1,720,976 research outputs found
Model Pengembangan Kebijakan Penelitian Menuju World Class University di Universitas Sebelas Maret Surakarta
ABSTRAK Bramastia. 2017. Model Pengembangan Kebijakan Penelitian Menuju World Class University di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desertasi. Promotor: Prof. Dr. Baedhowi, M.Si, Co-Promotor I: Prof.Dr.M Furqon Hidayatullah, M.Pd, Co-Promotor II: Prof. Drs. Haris Mudjiman, MA, PhD. Program Studi Doktoral Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian bertujuan: 1) Menganalisis Model Pengembangan Kebijakan Penelitian menuju World Class University di UNS Surakarta; 2) Menganalisis Keefektifan Model Pengembangan Kebijakan Penelitian menuju World Class University di UNS Surakarta. Penelitian menggunakan prosedur Soft System Methodology (SSM) Based Action Research dengan tahapan konsep Collaborative Knowledge Creation (CKC) yaitu: 1) Externalizing and Sharing pada kelompok saat menghasilkan distributed knowledge. (2) Interpreting and Analyzing pada individual saat menghasilkan decentralized knowledge, (3) Negotiating and Revising pada kelompok, dan (4) Combining and Creating pada individual. Analisis penelitian ini adalah model analisis dasar kualitatif yaitu analisis induktif. Model analisis kualitatif menggunakan alur mengalir (flow analysis) memadukan semua tahapan, dari pengumpulan data, kategorisasi, mempolakan konsep atau tema dan penstrukturan serta analisis, sehingga berlangsung sepanjang tahapan penelitian. Model analisis lain dengan analisis deduktif dilakukan menyusun kembali data kasar dan analisis tentatif membangun sintesis yang lebih abstrak. Kesimpulan penelitian: 1) Model Pengembangan Kebijakan Penelitian di UNS Surakarta merupakan strategi lembaga melalui Riset Group (RG) dengan dukungan kepakaran, pedoman dan penghargaan menghasilkan sistem inovasi dalam peningkatan kualitas penelitian sesuai pedoman dan indikator nasional Pendidikan Tinggi serta memenuhi validitas lembaga menuju World Class University. 2) Model Pengembangan Kebijakan Penelitian di UNS Surakarta sangat efektif sesuai pedoman nasional Pendidikan Tinggi dan sesuai dengan indikator World Class University. Keefektifan model kebijakan penelitian di UNS Surakarta adalah memperkuat kepakaran peneliti di UNS Surakarta, meningkatkan kualitas dan kuantitas di sistem kompetisi meraih hibah penelitian, strategi riset group dalam membangun komitmen timbal balik (reciprocal commitment) antara individu, kelompok, institusi serta antar institusi, lahirnya kepemimpinan kuat dalam menentukan arah kolaborasi dan kualitas inovasi hasil penelitian serta terjadinya percepatan akademik yang harus didukung percepatan administrasi yang transparan dan akuntabel. Saran penelitian adalah perlu penyempurnaan prosedur pengelolaan administrasi penelitian dan keuangan penelitian, perlu administrator penelitian, perlu sosialisasi model kebijakan penelitian untuk mendukung World Class University serta perlu memperbaiki kebijakan penelitian di UNS Surakarta. Kata kunci: Model Pengembangan, Kebijakan Penelitian Perguruan Tinggi, World Class Universit
LITERATURE REVIEW: PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY BERBASIS TIK
In the era of globalization, education has an important role for a nation and state in the face of advances in science and technology. One effort that can be done is to integrate information and communication technology-based learning. This study aims to determine the improvement of learning outcomes by applying the ICT-Based Discovery Inquiry learning model. The research method used is a qualitative description method by collecting literature study data, reading and recording research materials. The type of data used is secondary data in the form of research articles from previous studies. The data obtained were compiled, analyzed, and opened so as to obtain conclusions about ICT-Based Discovery Inquiry learning. Based on the results of the literature study that has been done, it can be said that student learning outcomes treated with ICT-based discovery inquiry learning models have a significant effect on student learning outcomes. Empirical data show that an increase in student activity has a significant effect on learning outcomes which include mastery of concepts, affective, and psychomotor.AbstrakDi era globalisasi pendidikan memiliki peran penting bagi suatu bangsa dan negara dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran yang berbasis teknologi infomasi dan komunikasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan mengumpulkan data studi pustaka, membaca dan mencatat bahan penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa artikel lmiah dari penelitian-penelitian sebelumya. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Berdasarkan hasil penelitian study literature yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran discovery inquiry berbasis TIK berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa atau mahasiswa. Data empirik menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas siswa atau mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar yang meliputi penguasaan konsep, afektif, dan psikomotor
Study of Science Learning Based on Scientific Literacy in Improving Critical Thinking: A Scoping Review
Facing and following increasingly sophisticated technological developments in science learning studies, both pupils and students must increase scientific literacy to improve critical thinking. Critical thinking skills will encourage students to understand problems and create alternative problem solutions with problem solving stages, namely clarification, assessment, inference and strategy. This research aims to explore the Study of Science Learning Based on Scientific Literacy in Improving Critical Thinking. The research was conducted using a scoping review approach. A scoping review is typically used to map the existing literature on a defined topic in terms of the volume, nature, and characteristics of key studies. The results of the scoping review analysis found several problems such as the low level of science learning regarding scientific literature so that pupils and students are unable to identify problematic issues and scientific evidence due to a lack of practicing skills in conducting scientific literature. The impact that occurs is that the ability to think critically decreases. Therefore, various efforts are being made, one of which is that pupils and students must have concepts to connect science, science learning websites, focus on specific knowledge, be able to design relevant indicators, have the ability to translate into critical, systematic and anticipatory actions, students' critical thinking skills , school location, and problem-based learning mode
Literature Review Project Based Learning Berbasis TIK
Pembelajaran tingkat SMP dilaksanakan secara kontekstual untuk melatih keterampilan 4C yang sangat dibutuhkan pada abad 21. Inovasi model PjBL berbasis teknologi dipercaya mampu memberikan hasil yang lebih optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran. Bentuk integrasi yang diterapkan dalam pembelajaran dapat berupa proses pembelajaran. Selain integrase model pembelajaran juga diterapkan dalam bentuk media, bahan ajar hingga perangkat pembelajaran. Penelitian menggunakan analisis deskriptiif terhadap jurnal yang ada pada database google schoolar, Mendeley dan sinta. Keyword pencarian jurnal adalah Project Based Learning berbasis TIK. Data menggunakan jurnal yang terbit dalam kurun waktu 2015-2022. Hasil yang diperoleh terdapat 52 jurnal yang menunjukkan implementasi pada bahan ajar dan media pembelajaran. Bahan ajar project based learning berbasis tik berupa e-lkpd, 2-modul, e-book, e-protofolio. Media pembelajaran project based learning berbasis tik berupa virtual tour, Kit, robotik, website, virtual laboratorium, e-learning, aplikasi, foto, flip pdf, ppt, multimedia, AR, moodle. Pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi TIK paling banyak dilakukan pada tahun 2021 dalam bentuk e-modul
Persepsi Mahasiswa Pascasarjana terhadap Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19
Hampir sebegian besar lembaga pendidikan mengganti pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring agar pembelajaran tetap berlanjut. Tetapi pertanyaan muncul tentang design pembelajaran dan keefektfan masih banyak belum dieksplorasi khususnya kendala teknis yaitu bandwidth dan kelancaran internet. Tujuan utama penelitian ini untuk (1) mengevaluasi platform e-learning, (2) kelancaran akses internet dan (3)proses pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis survei dan fokus pada persepsi 89 mahasiswa pascasarjana dalam pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,2 % mahasiswa sangat setuju platform e-learning sangat efektif. Sebagian besar mahasiswa (86, 29%) tidak menghadapi masalah ketika akses internet. Penelitian ini juga menunjukkan 87,19% persen mahasiswa sangat setuju bahwa pembelajaran daring memuaskan. Kesimpulannya faktor penting dalam pembelajaran daring di antaranya adalah design platform e-learning,kelancaran akses internet dan proses pembelajaran
Systematic Literature Review : Kajian Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Energi Baru dan Terbarukan Di Indonesia
Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu factor kebutuhan sumber daya energi juga semakin meningkat. Energi listrik merupakan jenis energi yang paling banyak dibutuhkan dimana kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 1.173 kWh/kapita pada tahun 2022. Sumber daya energi yang sifatnya terbatas seperti batu bara tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik masyakarat Indonesia yang terus meningkat sehingga dibutuhkan sumber daya energi baru terbarukan yang persediaanya lebih banyak di alam. Pemerintah menargetkan penggunaan energi baru terbarukan ini melalui Perpres No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional tahun 2006-2025 yang menjelaskan bahwa dalam pasokan energi harus dipenuhi 17% energi terbarukan. Bentuk energi baru dan terbarukan (EBT) yang tersedia di Indonesia diantaranya panas bumi, air, biomassa, dan energi surya. Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut, perlu adanya penyebaran informasi terkait energi baru dan terbarukan kepada masyarakat umum maupun akademisi seperti mahasiswa maupun siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian terkait pemanfaatan sumber daya energi baru dan terbarukan di Indonesia yang dapat memberikan wawasan kepada seluruh lapisan masyakarat. Studi literatur melalui systematic literature review ini mengkaji tentang kebutuhan sumber daya energi di Indonesia, potensi, serta kelebihan dan kekurangannya saat di terapkan di Indonesia
Study of Ecology and Biodiversity Learning Based on Project Based Learning-Science Technology Engineering Mathematics (PjBL-STEM) in Empowering Students' Critical Thinking
The Project-Based Learning-Science Technology, Engineering Mathematics (PjBL-STEM) model is needed to empower students' critical thinking abilities and independence. PjBL-STEM implementation has been carried out in various fields of study and at various levels. A comprehensive study is needed to map the potential opportunities and limitations of implementing PjBL-STEM, including its influence on students' thinking skills. Therefore, this research aims to conduct a comprehensive literature review regarding implementing PjBL-STEM to improve students' critical thinking skills. In particular, this study is correlated with the potential implementation of PjBL-STEM in Ecology and biodiversity material. The literature review method was used in this research. The scientific articles selected in this study are those indexed on Google Scholar and published in 2010-2022. The keywords “PjBL-STEM and Critical Thinking†were used as the initial basis for selecting articles. After applying the criteria and article limitations, 90 articles were obtained for analysis. The results of this study show that the implementation of PjBL-STEM in empowering critical thinking is carried out at the elementary school to tertiary level. Apart from that, implementing PjBL-STEM is also done in general research, such as developing teacher competencies. The strengths, weaknesses, challenges, and obstacles that may occur when applying the PjBL-STEM model to ecology and biodiversity material in empowering students' critical thinking are discussed in this articl
Validitas Pengembangan Modul Ajar IPA Berbasis PjBL Bermuatan Ethno-STEAM untuk Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Biodiversity in Indonesia is a science material that is closely related to environmental conditions, daily life events, and natural characteristics in Indonesia. Ethno-STEAM content is a local wisdom-based learning approach that connects theory and skills in the fields of Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. Mastery of material for junior high school students is expected to be able to apply their knowledge to the environment through STEAM, be able to solve problems, become logical thinkers, and be able to link culture and local wisdom with learning. This study aims to describe the validity of teaching modules in science learning to empower students' creative thinking skills at the junior high school level. The development of PjBL-based science teaching modules with Ethno-STEAM content uses the 4D model development research approach. The validity in this study includes the validity of the material with an acquisition of 0.98, media experts of 0.95, learning experts of 0.90 and language of 0.95, the four validations have been validated by 7 expert and practical validators and are included in the very valid category. The validity of the Ethno-STEAM-loaded test instrument using a written test and analyzed using Aiken's validity which has been adjusted to the creative thinking indicators obtained an average validity test of 0.94. It is concluded that the science teaching module is suitable for use as a PjBL-based learning media and ethno-STEAM content to empower students' creative thinking skillsPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas modul ajar pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik di Sekolah Menengah Pertama. Pengembangan modul ajar IPA berbasis PjBL bermuatan Etno-STEAM ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk analisis data. Validitas media dalam penelitian ini meliputi validitas media, validitas materi, validitas ahli pembelajaran dan validasi bahasa yang telah divalidasi oleh validator ahli dan praktisi sesuai bidangnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata uji validitas materi sebesar 0,98, media sebesar 0,95, ahli pembelajaran sebesar 0,90 dan bahasa sebesar 0,95, keempat validasi tersebut dapat dinyatakan masuk dalam kategori valid. Validitas instrument tes bermuatan Etno-STEAM terdiri dari pre-test dan post-test yang sudah disesuaikan dengan indikator berpikir kreatif memperoleh rata-rata uji validitas sebesar 0,94. Disimpulkan bahwa modul ajar IPA layak digunakan sebagai media pembelajaran berbasis PjBL dan bermuatan etno-STEAM untuk memberdayakan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati di Indonesi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
