\u27 critical and logical thinking abilities. This study suggests the importance of continuous training for teachers in applying Burhani reasoning in teaching and suggests further research to see the long-term impact of the implementation of Burhani reasoning on student learning outcomes. In conclusion, the application of Burhani reasoning has been proven to improve the quality of education in MI
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Kritik Nalar Arab: Eksposisi Epistemologi Bayani, ‘Irfani dan Burhani Muhammad Abed Al-Jabiri
This article anaylizes the philosophical and episthemological exposition of the contemporary Arab thinker, Muhammad Abed Al-Jabiri. As a leading Maroccan Muslim thinker, Abed al-Jabiri in renowned for his idea of combating‘irrationalism’ and that of promoting rasionalism in formulating Islamic thought. He comes to believe that Islamic teachings should be seen as a set of ideas com- patible with rationality and scientific notions. In his analyisis, Abed al-Jabiri pro- poses three streams of Islamic epistemological models: bayani, burhani and ‘irfani. By exploring these three epistemological concepts, the author goes further by exploring the authority of text in Muslim society and how to contextualize and read religious texts in modern time
Psikologi komunikator Kh. Hisyam Al-Burhani Hasyim dalam berdakwah di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat
Psikologi komunikator dalam dakwah sangat penting bagi pendengar atau mad?u. Psikologi dakwah sebagai alat bantu bagi komunikator atau da?i dalam menyampaikan dakwah, seorang komunikator atau da?i yang mampu mempelajari psikologi mampu memberikan dorongan, mengadakan perubahan, mengarahkan serta memberikan keyakinan mad?u. KH. Hisyam Al-Burhani Hasyim adalah seorang da?i yang memahami psikologi yang mampu berdakwah dengan pendekatan persuasif kepada mad?u. Beliau dikenal sebagai da?i yang tegas, lugas dan serius akan tetapi ketika beliau berdakwah mampu membuat mad?u memperhatikan dakwahnya. Sehingga saya tertarik untuk meneliti Psikologi Komunikator KH. Hisyam Al- Burhani Hasyim Dalam Berdakwah Di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana kekuatan ethos KH. Hisyam Al-Burhani Hasyim di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat? 2. Bagaimana kekuatan pathos KH. Hisyam Al-Burhani Hasyim dalam berdakwah di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat? 3. Bagaimana kekuatan loghos KH. Hisyam Al-Burhani Hasyim dalam berdakwah di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat? Untuk menganalisis rumusan masalah di atas, peneliti menggunakan teori psikologi komunikator oleh Aristosteles dalam buku psikologi komunikator halaman 250 penulis Jalaluddin Rakhmat mengenai komponen-komponen psikologi komunikator dan dakwah. Jenis penelitian ini adalah pendeketan kualitatif dengan data deskriptif melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumen-dokumen yang terkumpul bahwa data yang dikumpulkan berupa gambar bukan angka-angka. Kemudian yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara baik dengan narasumber maupun mad?u dan dokumentasi yang akan ditafsirkan penulis. Temuan penelitian ini adalah psikologi komunikator KH. Hisyam Al-Burhani Hasyim di Basmol Kembangan Utara Jakarta Barat yang mencangkup kepada komponen ethos, pathos, dan loghos. Pada komponen ethos bahwa sumber kepercayaan beliau yang merupakan lulusan Mekkah Al-Mukarramah di bawah naungan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani dan kata Al-Burhani dalam namanya pemberian sang guru, daya tarik yang dikagumi mulai dari fisik dan busana peci putih gamis dan sorban, serta memiliki kekuasan karena kelebihan ilmu. Dimana keahlian dan kepercayaan seorang da?i merupakan sebuah keberhasilan dalam berdakwah. Pada komponen pathos bahwa beliau mampu memberikan semangat juang dengan pesan-pesan dakwahnya yang bersifat persuasif. Pada komponen loghos bahwa beliau mampu memberikan uraian yang rasional sehingga mad?u bisa mencerna dan memahami pesan-pesan dakwah yang rekreatif
- …
