1,720,983 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENDIDIKAN SUFISTIK SAID NURSI DAN IMAM AL-GHAZALI; SOLUSI NON MEDIS DI MASA PANDEMIC

    Get PDF
    The goal desired by the authors in this study is to provide non-medical solutions in the form of mental therapy for educational institutions and humans involved in education so that they feel calm, patient, and have confidence in themselves, namely avoiding the Covid 19 pandemic. The methodology used is library research, namely by collecting literature in the form of works in the form of books, journals, papers, from 2 Sufi figures Said Nursi and Imam Al-Ghazali. The method used is qualitative with a comparative study of the thoughts of the two figures (Said Nursi and Imam Al-Ghazali) then a synthesis is carried out to find differences, similarities and common ground between the two Sufi figures. The methods, properties and steps offered by Said Nursi and Imam Al-Ghazali are able to break the chain of spreading the Covid-19 pandemic if done properly and correctly. Said Nursi and Imam Al-Ghazali gave their spiritual knowledge about the purification of the soul so that life is more directed, meaningful and dignified. Of course, humans have problems by nature, but stupid humans are those who let their problems pile up, and see problems as burdens and suffering. The concepts of Al-Lathaif al-Asyr and Tazkiyah al-Nafs provide understanding and knowledge to humans about the true nature of humans.Tujuan yang diinginkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah untuk memberikan solusi non medis berupa terapi jiwa terhadap lembaga pendidikan dan manusia yang terlibat di dalam pendidikan agar merasa tenang, sabar, dan berkeyakinan terhadap diri sendiri yaitu terhindar dari pandemic Covid 19. Metodologi yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan mengumpulkan kepustakaan berupa karya-karya berupa buku-buku, jurnal, makalah, dari 2 tokoh sufi Said Nursi dan Imam Al-Ghazali. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi komparasi perbandingan pemikiran dari dua tokoh (Said Nursi dan Imam Al-Ghazali) kemudian dilakukan sintesa untuk mencari perbedaan, persamaan dan titik temu antara dua tokoh sufi tersebut. Metode, sifat dan langkah yang ditawarkan Said Nursi dan Imam Al-Ghazali mampu memutus rantai penyebaran pandemic Covid-19 apabila dilakukan secara baik dan benar. Said Nursi dan Imam Al-Ghazali memberikan pengetahuan kebatinannya tentang penyucian jiwa agar hidup lebih terarah, bermakna dan bermartabat. Tentunya manusia sudah kodratnya memiliki masalah, tetapi manusia yang konyol adalah yang membiarkan masalahnya bertumpuk,dan melihat masalah sebagai beban dan penderitaan. Konsep Al-lathaif al-Asyr dan Tazkiyah al-Nafs memberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan kepada manusia tentang hakekat manusia sesungguhnya

    Tradisi intelektual Islam Syaikh Nawawi al-Bantani

    No full text
    Berdasarkan pengamatan dari bab ke bab dan rumusan masalah penelitian tesis yang dibuat, peneliti menyimpulkan bahwa tradisi intelektual Islam menjadi besar dan berpengaruh dikarenakan tidak adanya kesenjangan antara pemikiran para intelektual dengan kultural masyarakat. Bukti kuat kesimpulan tersebut adalah adanya gagasangagasan Shaykh Nawawi dalam Tradisi intelektualnya yaitu menulis berbagai macam kitab dalam berbagai disiplin ilmu dalam bentuk syarah (komentar), hasiyah (konotasi), ta�liq (kajian) dan mukhtasar (ringkasan), membentuk perkumpulan koloni Jawa (as}h}a>b al-Jawiyah), serta mengembangkan keilmuan dalam lembaga dan sistem pendikikan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada waktu itu. Pendukung kesimpulan tersebut adalah: pertama beliau menjabarkan hukum Islam secara rinci yang tentunya diperlukan oleh umat Islam, karena semakin moderen sebuah peradaban maka masalah yang ditimbulkan semakin komplek, sementara produk hukum seperti al-Qur�an, Hadits tidak mampu memberikan suatu �kepuasan hukum� dikarenakan teks tersebut statis dan benda mati, sementara hukum diharapkan akan memberikan kedamaian pada manusia, maka sebagai upaya untuk menciptakan kedamaian, penjabaran hukum Islam merupakan sebuah solusi sebagai upaya memperoleh ketetapan hukum syara'. Kedua teologi beliau mampu menghidupkan kembali teologi rasional guna mengejar keterbelakangan umat Islam yang terkikis polutan stagnasi teologi. Hal tersebut mampu dibuktikan dengn pemikiran kalamnya yang bercorak Mu�tazilah dan Maturidiah. Ketiga pemikiran tasawuf beliau adalah suatu keyakinan tentang Tuhan sebagai Yang Maha Agung (al-jala>l) Yang Maha Indah (al-jama>l) serta Realitas Diri (Zat) yang absolut dan tak terhingga (Misticism of infinity). Konsep tentang Tuhan sebagai Zat Yang Maha dalam segala dimensi kehidupan memunculkan keinsyafan dan refleksi diri yang 250 terjawantahkan dalam sistem berfikir atau mempersepsi semua relita

    Pengaruh pemberian motivasi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bangun Cipta Letari Kreasindo Karawang.

    Get PDF
    Salah satu aspek yang paling sulit dihadapi manajemen pada seluruh perusahaan saat ini adalah bagaimana membuat karyawan mereka bekerja secara efisien. Aspek organisasi telah menyebabkan sebagian besar industri menggunakan strategi yang digunakan untuk memotivasi kekuatan kerja mereka. Banyak ahli yang berpandangan sebuah perusahaan bisa sukses, anggotanya harus mau dan mampu melakukan pekerjaan mereka dengan kemampuan mereka. Hal ini mensyiratkan bahwa kinerja anggota perusahaan secara bersama-sama ditentukan oleh motivasi anggota dan kemampuan mereka. Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan karyawan perlu diadakan pelatihan yang bertujuan agar karyawan memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan PT. Bangun Cipta Lestari Kreasindo Karawang. Faktor–faktor tersebut yaitu pemberian motivasi dan pelatihan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menyebar kuesioner sebanyak 23 kepada karyawan PT. Bangu Cipta Lestari Kreasindo Karawang. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji validitas, uji reliabilitas,koefisien korelasi dan koefisien determinasi serta uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t dan Uji F dengan signifikansi (α) 5%. Penganalisaan data menggunakan software pengolahan data statistik yaitu SPSS Statistics Version 20 for windows. Dengan menggunakan metode analisis regresi berganda, dapat disimpulkan bahwa variabel Pemberian Motivasi (X1) tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Dengan nilai thitung sebesar -0,184 (lebih kecil dari ttabel 1.720) dan nilai signifikan sebesar 0,856. Dengan demikian berarti bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa Pemberian Motivasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan dapat diterima (Hipotesis nol diterima). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Pelatihan (X2) terhadap Kinerja Karyawan. Dengan nilai thitung sebesar 5.343 (lebih besar dari ttabel 1.720) dan nilai siginifikan sebesar 0,000. Dengan demikian berarti bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa Pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan dapat diterima (Hipotesis alternative diterima). Secara simultan Pemberian Motivasi dan Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai fhitung 700,847 dengan nilai signifikansi 0,000

    Kematian di luar proses persidangan (Extrajudicial Killing) ditinjau dari Undang Undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia studi kasus terduga teroris Siyono

    Get PDF
    Terorisme menjadi ancaman bagi setiap negara di dunia, berbagai negara di dunia melakukan penanganan secara khusus dalam proses pemberantasannya. Di Indonesia sendiri penanganan tindak pidakan terorisme di atur dalam Undang-Undang Terorisme yang dilakukan oleh Denses 88 Anti terror yang secara khusus dibentuk untuk menangani terorisme. Akan tetapi penanganan oleh Densus 88 menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat karena dalam praktiknya tindakan Densus 88 menjadi sorotan publik, yaitu adanya tindakan yang melampaui undang-undang tentang pemberantasan terorisme, munculnya extrajudicial killing oleh Densus menimbulkan anggapan masyarakat bahwa densus telah melakukan pelanggaran Pasal 104 UU HAM terhadap pihak yang baru diduga sebagai teroris. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis proses penindakan terhadap terorisme oleh Densus 88 terkait adanya indikasi perbuatan pelanggaran HAM terhadap kematian terduga teroris Siyono apakah termasuk dalam extrajudicial killing apabila ditinjau dari UU HAM. Selain itu untuk mengetahui dan memahami mengenai kendala dan upaya apa yang dilakukan oleh negara dalam mencegah terjadinya pengulangan extrajudicial killing. Penelitian ini mengacu kepada teori Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berkaitan dengan keadilan dan persamaan dihadapan hukum, karena pada dasarnya terduga teroris adalah manusia dan warga negara Indonesia yang harus mendapatkan hak nya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Langkah-langkah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan yuridis normative. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan bahan hukum yang bersifat mengikat dan bahan hukum yang berhubungan terkait penelitian ini. Tahap pengumpulan data dan tahap analisis data, yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan komprehensif, maka pembahasan penarikan kesimpulan sekaligus jawaban terhadap pertanyaan yang dimunculkan berdasarkan analisis dan interpretasi dari sumber informasi yang ada dalam data yang telah ditelaah. Hasil penelitian adalah kasus kematian teroris Siyono bisa termasuk dalam extrajudicial killing, terdapat dalam poin Pasal 104 UU HAM, karena menurut bukti dari hasil penelitian kematian siyono meninggal masih dalam proses pemeriksaan dan hasil outopsi menemukan adanya luka memar yang janggal di beberapa titk bagian tubuk Siyono. Sehingga bisa diartikan adanya indikasi kekerasan yang menyebabkan kematian terhadap Siyono yang di lakukan oleh petugas Polri dalam hal ini Densus 88 AT. Akan tetapi kematian teroris Siyono belum bisa dikategorikan pelanggaran HAM berat karena terduga terorisme itu penduduk sipil yang bersenjata. Kendala dalam pengungkapan kasus kematian Siyono, diantaranya: Koordinasi antara lembaga yang konsen terhadap permasalahan HAM (dalam hal ini Komnas HAM) dengan aparat penegak hukum yang berwenang dalam pengungkapan kasus kematian Siyono kurang baik, Pemberitaan media yang tidak objektif menimbulkan opini publik, Peraturan yang tumpang tindih dalam penanganan tindak pidana terorisme, terutama dalam upaya penangkapan teroris. Dalam hal koordinasi antar lembaga yang kurang baik Pemerintah melakukan upaya meningkatkan profesionalisme lembaga serta memaksimalkan aparat penegak hukum terutama dalam tindak pidana terorisme agar melakukan penegakkan hukum secara adil, konsekuen dan tidak diskriminatif. Upaya yang dilakukan oleh Komnas HAM yaitu dengan melakukan mediasi HAM bersama-sama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, serta dilakukan sosialisasi melalui pendidikan dan penyuluhan oleh pemerintah maupun Komnas HAM secara langsung, agar masyarakat dapat lebih objektif dalam memandang penanganan kasus tindak pidana terorisme. Dilakukannya secara rutin pengkajian, penelitian dan pemantauan tentang peraturan perundang-undangan HAM oleh pemerintah maupun Komnas HAM, agar diperoleh suatu produk hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun aparat penegak huku

    Pengaruh penerapan ice breaking terhadap hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di MI Plus Darul Hufadz Sumedang: penelitian quasi eksperimen di kelas III MI Plus Darul Hufadz Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari pembelajaran yang lebih cenderung bersifat berpusat pada guru, dimana siswa lebih banyak diam untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Sebaliknya melalui proses pembelajaran yang berpusat pada siswa akan membuat siswa berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Maka digunakan ice breaking dalam pembelajaran SKI sehingga membantu dalam proses penyampaian materi serta memotivasi siswa untuk berperan lebih aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan hasil belajar siswa dan perbandingan hasil belajar siswa kelas III MI Plus Darul Hufadz pada mata pelajaran SKI dengan pokok bahasan masa dewasa Nabi Muhammad SAW. Penelitan ini bertolak pada pemikiran bahwa tujuan utama dari ice breaking ini adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan yang akan menumbuhkan semangat belajar, sedangkan dengan semangat belajar, maka akan mengantarkan siswa kepada meraih prestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Non equivalent Control Desain. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas III MI Plus Darul Hufadz Sumedang, dan untuk sampel menggunakan 2 kelas yaitu kelas III A sebagai kelas yang menggunakan ice breaking sebanyak 41 siswa dan kelas III B sebagai kelas yang tidak menggunakan ice breaking sebanyak 41 siswa. Pengumpulan data menggunakan test pilihan ganda (PG) dan data penunjang berupa lembar observasi. Hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan antara siswa yang pembelajarannya menggunakan ice breaking dengan siswa yang pembelajarannya tidak menggunakan ice breaking pada mata pelajaran SKI dengan pokok bahasan masa dewasa Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbandingan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada pokok bahasan Masa Dewasa Nabi Muhammad SAW tanpa menggunakan ice breaking tidak signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung = 1,27 ttabel = 1,99 pada taraf signifikan 5%, artinya thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ice breaking berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan Masa Dewasa Nabi Muhammad SAW

    SISTEM INFORMASI PELAYANAN PENGADUAN GANGGUAN LISTRIK PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) KP TELAGASARI

    No full text
    PT. PLN ( Persero) KP Telagasari Sub Province of Karawang peripatetic is area management of electrics to improve prosperity of society including social aspect and service of public. To fulfill requirement of customer in the case of service, Company Electrics State ( PLN) have one special shares handle the problem of sigh of customer. such shares is Part Of Service Denunciating Light Failure Customer, but system work in this shares still use the way of simple computerization so that pursue service fluency to customer doing denunciating. Method system development the used is Model of Waterfall, while Software / Tools the used is Borland Delphi 5.0 and Paradox as DBMS. Applying of system computerize in service of denunciating light failure this PLN is focussed for implementation information system service of trouble able to pursue operational activity in service shares. Expected process service of trouble become betterly, quickly and accurate and also process security of data to make manipulation data cannot by unconcerned in side

    Berawal Dari Drapery

    Get PDF
    Dari rangkaian ulasan atau penjelasan-penjelasan tersebut di atas mulai dari gagasan sampai pada tahap perwujudan, karya seni adalah merupakan hal yang sangat penting dari keseluruhan penulisan ini, yang pada intinya menggali lebih banyak berawal dari drapery ke dalam karya seni lukis. Semua ini sungguh merupakan sesuatu yang memiliki nilai lebih bagi penulis. Drapery-drapery yang menjadi center penciptaan seni lukis ini merupakan hasil dari intepretasi terhadap lahan internal maupun ekstemal dari lingkungan masyarakat yang memiliki kenangan tersendiri atas lekukan-lekukan yang kaku, lembut, ngeri bahkan keresahan yang sangat mendalam dan sebagainya. Penulis juga berharap semoga semua ini. baik tulisan maupun karya lukis yang disertakan dalam karya tugas akhir ini dapat memberi manfaat yang positif bagi pengembangan dan kemajuan di dunia seni rupa
    corecore