16 research outputs found

    Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Kelas XII S1 Di MAN Malang I

    No full text
    ABSTRAKIsrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untukMeningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi,Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konselingdan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si.Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep  DiriPenelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yangmengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belummaksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejalakonsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer groupdiscussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MANMalang I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiantindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelassiswa kelas XII  S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah diantara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahaptindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yangterdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan.Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggotakelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar  21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) danpada tindakan II  sebesar 58.74 % (Baik).  Dengan demikian peningkatan aktivitasanggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasiawal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telahdilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompoksebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori “ Sedang”, sedangkan rata-rata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% beradapada kategori “sedang” dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan IIadalah 68. 42% berada pada kategori “tinggi”. Dengan demikian peningkatankonsep diri positif siswa dari sebelum tindakan  ke tindakan II sebesar 17.10%.Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peergroup discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MANMalang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkanrekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikanpelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep dirisiswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion

    Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I

    No full text
    ABSTRAKIsrofin, Binti. 2009. Penerapan Teknik Peer Group Discussion untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa XII S1 di MAN Malang I. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. M. Bisri, M.Si.Kata Kunci: Teknik Peer Group Disscussion, Konsep Diri    Penelitian ini didasarkan atas fenomena yang terjadi di lapangan yang mengindikasikan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang belum maksimal serta adanya sikap dan perilaku yang mengarah pada gejala-gejala konsep diri yang negatif pada siswa kelas XII S1 MAN Malang I tahun ajaran 2009/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan teknik peer group discussion untuk meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 di MAN Malang I.    Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian ini sebanyak sebelas siswa kelas XII S1 di MAN Malang I yang memiliki konsep diri yang rendah di antara teman-teman sekelasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2009 dalam 2 tahap, yaitu (1) tahap pratindakan dan (2) tahap tindakan. Tahap tindakan terdiri dari tindakan I dan tindakan II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, inventori konsep diri yang terdiri dari 38 item, wawancara, dokumentasi dan cacatan lapangan.    Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti, aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif siswa pada observasi awal sebesar 21.33% (Kurang), pada tindakan I sebesar 32.45% (Sedang) dan pada tindakan II sebesar 58.74 % (Baik). Dengan demikian peningkatan aktivitas anggota kelompok yang mengarah pada perilaku konsep diri positif dari observasi awal ke tindakan II sebesar 37,41%. Berdasarkan inventori konsep diri yang telah dilancarkan dapat diketahui bahwa rata-rata konsep diri positif anggota kelompok sebelum tindakan adalah 51.32% berada pada kategori " Sedang", sedangkan ratarata konsep diri positif anggota kelompok pada tindakan I adalah 57. 89% berada pada kategori "sedang" dan rata-rata konsep diri positif siswa pada tindakan II adalah 68. 42% berada pada kategori "tinggi". Dengan demikian peningkatan konsep diri positif siswa dari sebelum tindakan ke tindakan II sebesar 17.10%.    Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa teknik peer group discussion dapat meningkatkan konsep diri positif siswa kelas XII S1 MAN Malang I Tahun Pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian tersebut mengarahkan rekomendasi agar konselor MAN Malang I hendaknya bisa memberikan pelayanan yang efektif terhadap siswa terutama yang berkaitan dengan konsep diri siswa, salah satunya melalui teknik peer group discussion

    KERANGKA KERJA EVALUASI BERBASIS MEASURE TERINTEGRASI POP BK UNTUK MENINGKATKAN AKUNTABILITAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Akuntabilitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) mencerminkan komitmen profesional dalam memastikan layanan yang efektif, terukur, dan berdampak positif pada perkembangan siswa di berbagai aspek, seperti akademik, sosial, pribadi, dan karir. Penelitian bertujuan mengeksplorasi profil akuntabilitas guru BK di SMA seKota Semarang, mengembangkan Kerangka Kerja Evaluasi berbasis MEASURE (KKEBMEASURE), serta menguji efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) Borg and Gall dalam pengembangan kerangka kerja, serta pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan profil akuntabilitas guru bimbingan dan konseling bervariasi di berbagai aspek. Aspek misi menjadi kekuatan utama dalam menyelaraskan layanan dengan misi sekolah, sedangkan aspek hasil menjadi tantangan terbesar karena kesulitan dalam mengevaluasi dampak layanan dan pemanfaatan data untuk perbaikan berkelanjutan. Aspek elemen dan analisis berada pada tingkat sedang dengan potensi peningkatan, sementara aspek stakeholder dan edukasi menghadapi tantangan dalam kolaborasi serta pelaporan yang relevan dan berkualitas. Implementasi KKEBMEASURE menunjukkan peningkatan akuntabilitas guru BK di seluruh aspek, dengan peningkatan tertinggi pada aspek Mendidik/Educate sedangkan aspek Analisis mengalami peningkatan terkecil. Penelitian berkontribusi dalam penyediaan kerangka kerja sistematis yang terintegrasi dengan POP BK untuk meningkatkan akuntabilitas guru BK dan memperkaya literatur evaluasi berbasis data dalam layanan BK di Indonesia. Rekomendasi mencakup integrasi KKEBMEASURE dalam kurikulum perguruan tinggi, penguatan literasi data guru BK melalui pelatihan intensif, serta pengembangan platform digital untuk mendukung dokumentasi layanan berbasis data. Kata Kunci: Akuntabilitas Guru BK, MEASURE, POP BK, Bimbingan dan Konselin

    Hubungan Harga Diri dan Fear of Missing Out dengan Smartphone Addiction Mahasiswa Universitas Negeri Semarang

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya fenomena kecanduan smartphone pada remaja yang dapat mempengaruhi tugas perkembangan di fase emerging adulthood. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dan fear of missing out dengan smartphone addiction melalui pendekatan korelasional dengan model ex post facto. Sampel penelitian sebanyak 344 yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data diungkap dengan skala psikologis smartphone addiction scale short version (SAS-SV) dari Kwon, skala harga diri yang diadaptasi dari Coopersmith dan Fear of Missing Out Scale (FoMOS) dari Przyblylski. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga diri dan fear of missing out merupakan faktor yang dapat memprediksi smartphone addiction sebesar 17% dan 83% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti

    HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA SISWA SMP DI KABUPATEN TEMANGGUNG

    No full text
    Jumlah pengguna internet dikalangan anak dan dewasa terus berkembang, dengan rendahnya self control dapat mendorong terjadinya perilaku internet addiction pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  self control dengan internet addiction pada siswa SMP di Kabupaten Temnggung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SMP N 5 Temanggung, SMP N 1 Pringsurat, dan SMP Salomo 3 Pringsurat. Sampel yang digunakan berjumlah 250 dari 686 siswa dengan menggunakan purposive sampling dan random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan ialah skala internet addiction,dan skala self control. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self control dengan internet addiction pada siswa (β i= i0,563; it=10,379; ip i0,01). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi guru BK agar memberikan layanan yang dapat mengurangi tingkat internet addiction pada siswa dengan melibatkan tingkat self control siswa

    HUBUNGAN PEER SOCIAL SUPPORT DAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA DI MASA PANDEMI

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara peer social support dan adversity quotient dengan resiliensi akademik pada mahasiswa Universitas Negeri semarang di masa pandemi Covid-19. Tujuan pada penelitian ini ialah memperoleh informasi mengenai tingkat masing-masing variabel serta hubungan antar variabel. Jenis  penelitian ini ialah kuantitatif ex post facto dengan desain korelasional. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat resiliensi akademik mahasiswa UNNES pada kategori tinggi (M=4,02), tingkat peer social support  tinggi (M=3,99), serta tingkat adversity quotient tinggi (M=3,92). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara peer social support   dengan resiliensi akademik (t=10,636, β=0,445, p=<0,05), terdapat hubungan positif dan signifikan anatara adversity quotient dengan resiliensi akademik (t=10,596, β=0,485,p=<0,05), serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara peer social support dan adversity quotient dengan resiliensi akademik (R=0,880, R2 =0,774, F=586,225, p=<0,05) yangmana secara simultan dapat memprediksi resiliensi akademik sebesar 77,4%. Berlandaskan hasil penelitian, diharapkan dapat diimplikasikan bagi pengembangan program bimbingan dan konseling pada pusat karir dan bimbingan dan konseling universitas. Â

    The Effect of Smartphone Addiction and Self-Control on Phubbing Behavior

    Get PDF
    Abstract: Phubbing is a behavior of ignoring the interlocutor and focusing more on smartphones. This behavior, which is quite common recently, has a negative impact on social interactions. The purpose of this study was to analyze the effect of smartphone addiction and self-control on phubbing behavior. This study employed a correlational research design. Three hundred and seventy-nine samples involved in this study were recruited using random sampling techniques. The data were collected using the Smartphone Addiction Scale, Phubbing Scale, and Self-Control Scale. The data were analyzed using regression analysis assisted by JASP software version 0.11.10. The findings show that smartphone addiction is a predictor of phubbing behavior by 47 percent, while other factors influence the rest. Self-control was not proven to be a significant predictor of phubbing behavior in the researched participants. An in-depth study of the factors that influence phubbing behavior is encouraged to be investigated for further research.Abstrak: Phubbing adalah perilaku mengabaikan lawan bicara dan lebih fokus kepada smartphone. Perilaku yang kini cukup umum terjadi ini, berdampak buruk bagi interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh smartphone addiction dan self-control terhadap perilaku phubbing. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Tiga ratus tujuh puluh sembilan sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini dijaring menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Smartphone Addiction, Skala Phubbing dan Skala Self-Contol. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi berbantuan software JASP versi 0.11.10. Temuan penelitian menunjukkan bahwa smartphone addiction terbukti menjadi prediktor perilaku phubbing sebesar 47 persen, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Self-control tidak terbukti secara signifikan sebagai prediktor perilaku phubbing pada responden. Kajian mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku phubbing masih perlu untuk ditindaklanjuti pada penelitian berikutnya

    HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TANGGUH DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES AKADEMIK SISWA SMAN SE-KABUPATEN PASER

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara kepribadian tangguh dan dukungan sosial terhadap stres akademik SMAN Se-Kabupaten Paser.Tujuan pada penelitian ini ialah memperoleh informasi mengenai tingkat masing-masing variabel serta hubungan antar variabel. Jenis  penelitian ini ialah kuantitatif ex post facto dengan desain korelasional. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat stres akademik sedang (M=2,75), tingkat kepribadian tangguh sedang (M=2,70), serta tingkat dukungan sosial sedang (M=2,78). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kepribadian tangguh dengan stres akademik (t=-2,791, β=-0,116, p=<0,01), terdapat hubungan negatif dan signifikan antara stres akademik (t=,-0,112, β=-0,006,p=<0,01), serta terdapat hubungan dan signifikan antara kepribadian tangguh dan dukungan sosial terhadap stres akademik (R=0,181, R2 =0,033, F=4,268, p=<0,01) yang mana secara simultan dapat memprediksi stres akademik sebesar 3,3%. Berlandaskan hasil penelitian, diharapkan dapat diimplikasikan bagi Guru BK di sekola

    Profil Career Adaptability Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Semarang

    Get PDF
    This study aimed to find out the profile of Bidikmisi  students at Semarang State University (UNNES). This was a quantitative study with descriptive survey design. The subject of this study was 462 university students who were taken by simple random sampling technique. The data were collected by using career adaptability scale.The data were analyzed by using descriptive statistics. Based on the result of the analysis, it was found that the average profile of UNNESS Bidikmisi students’ career adaptability was 51% and was categorized as high. The result of this study shows that the attempts in improving students’ career adaptability by the lecturers, parents, and university counselors are neede
    corecore