9,257 research outputs found

    Laporan Tahunan 2024 Perpustakaan Al-Bukhari, UiTM Cawangan Pahang

    Full text link
    Laporan Tahunan Perpustakaan Al-Bukhari Pahang 2024 menggariskan pencapaian utama, projek strategik, dan aktiviti yang telah dijalankan untuk memperkasa peranan perpustakaan dalam menyokong proses pengajaran dan pembelajaran. Sepanjang tahun ini, perpustakaan telah melaksanakan pelbagai inisiatif yang memberi tumpuan kepada digitalisasi perkhidmatan, peningkatan akses kepada bahan rujukan, serta memperkukuh program-program pembangunan untuk komuniti akademik. Laporan ini juga menyoroti kerjasama yang terjalin dengan organisasi luar bagi memperluas jaringan pengetahuan serta meningkatkan kualiti pengurusan perpustakaan. Dengan komitmen yang tidak berbelah bagi, Perpustakaan Al-Bukhari terus berusaha menjadi pusat sumber ilmu yang relevan, efisien, dan inovatif, memenuhi keperluan penggunanya di era digital ini

    Shahih Bukhari muslim

    No full text
    Buku ini membahas tentang hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menjadikan karya mereka berbeda dengan karya ulama hadits lainnya dan merupakan karya terbaik sepanjang masa. Kitab ini pula merupakan intisari penjelasan al-Quran.iv, 544 hlm.; 26 c

    Shahih Al-Bukhari

    No full text
    17X24 c

    Terjemah hadits shahih bukhari

    No full text
    1102 ha

    Historiografi haji Rasulullah dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim

    Full text link
    Haji adalah salah satu ibadah yang menempati posisi yang sangat peting dalam peribadatan umat Islam, terlebih tidak ada ibadah dalam Rukun Islam yang lebih berat dan bersejarah dari ibadah Haji, sehingga haji adalah satu-satunya ibadah yang penuh dengan nilai sejarah. Tatacara Ibadah Haji telah ditentukan sebelum Nabi saw. hidup, sehingga Beliau diberi tugas untuk rekontruksi ulang dari serangkaian pristiwa-prisitwa yang terjadi pada Nabi Ibarahim as. dan keluarganya. Para Mukharij terkemuka memiliki ciri khas masing-masing dalam penyusunan kitab maupun standarisiasi para rawinya, tak terkecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim. Perawi yang tercantum dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim selalu mejadi tolak ukur keshahihan akan suatu hadis. Kedua Imam tersebut menjadi sumber rujukan primer dalam merekontruksi haji Rasulullah saw. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lampau berdasarkan jejak Rasulullah saw. dalam pelaksanaaan ibadah haji yang ditinggalkan dalam periwayatan hadis, dengan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik (pengumpulan sumber-sumber primer dan sekunder), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (menafsirkan sumber-sumber sejarah), dan historiografi (penulisan sejarah). Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengetahui Sejarah kodifikasi hadis, Biografi Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kedua untuk mengetahui Historiografi Haji Rasulullah dalam Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa, ada salah satu contoh hadis yang dipandang terdapat kontradiksi pada hadis pertama yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang diterima dari Jabir bin Abdillah dengan hadis kedua yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari jalur yang diriwayatkan Ibnu Abbas, mengenai ada atau tidak adanya sai setelah Tawaf Ifadah. Akibat rekontruksi periwayatan hadis dari sumber Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah ditemukan perbedaan haji Rasulullah saw. yakni, riwayat Ibnu Abbas meriwayatkan setelah haji, Rasulullah menutupnya dengan tawaf ifadah berikut sai. Sedangkan periwayatan Jabir bin Abdillah menyatakan Rasulullah melakukan tawaf ifadah tanpa melakukan sai

    Imam al-Bukhari and the transmission of prophetic knowledge: the role of the Imam Bukhari international scientific research centre in Samarkand

    No full text
    Abu ʿAbdallāh Muḥammad ibn Ismāʿīl al-Bukhārī, or Imam al-Bukahri, was born in 194 AH (809/810 CE) in the city of Bukhara, in present-day Uzbekistan. He came from a Persian family that had embraced Islam three generations before his birth. His father passed away when he was still an infant, leaving his upbringing in the care of his mother. Since his childhood, Imam al- Bukhari displayed remarkable dedication to learning. He studied under local scholars, immersing himself in the sciences of hadith and Islamic jurisprudence (fiqh). In his late teens, al-Bukhari traveled to Makkah with his mother and brother to perform the Hajj. Al-Bukhari remained in Makkah and Madinah for several years, where he learnt from some of the most eminent scholars of the time. He memorized both the texts (matn) and the chains of narration of hadith, while also mastering ʿilm al-rijāl, or the discipline concerned with evaluating the reliability of narrators

    A beacon of knowledge and faith: the new Imam Al-Bukhari Mosque in Samarkand

    No full text
    The historic city of Samarkand will soon witness a momentous occasion, the official opening of the Imam Al-Bukhari Mosque, a majestic new centerpiece within the Imam Al-Bukhari Memorial Complex in Khartang Village, a suburb in Samarqand, Uzbekistan. This opening does not only celebrate the remarkable architectural achievement but also revives a centuries-old legacy of scholarship, spirituality, and service to humanity. The new mosque stands near the resting place of Imam Muhammad ibn Isma'il Al-Bukhari (810-870 CE), one of Islam's most revered scholars and the compiler of Sahih al-Bukhari, universally regarded as the most authentic collection of Hadith after the Qur'an. The mosque indeed epitomizes Uzbekistan's effort in honoring a scholar of timeless influence. For centuries, visitors and scholars from around the world have visited his mausoleum in Khartang, a humble site that has now evolved into a global center of knowledge, faith and learning. Following Uzbekistan's independence, the government and international partners launched extensive efforts to restore and expand the Al-Bukhari Memorial Complex, transforming it into a space that reflects both deep reverence for the past and optimism for the future. The Complex which is a new landmark for Central Asia houses various significant buildings, including the newly constructed Imam Al-Bukhari Mosque

    Fashion Valet / Muhammad Bashri Bukhari

    Full text link
    This case study is about FashionValet. The founder of this company is a pair of spouse who are Datin Vivy Yusof with her husband, Dato Fadzarudin Anuar. The purpose of this case study is to learn and gain more about entrepreneurship. The case study was conducted by Muhammad Bashri Bin Bukhari. One of the components in the report is business description. In business description, the reasearcher include the business background, business milestone and also personal biodata of the choosen entreprenuer. The other component is entrepreneurial characteristics that the reseacher need to identify from entreprenuer’s characteristics through Personal Entrepreneurship Competencies (PECs). PECs need to be highlighted because PECs are in the syllabus of Fundamental of Entreprenuer (ENT300). Last but not least, the researcher attached some of the articles about the choosen entrepreneur

    TELAAH KRITIS TERHADAP SAHIH AL-BUKHARI (Studi Kitab Sahih al- Bukhari Nihayah Usturah Karya Rasyid Ailal)

    No full text
    Dalam literatur hadis disebutkan bahwa hampir semua ulama menyatakan kitab sahih al-Bukhari termasuk kitab paling sahih setelah al- Qur’an. Begitu juga para ulama memberikan pujian terhadap intelektualitas imam Bukhari dan kitabnya sahih al-Bukhari yang memiliki kesempurnaan dalam merekam kembali sabda Rasulullah, baik dari segi sanad maupun matan. Reputasi tinggi yang dimiliki kitab sahih al-Bukhari tampaknya menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan setelah banyak pemikir yang mengkritisi terhadap kitab sahih al-Bukhari. Salah satu orang yang mengkritik Kitab sahih al-Bukhari adalah Rasyid Ailal dalam bukunya sahih al-Bukhari Nihayah Usturah. Kritik Rasyid Ailal terhaadap Imam Bukhari adalah Imam Bukhari itu manusia biasa, bisa salah dan bisa benar. Selanjutnya menurut Rasyid Ailal, kodifikasi hadis dan perangkat ulum al- hadis adalah sebuah tragedi, karena terlalu dipaksakan. Menurut Rasyid Ailal kitab sahih al-Bukhari adalah kitab dongeng. Sedangkan Imam Bukhari sendiri termasuk orang yang majruh (cacat) dan matruk al-hadis (riwayat hadisnya tidak valid). Selain itu dalam pemikiran Rasyid Ailal menyebutkan bahwa penulis kitab sahih al-Bukhari eksistensinya masih majhul (belum jelas), sehingga keberadaan dan kredibilitas kitab sahih al- Bukhari perlu dipertanyakan

    Bukhari\u27s Classifications & Biographies

    Full text link
    Bukhari, the Imam and forefront Hadith scholar, has left for the Muslims an exquisitely sound book, second to t h e Holy Quran only. His Sahi h was accepted by the Muslims like no other book. Bukhari collected in his book the Hadiths of Prophet Muhammad whenever he found that Hadith compatible with his term s of sound ness. His classi­fication of Hadith falls into chapters on Fiqh forming the principles of Islamic jurisprudence, backed with biographies of scholars in the field. Therefore, we find it useful to present a brief survey of Bukhari\u27s biographies to help in the understanding of his Figh. This falls in 8 section s: 1. Brief biography of Imam Bukhari. 2. Bukhari\u27s methodology. 3. Bukhari’s concern with classification and biography. 4. Precision and depth of classification and biograph y. 5. The importance and use of classification and biography. 6. Bukhari\u27s school in Fiqh. 7. Books written on Bukhari\u27s biographies. 8. Methods of Bukhari\u27s classification with examples
    corecore