1,722,454 research outputs found

    Persembahan bangsawan di Sarawak

    Full text link
    Persembahan bangsawan mula dipentaskan di Sarawak sekitar awal abad ke-20 oleh kumpulan-kumpulan bangsawan dari Tanah Melayu dan Singapura. Teater Melayu ini komersial sifatnya segera muncul popular dalam kalangan masyarakat tempatan ketika itu. Sekitar 1930-an, masyarakat tempatan negeri ini mula mementaskan bangsawan, terutamanya di kampung-kampung Melayu di sepanjang kawasan persisir pantai Sarawak. Apa yang menarik adalah sebelum ini, ramai yang kurang mengetahui bahawa masyarakat tempatan Sarawak memilik tradisi penganjuran persembahan bangsawannya yang tersendiri. Apakah kaedah dan tujuan persembahan bangsawan masyarakat ini sama dengan pementasan bangsawan yang dianjurkan oleh kumpulan-kumpulan bangsawan dari Tanah Melayu dan Singapura? Buku ini menyediakan jawapan kepada persoalan tersebut dengan memperincikan perkembangan dan perubahan bangsawan di Sarawak selari dengan suasana ekonomi, politik, dan sosial masyarakat melayu tempatan 1914-2004. Persembahan bangsawan di Sarawak dibincangkan mengikut emoat fasa perkembangannya iaitu, bangsawan Tanah Melayu dan Singapura, bangsawan Kampung, bangsawan era 1980-an, dan bangsawan Sarawak. Penerbitan buku ini adalah sebahagian daripada usaha melengkapkan jurang ilmu persembahan bangsawan di Malaysia, khususnya di Sarawak

    Semiotika teater bangsawan

    No full text
    Tidak banyak pakar di Indonesia yang mengupas masalah teater bangsawan. Buku - buku teater yang terbit hanya sebagian kecil menyinggung teater bangsawan. Padahal, teater bangsawan ini merupakan pertunjukan khusus yangada di Sumatera Utara. Ketiadaan referensi pendukung ataupun jarak geografis para penulis buku - rata - rata penulisnya berasal dari Pulau Jawa - mungkin mengakibatkan langkanya penulisan tentang teater bangsawan ini. Bahkan, Boen S. Oemarjati yang menulis sejarah teater di Indonesia melalui bukunya yang terkenal, Bnetuk Lakon dan Teater Indonesia, sama sekali tidak menyinggung teater bangsawan. Padahal, teater bangsawan inilah yang jadi pijakan awal teater modern di Indonesia. Buku ini terbagi dalam 8 bab. Bab I Pendahuluan, Bab II Semiotika Teater, bab III aspek sintaksis teater bangsawan, Bab IV Aspek semantik naratif teater bangsawan, Bab V Aspek pragmatik teater bangsawan, Bab VI Kisah " Mengapa Musang Berjanggut " dari Bedagai, Bab VII Ideologi dan bentuk asli kebudayaan Nusantara, Bab VIII Penutup

    Bangsawan Padang Masa Kontemporer

    Full text link
    Fokus penelitian ini adalah, pertama kehidupan sosial bangsawan Padang pada masa kolonial dilihat dari gaya hidup serta eksistensinya di tengah masyarakat Kota Padang, kedua kehidupan sosial bangsawan Padang dilihat dari gaya hidupnya di masa kontemporer kemudian memperbandingkan dengan masa sebelumnya, ketiga realita sosial kekinian kaum bangsawan Padang masa kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perubahan yang terjadi pada kehidupan sosial bangsawan Padang sepanjang abad ke-20 dengan memperbandingan masa kolonial dan masa kontemporer, serta untuk mengetahui gambaran umum bangsawan Padang di masa kontemporer ini. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sosial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui empat tahap. Pertama adalah heuristik berupa pengumpulan data baik dari arsip atau data wawancara. Kedua adalah kritik sumber. Ketiga adalah interpretasi atau penafsiran. Langkah keempat adalah historiografi atau penulisan sejarah. Kesimpulan yang didapat dari penelitian . Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah yang pertama, Bangsawan Padang sebagai kelompok elite di tengah masyarakat Kota Padang pernah eksis di masa kolonial, kehidupan kelompok ini begitu berdinamis dengan gaya hidup yang khas sehingga memberikan corak tersendiri di antara masyarakat Kota Padang ketika itu. Kedua muncul perubahan dalam kehidupan sosial bangsawan Padang terlihat dari gaya hidup serta tradisi lama yang mulai ditinggalkan di masa Kontemporer. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor salah satunya pendidikan. Pendidikan memang merubah pola pikir seseorang, aturan dan gaya hidup yang terlalu mengekang dalam kehidupan bangsawan Padang dan tidak sesuai lagi dilakukan di zaman modern, perlahan mulai ditinggalkan. Identitas sebagai kaum bangsawan pun mulai memudar, terlebih ketika pendidikan mulai diperkenalkan, bangsawan Padang terpecah menjadi dua, golongan tua yang mendukung adat dan tradisi kolot dan golongan muda yang terbuka akan pengaruh dunia luar dan ingin membuat sebuah perubahan. Perubahan tersebut terjadi bisa karena faktor internal maupun faktor eksternal, ketiga di masa kontemporer, sudah tidak ada lagi perbedaan antara kaum bangsawan Padang dengan masyarakat biasa, bisa dikatakan identitas kebangsawanan mereka yang dulu pernah ada, hampir tidak diterlihat lagi, jikalaupun ada sudah mengalami perubahan dan pergeseran fungsi. Sekarang mereka bukan lagi pemegang kelas sosial tertinggi di tengah masyarakat Kota Padang. Tidak ada perbedaan yang signifikan, antara bangsawan dengan masyarakat biasa, kehidupan yang begitu berdinamis dulunya, gaya hidup yang mencerminkan kelas sosial serta aturan-aturan yang harus dikerjakan sebagai bagian dari urang babangso tersebut sudah tidak lagi dipertahankan. Bangsawan Padang bukan lagi elite dalam hal ekonomi, sosial, dan budaya. Mereka hanya elite dalam segi budaya atau adat saja, di kawasan Padang lama, niniak mamak nan salapan suku. Kata Kunci: Bangsawan Padang, Gaya Hidup, Perubahan Sosia

    Melestari Teater bangsawan berbantukan teknologi

    Full text link
    Penulisan ini membincangkan rekabentuk kajian berbentuk evaluasi (evaluvation research) untuk menilai keberkesanan teknologi dalam pementasan teater bangsawan. Selain membincangkan rekabentuk kajian, penulisan ini menyediakan gambaran sepintas lalu tentang permasalahan pementsan teater bangsawan di Malaysia, antaranya kedudukan bangsawan dalam dunia teater Melayu, usaha kerajaan sejak 1970-an untuk mempromosikan teater ini dan tanggapan penggiat teater amatur terhadap teater ini. Dapatan kajian yang telah dilaksanakan turut dibincangkan dalam artikel ini, antaranya dari aspek lakonan, ruang pentas, latar hias dan muzik. Signifikasi penulisan ini adalah bentuk dan dapatan kajiannya yang bersifat gunaan untuk melestari teater bangsawan berbanding penulisan lepas tentang bangsawan yang lebih bersifat dokumentasi

    Bangsawan Dayak’ of Sarawak

    Full text link
    Bangsawan is a Malay theatre with modern and traditional theatre elements in it. It was the first to use a proscenium stage and acting director to coach its actors, and at the same time maintained rituals of opening and closing of its performances. The Bangsawan shows were inspired by stories of aristocrats and artisans from the Middle East, India, Europe, China and Malaya, something which was close to home for the troupe as the term Bangsawan means people with noble blood (Nur Nina 1992, p.g. 19)

    DEMOKRASI DI BUMI BANGSAWAN: Studi kasus Kelompok bangsawan di Wilayah Bone

    No full text
    Pada tanggal 22 Januari 2013, Kabupaten Bone menggelar Pemilihan Kepala Daerah yang diikuti oleh 6 pasang calon. Menariknya, dari 6 nama calon bupati itu semuanya berasal dari kalangan bangsawan. Selama ini, sudah ada tiga belas bupati yang pernah memerintah di Kabupaten Bone, dan hampir semuanya adalah bangsawan. Hanya satu yang bukan berasal dari kalangan bangsawan Bone, yaitu Kol.H.P.B. Harahap. Meskipun demikian, menjadi satu pertanyaan besar adalah apakah di era reformasi ini tidak ada calon yang dipandang layak untuk dijual selain dari mereka yang berasal dari kalangan bangsawan? \ud Di era demokrasi ini, tidak ada larangan seorangpun untuk ikut dalam pemilihan kepala daerah, termasuk kalangan bangsawan. Akan tetapi, mengapa partai-partai politik yang demikian banyak di Bone, tidak mengusung figur yang bukan dari kalangan bangsawan? Di mana letak peran partai dalam proses pendidikan politik dalam rangka melakukan pengkaderan kedepan. Tampak bahwa partai politik tidak memiliki pilihan lain kecuali ikut-ikutan mengusung calon dari kalangan bangsawan.Tidak banyak wilayah di Indonesia yang masih menempatkan kelompok bangsawan pada posisi penting, seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sejak reformasi bergulir ada upaya untuk menggeser peran dan kedudukan para bangsawan yang ketika itu memegang posisi penting. Kelompok Bangsawan dianggap tidak mendukung reformasi karena kepatuhan yang ditunjukkan adalah kepatuhan yang membabi buta. Usaha untuk menjatuhkan bupati Bone ketika itu gagal karena usaha yang dilakukan oleh para mahasiswa mendapat perlawanan dari masyarakat. Kehadiran bangsawan dianggap momok demokrasi karena dapat dianggap sebagai munculnya raja-raja kecil. Kemunculan mereka dikhawatirkan akan membunuh demokrasi, meskipun diketahui bahwa alam demokrasi di wilayah ini telah tumbuh jauh sebelum faham demokrasi itu sendiri muncul di Eropah.\ud Setelah kurang lebih 15 tahun reformasi berjalan, bentuk demokrasi yang berkembang semakin tidak jelas. Tampak kelompok bangsawan semakin menguat hal ini ditandai dengan makin banyaknya calon-calon, baik untuk menjadi bupati maupun anggota dewan terdiri dari kalangan bangsawan. Pemilihan Bupati Bone baru-baru ini hampir seluruhnya dari kalangan bangsawan.\ud Dalam sejarah panjang Bone, peran sosial - politik, yang dimainkan oleh kelompok bangsawan tampak dengan jelas. Kelompok bangsawan dianggap sebagai kelompok yang memang ditakdirkan untuk berkuasa karena asal usul mereka. Mereka dipercaya berasal dari keturunan dewa yang oleh sebagian masyarakat Bone dianggap memang sudah ditakdirkan untuk berkuasa. \ud Mengapa masyarakat masih sangat menghormati kelompok bangsawan? Bukankah kelompok bangsawan dianggap sebagai satu elemen masyarakat yang dianggap mengganggu jalannya demokrasi. Bagaimana peran sejarah yang dimainkan oleh kelompok bangsawan di masa lalu sehingga mereka tetap didambakan oleh masyarakat. Hal-hal demikian itu yang akan dibicarakan dalam makalah ini

    Perbedaan Kepuasan Pernikahan Pada Perempuan Bangsawan Suku Sasak

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pernikahan pada perempuan bangsawan suku sasak. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 420 orang (210 perempuan bangsawan menikah dengan laki-laki bangsawan dan 210 perempuan bangsawan menikah dengan laki-laki non-bangsawan). pengambilan data dilakukan menggunakan skala kepuasan pernikahan mengacu pada 10 aspek kepuasan pernikahan ENRICH Marital Satisfaction Scale yang dikemukakan oleh Fowers dan Olson (1989) yang berjumlah 46 item. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Adapun hasil penelitian ini menujukkan nilai signifikansi sebesar 0,703 yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan pernikahan pada perempuan bangsawan yang menikah dengan laki-laki bangsawan atau perempuan bangsawan yang menikah dengan laki-laki non-bangsawan

    ANALISIS SITEM INDRA BANGSAWAN

    No full text
    Analisis perancangan sistem informasi merupakan proses menganalisis kebutuhan infomasi pengguna/pemakai sistem dan proses menganalisis kendala dalam perancangan sistem. Proses ini sangat bermanfaat untuk menerjemahkan kebutuhan pemakai informasi ke dalam suatu rancangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna/pemakai sistem tersebut. Menurut Amsyah (2005, 27). “Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.” Dari pendapat tersebut dapat diartikan bahwa sistem merupakan sekumpulan elemen-elemen yang saling berelasi dan berinteraks

    CTW224 : Bangsawan script / College of Creative Arts

    Full text link
    This introductory course exposes student to stage genres such as: Tonil, Opera, Bangsawan, Ketoprak, Zarzuela, Sandiwara, Purbawara, Jenakarama as well as theater. Students are introduced to the history and background of bangsawan theater. Students are also exposed to the fundementals of writing a Bangsawan script such as episodic style, plot structure, character, scene construction, dramatic structure, settings, story time and the technical aspect of Bangsawan theater. Students are going to be familiar with the writing techniques and style of Bangsawan script emphasizing on the important of and ‘laras bahasa’ and ‘tasmat’

    DINAMIKA STRATIFIKASI SOSIAL BANGSAWAN KOTA PALOPO

    Full text link
    Skripsi ini membahas tentang Dinamika Stratifikasi Sosial Bangsawan Kota Palopo. penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui eksistensi para bangsawan di kota Palopo; 2) Untuk mengetahui strategi para bangsawan untuk mempertahankan status kebangsawanannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teori Mobilitas Sosial yang dikemukakan oleh Pitirin A. Sorokin. Penelitian ini berlokasi di kota Palopo. Informan pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi para bangsawan di kota Palopo masih dianggap penting dan tetap terjaga. Namun, di sisi lain ada juga bangsawan yang menganggap bahwa eksistensi bangsawan di kota Palopo sebagai hal yang biasa saja dan bersifat nasionalisme. 2) Strategi para bangsawan untuk mempertahankan status kebangsawanannya ada 4 yaitu sikap, pendidikan, ekonomi, dan budaya
    corecore