5 research outputs found

    SURVEI TINGKAT KESEGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 2 LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Resmana, Beny. 2012. Survei Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 2 Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes.   Kata kunci : Kesegaran Jasmani, Harvard Step Up Test   Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan aktifitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Banyak tes kesegaran jasmani yang ada, salah satunya adalah Harvard Step Up Test yaitu tes naik turun bangku dengan frekuensi 30 kali/menit mengikuti irama metronome yang teratur sebanyak 120 kali/menit selama 5 menit. Tes ini bertujuan untuk mengukur kapasitas umum dalam melakukan pekerjaan berat dan menormalkan kembali setelah melakukannya. Tujuan dari penelitian survei tingkat kesegaran jasmani ini adalah ingin mengetahui tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket.  Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Lumajang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional. Ditinjau dari tujuannya adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan atau menerangkan peristiwa yang diamati. Instrumen yang digunakan adalah salah satu tes kesegaran jasmani yaitu Harvard Step Up Test. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bola basket yang berjumlah 16 siswa. Hasil analisis data menggunakan Klasifikasi Standar Indeks Efisiensi Tubuh (IET) menurut Harvard diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 1 orang (6,25%) kategori baik sekali, 6 orang (37,5%) kategori baik, 9 orang (56,25%) kategori cukup, untuk kategori sedang dan kurang masing-masing 0% atau tidak ada satupun testi yang masuk kategori tersebut. Hasil analisis data menggunakan perhitungan pemulihan denyut nadi (Protokol Steptes Indonesia) diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 9 (56,25%) kategori kurang sekali, 3 (18,75%) kategori kurang, 4 (25%) kategori sedang. Tidak ada satupun testi yang masuk kategori baik dan baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwasanya tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 2 Lumajang tergolong rendah untuk seorang pemain basket.

    LINGKUNGAN ALAM DINA NOVELÉT RUMAJA HUJAN DI GIRANG CAAH DI URANG KARYA MIN RESMANA PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA NOVÉL DI KELAS XI SMA: Ulikan Struktural jeung Ékologi Sastra

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang tidak menjaga alam, alam dirusak, hutan ditebang, dan sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Karena itu, dilakukan penelitian tentang ekologi sastra. Sastra yang mengkaji tentang lingkungan akan memberikan nilai moral bahwa lingkungan sekitar harus kita jaga, karena jika tidak dijaga maka lingkungan akan musnah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktural Robert Stanton, Teori ekologi sastra berdasarkan ruang lingkup ekologi sastra Garard, dan teori analisis kritéria bahan ajar Dingding Haerudin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1) struktur cerita novelet Hujan di Girang Caah di Urang, 2) unsur-unsur alam yang ada beserta hubungan tokoh dan lingkunganya, 3) penerapan hasil penelitian dalam bahan pengajaran membaca novel kelas XI SMA. Métode yang digunakan yaitu métode déskriptif dengan pendekatan kualitatif. Téhnik yang digunakan yaitu studi pustaka. Instrumén yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kartu data digital dan sumber data penelitian ini adalah novelet Hujan di Girang Caah di Urang karya Min Resmana serta buku Metodologi Penelitian Ekologi Sastra karya Prof. Endraswara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa novelet Hujan di Girang Caah di Urang memiliki struktur cerita yang lengkap, kemudian ada 153 kata unsur alam yang dipakai pengarang yang selanjutnya dikelompokan berdasarkan ruang lingkup ekologi sastra, serta penelitian ini bisa diterapkan dalam bahan pengajaran membaca novel kelas XI SMA. Kata Kunci: Ékologi sastra, Hujan di Girang Caah di Urang, unsur alam, ABSTRACT This research is motivated by the large number of people who do not protect nature, nature is destroyed, forests are cut down, and rivers become garbage dumps. Because of that, research was conducted on literary ecology. Literature that examines the environment will provide a moral value that we must protect the surrounding environment, because if it is not maintained, the environment will perish. The theory used in this study is Robert Stanton's structural theory, literary ecological theory based on the scope of Garard's literary ecology, and Dingding Haerudin's theory of criterion analysis of teaching materials. This study aims to analyze and describe: 1) the story structure of the novelette Hujan di Girang Caah di Urang, 2) the elements of nature that exist and the relationship between the characters and their environment, 3) the application of the results of the research in teaching materials for reading novels for class XI SMA. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The technique used is literature study. The instruments used in this study were digital data cards and the data sources for this research were Min Resmana's novel Hujan di Girang Caah di Urang and the book Literary Ecology Research Methodology by Prof. Endraswara. The results of this study indicate that the novellet Hujan di Girang Caah di Urang has a complete story structure, then there are 153 natural elements used by the author which are then grouped based on the scope of literary ecology, and this research can be applied in teaching materials for reading novels for class XI SMA. Keywords: Hujan di Girang Caah di Urang, literary ecology, natural elements

    Pentingnya Pendidikan Pancasila untuk Merealisasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

    Full text link
    The values contained in Pancasila are now starting to fade in society. The number of people who no longer prioritize the values contained in Pancasila makes the writer very sorry for this. So that this article aims so that all of us as members of society can understand more and then be able to apply and always prioritize the values of Pancasila as a guide for living in society. The method used in this research is a qualitative method where the author studies the literature from books, journals, e-books, and articles. And the results obtained show that there are many ways we can realize or apply the values of Pancasila in social life. Pancasila has functions and values that we must know and then understand and also apply in this life. For this reason, as good citizens we must be able to review and apply and make guidelines for the values of Pancasila so that we can live in a good society and in accordance with existing norms and rules. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila pada saat ini sudah mulai memudar di masyarakat. Banyaknya masyarakat yang sudah tidak mengedepankan lagi nilai-nilai yang terdapat  pada Pancasila membuat penulis sangat menyayangkan akan adanya hal tersebut. Sehingga artikel ini bertujuan agar kita semua selaku anggota dari masyarakat bisa lebih memahami lagi lalu kemudian bisa menerapkan dan selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat yang kita dapatkan melalui pendidikan pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dimana penulis itu melakukan studi literatur dari buku,  jurnal, e-book, maupun artikel. Dan diperoleh hasil bahwa ada banyak cara untuk kita dapat mewujudkan atau menerapkan dari nilai-nilai Pancasila ini di dalam hidup bermasyarakat. Pancasila memiliki fungsi-fungsi dan nilai-nilai yang harus kita ketahui lalu kemudian kita pahami dan juga terapkan dalam kehidupan ini.  Untuk itu sebagai warga negara yang baik kita harus bisa mengkaji ulang dan menerapkan dan menjadikan pedoman nilai-nilai dari Pancasila ini agar kita bisa hidup di dalam masyarakat yang baik dan sesuai dengan norma dan aturan yang ad

    IT and education, the case study of e-learning in Indonesia

    Full text link
    E-learning in Indonesia began in mid-nineties with the advent of internet preceded by information technology introduction to Indonesia in late 70s and early 80s. However, those e-learning initiators hit hard by the economic and political crises which hit Indonesia in 1997s until early 21st century. Beginning the year 2000, many organizations took the initiatives to conduct e-learning in their environments, in spite of the economic crises. Based on a survey towards about 60 e-learning sites, the author found some constraints. First, the infrastructure which does not support the learning. Out of 223 million people., only 20 million own fixed telephone facilities, a must-prerequisite to access remote e-learning facilities. Using the cellular phones for internet connection is out of question as it is very expensive; on the other hand the Internet subscriber in Indonesia is limited. In 2004 there are 1,3 million internet subscribers with 14 million users. Second, on content management. Although the majority of e-learning operators are higher education institutions, there is no standard in the contents. While the contents are aimed to university students, the contents are not always reaching the academic intellectual standards. Third, there is no coordination in conducting the e-learning. The pre- and post Soeharto presidency (1998) marked the paradigm from centralized to decentralized university administration. The Directorate General of Higher Education (DGHE) which was once the regulator now is the facilitator on higher education affairs. The results is not a chaos, but an uncoordinated efforts toward e-learning. In certain universities, each department established its own e-learning facilities without bothering other departments’ efforts, let alone at the at the national level. Fourth, the cultural factors. Indonesian in general prefer talking over writing, the result of oral tradition legacy, prefer attending the lecture over self-study. Hence Indonesian students prefer to communicate or interact directly with other students and or lecturer than to communicate in a virtual way as commonly found in e-learning. What needed by Indonesia are the better coordination among e-learning operators, the grand strategy of e-learning as dictated by the higher level of decision makers and making e-learning not as e-learning itself, but as a tool to equip students to stay up to date, information technology literate and to be competitive, in a flexible way

    APPLICATION OF CONDITIONAL PROBABILITY IN PREDICTING INTERVAL PROBABILITY OF DATA QUERYING

    Full text link
    This paper discusses fuzzification of crisp domain into fuzzy classes providing fuzzy domain. Relationship between two fuzzy domains, Xi and Xj, can be represented by using a matrix, wij. If Xi has n elements of fuzzy data and Xj has m elements of fuzzy data then wij is n x m matrix. Our primary goal in this paper is to generate some formulas for predicting interval probability in the relation to data querying, i.e., given John is 30 years old and he has MS degree, how about his probability to get high salary
    corecore