1,721,057 research outputs found
TRANSFORMASI FUNGSI SOSIAL MELALUI DIFUSI INOVASI DI MASJID JAMI’ IMAM BAIDHOWI LANGENHARJO KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya fenomena di masjid jami’ imam baidhowi dimana terdapata perubahan fungsi sosial dan proses divusi inovasi pada wisata religi Masjid Jami’ Imam Baidhowi yang ada di Desa Langenharjo. Pada umumnya masjid mempunyai fungsi sebagai tempat ibadah
dan kegiatan keagamaan, tetapi tidak sedikit juga masjid dijadikan sebagai tempat wisata religi yang didalamnya terdapat aktivitas sosial dan ekonomi yang mana masjid memberikan kontribusi dalam pembangunan sosial dan kemajuan
masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang (1) perubahan fungsi sosial yang terjadi di Masjid Jami’ Imam Baidhowi, (2) menganalisis proses difusi inovasi yang terjadi di Masjid Jami’
Imam Baidhowi.
Metode penelitian dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif ini melalui pendekatan studi lapangan. Data-data yang diperoleh melalui observasi pada objek penelitian yaitu Masjid Jami’ Imam Baidhowi, wawancara mendalam dengan pengelola Masjid Jami’ Iamam Baidhowi, pengunjung, dan dokumentasi.
Penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Masjid Jami’ Imam Baidhowi telah mengalami transformasi fungsi dari tidak hanya sebagai tempat ibadah saja melainkan juga menjadi pusat sosial, ekonomi, dan wisata religi. Seperti, adanya
UMK, penyewaan mobil ATV penggunaan tek nologi canggih dengan adanya infaq QRIS, dengan arsitektur megah yang menyerupai Masjid Nabawi, masjid ini telah menjelma menjadi destinasi wisata religi . (2) Proses difusi inovasi yang
dialami Masjid Jami’ Imam Baidhowi berlangsung selama satu setengah tahun. Inovasi yang diambil adalah desain arsitektur yang terinspirasi dari Masjid Nabawi. Inovasi ini diterapkan secara bertahap, mulai dari proses pembangunan
hingga peresmian masjid
Metode, sistematika dan corak tafsir Al Baidhowi: studi analisa
Pada kitab Anwaarut tanzil Wa Asraatut Ta'wil, Imam Baidhowi tidak menerangkan secara jelas, metode apa yang beliau pakai di dalam menafsirkan al qur'an. Tapi ada beberapa pendapat para ahli yang bisa dipakai sebagai petunjuk bahwa metode yang dipakai adalah metode ra'yu, antara lain: Husain Adz Dzahabi mengatakan bahwa di dalam kitab tafsir al baidhawi itu terhimpun tafsir dan ta'wil yang di dukung oleh kaidah kaidah bahasa arab. Pengarang kitab thabaqatus syafi'iyah juga mengemukakan bahwa di dalam tafsir baidhawi diuraikan dengan jelas mengenai i'rab, ma'ani dan bayan setiap ayat, hikmah dan tujuan ayat, rahasia yang tersembunyi dalam kalam suci, sehingga yang mempelajari al qur'an dengan kitab tafsir itu akan mendapat ilmu yang gilang gemilang dari qur'an untuk bimbingan hidupnya dunia dan akhirat. Metode yang ditempuh oleh Imam Baidhowi adalah metode bil ro'i yaitu pendekatan dalam menafsirkan berdasarkan pemahaman melalui ilmu bahasa dan balaghah. Sedangkan ayat ayat dan hadits dijadikan sandaran di dalam menggali kandungan ayat yang ditafsirkan. Sistem penafsiran Al Baidhawi adalah menafsirkan ayat secara mufradat, penjelasan diberikan dalam ungkapan yang sederhana dan baik, tapi kadangkala secara panjang lebar dengan bahasa yang sulit difahami, terutama ketika mengupas masalah masalah falsafi, kauniyah atau yang penting lainnya. Sistematika kitab tafsir al baidhawi adalah menafsirkan dengan mengikuti urutan urutan ayat dan surat yang telah ada dalam al qur'an. Corak pendirian/paham Al Baidhawi dalam tafsirnya adalah – Di bidang aqidah, beliau menganut corak ahli sunnah wal jama'ah. - Di bidang fiqih, Al baidhawi bercorak madzhab Imam As Syafi'i
ANALISIS TINGKAT PERJALANAN ORANG AKIBAT ADANYA KAWASAN INDUSTRI DI RUAS JALAN LINGKAR UTARA KABUPATEN BREBES
Imam Baidhowi Falah “Analisis Tingkat perjalanan orang akibat
adanya kawasan industri di ruas jalan lingkar utara Kabupaten Brebes”.
Laporan skripsi program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Pancasakti Tegal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perjalanan orang dan
dampaknya terhadap kinerja lalu lintas di Jalan Lingkar Utara Kabupaten Brebes
akibat adanya kawasan industri. Sebagai pusat kegiatan ekonomi, kawasan
industri menjadi pembangkit perjalanan yang signifikan. Dengan menggunakan
metode kuantitatif melalui survei lapangan, penelitian ini mengidentifikasi
hambatan samping, kapasitas jalan, volume lalu lintas, dan rasio volume terhadap
kapasitas (V/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hambatan
samping pada hari kerja (Selasa) tergolong "Sangat tinggi" (1516,4 smp/jam) yang
didominasi oleh keluar-masuk kendaraan dari kawasan industri, jauh lebih tinggi
dibandingkan hari libur (Minggu) yang tergolong "Sangat Rendah" (55,3
smp/jam). Hal ini memengaruhi kapasitas jalan menjadi 2.465 smp/jam pada hari
kerja dan 2.871 smp/jam pada hari libur. Volume lalu lintas puncak pada hari
kerja mencapai 1.771 smp/jam, secara signifikan lebih tinggi dari puncak hari
libur (866 smp/jam). Meskipun terjadi lonjakan volume, nilai V/C Ratio pada
kondisi puncak hari kerja adalah 0,71, yang menunjukkan bahwa kondisi arus lalu
lintas masih stabil dan kinerja ruas jalan masih memadai untuk menampung
volume lalu lintas yang ada.
Kata Kunci : Kawasan industri, Hambatan Samping, Kapasitas Jala
Kepemimpinan KH. Baidhowi Muslich dalam membentuk kultur pesantren study di Pondok Pesantren Anwarul Huda Karang Besuki Malang
INDONESIA:
Seiring perkembangan zaman budaya dalam dunia pendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan dan perkembangan manusia karena kebudayaan merupakan wahana dimana anak-anak untuk pertama kali dan seterusnya mengalami proses pembelajaran menjadi manusia melalui relasinya dengan sesamanya, alam yang maha tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pendidikan dalam pesantren sebagai media pengkaderan pemikir-pemikir agama (centre of excellent), mencetak manusia yang berkarakter, membangun pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik agar menjadi pribadi yang positif, berakhlak karimah, berjiwa luhur, dan bertanggung jawab dalam proses mencetak manusia yang berkarakter ini perlulah seorang pemimpin yang memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur agar mereka mau melakukan hal yang berkaitan dengan suatu tujuan yang diinginkan oleh lembaga pendidikan pesantren.
Berangkat dari inilah penulis kemudian ingin membahasnya dalam Penelitian dan mengambil judul peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan kultur pondok pesantren (studi kasus di pondok Pesantren Anwarul Huda karang besuki malang ). Tujuan dilakukan penelitan ini adalah untuk mengetahui apa saja budaya yang dikembangkan oleh KH. Baidhowi Muslikh, bagaimana peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan budaya yang ada di pondok pesantren anwarul huda dan juga untuk mengetahui proses, faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan budaya di pondok pesantren anwarul huda malang.
Pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriftif yang bertujuan menggambarkan keadaan yang ada dilapangan. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil dari penelitian yang peneliti dapat bahwa peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan budaya sangatlah besar. sebagai pengasuh dan pemimpin PP. Anwarul Huda beliau yang mengawal jalannya Proses pengembangan budaya yang dilakukan di PP. Anwarul Huda. Faktor pendukung dari peran kyai dalam membentuk budaya atau kultur dipondok pesantren anwarul huda yaitu : sarana dan prasarana yang menunjang, lingkungan yang kondusif dan peran orang tua yang mendukung dan ikut berperan aktif dalam pengembangan pondok pesantren. Sedangkan yang menjadi penghambatanya antara lain yaitu : dari santri yang tidak disiplin, sistem manajemen yang kurang optimal dan sebagian guru yang tidak mendukung dalam proses pembentukan kultur pondok pesantren.
ENGLISH:
As the times of culture in educational field has an important role in the life and human development because culture is as a vehicle in which the children experience the learning process for the first time and so on to be human through their relationships with each other, the great nature in the everyday life. Therefore a medium of education in a islamic boarding school is cadre of religious thinkers (center of excellence), create human character, build mindset, attitudes, and behaviors of students to become personal positive, good moral, noble-minded, and responsible in the process of printing human character is needed by a leader to give guidance, direct and manage in order they want to do things related to a desired destination by boarding educational institutions.
Departing from this the author then wants to discuss the study and take the title KH. Baidhowi Muslikh’s role in developing a culture of boarding school (in the case study of Anwarul Huda Islamic Boarding Schools Karang Besuki Malang). The purpose of this research is to find out what the culture developed by KH. Baidhowi Muslikh, how the role of KH. Baidhowi Muslikh in developing a culture that is in Anwarul Huda islamic boarding school and also to know the process, motivating and inhibiting factors in the development of culture in the Anwarul Huda islamic boarding school Malang.
Data collection is done by using the method of observation, documentation and interviews. The data analysis using descriptive analysis that aims to describe the existing situation in the field. While this type of research is a descriptive qualitative research with case study approach.
The results of the study in which researcher obtains that KH. Baidhowi Muslikh’s role in developing a culture is enormous. as caregivers and leader of Anwarul Huda islamic boarding school. He is guiding the cultural development process which is conducted in Anwarul Huda islamic boarding school. Factors supporting the role of priest in shaping cultures in Anwarul Huda Islamic boarding schools, namely: infrastructure and facilities support, enabling environment and the role of parents who support and take an active role in the development of islamic boarding school
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Surakarta yang Berbasis Nilai-Nilai Fungsi Lingkungan Hidup
Muhammad Baidhowi. 2016. E0012257. Graduate Program of Faculty of Law of Sebelas Maret University : The Implementation of Local Regulations Number 5 in 2012 About Conducting of Advertisement in the Surakarta Based Values of Environmental Function. This research aims to analyze and describe concerning about how the implementation of local regulations number 5 in 2012 about conducting of advertisement in the Surakarta based values of environmental function, and what are the obstacle encountered in the implementation conducting of advertisement based on values of environmental function, as well as how these obstacles in addressing solutions. The thing behind this research is based on the author’s unrest against the rampant organization of advertisement that uses the practices of tree spiking. So it is not uncommon to many found the transfer function of the trees the city as advertisement media. This research is a normative research that is both prescriptive by approach statute. Technical data analysis used is through deductive logistic, i.e., draw conclusions from an impersonal problem. The results of this research show that there are weaknesses in the legal of local regulations number 5 in 2012 about conducting of advertisement in the Surakarta. As a result of violation of the organization of the advertising laden tree spiking practices become difficult to be solved. Despitefully, there are barriers that become an obstacle to government in the implementation that local regulations. Green marketing becoming one of the solutions offered to solve the problem about transgrassion of advertising that uses the practice of tree spiking. Nevertheless, the revision of local regulations number 5 in 2012 be the object of importance for the realization conducting of advertisement based values of environmental function. Keyword : Organization of advertisement, Tree Spikin
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
KOMODIFIKASI AGAMA DALAM PENGADAAN FASILITAS KOMERSIAL DI MASJID JAMI’ IMAM BAIDHOWI PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI
Penelitian ini mengkaji fenomena komodifikasi agama yang terjadi di Masjid Jami Imam Baidhowi Plemahan, Kabupaten Kediri. Masjid yang baru diresmikan pada akhir 2023 ini, menarik perhatian publik karena arsitekturnya yang menyerupai Masjid Nabawi serta penambahan fasilitas komersial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengadaan fasilitas komersial di lingkungan masjid memengaruhi persepsi jamaah tetap dan pengunjung, serta dampaknya terhadap kesakralan masjid itu sendiri. Dalam artian, penelitian ini menggali hubungan antara spiritual dan ekonomi dalam ruang keagamaan kontemporer. Di mana daya tarik pengunjung dapat menimbulkan aktivitas profan seperti kegiatan ekonomi dan rekreasi.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan pengelola masjid, jamaah tetap, pengunjung, dan pedagang di sekitar masjid. Penelitian ini dianalisis menggunakan 2 teori yaitu, teori komodifikasi agama oleh Greg Fealy serta teori sakral dan profan oleh Mircea Eliade. Dari kedua teori ini dapat menganalisis berbagai jenis fasilitas komersial, penerapan strategi pemasaran, kemudian menggali lebih mendalam persepsi pengunjung tentang fenomena tersebut, serta pengaruhnya bagi kesakralan masjid. pendekatan ini memungkikan analisis tentang hubungan antara spiritual, sosial, ekonomi pada ruang sakral kontemporer
Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa Masjid Jami’ Imam Baidhowi secara aktif mengkomodifikasi aspek keagamaan dan ruang sakralnya melalui penyediaan fasilitas ibadah yang nyaman, program keagamaan serta penyediaan fasilitas hiburan. Respon terhadap komodifikasi ini bervariasi, sebagian besar positif, namun terdapat pula respon netral dan kritis yang menyoroti potensi gangguan terhadap kekhusyukan ibadah dan masalah kebersihan akibat keramaian. Meskipun membawa dampak positif secara sosial dan ekonomi, fenomena ini juga menimbulkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara fungsi sakral dan profan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari komodifikasi bagi sakralitas masjid
- …
