1,720,962 research outputs found

    Health Care at Bangkattan Hospital in 1908-1942

    No full text
    This study discusses the plantation hospital owned by Deli Maatschappij, focusing on the colonial period. The study aims to explain the history of the hospital's establishment and its impact on plantation workers and the local community. The research method used is the historical research method, which consists of several steps: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data was collected through literature review by analysing documents such as archives, newspapers, books, and academic works. The research findings indicate that the construction and healthcare of a plantation hospital was not solely for the company's own benefit. Improved health among plantation workers led to increased productivity, even doubling it. Bangkattan Hospital was initially a specialised hospital for plantation labourers owned by Deli Maatschappij. However, after renovations, Bangkattan Hospital also became available to Europeans living in the surrounding area. Bangkattan Hospital is located in Bindjai, which was previously part of the Langkat district. Bangkattan Hospital was affiliated with 12 plantations in the surrounding area. Bangkattan Hospital provided modern healthcare services and adequate facilities for the treatment and care of plantation workers and the local community, resulting in satisfactory outcomes for those who received treatment. This improved the local community's perception of European medicine.132 PagesSkripsi Sarjan

    Eksplorasi Klorofil-a-b, Kepadatan Sel, dan Pertumbuhan Fitoplankton Tetraselmis Chuii pada Intensitas Cahaya Berbeda di Laboratorium

    Get PDF
    Fitoplankton Tetraselmis chuii dilakukan upaya intensif karena memiliki nutrisi tinggi. T. chuii berfotosintesis memanfaatkan intensitas cahaya dengan merespon cahaya menggunakan pigmen klorofil. Klorofil disintesis dan berperan untuk menerima rangsangan cahaya dimana hasil akhir dari proses fotosintesis diharapkan dapat meningkatkan kepadatan sel (reproduksi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan sel, pola pertumbuhan, kandungan klorofil-a-b, pengaruh intensitas cahaya berbeda terhadap kepadatan sel dan kandungan klorofil-a-b, serta hubungan antara kedua parameter ukur tersebut. Metode penelitian secara eksperimental dengan rancangan penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan (500Lux, 1029Lux, dan 2000Lux) sebanyak tiga kali ulangan, selama 7 hari (monitoring setiap 6 jam). Analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif, ANOVA, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kepadatan sel berkisar 173.839 – 128.352 sel/mL dengan kepadatan sel tertinggi pada perlakuan 2000Lux (173.839 ±76.194 sel/mL) dengan pola pertumbuhan membentuk kurva sigmoid. Kandungan klorofil-a (0,108 – 0,229 mg/mL) dan klorofil-b (0,147 – 0,183 mg/mL). Intensitas cahaya berpengaruh sangat nyata (Sig. 0,003) terhadap kepadatan sel dan berpengaruh nyata (Sig. 0,041) terhadap klorofil-a, sedangkan dengan klorofil-b tidak signifikan (Sig. 0,102). Hubungan yang kuat antara kepadatan sel dengan klorofil-a (r=0,674; Sig. 0,530) dan klorofil-b (r=0,709; Sig. 0,498). 2000 lux merupakan intensitas cahaya yang optimal untuk memperoleh kepadatan sel dan 1029 lux optimal untuk memperoleh kandungan klorofil yang tinggi

    Implementasi Media Sempoa dalam Mata Pelajaran Matematika Kelas 1 di SDN Sumbersari 01 Malang

    No full text
    Media sempoa merupakan media pembelajaran berbentuk manik-manik yang berfungsi untuk mata pelajaran matematika mengenai operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan. Implementasi pembelajaran menggunakan media sempoa ini diharapkan dapat menyampaikan materi pelajaran matematika operasi hitung dengan lebih efektif dan efisien. Sehingga peneliti yakin bahwa dengan adanya penelitian ini, siswa dapat lebih memahami guna media pembelajaran terutama media sempoa dalam mata pelajaran matematika. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui implementasi media sempoa sebagai alat pembelajaran dalam konteks pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Matematika di kelas 1 di SDN Sumbersari 01 Malang. Selain itu, penelitian ini juga meliputi perencanaan, penerapan, dan evaluasi terkait implementasi media sempoa tersebut. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih rinci tentang bagaimana media sempoa digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah tersebut, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membantu siswa memahami matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengamatan langsung sebagai cara utama untuk mengumpulkan data. Teknik penelitian yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui pengamatan langsung, peneliti dapat memperoleh informasi yang mendalam tentang implementasi media sempoa dalam pembelajaran matematika. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan pendekatan ini, peneliti dapat mendapatkan pemahaman tentang efektivitas dan dampak penggunaan media sempoa dalam konteks pendidikan. Hasil yang diperoleh guna menjawab fokus penelitian yang ada yaitu: (1) pembelajaran yang dirancang menggunakan sempoa ini adalah untuk melestarikan media tradisional; (2) implementasi pembelajaran dengan media sempoa mampu meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menjalankan operasi hitung, seperti penjumlahan dan pengurangan bilangan; (3) hasil yang dicapai adalah cukup efektif karena banyaknya siswa yang memahami penggunaan media ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Kata Kunci: Media Sempoa, Pembelajaran Matematika, Implementasi, Efektivitas

    Penyajian Sinden Ledhek Versi Nyi Surip Pada Grup Sekar Mudha Di Miri Sragen

    Get PDF
    Sindhenan merupakan lagu atau nyanyian dari pesinden yang dilagukan secara vokal koor dan tunggal. Sindhenan secara tunggal adalah masuk dalam kategori sindhenan srambahan merupakan sindhenan umum menggunakan cakepan wangsalan, parikan dan isen-isen. Masing-masing pesinden memiliki sindhenan dengan karakteristik maupun ciri khas yang berbeda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap penyajian sindhenan Nyi Surip pada ledhek Grup Sekar Mudha di Miri Sragen, khususnya dalam penggunaan wangsalan dalam sindhenan-nya. Secara umum wangsalan adalah sebuah lirik yang digunakan pesinden dalam menyajikan suatu gendhing. Wangsalan Nyi Surip berbeda dari wangsalan pada umumnya sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penyajian sinden ledhek versi Nyi Surip pada sajian ledhek grup Sekar Mudha. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis teks dan analisis musikal. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan diskografi dengan mendengarkan hasil rekaman. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis dan selanjutnya tersusun hasil tulisan seperti dilaporkan dalam skripsi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sindhenan Nyi Surip memiliki ciri khas yang terletak pada penyajian penggunaan cengkok, serta pengaplikasian wangsalan tidak teratur, kreatif dalam membuat parikan secara spontan, memiliki cengkok yang khusus, baik dalam sindhenan srambahan maupun dalam sindhenan yang cakepan utamanya parikan, sedangkan untuk penggunaan Luk lebih banyak menggunakan Luk Lulut , dan Luk Pleret, dan pengambilan nada angkatan setiap cengkok sindhenan Nyi Surip cenderung menggunakan nada balungan sebagai pidakan nada angkatan

    Fenomena Konten Video Pendek Di Platform Tiktok Dengan Adanya Fyp (For You Page) Perspektif Etika Komunikasi Islam

    No full text
    Telah muncul berbagai platform media sosial yang bermunculan dengan menawarkan bermacam fitur menarik untuk smartphone, salah satunya adalah aplikasi tiktok dengan tingkat pengunduhan dan pemakaian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena yang terjadi di platform tiktok dengan adanya FYP (For You Page) yang dimana menimbulkan efek negatif yaitu FOMO (Fear Of Missing out) dengan begitu penulis mengangkat penelitian ini melalui prespektif etika komunikasi islam. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan suatu fenomena objek penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa seseorang yang terlalu aktif dalam menggunakan sosial media akan mengalami gangguan jika tidak bijak dalam memahami informasi yang dilihat melalui sosial media, bahkan bukan hanya itu saja yang terjadi jika seseorang yang tidak paham dalam memanfaatkan platform tiktok ini, tapi malah menyalah gunakannya dan merusak bahkan merugikan diri sendiri dan orang lain. Disebabkan suatu pengaruh yang besar dan iman yang tipis. Namun banyak juga ditemukan seseorang yang bijak dalam menggunakan media sosial bahkan jadi mengguntungkan bagi dirinya, mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta penghasilan yang banyak untuk melanjutkan kehidupannya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POSYANDU SEROJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA

    No full text
    Gambaran Pengetahuan Perawatan Kaki Pada Penderitadiabetes Melitus Tipe 2 Di Posyandu Seroja Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Salsa Billa (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang : Diabetes adalah penyakit metabolism kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Yang paling umum adalah Diabetes Melitus Tipe 2 biasanya terjadi pada orang dewasa, terjadi ketika resistensi tubuh terhadap insulin atau tidak cukup dalam menghasilkan insulin. Diabetes Melitus tipe 2 memiliki komplikasi makrovaskuler salah satunya ialah kaki diabetes. Ulkus kaki diabetes dapat dicegah dengan cara perawatan kaki yang baik dan benar, cara perawatan kaki yang baik dan benar dipengaruhi terlebih dahulu oleh pengetahuan penderita diabetes Tujuan: untuk mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan jumlah sampel yang diambil 65 responden dengan menggunakan rumus Slovin, teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pengumpulan data ini menggunakan kuisioner. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan kurang 28 (43,1%) yang berpengetahuan cukup 24 (36,9%) dan yang berpengetahuan baik 13 (20%) responden. Kesimpulan: dari penelitian ini diketahui bahwa masih banyak penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Posyandu Seroja wilayah kerja Puskesmas Sangurara yang berpengetahuan kurang terhadap perawatan kaki. Saran: Diharapkan kepada penderita Diabetes Melitus Tipe 2, untuk lebih meningkatkan pengetahuan terhadap perawatan kaki. Kata Kunci : Pengetahuan, Perawatan Kaki, Diabetes Melitus Tipe
    corecore