105,111 research outputs found

    Assessment of the nutritional status of patients before, one, and three months after liver transplantation: A multi-center Longitudinal study

    No full text
    Background: Nutrition management is an important pre-operative and post-operative challenge in liver transplantation. Preoperative malnutrition is associated with increased length of intensive care unit (ICU) stay, mortality, and length of hospital stay in liver transplant patients. This study aimed to evaluate the nutritional status of patients before and after liver transplantation and post-transplant complications. Method: This longitudinal study was conducted on liver transplant patients in Montaserieh Hospital, Mashhad and Firoozgar Hospital, Tehran from May 2021 to January 2022. Demographic characteristics, Subjective Global Assessment (SGA) standard questionnaire, anthropometric indices, laboratory analyses, and 3-day food records were collected before, one, and three months after transplantation. Results: Thirty-nine patients with a mean age of 48.4 ± 14.2 were evaluated. Prevalence of severe malnutrition was 43.6% (56.3% women and 34.8% men) before transplantation. Body mass index (BMI), body weight, lean mass, total body water, and total serum protein significantly decreased after transplantation compared to before transplantation (P <0.001). One month after transplantation, 54% of the patients lost more than 10% of their weight. Energy intake increased significantly after transplantation (P <0.001). A significant relationship was observed between BMI (P=0.005) and metabolic complications and between Arm Muscle Circumference and renal complications (P=0.003) after transplantation. A cut-off point of 4.6 was determined for the phase angle in terms of SGA three months after transplantation. Conclusion: Malnutrition, weight loss, and nutritional problems were common in liver transplantation patients. Screening for nutritional status is necessary in these patients to treat or prevent malnutrition-related complications

    MANAJEMEN PARIWISATA BAHARI

    No full text
    Buku "Manajemen Pariwisata Bahari" menghadirkan pandangan komprehensif tentang dunia pariwisata bahari yang kaya dan kompleks. Mengawali dengan pengantar yang mendalam tentang manajemen pariwisata bahari, pembaca dibimbing untuk memahami esensi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Ekosistem laut dan perlindungannya menjadi fokus utama dalam membangun kesadaran akan pentingnya konservasi untuk mendukung industri pariwisata bahari yang berkelanjutan. Prinsip dasar manajemen pariwisata bahari ditekankan sebagai landasan yang mengatur pengembangan destinasi pariwisata, memastikan bahwa eksploitasi tidak merusak ekosistem yang ada. Panduan ini tidak hanya membatasi diri pada aspek lingkungan, tetapi juga membahas aspek budaya dan warisan bahari yang memperkaya pengalaman wisatawan. Dengan mempertimbangkan hukum dan kebijakan terkait pariwisata bahari, pembaca dibimbing untuk memahami peraturan yang mengatur industri ini secara global dan lokal. Strategi pemasaran digital menjadi krusial dalam menghadapi era digital saat ini, dengan media sosial, branding, dan positioning sebagai alat penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi pariwisata bahari secara global

    Édouard Naville and H. R. Hall. The XIth Dynasty Temple at Deir-el- Bahari, Part. III

    No full text
    Foucart George. Édouard Naville and H. R. Hall. The XIth Dynasty Temple at Deir-el- Bahari, Part. III. In: Journal des savants. 12ᵉ année, Février 1914. pp. 80-82

    Édouard Naville and H. R. Hall. The XIth Dynasty Temple at Deir-el- Bahari, Part. III

    No full text
    Foucart George. Édouard Naville and H. R. Hall. The XIth Dynasty Temple at Deir-el- Bahari, Part. III. In: Journal des savants. 12ᵉ année, Février 1914. pp. 80-82

    Analisis Dampak Pariwisata Bahari terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Kawasan Pulau Pari, Kepulauan Seribu

    No full text
    Mayoritas masyarakat Pulau Pari memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut. Penurunan pendapatan mayoritas masyarakat memerlukan solusi dalam bentuk alternatif mata pencaharian dengan mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Pulau Pari berupa pariwisata bahari. Pariwisata bahari menjadi alternatif mata pencaharian utama maupun sampingan di Pulau Pari melalui Usaha Kecil Menengah (UKM). Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan masyarakat Pulau Pari, baik rumahtangga yang memanfaatkan potensi pariwisata (MP) maupun yang tidak memanfaatkan potensi pariwisata (TMP); (2) mengkaji tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Pulau Pari, Kepulauan Seribu; (3) mengkaji alternatif strategi kebijakan pemanfaatan potensi pariwisata bahari melalui UKM sebagai upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Pari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) analisis deskriptif; (2) analisis uji beda pendapatan; (3) analisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan masyarakat; (4) analisis tingkat kesejahteraan masyarakat; (5) analisis beda uji nyata kesejahteraan; (6) analisis Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE); (7) analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats (SWOT) dan (8) Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix. Responden penelitian adalah kepala keluarga dan anggota keluarga yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Jumlah contoh yang diambil adalah 40 rumahtangga yang aktif dalam kegiatan pariwisata dan 40 rumahtangga yang tidak aktif dalam kegiatan pariwisata atau total 80 responden. Responden penyusunan alternatif strategi kebijakan pemanfaatan UKM untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Pari menggunakan teknik purposive sampling. Responden yang dipilih dalam penelitian ini berasal dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan UKM. Hasil kajian meliputi (1) Faktor-faktor yang diidentifikasi berpengaruh nyata terhadap pendapatan masyarakat Pulau Pari adalah pendidikan, jumlah anggota keluarga, tingkat pengeluaran dan jarak serta terdapat perbedaan nyata pendapatan antara rumahtangga MP yang lebih tinggi dibandingkan rumahtangga TMP; (2) Berdasarkan 21 indikator keluarga sejahtera yang dikeluarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), rumahtangga MP cenderung lebih sejahtera dibandingkan dengan responden TMP, pada kategori Keluarga Sejahtera III (KS3) plus rumahtangga MP 75% lebih banyak dibandingkan rumahtangga TMP, serta terdapat perbedaan nyata kesejahteraan antara rumahtangga MP dan rumahtangga TMP; (3) Kekuatan utama dalam perumusan alternatif strategi kebijakan pemanfaatan potensi pariwisata bahari melalui UKM dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tingginya kesadaran masyarakat menjadikan sektor pariwisata bahari sebagai iii sumber mata pencaharian alternatif. Kelemahan utama adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata bahari. Dukungan regulasi pemerintah terhadap pengembangan pariwisata bahari menjadi peluang yang paling mungkin diraih oleh Pulau Pari, sedangkan masih tingginya tingkat kerawanan kawasan merupakan ancaman terkuat. Alternatif strategi kebijakan prioritas pemanfaatan potensi pariwisata bahari melalui UKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Pari dilakukan melalui pengembangan tata ruang, amenities, aksesibilitas dan stabilitas keamanan wisata bahari Pulau Pari

    Museum Bahari Kota Manado . Waterscape Architecture

    No full text
    Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara dan terletak di Teluk Manado sehingga masuk dalam kategori waterfront city dengan garis pantai sepanjang 18,7 km. Hal ini membuat letak Kota Manado sangat strategis akan kebaharian. Museum bahari adalah suatu bangunan/lembaga yang mengoleksi hal-hal yang berkenaan dengan kelautan, baik itu benda-benda bersejarah, tokoh-tokoh bahari maupun biodiversitas (keanekaragaman hayati) laut. Pada era modern ini, angka jumlah pengunjung museum di Indonesia terjadi penurunan hingga sebesar 8,5% sejak tahun 2006 (Sumber Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar,2009) dan setelah dilakukan evaluasi ditemukan bahwa teknik penyajian koleksi museum yang terkesan tidak menarik. Waterscape Architecture adalah perancangan dengan menerapkan unsur air didalam merancang suatu objek. Unsur air menjadi pokok dalam melakukan konsep bahkan desain tentang objek yang dimaksud. Konsep ini akan dapat menarik pengunjung karena kadang dijumpai di museum-museum lainnya. Dalam penerapannya, konsep ini haruslah ada sentuhan air baik dari landscape, eksterior dan bahkan interior dari museum bahari ini

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perusahaan di Swamitra Mitra Bahari Se-Eks Karisidenan Pekalongan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi Kinerja Perusahaan di Swamitra Mitra Bahari Se- Eks Karisidenan Pekalongan. Obyek dan populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan di Swamitra Mitra Bahari Se- Eks Karisidenan Pekalongan dengan jumlah karyawan yang aktif adalah 48 orang, dengan tehnik sampel purposive samping yaitu: minimal menjadi karyawan 2 tahun di Swamitra Mitra Bahari Se- Eks Karisidenan Pekalongan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : Dari analisis data untuk pengujian secara parsial (uji t) antara Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2), Budaya Kerja (X3), dan Kepuasan Kerja (X4) terhadap Kinerja Perusahaan di Swamitra Mitra Bahari Se-Eks Karisidenan Pekalongan  (Y), secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan diterima, Dari hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Kepemimpinan (X1), variabel Motivasi (X2), variabel Budaya Kerja (X3) dan variabel Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,616 atau 61,6% terhadap Kinerja Perusahaan, Dari analisis data untuk uji F menunjukan nilai Fhitung > Ftabel (17,244 > 2,59) artinya bahwa variabel independen yaitu Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2), Budaya Kerja (X3) dan Kepuasan Kerja (X4), secara bersama-sama (simultan) dan signifikan berpengaruhi terhadap Kinerja Perusahaan di Swamitra Mitra Bahari Se-Eks Karisidenan Pekalongan, Kontribusi variabel Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2), Budaya Kerja (X3) dan Kepuasan Kerja (X4) yang terdapat dalam model regresi koefisien determian (R2) dapat menerangkan variabilitas sebesar 61,6% sedangkan sisanya 38,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model persamaan dalam penelitian ini. Kata kunci : Motivasi, Budaya Kerja, Kepuasan Kerja dan Kinerja Perusahaan

    Perancangan desain kemasan dan media dan promosi makanan ringan hasil laut merek Sari Bahari

    No full text
    UD. Sari Bahari memproduksi dan menjual makanan ringan hasil laut, seperti tripang, lurjuk, terung, kulit kakap, dan kentang udang. Makanan ringan tersebut diolah dari bahan dan bumbu alami, tanpa pengawet. Selain itu, makanan ringan yang diproduksi UD. Sari Bahari memiliki bentuk, rasa, dan aroma yang khas. Karena itu konsep perancangan desain kemasan dan media promosi makanan ringan hasil laut merek Sari Bahari, menampilkan nuansa laut dengan tema perancangan alami. Dalam perancangannya, akan digunakan pesan verbal dan pesan visual, berupa slogan, pemilihan bentuk, bahan, warna, dan ilustrasi

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore