93 research outputs found
IBRAHIM HUSEN FIQIH INDONESIA
Ibrahim Husen sesosok ulama terkemuka Indonesia yang mendapat tempat terhormat di ruang hati umat Islam Indonesia, teristimewa kalangan terpelajar Islam. Ia seorang Profesor fiqih yang cukup raj in dan cerdas mere spons fenomena kefiqihan di Indonesia. Dari dirinya (melalui keduduk-annya sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat pada masa kepemimpinan K. H. Hasan Basri) lahir banyak fatwa kefiqihan. Ibrahim Husen sangat concern terhadap pengassimilasian antara hukum nasional dengan hukum syar'i. Menurut Ibrahim Husen, hukum nasional Produk pemerintah berupa peraturan perudang-undangan yang tidak bertentangan atau sejiwa dengan hukum syar'i dapat dinilai sebagai hukum Islam. Tulisan ini akan melacak pokok pikiran Ibrahim Husen tentang upaya pendinamisasian hukum Islam agar selalu dapat berfungsi sebagai pedoman hidup bagi umat Islam dalam segala tempat dan masa ke depan.</jats:p
Ibrahim Husen Fiqih Indonesia
Ibrahim Husen sesosok ulama terkemuka Indonesia yang mendapat tempat terhormat di ruang hati umat Islam Indonesia, teristimewa kalangan terpelajar Islam. Ia seorang Profesor fiqih yang cukup raj in dan cerdas mere spons fenomena kefiqihan di Indonesia. Dari dirinya (melalui keduduk-annya sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat pada masa kepemimpinan K. H. Hasan Basri) lahir banyak fatwa kefiqihan. Ibrahim Husen sangat concern terhadap pengassimilasian antara hukum nasional dengan hukum syar'i. Menurut Ibrahim Husen, hukum nasional Produk pemerintah berupa peraturan Perudang-undangan yang tidak bertentangan atau sejiwa dengan hukum syar'i dapat dinilai sebagai hukum Islam. Tulisan ini akan melacak pokok pikiran Ibrahim Husen tentang upaya pendinamisasian hukum Islam agar selalu dapat berfungsi sebagai pedoman hidup bagi umat Islam dalam segala tempat dan masa ke depan
The mosque based Islamic education in Guangzhou China
This writing constitutes a research outcome regarding the Mosque based Islamic education in Guangzhou, China that aims at finding out the form of the mosque based Islamic education in relation to the implementation, student, teacher, material, means and facilities and financing. This research adopts an explorative qualitative approach with data collection through interview, site observation and documentation study. Through an observation against four mosques in Guangzhou, it is found a mosque role in the Islamic religion education. The Islamic religion education is conducted by its management and congregation of the mosque. The learning place is conducted in a building separated from the mosque although some of them conducts the learning process at their mosque. A material is regarding the Islamic basic teaching and Arabic language. The teacher comes from the management of the mosque itself who is Leader (Ahong). The students come from youth, teenagers and adult ore even elderly
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN KHONGHUCU DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Artikel ini memaparkan bagaimana penyelenggaraan pendidikan keagamaan Khonghucu di kepulauan Bangka Belitung dilihat dari siswa, guru, dan kurikulum. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi ke beberapa lokasi yang diduga terdapat program sekolah minggu Khonghucu, wawancara baik individu maupun kelompok dilakukan kepada penyelenggara Sekolah Minggu Khonghucu, guru, siswa, Kabag TU Kanwil, Matakin, Makin, tokoh masyarakat Khonghucu dan masyarakat Khonghucu, dan pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan Khonghucu di Babel adalah kegiatan pendidikan yang diselenggarakan di Xuetang dan Litang. Pelaksanaan pendidikan di kedua tempat tersebut dinamakan oleh mereka sebagai Sekolah Minggu Khonghucu. Sekolah Minggu Khonghucu dikelola oleh umat dan organisasi Makin dan Matakin. Sekolah Minggu Khonghucu dikelola secara terbatas dari sisi ketersediaan, kuafikasi, dan status guru dan kurikulum. Belum ada pedoman penyelenggaraan Sekolah Minggu Khonghucu baik dari Matakin maupun Kementerian Agama. Kepada Pusat Bimas dan Pendidikan Khonghucu untuk menyediakan guru agama Khonghucu baik di sekolah formal maupun pendidikan keagamaan Khonghucu. Selain itu, diperlukan penyiapan draft PMA tentang pendidikan keagamaan khonghucu dan Standar pelayanan pendidikan keagamaan Khonghucu
KERAGAMAN ORIENTASI PENDIDIKAN DI PESANTREN
Pesantren (Islamic boarding schools) have been experiencing a rapid growth both quantitatively and qualitatively; shown by the increasing numbers of pesantren and their santri (students) as well as by the various educational orientations. This paper explores how pesantren viewed and articulated the education that they conducted. It applies literature study on several pesantrens which were previously investigated by the Research and Development Centre of Religious Education/Religiousity, other institutions, and individuals for the last 10 years. Additionally, it points out that the diversity of pesantren\u27s educational orientation was by and large influenced by the ideology of their leaders and managers. A variety of salafiyah (traditional) pesantrens showed a phenomenon of educational dynamicity. As for the variants of modern Gontor pesantren and its networking, education reformation has been the main issue as coined by their founders. Some other pesanten that had relations to modern Gontor pesantren, such as al-Mukmin Ngruki, al-Zaitun, and Hidayatullah focused on preparing Muslim cadres. Moreover, the variants of salafi pesantren constructed their education orientation to maintain the continuity of salafi cultures.Pesantren mengalami perkembangan yang pesat baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Perkembangan kuantitatif dapat dilihat dari jumlah lembaga dan santri yang terus meningkat. Secara kualitatif, pesantren memiliki orientasi pendidikan yang beragam. Bagaimana pesantren memandang dan mengartikulasikan pendidikan yang diselenggarakan. Dengan mengambil beberapa ragam dan varian pesantren sebagai sasaran yang diangkat dari hasil penelitian tentang topik pesantren yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan dalam sepuluh tahun terakhir serta studi yang dilakukan oleh beberapa individu atau lembaga penelitian lain, menunjukkan keragaman orientasi pendidikan yang dipengaruhi oleh faham keagamaan dan muatan ideologi pimpinan dan para pengelolanya. Ragam pesantren salafiyah (tradisional) memperlihatkan adanya dinamisasi pendidikan. Pada ragam pondok modern Gontor dan jaringannya, pembaharuan pendidikan menjadi tema yang terus diusung sebagaimana yang digariskan sejak pendiriannya. Sedangkan pada beberapa varian pesantren yang memiliki akar pada pondok modern Gontor seperti al-Mukmin Ngruki, al-Zaitun, dan Hidayatullah mengorientasikan pendidikannya pada penyiapan kader Islam. Orientasi pendidikan salafi dapat dilihat pada pesantren-pesantren yang belakangan disebut sebagai ragam pesantren salafi. Bahkan ragam pesantren salafi mengkonstruk pendidikannya ke arah kontinuitas kultur salafi
Egypt and It’s Implication for Modernizing of Education in Indonesia
This article will describes the role model of modernization of education in Egypt
and it’s implication for education in Indonesia. This research is done by a qualitative
research approach. The collecting data is done by three techniques, namely interview,
observation, and document review. This research conclude Firstly, education in Egypt,
especially at Al Azhar University teaches Islam wasatiyah which corresponds to the culture
of Indonesia's diversity. A moderate outlook becomes a trademark of Al Azhar University
alumni. This alumni model is needed to guard the diversity in Indonesia as one of the pillars
of the unitary state of the Republic of Indonesia. Secondly, Al Azhar University alumni
have contributed significantly to advancing Islamic moderatism in Indonesia. It is realized
with the alumni's gait in advancing Islamic education such as madrassas and Islamic
colleges that prioritize moderate Islam
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadi Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus di Diabetes Center Kota Ternate
Kejadian ulkus diabetik terjadi 90% hingga 95% pada penderita dengan obesitas, dimana salah satu penyebab melonjaknya kejadian diabetes melitus tipe II yang tidak tergantung insulin yang terjadi akibat penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin, dan diabetes melitus sangat terkait dengan obesitas, karena makin banyak jaringan lemak, jaringan tubuh dan otot akan makin resisten terhadap kerja insulin, terutama pada daerah yang mengalami penekanan dan terbentuknya keratin keras yang memudahkan terjadinya ulkus diabetik. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus perlu adanya pengendalian yang baik. Data dari Rekam Medik (RM) Diabetes Center Kota Ternate jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe II dimana pada tahun 2015 yang rawat jalan sebanyak 134 kasus dan rawat jalan sebanyak 172 kasus, pada tahun 2016 yang rawat jalan sebanyak 151 kasus dan tahun 2017 yang rawat jalan 119 kasus, dari semua kasus Diabetes Melitus (DM) dengan angka kejadian ulkus diabetik pada tahun 2018 sebanyak 30 kasus dan kematian sebanyak 2 orang. Hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya angka kesakitan dan komplikasi dari penyakit Diabetes Melitus (DM) Tipe II di Diabetes Center Kota Ternate. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadi Ulkus Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Di Diabetes Center Kota Ternat
Pengaruh Kemampuan Sumber Daya Manusia, Kualitas Audit, dan Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Enititas Studi pada Badan Standarisasi Nasional (BSN)
This study aims to obtain empirical evidence of the influence of human resource capabilities, audit quality, and adherence to accounting rules on the timeliness of submission of entity financial reports (study at the National Standardization Agency). The population in this study are employees who work in the finance section of the National Standardization Agency. Sampling was carried out using accidental sampling. The primary data collection method used is the questionnaire method. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that human resources had a positive effect on the timeliness of submission of entity financial reports, audit quality had a positive and significant effect on the timeliness of submission of entity financial reports, compliance with the rule of law had a positive and significant effect on the timeliness of submission of entity financial reports.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh kemampuan sumber daya manusia, kualitas audit, dan ketaatan aturan akuntansi terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan enititas (studi pada Badan Standarisasi Nasional). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja pada bagian keuangan Badan Standarisasi Nasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling. Metode pengambilan data primer yang digunakan adalah metode kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan enititas, kualitas audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan enititas, ketaatan aturan hukum berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan enititas
Implementation of Ulama Cadre Education at the Indonesian Ulama Council of Bogor Regency
- …
