1,727,904 research outputs found
Introduction to nanocarbon biocomposites
Sawdust is a by-product of wood processing activities (Mallakpour et al., 2021), such as milling (Green et al., 1999), sawing (Mackes et al., 2001), and sanding generated by industries and agricultural activities (Bates & Davies, 2018; Boca & Miegroet, 2017; Gamfeldt et al., 2013; ˇ
Kivinen et al., 2020; Rogers et al., 2020). It also consists of fine particles and shavings of wood that are generated as waste during these operations. Sawdust is typically dry, powdery, and lightweight. The size and texture of sawdust can vary depending on the type of wood being worked with
and the cutting tools used. It may range from fine particles resembling dust to coarser shavings. Sawdust can be reused or repurposed in woodworking projects, such as using it as filler material or in wood-based composite products like particleboard (Bakri, 2018)
2° Mosquée el-Bakri
2° Mosquée el-Bakri. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 15, exercice 1898, 1900. p. 30
2° Mosquée el-Bakri
2° Mosquée el-Bakri. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 15, exercice 1898, 1900. p. 30
EPISTEMILOGI KITAB AL-TAFSIR AL-MADRASI KARYA UMAR BAKRI
Tesis dengan judul “Epistemologi Kitab al-Tafsir al-Madrasi karya Oemar
Bakri” ini ditulis oleh ‘Aina Syukria dengan pembimbing. Prof. Dr. Abad
Badruzaman, Lc. M.Ag. dan Dr. H. Ahmad Zainal Abidin, M.A
Kata Kunci: Epistemologi Tafsir, Kitab al-Tafsir al-Madrasi, Oemar Bakri
Oemar Bakri dengan kemasyhurannya dalam bidang pendidikan turut
memberikan sumbangsih luar biasa lewat karya tafsirnya yang berjudul “al-Tafsir
al-Madrasi”. Kitab tafsir ini dibuat khusus oleh Bakri sebagai buku ajar tafsir
dalam lembaga pendidikan dimana ia mengabdi yakni kulliyatul mu’allimin
Indonesia (KMI) di Padang Panjang. Kitab “al-Tafsir al-Madrasi” yang diklaim
sebagai buku ajar tafsir pertama di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini ingin
mengungkap sejauh mana kitab tafsir ini dapat dipertanggung jawabkan dalam
ranah ilmiah.
Penelitian ini akan menjawab tiga rumusan masalah, Pertama, apa sumber
penafsiran dalam kitab “al-Tafsir al-Madrasi”?. Kedua, bagaimana metode
penafsiran dalam kitab “al-Tafsir al-Madrasi”?. Ketiga, bagaimana validitas
penafsiran kitab “al-Tafsir al-Madrasi”?.
Penelitian library research ini menggunakan teori epistemologi tafsir
sebagai pisau analisisnya. Teori ini akan membahas tiga aspek, yakni: sumber
penafsiran, metodologi penafsiran dan validitas penafsiran kitab al-Tafsir al-
Madrasi. Dalam membuktikan validitas penafsiran ada tiga teori yang harus
dipenuhi, yakni: teori koherensi, teori korespondensi dan teori pragmatis.
Penggunaan teori koherensi guna melihat apakah pernyataan-pernyataan Oemar
Bakri konsisten secara logis-filosofis, sedangkan teori korespondesi digunakan
untuk melihat kesesuaian penafsiran Oemar Bakri terhadap realitas yang ada.
Teori pragmaits digunakan untuk menilai apakah penafsiran Oemar Bakri masih
fungsional sebagai solusi alternatif bagi pemecah masalah sosial keagamaan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Pertama, Oemar Bakri
menggunakan beberapa sumber yakni Alquran, hadits, asbab an-nuzul, pendapat
ulama dan ilmu kebahasaan. Ditemukan juga bahwa Oemar Bakri melakukan
penyalinan teks asli tafsir “al-Manar” karya Muhammad Abduh dan Rasyid
Ridha dalam skala besar ke dalam kitab “al-Tafsir al-Madrasi” tanpa
menyertakan sumber asalnya.
Kedua, metode yang digunakan Bakri pada kitab ini adalah tahlili dengan
menggunakan pendekatan campuran antara bi al-ma’tsur dan bi al-ra’yi. Ketiga,
Tafsir Oemar Bakri memenuhi standar kebenaran dari tiga tolok ukur kebenaran.
Dari sisi teori koherensi, penafsiran Oemar Bakri konsisten dalam
mengaplikasikan penulisan tafsirnya dengan apa yang ia katakan pada
muqaddimah. Kebenaran korespondensi dapat dilihat dari penafsiran Oemar Bakri
yang dapat dipertanggung-jawabkan secara empiris, dan sesuai dengan kenyataan
empiris di lapangan seperti penafsirannya pada QS al-Baqarah [2]: 222 yakni
tentang larangan berhubungan suami istri di saat istri sedang masa menstruasi.
Dimana penafsiran ini selaras dengan sains, khususnya ilmu kesehatan. Terakhir,
kebenaran pragmatis dapat dilihat dari fakta bahwa hingga kini tafsir ini masih
digunakan sebagai buku ajar di Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan cabang-cabangny
5° Mosquée el-Bakri
Ismaïl, Grand Pierre, Herz Max. 5° Mosquée el-Bakri. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 9, exercice 1892, 1903. p. 53
Tornado diagram showing one-way sensitivity analysis results for Bakri-UBT versus condom-UBT comparison.
As clinical effectiveness of Bakri-UBT increases, Bakri-UBT is still not cost-effective (Bakri-UBT is more expensive, more effective) at the willingness to pay threshold of INR 24,211. As effectiveness of Bakri-UBT decreases (masked), Bakri-UBT is not cost-effective (Bakri-UBT is more expensive, less effective) as compared to condom-UBT. Similarly, for condom-UBT clinical effectiveness parameter, as condom-UBT effectiveness increases, Bakri-UBT is not cost-effective (Bakri-UBT is more expensive, less effective) as compared to condom-UBT. As condom-UBT effectiveness decreases, Bakri-UBT is still not cost-effective (Bakri-UBT is more expensive, more effective) at the given WTP threshold.</p
2° La mosquée El Bakri
Barois Julien, Moustapha Sadek, Herz Max. 2° La mosquée El Bakri. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 7, exercice 1890, 1890. pp. 100-101
al-Bakri (geographer)
The geographer of Muslim Spain Abu Ubayd Abd Allah b. Abd al-Aziz al-Bakri (d. 487/1094). He wrote "The Book of the Itineraries and kingdoms", of which only sections have been edited or translated (Northern Africa, Russians and Slavs, parts related to Muslim Spain, the Arabian Peninsula, Egypt, and Europe) and a "Dictionary of toponyms", mostly referring to the Arabian Peninsula.Le géographe d'Espagne musulmane Abu Ubayd Abd Allah b. Abd al-Aziz al-Bakri (m. 487/1094). Il est l'auteur du "Livre des itinéraires et des royaumes" dont des sections seulement sont éditées ou traduites (Arique du Nord, Russes et Slaves, et des parties sur l'Espagne musulmane, la péninsule Arabique, l'Egypte et l'Europe), et d'un "Dictionnaire des toponymes"
Levels of Obedience According to a Javanese Tafsir: An Analysis of Bakri Syahid's Tafsir Al-Huda
This study discusses the concept of obedience according to Bakri Syahid in Tafsir Al-Huda, a Javanese interpretation. This study examines how Bakri Syahid interprets and defines obedience in various speech and Javanese vocabulary levels, from Ngoko to krama. This interpretation shows the importance of obedience, as obedience is passive and involves deep appreciation and sincerity. Through a qualitative approach and library research method, the author examines 54 verses of the Qur'an containing the word and its derivations ṭā‘ah and identifies five levels of obedience, from the lowest (Ngrujuki) to the highest (Ngestokaken Dhawuh). The author also examines the meaning of each interpretation of ṭā‘ah in Javanese through several dictionaries and books on Javanese grammar. In addition, in studying the verses, the author considers the Asbabun Nuzul verses and Ibn Kathir's interpretation as a comparison to make this research as objective as possible. This research concludes that obedience, according to Bakri Syahid, involves seriousness, conformity between words, heart, and deeds, sincerity, conformity to the rules, readiness in all circumstances, consistency, love, and respect in carrying out Allah's commands.Penelitian ini membahas konsep ketaatan menurut Bakri Syahid dalam Tafsir Al-Huda, sebuah karya tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa. Penelitian ini mengkaji bagaimana Bakri Syahid mengartikan dan menafsirkan ketaatan dalam berbagai tingkatan tutur dan tingkatan kosakata bahasa Jawa, mulai dari ngoko hingga krama. Penafsiran ini menunjukkan pentingnya ketaatan sebagai kepatuhan yang tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga melibatkan penghayatan mendalam dan kesungguhan. Melalui pendekatan kualitatif dan metode library research, penulis meneliti 54 ayat Al-Qur’an yang mengandung kata dan derivasi ṭā‘ah serta mengidentifikasi lima tingkatan ketaatan, dari yang terendah (ngrujuki) hingga yang tertinggi (ngestokaken dhawuh). Penulis juga mengkaji arti setiap penafsiran ṭā‘ah dalam bahasa Jawa melalui beberapa kamus dan buku tentang tata bahasa Jawa, selain itu dalam penelaahan ayat penulis mempertimbangkan asbabun nuzul ayat dan tafsir Ibnu Katsir sebagai pembanding untuk membuat penelitian ini se objektif mungkin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketaatan menurut Bakri Syahid melibatkan keseriusan, kesesuaian antara perkataan, hati dan perbuatan, keikhlasan, kesesuaian dengan aturan, kesiapan dalam segala keadaan, keistiqomahan, cinta dan penghormatan dalam menjalankan perintah Allah
- …
