861 research outputs found

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    Community Initiative And Involvement In Creating Healthy And Friendly Cities: Lessons From YOGYAKARTA (Inisiatip dan Keterlibatan Komunitas dalam Menciptakan Kota yang Sehat dan Akrab)

    No full text
    Sejalan dengan peningkatan urbanisasi, akan semakin banyak orang tinggal di kota. Persoalannya adalah bahwa kota kota di Negara berkembang menghadapi berbagai persoalan lingkungan, ekonomi dan sosial, terutama karena pendekatan dan praktek perencanaan dan perancangan kota yang tidak pas. Lebih jauh, kota kota di Negara berkembang sebagaimana di Indonesia cenderung kehilangan identita kulturalnya, terutama karena proses pertumbuhan kota yang dipengaruhi oleh pasar global dan tidak memungkinkan penduduk lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kotanya. Paper ini berargumen bahwa partisipasi penduduk lokal merupakan prasarat bagi terwujudnya kota yang aman dan akrab. Didasarkan atas studi kasus lima proyek di Yogyakarta yang melibatkan penduduk kota, paper ini merumuskan faktor-faktor penting untuk meningkatkan keterlibatan penduduk lokal. Dari lima studi kasus ini, paper ini berkeyakinan bahwa keterlibatan penduduk lokal akan optimal apabila mereka terorganisir dan memahami dinamika proses pembangunan kota. Adalah penting bagi komunitas untuk memahami proses politik dalam pembangunan kota dan secara aktip terlibat dalam proses keeharian pengambilan keputusan yang menyangkut pembangunan kota

    INDIKATOR KEBERLANJUTAN KOTA DI INDONESIA : STUDI KOMPARASI EMPAT KOTA DI JAWA (Sustainability Indicators of Indonesian Cities: Comparative Studies of Four Cities in Java)

    No full text
    ABSTRAK  Walaupun ide pembangunan kota yang berkelanjutan semakin diterima oleh banyak kalangan di Indonesia, kondisi kota-kota di Indonesia semakin saja buruk dan mengkhawatirkan. Ide-ide pembangunan kota yang berkelanjutan masih sekedar diwacanakan dan tidak dirumuskan menjadi satu program yang rinci dan terukur, sehingga secara berkala dapat dievaluasi perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indikator keberlanjutan kota di Indonesia, khususnya indikator lingkungan fisik. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi empat kota yakni: dua kota pantai (Semarang dan Surabaya) serta dua kota pedalaman (Bandung dan Yogyakarta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kota menunjukkan perkembangan yang tidak menggembirakan dari aspek lingkungan fisik. Beberapa indikator utama lingkungan seperti: kualitas udara, kualitas air, sampah padat, perumahan, dan ketersediaan ruang terbuka hijau, cenderung menurun kondisinya. Penelitian ini juga menunjukkan variasi kondisi lingkungan yang cukup lebar antar empat kota yang dikaji. Kecenderungan kesamaan dan perbedaan indikator ini tidak disebabkan karena kebijakan dan program pemerintah kota, melainkan lebih karena kondisi geografis dan proses pertumbuhan kotanya masing-masing. Penelitian ini menyarankan diberlakukannya indikator keberlanjutan kota di Indonesia secara konsisten agar ide-ide pembangunan kota yang berkelanjutan dapat lebih aplikatif direalisasikan dan dimonitor.   ABSTRACT  Although the ideas of sustainable city are widely accepted in Indonesia, the environmental quality of Indonesian cities is getting worst. City governments in Indonesia do not have clear and consistent policy and program to implement the ideas of sustainable cities, nor do they have clear and practical indicators to monitor and evaluate city development. This study aims to measure sustainability indicators of Indonesian cities, particularly from the environmental point of views. It is a comparative study of four major cities in Java: two coastal cities (Semarang and Surabaya) and two inland cities (Bandung and Yogyakarta). The study used five indicators to meassure  namely: (1) air quality, (2) water quality and provision, (3) solid waste, (4) housing, and (5) green-open spaces. The study shows that there are wide variations of environmental performance among four cities.  Such variations are not caused by specific government policy and program, but merely caused by the natural condition and the growth of the cities themselves. The study suggests the importance of applying clear and consistent indicator of sustainable city in Indonesia as it would serve practical and useful means to monitor and evaluate city development

    RUANG BERMAIN UNTUK ANAK DI KAMPUNG KOTA: STUDI PERSEPSI LINGKUNGAN, SETING, DAN PERILAKUANAK DI KAMPUNG CODE UTARA, YOGYAKARTA (Space for Children in Urban Kampung: Study on the Environmental Perception, Setting, and Behaviour of Urban Children)

    No full text
    ABSTRAK Seringkali perencanaan dan penataan ruang dilakukan tanpa pemahaman yang benar akan persepsi dan perilaku manusia pengguna ruangnya. Kenyataan yang terjadi adalah penataan ruang yang tidak optimal mengakomodasi kebutuhan dan keinginan penggunanya, serta tidak memfasilitasi proses adaptasi yang dinamik antara perilaku dengan setingnya. Interaksi anak-anak dengan lingkungan alam sangat menentukan pembentukan kematangan pribadi anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi, seting, dan perilaku anak-anak kota terhadap sungai dan lingkungannya, dengan kasus di Kampung Code Utara, Yogyakarta. Dalam penelitian dilakukan pemetaan perilaku, pemetaan mental, observasi lapangan, dan wawancara dengan 24 anak di area penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di area penelitian mempunyai persepsi yang positip terhadap sungai sebagai elemen penting lingkungan perumahan mereka. Meskipun demikian, kondisi sungai dan penataan ruang di sekitar sungaijustru kurang memfasilitasi persepsi dan perilaku yang positip ini. Penataan ruang yang terjadi justru membatasi interaksi anak dengan sungai, sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kognisi positipnya terhadap lingkungan dan alam sekitar. Penelitian ini menyarankan pentingya perencana kota menghadirkan ruang-ruang yang memungkinkan anak-anak perkotaan melakukan interaksi yang dinamik dengan lingkungan alam.   ABSTRACT Frequently, spatial planning and developments were done without a clear understanding about the perception and behavior of the inhabitants. The result is spatial arrangements which are not optimally accommodated the need and preference of the inhabitants. Further, such spatial arrangements do not facilitate inhabitants to dynamically adapt their behavior to the setting. Interaction with nature is crucial for children to develop their personal attitude in the future. The research aims to understand the perception, setting and behavior of urban children toward the river and its surrounding. The case study is Code Utara kampong in Yogyakarta. The research employed naturalistic approach and utilized behavioural mapping, mental mapping, field observation, and interviews with children in the area. The research founds that children in the area have a positive perception and behavior toward the river. They saw the river as important natural elements which should be preserved. However, the condition of the river and the spatial planning of the area has not facilitated such positive perception. The existing spatial arrangement even limits children interactions with the river and therefore they lost their opportunities to develop their positive cognitive mental map related to natural environment. The research suggests that it is very important for urban planner to provide space in the city that enable urban children to experience dynamic interaction with natur

    Analisis transaksi lahan pertanian dan dampaknya terhadap pendapatan petani, studi kasus : Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat

    No full text
    Dalam Periode 2008-2012 Konversi Lahan di Kabupaten Bekasi mengurangi penggunaan lahan basah mencapai 2.108 ha. Penggunaan lahan basah yang berkurang diiringi dengan peningkatan penggunaan lahan kering mencapai 2.108 ha, penggunaan lahan basah biasa digunakan untuk persawahan, kebun, ladang, tegalan, dll. Sedangkan lahan kering biasa digunakan untuk perumahan, bangunan, industri dan fasilitas umum lainnya. Desa Buni Bakti adalah salah satu dari 9 Desa yang ada pada Kecamatan Babelan yang merupakan 1 dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Berkurangnya lahan persawahan di desa ini pun terjadi, pada tahun 2012-2013 luas panen menurun mencapai 217 ha, produksi padi sawah menurun 2.498 ton serta. Penurunan ini disebabkan konversi lahan pertanian yang diawali dari transaksi lahan oleh para petani kepada pembeli lahan di daerah tersebut. Pembangunan pertambangan dan industri di Desa Buni Bakti mendorong berubahnya penggunaan lahan disana, terdapat PT. Pertamina, PT. Tesco dan PT. Cikarang Listrindo yang aktif di daerah tersebut. Lahan yang awalnya dimiliki oleh petani setempat, mereka lepas kepada pembeli ataupun pengembang dengan beberapa alasan terutama karena ekonomi. Kuatnya dorongan dan desakan dari dalam maupun luar diri petani membuat mereka tidak kuasa untuk melepas lahan mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam menjual lahan mereka. Faktor-faktor yang diteliti adalah faktor internal dari dalam diri petani. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari-April 2015 di Desa Buni Bakti, data terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dengan kuisioner yang ditujukan kepada petani/warga setempat yang menjual lahan mereka. Sedangkan data sekunder diambil dari data Badan Pusat Statistik, BP3K, dan kantor desa setempat. Hasil dari model regresi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nayata terhadap motivasi petani dalam menjual lahan di Desa Buni Bakti adalah umur, harga tanah, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga, sementara lama pendidikan tidak berpengaruh nyata. Transaksi lahan di Desa Buni Bakti ini banyak diperantarai oleh calo tanah. Pemakain lahan oleh pembeli banyak digunakan untuk investasi dan dijual kembali, karena banyak spekulan tanah yang memang ingin mengambil keuntungan ketika mereka menjual kembali lahan tersebut mengingat harga tanah meningkat di tiap tahunnya. Beberapa petani menjual lahan mereka kepada perusahaan yang aktif di daerah tersebut. Dampak dari transaksi lahan yang dilakukan oleh petani di desa tersebut terhadap pendapatan mereka ada yang berdampak negatif dan ada yang positif. Sedangkan terhadap mata pencaharian mereka beberapa petani ada yang tetap menjadi petani garap dengan menggarap lahan pemilik tanah dengan sistem sewa, beberapa dari mereka ada yang membuka usaha seperti warung, toko ataupun berdagang namun ii tidak meninggalkan pekerjaan sebagai petani. Terdapat juga yang meninggalkan pekerjaan sebagai petani sepenuhnya dan beralih kepada kegiatan wirausaha/bisnis, dan beberapa dari mereka yang meninggalkan pekerjaan mereka sebagai petani untuk bekerja sebagai sekuriti, guru maupun karyawan. Dampak lain dari penjualan lahan ini adalah rusaknya lingkungan desa sekitar karena pembangunan industri dan juga lahan yang terbengkalai karena tidak digunakan untuk bertani. Karena perluasan kegiatan industri, kelestarian peninggalan sejarah Situs Buni pun terancam eksistensinya

    Pengembangan Protokol Tindakan Mandiri Perawat dalam Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Ruang ICU RSU Mitra Medika Medan

    No full text
    Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is nosocomial infection which cause pneumonia after 48 hours and after the installment of mechanic ventilation. Nurses should be responsible for it so that they play an important role in doing independent action to prevent or to minimize VAP. The objective of the research was to develop protocol of nurses’ independent action in preventing VAP sat Mitra Medika Hospital, Medan. The research used action research consisted of the phases of reconnaissance, planning, acting and observing, and reflection done one cycle from January to May, 2019. The data were gathered by doing Focus Group Discussion (FGD), questionnaires on nurses’ knowledge, and observation on the level of nurses’ adherence to prevent VAP. There were 15 participants in FGD reconnaissance phase, 9 participants in reflection phase, and 28 participants in self-report, taken by using purposive sampling technique. The data were analyzed by using quantitative method obtained from FGD data and qualitative method obtained from distribution of questionnaires on knowledge and observation on nurses’ adherence. The result of the research showed that there was the output of the protocol of nurses’ independent action in preventing VAP and outcome in increasing nurses’ independent action in preventing VAP in pre and post development ad implementation of decreasing VAP. It is recommended that this protocol be used as the reference in nurses’ independent action to prevent VAP so that their knowledge and adherence increase and the rate of the incidence of VAP decreases.206 HalamanTesis Magiste

    Back to simple- disruptive methods for the improvement of the building performance of the Museum Affandi

    No full text
    no german version: There is an ongoing trend to implement complex HVAC systems to maintain comfortable indoor conditions. Despite the benefits they are also connected to a number of disadvantages, for instance high energy consumption, expensive operation, and the use of hazardous substances for operation. A disruption to this development is the rethinking of passive methods. One recent trend in improving thermal building performance is the employment of low-tech approaches. This contribution highlights the efforts pertaining to testing various approaches for the adaptation of the museum Affandi in Yogyakarta, targeting better thermal comfort and lower energy expenses. Thereby state of the art methods were used for extensive evaluation of different retrofit scenarios. The tested cooling scenarios reduced the overheating tendencies significantly. This paper encompasses methods and results as well as layout of the applied digital workflow.There is an ongoing trend to implement complex HVAC systems to maintain comfortable indoor conditions. Despite the benefits they are also connected to a number of disadvantages, for instance high energy consumption, expensive operation, and the use of hazardous substances for operation. A disruption to this development is the rethinking of passive methods. One recent trend in improving thermal building performance is the employment of low-tech approaches. This contribution highlights the efforts pertaining to testing various approaches for the adaptation of the museum Affandi in Yogyakarta, targeting better thermal comfort and lower energy expenses. Thereby state of the art methods were used for extensive evaluation of different retrofit scenarios. The tested cooling scenarios reduced the overheating tendencies significantly. This paper encompasses methods and results as well as layout of the applied digital workflow
    corecore