15 research outputs found
VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN POLA DASAR WANITA SISTEM PRAKTIS
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran video tutorial pembuatan pola dasar wanita sistem praktis untuk siswa kelas X di SMK Negeri 1 Takengon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (research & development). Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE dengan 5 tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan angket penilaian kelayakan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran video tutorial pembuatan pola dasar wanita sistem praktis ini masuk dalam kategori layak. Hasil validasi oleh 3 ahli materi diperoleh rata-rata persentase skor kelayakan sebesar 92,3% dengan kategori “sangat baik”. Hasil validasi oleh 3 ahli media diperoleh rata-rata persentase sebesar 92,5% dengan kategori “sangat baik”. Kemudian hasil uji coba video pada siswa diperoleh rata-rata skor 91,3 dengan kategori “sangat baik” Dari hasil validasi oleh ahli materi, ahli media dan uji coba pada siswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video tutorial yang dikembangkan ini secara keseluruhan termasuk dalam kategori “sangat baik”, sehingga video tutorial pembuatan pola dasar sistem praktis “layak” digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci – Media Pembelajaran, Video Tutorial, Pola dasa
ANALISIS HASIL PEMBUATAN BUSANA PESTA MALAM DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) ERVINA MEDAN
ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembuatan busana pesta malam di LKP Ervina Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, yaitu suatu Teknik pengumpulan data berupa angka atau nilai. Populasi dalam penelitian adalah peserta LKP Ervina Medan sebanyak 10 peserta, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling adalah Teknik pengambilan Sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 10 orang peserta LKP Ervına Medan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan yang dilakukan oleh 3 observer yang kisi-kisinya terdiri dari 7 aspek penilaian, penentruan skor dilakukan dengan rentang 4-1. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pembuatan busana pesta malam diperoleh rata – rata (Mean) 22,86 dan Standart Deviasi (SD) 1,55. Berdasarkan pengamatan dari 3 orang pengamat terdapat 7 aspek penilaian yaitu Teknik jahitan pada bahu(depun ) bahu diperoleh 6 peserta (60 %) memperoleh skor 3 (baik) dengan Jika jahitan kampuh pada bahu rapi dan lebar 2 cm, Teknik jahitan pada sisi (kampuh sisi), diperoleh 6 pesrta (60 %) memperoleh skor 3 ( baik ) dengan Jika Kampuh sisi 2,5 cm, dan jahitan lepas, Teknik jahitan pada kupnat (tinggi kupnat), diperoleh 6 pesrta (60 %) memperoleh skor 3 (baik) dengan Pada hasil jahitan kupnat rapi dan tidak pas pada tanda rader kupnat mengarah ke sisi Penyelesaian leher v (depun), depun diperoleh 4 peserta (40 %) memperoleh skor 4 (sangat baik) dengan Bentuk leher benar- benar bentuk v runcing Penyelesaian lingkar lengan (lapisan depun lengan) diperoleh 5 peserta (50 %) memperoleh skor 3 (baik) dengan Depun lengan letak dan rapi dan ukuran depun 3 cm, Penyelesaian bawah rok dengan klim tindas 3mm (kelim), diperoleh 8 peserta (80 %) memperoleh skor 2 (cukup) dengan Ukuran kelim tindas 5mm rapi sekeliling rok Jahitan rapi dan tidak ada noda karbon pada gaun diperoleh 5 peserta (50 %) memperoleh skor 3 (baik) Tidak ada kerutan pada gaun namun ada sisa benang sedikit dan tidak ada noda karbon. Berdasarkan hasil skor penilaian pengamat perindikator yang terendah terdapat pada indikator Penyelesaian bawah rok dengan klim tindas 3mm skor rata – rata 2,53 sedangkan nilai indikator tertinggi terdapat pada indikator Teknik jahitan pada bahu dan pada kerapian dan kebersihan gaun dengan skor rata – rata 3,4. Kata kunci - Hasil, Busana dan Pesta Mala
Pengembangan Media Video pada Mata Pelajaran Pembuatan Hiasan Busana Kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 1 Takengon
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana. Penelitian didesain dengan model penelitian Research and Development (R&D) dan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Takengon. Tahapan awal penelitian yaitu dengan menganalisis potensi dan masalah yang dihadapi oleh sekolah dengan menganalisis kebutuhan guru dan analisis kebutuhan siswa. Tahap kedua adalah mengumpulkan data, kemudian tahap ketiga yaitu dengan mendesain produk. Tahap keempat yaitu dengan melakukan validasi produk berupa media kepada para ahli dan tahap kelima adalah melakukan revisi media. Hasil dari validasi yang dilakukan terhadap media video pada mata pelajaran pembuatan hiasan busana menunjukkan bahwa persentase skor untuk keseluruhan aspek media sebesar 90,35% dengan kategori sangat baik, dan untuk keseluruhan aspek materi mendapat persentase skor sebesar 95,75% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa media video dikategorikan layak dan dapat digunakan sebagai bantuan belajar untuk siswa. Kata Kunci - Pengembangan Media, Video, Hiasan Busana, Sulaman, Smoc
Pengembangan Macromedia Flash 8 Pada Kompetensi Bertenun Uis Nipes Di Smk Negeri 1 Berastagi
ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan media Macromedia Flash 8 pada kompetensi Bertenun Uis Nipes siswa kelas XI SMK Negeri 1 Berastagi. Penelitian ini merupakan Research and development (R&D). Hasil validasi ahli materi didapat skor persentase 96%, masuk kategori sangat baik untuk digunakan karena telah memenuhi standart kelayakan isi dengan presentase 98% dan penyajian materi dinyatakan sangat baik dengan presentase 95%. Validasi ahli media didapat skor persentase 94%, masuk kategori sangat baik dengan aspek kelayakan isi media 91%, penyajian visual 94% dan penyajian manfaat 97%. Uji coba kelompok kecil hasilnya masuk kriteria sangat baik dengan presentase 89%, Uji coba kelompok sedang dengan presentase 92% masuk kriteria sangat baik, pada tahap uji coba kelompok besar didapat presentase 93% masuk kriteria sangat baik, disini terlihat peningkatan antara uji kelompok. Penelitian menunjukkan hasil efektivitas siswa termasuk kriteria sangat baik dengan presentase 94%, hasil penilaian efektivitas guru masuk kriteria sangat baik dengan presentase 92%, dapat disimpulkan bahwa media Macromeida Flash 8 pada kompetensi Bertenun Uis Nipes sangat efektif digunakan dalam pembelajaran kompetensi Bertenun Uis Nipes. Kata Kunci - Pengembangan Macromedia Flash 8, Bertenun Uis Nipe
Pengaruh Model Pembelajaran Case method Terhadap Hasil Belajar Desain Busana Siswa Kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Beringin
ABSTRAK - Pada penelitian ini terdapat permasalahan dalam pembelajaran dimana siswa belum sepenuhnya terlibat aktif dalam proses pembelajaran desain busana materi bagian – bagian busana. Penelitian ini memiliki tujuan untuk : (1) untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Case method terhadap hasil belajar desain busana pada siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Beringin. (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Case method pada pelajaran desain busana siswa kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Beringin. (3) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Case method dengan hasil belajar pelajaran desain busana kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Beringin. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI Tata Busana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Beringin. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 72 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas eksperimen 36 siswa dan kelas kontrol 36 siswa. Metode pemilihan sampel penelitian menggunakan random sampling. Proses pengumpulan data menggunakan instrumen tes multiple choise. Untuk menguji normalitas data digunakan uji Liliofors, setelah itu dilakukan uji homogenitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran desain busana kelas eskperimen yaitu (78,11) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu (66,22). Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung 4,69 > ttabel 1,66 = 4,69 >1,66. Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Case method terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Desain Busana siswa kelas XI Tata Busana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Beringin. Kata kunci - Pengaruh, Model Pembelajaran, Case method, dan Desain Busan
Pelatihan Pembuatan Busana Nasional Modifikasi Ready to Wear di Kabupaten Batu Bara
Perupuk merupakan desa di kecamatan Lima Puluh Pesisir, kabupaten Batu Bara. Kabupaten Batu Bara dikenal sebagai sentra industri songket Melayu Batu Bara di Sumatera Utara. Potensi industrI songket ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh mitra dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Pendapatan utama ibu-ibu di desa Perupuk adalah menenun dan menjahit. Namun, masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu kurangnya kreatifitas dalam memanfaatkan tenunan songket Melayu Batu Bara menjadi busana nasional modifikasi ready to wear. Padahal, melalui industri fashion mitra dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat memanfaatkan produk busana menjadi platform pengenalan bentuk warisan budaya melalui tenun songket Melayu Batu Bara. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yaitu memberikan pelatihan pembuatan busana nasional modifikasi ready to wear di desa Perupuk, kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kab. Batu Bara. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini yaitu penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan memberi edukasi pengetahuan konsep busana ready to wear. Pengetahuan mitra dalam menciptakan busana ready to wear menggunakan tenun songket Melayu Batu Bara meÂningÂkat secara signifikan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan mitra meningkat sebesar 81.6% kategori baik. Mitra mampu menganalisis konsep desain busana ready to wear, pembuatan pola, merubah pola sesuai desain, pengetahuan merancang bahan dan teknik menjahit busana. PKM ini diharapkan mampu membantu mitra dalam memanfaatkan potensi budaya daerah dan penguatan ekonomi masyarakat setempat serta memastikan produk busana ready to wear tetap mempertahankan identitas tenun songket Melayu Batu Bara. 
Development of Batik Modul Based on Local Culture of North Sumatra, Indonesia
This study aims to develop teaching materials in the form of local culture-based batik moduls that can be used as the development of Medan batik motives at Ardhina Batik Medan. This study uses the Research and Development (R&D) research method and the research model uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results of the study show that the results of the modul feasibility test according to 6 experts. The results of the data analysis carried out stated that the batik modul based on the local culture of North Sumatra at Ardhina Batik Medan was suitable for use with the "very good" criteria from material experts with an average score of 3 experts, namely 131 or 90.8%, and 3 media experts with a mean score of 141 or 88.5% in the very good category. Thus it can be concluded that the batik modul can be used in learning as well as a means to preserve and develop Medan's typical batik motives.With this modul, students can get to know batik and the process of batik as well as modify the typical motives of several regions into one combination motif (stylization)
The Development of Batak and Malay Batik Motif Stilation in Improving the Creative Industry in Indonesia
The purpose of this study was to determine the stylization of Batak and Malay batik motifs by developing the shape of a typical Batak batik motif with a typical Malay batik motif and to determine the process of developing a Batak and Malay batik motif design. The target of the research is to create and produce designs of stylized Batak and Malay batik motifs and to conduct batik trials on fabrics with motifs that have been developed, so as to produce textile products in the form of a blend of batik cloth between two tribes in North Sumatra. The research method used is the development research method (R&D). The research model is the IDI (instructional, development, Institute) development model, which includes three stages: define, develop, evaluate. The define stage includes: identifying problems, needs analysis, motive characteristic analysis, design concept analysis. The develop stage includes: development of motif designs and validation of product results by experts (validators). The results showed that Batak and Malay batik products deserve to be developed as a creative industry. The first validation gave a score of 0.89, the second validation got a score of 0.86 and the third validation obtained a score of 0.94. The average value of the validation results is 0.89, so the results of research on the development of stylized Batak and Malay batik motifs are included in the appropriate category and can improve the creative industry in Indonesian
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI DAN HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN PRODUK PADA USAHA TAMBAR TINUKTUK KHAS SIMALUNGUN DI KOTA PEMATANGSIANTAR
Tinuktuk atau Sira lada merupakan sambal khas Simalungun. Tambar Tinuktuk ini sangat berpotensi untuk sebagai produk khas Simalungun, namun produksi masih sangat sederhana karena belum memiliki alat bantu untuk mempercepat persiapan bahan. Selain itu, pengetahuan mengenai kandungan gizi dan penerapan hygiene sanitasi yang bisa meningkatkan nilai jual Tambar Tinuktuk juga belum dimiliki oleh mitra. Oleh karena itu, dilakukanlah kegiatan pemberian alat bantu persiapan bahan dan penyuluhan guna meningkatan pengetahuan gizi dan hygiene sanitasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Siantar Timur pada Usaha Tambar Tinutuk dilakukan dengan kegiatan yang diawali dengan sosialisasi serta diskusi kebutuhan mitra. Berdasarkan hasil diskusi, diketahui bahwa diperlukan sosialisasi materi tentang manfaat dan kandungan gizi Tambar Tinuktuk serta hygiene dan sanitasi pengolahan produk. Hasil pre dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan pada kedua materi ini. Selain itu, Mitra juga menerima alat bantuan untuk meningkatkan kuantitas produksi. Dengan demikian Kegiatan Kemitraan Masyarakat ini mampu mendorong Mitra untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, yaitu Tambar TinuktukKata kunci: Gizi, Higiene Sanitasi, Pengetahuan, Simalungun, Tinuktu
Development of E-magazine Based on Flipbook Maker on the Pattern Drafting Home Clothing in the Faculty of Engineering Medan State University
In online learning, lecturers need to modify/develop learning media so that students dont experience difficulties in understanding the learning material. The purpose of this study are: (1) To know how is media development flipbook maker based e-magazine on the pattern drafting of home clothing (2) To know the effectiveness flipbook maker based e-magazine media on the pattern drafting of home clothing. The development model used in this research is the ADDIE. the development procedure (1) Analysis, namely identifying products that are in accordance with the goals of students. (2) Design are, includes designing the initial product and the pattern drafting home clothing. (3) Development, e-magazine media based on Flip book maker will be developed by research hers according to a predetermined design. (4) Implementation (5) Evaluation is carried cut in the form of evaluation formative
