1,721,034 research outputs found

    Hubungan Riwayat Batu Buli-buli dengan Gambaran Histopatologi Karsinoma Buli-buli di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2018

    Full text link
    Karsinoma buli-buli merupakan keganasan urologi yang terus meningkat angka kejadiannya di dunia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa batu buli-buli meningkatkan risiko karsinoma buli-buli dan jenis sel yang ditemukan biasanya adalah karsinoma sel skuamosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat batu buli-buli dengan gambaran histopatologi karsinoma buli-buli. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada pasien karsinoma buli-buli. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang. Data diperoleh dari rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2014-2018. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Karsinoma buli-buli lebih sering terjadi pada laki-laki (84,1%), kelompok usia ≥60 tahun, memiliki tingkat invasi tumor invasif (93,9%), memiliki riwayat batu buli-buli (30,5%), dan hasil gambaran histopatologi terbanyak adalah karsinoma sel transisional (91,5%) dan karsinoma sel skuamosa (8,5%). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat batu buli-buli dengan gambaran histopatologi karsinoma buli-buli (p=0,003). Kata kunci : Karsinoma buli-buli, batu buli-buli, gambaran histopatologi

    DUPLIKASI BULI-BULI: SUATU LAPORAN KASUS

    Full text link
    Duplikasi buli-buli adalah kelainan kongenital yang sangat jarang, dan biasanya disertai dengan anomali kelainan kongenital lainnya' Dilaporkan dua kasus bayi dengan duplikasi buli-buli yang disertai kelainan kongenital lainnya. pemeriksaan yang telah dilakukan adalah sonografi abdomen, genitografi, lopografi dan MRl. Kedua kasus didiagnosa sebagai duplikasi buli buli yang tidak komplit dengan pemisah terdapat pada bidang koronal dan kasus yang satunya sagittal, yang disertai kelainan kongenital lain. Konfirmasi diagnosis dilakukan dengan sistouretroskopi

    Batu Buli-buli pada Anak

    No full text
    Batu buli-buli masih sering dialami anak-anak di daerah miskin atau pedesaan, dengan insiden diperkirakan antara 1:10.000 dan 1:7.000 pada perawatan pasien anak.1 Etiologi pada anak-anak sebagian besar belum diketahui.2 Batu buli-buli meliputi 5% dari semua kasus batu saluran kemih.3 Anak laki-laki lebih sering terkena dibanding dengan wanita.4 Pada kasus ini dilaporkan anak laki-laki usia 15 tahun dengan batu buli-buli berukuran 5 cm x 3,5 cm.Bladder stones are still often experienced by children in poor or rural areas, with an estimated incidence of 1: 10,000 and 1: 7,000 in pediatric pracitce.1 The etiology in children is largely unknown.2 Bladder stones account for approximately 5% of all urinary system stones.3 Boys are more frequently affected than girls.4 This case is a 15-year-old boy with a 5 cm x 3.5 cm bladder stone

    Analisa program-program promosi terhadap keputusan pembelian konsumen dalam proses repositioning pada Restoran Buli-Buli Surabaya

    No full text
    Dalam strategi pemasaran jika suatu pasar sudah mengalami titik jenuh maka perusahaan tersebut perlu memutar otak untuk menarik konsumennya kembali. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah repositioning. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Restoran Buli-Buli dengan mengembangkan variabel bauran pemasarannya, salah satunya adalah produk dimana Restoran Buli-Buli menyajikan menu baru (sushi). Repositioning dengan tujuan untuk menambah target pasar, yang dulunya target pasarnya keluarga dengan kalangan menengah keatas dan sekarang dengan adanya sushi diharapkan dapat menarik konsumen kalangan pelajar, mahasiswa, dan eksekutif muda. Oleh karena itu untuk memperkenalkan menu barunya (sushi), pihak menajemen Buli-Buli perlu melakukan promosi. Dalam promosi terdapat bauran promosi sebagai alat untuk menarik konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Bauran promosi meliputi: advertising, personal selling, sales promotion, public relation, direct marketing dan word of mouth, tetapi bauran promosi yang digunakan oleh Restoran Buli-Buli hanya tiga variabel yaitu: advertising, personal selling, dan word of mouth. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar kuesioner kepada 200 konsumen Restoran Buli-Buli. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa variabel-variabel promosi yaitu advertising, personal selling, dan word of mouth secara serempak mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada Restoran Buli-Buli, akan tetapi secara parsial hanya personal selling dan word of mouth yang mempengaruhi keputusan pembelian, dimana personal selling merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Restoran Buli-Buli, Surabaya

    Akurasi Diagnosa Sitologi Urin terhadap Pemeriksaan Histopatologi pada Kanker Buli-Buli di Instalasi Patologi Anatomi RSUD dr. Saiful Anwar Malang Periode 2008- 2011

    Full text link
    Kanker buli-buli merupakan keganasan kedua terbanyak pada traktus urogenital setelah kanker prostat. Insiden kanker buli-buli mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Seiring dengan perkembangan Ilmu Patologi Anatomi dalam bidang sitopatologi, maka dikembangkanlah diagnosa sitologi urin, dimana diagnosa tersebut merupakan salah satu diagnosa penunjang dan pelengkap untuk kanker buli-buli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran (profil) penderita kanker buli-buli dan mengukur akurasi diagnosa sitologi urin di Instalasi Patologi Anatomi RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode Tahun 2008 – 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan uji diagnostik dengan mengambil data sekunder dari rekam medik penderita kanker buli-buli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 kasus kanker buli-buli yang dilakukan pemeriksaan dengan sitologi urin dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi (biopsi). Dari 35 penderita, usia rata-rata penderita dengan kanker buli-buli adalah 57 tahun, jenis kelamin terbanyak yang menderita kanker buli-buli adalah laki-laki, kota asal penderita kanker buli-buli pada penelitian ini terbanyak berasal dari kota Malang dan jenis histopatologi kanker buli-buli yang terbanyak adalah karsinoma sel transisional buli-buli. Berdasarkan 35 kasus tersebut juga diperoleh akurasi pemeriksaan sitologi urin sebesar 57,14%, dengan sensitivitas 46,42%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 31,81%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sitologi urin dapat digunakan sebagai sarana diagnostik untuk diagnosa dini dan alat pantau yang cukup akurat pada kanker buli-buli. Akan tetapi, diagnosa sitologi urin bukan sebagai pengganti diagnosa histopatologi yang masih merupakan diagnosa pasti (gold standart) untuk kanker buli-buli

    Perancangan promosi komunikasi visual restoran Buli-Buli

    No full text
    Pada jaman sekarang ini banyak persaingan di bidang makanan yang semakin ketat, salah satunya adalah makanan Cina. Buli-Buli adalah salah satu restoran Cina yang menawarkan masakan Cina di Surabaya. Untuk memenangkan persaingan dalam makanan Cina, dibutuhkan suatu stategi dan perencanaan promosi yang efektif dan efisien dengan Desain Komunikasi Visual. Desain yang direncanakan adalah restoran masakan Cina dengan suasana dinasti Ming. Perubahan terdapat pada identitas korporat dan perubahan pada desain interior. Begitu pula dengan pengadaan promosi guna untuk memperkenalkan konsep baru tersebut kepada khalayak luas khususnya warga Surabaya. Sesuai dengan kata The Real Ming Dynasty, desain yang dibuat diadopsi dengan konsep dinasti Ming

    Korelasi Grading Karsinoma Sel Transisional Buli - buli Dengan Hasil Pemeriksaan Sitologi Urine Pada Penderita Karsinoma Buli di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang Periode Januari 2009 – Desember 201

    Full text link
    Karsinoma Buli-buli adalah salah satu jenis kanker yang merupakan keganasan pada traktus urinarius. Merupakan keganasan terbanyak kedua pada sistem urogenitalia setelah karsinoma prostat. Insiden karsinoma buli-buli paling banyak terdapat pada laki-laki. Deteksi dini karsinoma buli-buli sangat penting pada terapi. Sistoskopi/biopsi merupakan pemeriksaan baku emas untuk mengidentifikasi karsinoma buli-buli, serta sebagai modalitas untuk mendiagnosa karsinoma buli. Sitologi urine merupakan marker yang klasik digunakan untuk mendeteksi keganasan. Alat ini memiliki sensitifitas yang rendah, tetapi memiliki spesifitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil penderita karsinoma buli dan mengetahui Korelasi Grading Karsinoma Sel Transisional Buli - buli Dengan Hasil Pemeriksaan Sitologi Urine Pada Penderita Karsinoma Buli di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang Periode Januari 2009 – Desember 2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan uji analitik dengan mengambil data sekunder dari rekam medik penderita kanker buli-buli. Hasil penelitian ini menunjukkan: dari 139 kasus, Jenis histopatologi terbanyak menderita karsinoma buli-buli adalah Karsinoma sel transisional. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Kota asal penderita terbanyak berada di Malang. Usia terbanyak adalah diatas 61 tahun dengan rata-rata 60 tahun. Sedangkan korelasi antara grading histopatologi dan pemeriksaan sitologi urine dengan menggunakan analisa spearmas’s rho menunjukkan angka 0,23. Kesimpulan dari penelitian ini adalah korelasi grading karsinoma buli-buli dengan pemeriksaan sitologi urine menunjukkan korelasi lemah, sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan tidak didapatkan korelas

    Korelasi Ekspresi Ki-67 Dengan Grading Karsinoma Urotelial Buli-Buli Di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang Periode Januari 2014 – Juni 2015

    No full text
    Karsinoma urotelial buli-buli merupakan jenis kanker buli-buli yang paling banyak ditemui. Derajat keganasan merupakan salah satu faktor penentu prognosis yang penting pada karsinoma urotelial buli-buli. Derajat keganasan ditentukan berdasarkan karakteristik tumor, salah satunya adalah tingkat proliferasi sel. Ki-67 merupakan protein yang diekspresikan oleh sel yang mengalami proliferasi dan dapat diteliti melalui pemeriksaan imunohistokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi ekspresi Ki-67 dengan grading karsinoma urotelial buli-buli di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang periode Januari 2014 – Juni 2015. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang bersifat retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan metode total sampling. Dari data rekam medis didapatkan 35 kasus karsinoma urotelial bulibuli yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi dan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan imunohistokimia Ki-67. Variabel pada penelitian ini adalah tingkat ekspresi Ki-67 pada pemeriksaan imunohistokimia dan status derajat keganasan (grading) pada karsinoma urotelial buli-buli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin terbanyak yang menderita karsinoma urotelial buli-buli adalah laki-laki dan usia rata-rata penderita adalah 59 tahun. Dari uji korelasi Spearman yang dilakukan terhadap data ekspresi Ki-67 dan grading karsinoma urotelial buli-buli didapatkan nilai p = 0.000 (p < 0.05) dengan koefisien korelasi 0.585. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif antara ekpresi Ki-67 dengan grading karsinoma urotelial buli-buli dengan kekuatan korelasi yang sedang

    HUBUNGAN PEMBESARAN PROSTAT JINAK TERHADAP KEJADIAN BATU BULI-BULI PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI UROLOGI DI RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA TAHUN 2016

    Full text link
    Prostat yang membesar atau benign prostatic enlargement (BPE) menyebabkan obstruksi pada bladder neck atau dikenal sebagai bladder outlet obstruction (BOO). BOO dapat menyebabkan sumbatan pada aliran urin dan mengganggu pengosongan aliran urin oleh buli-buli sehingga otot-otot detrusor buli-buli akan terus berkontraksi lalu mengalami kelelahan atau fatigue. Akibatnya, aliran urin akan statis dan menjadi residual urine yaitu urin yang tersisa di buli-buli pada akhir miksi. Keadaan ini membantu kristal-kristal pembentuk batu mengendap dan mengalami agregasi sehingga terbentuk batu dan menimbulkan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hiperplasia prostat jinak dengan kejadian kandung kemih. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kategorik dengan rancang bangun penelitian potong silang (Cross Sectional). Instrumen penelitian yang digunakan berupa data sekunder yaitu dari 300 sampel dengan status rekam medis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Chi-Square. Proporsi pasien BPH sebesar 47% dan untuk pasien non-BPH sebesar 53%. Proporsi kejadian batu buli-buli sebesar 10% dan untuk pasien tanpa kejadian batu buli-buli sebesar 90%. Frekuensi kejadian batu buli-buli sebesar 11% pada seluruh penderita BPH dan pada pasien non-BPH sebesar 89%. Hasil uji Chi Square Square diperoleh nilai Pearson Chi-Square 0,027 lebih kecil dari tabel Chi-Square (3.841), H0 diterima. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pembesaran prostat jinak dan kejadian batu buli-buli. Namun penyumbatan di saluran kandung kemih terutama pada kondisi BPH bisa menjadi faktor dalam pembentukan batu di buli-buli. Oleh karena itu, faktor pengukuran lainnya seperti volume residual urin, kadar pH urin dan deskripsi rekam medis seperti riwayat keluarga dan riwayat penyakit sebelumnya sebagai modal untuk penelitian lebih lanjut diperlukan

    Upaya Membuat Batu Buli-Buli Jenis Kalsium Oskalat Untuk Penelitian Nefrolitiasis Dengan Menggunakan Hewan Coba Tikus Putih Jantan Yang Diberi Diet Makanan Coklat, Bayam Dan Kopi

    Full text link
    Makanan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi terbentuknya batu kandung kemih. Makanan yang banyak mengandung oksalat antara lain seperti: coklat, bayam dan kopi diduga dapat membentuk batu buli-buli jenis oksalat. Hal ini merupakan alasan diadakan penelitian yang bertujuan untuk: membuat hewan model batu buli-buli jenis kalsium oksalat pada tikus putih jantan. Penelitian ini bermanfaat untuk membantu perigembangan dunia kedokteran dan kefannasian dalam upaya mencari obat-obat yang lebih spesifik yang dapat mencegah dan rnenyembuhkan penyakit batu buli-buli jenis tertentu. Dalam hal ini jenis oksal.at. Pada penelitian ini digunakan binatang percobaan tikus putih jantan sebanyak 32 ekor yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberi diet makanan standar 100% dan kelompok perlakuan yang diberi diet makanan tinggi oksalat. Makanan standar terdiri dari karbohidarat 60o/o, protein 25%, lemak ) 5% dan vitamin A, B-kompleks, vitamin C. Makanan tinggi oksal.at berupa coklat, bayam kopi dan standar dengan perbandingan 1: 1. Tikus diberi diet makanan untuk masingmasing kelompok selama satu minggu, kernudian tikus dioperasi untuk: penanaman inti batu berupa benang sutera. Perlakuan diet makanan dilanjutkan selama tiga minggu. Batu yang terbentuk dikeluarlcan dari kandung kemih dan dianalisa dilaboratorium secara kualitatif. ' . Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian diet makanan berupa bayam dan kopi tidak dapat membentuk batu buli-buli jenis oksalat. Pemberian diet . mak:anan berupa coklat membentuk batu buli-buli dengan komposisi sebagian besar adalah oksal.at. Batu yang terbentuk dari semua kelompok tidak menghasilkan suatu bentuk yang utuh, sehingga tidak dapat digunakan untuk meneliti bahan-bahan yang diperkirakan mempunyai efek menghancurkan batu buli-buli
    corecore