1,720,961 research outputs found

    Budidaya tanaman buah naga super red di Wana Bekti Handayani

    Get PDF
    Abstrak Praktek magang ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara langsung cara budidaya buah naga super red. Pelaksanaan magang pada tanggal 20 Februari 2010 sampai dengan 20 Maret 2010 di CV. Wana Bekti Handayani Desa Dukuhan, Prampalan, Kel. Krikilan, Kec. Masaran, Kab. Sragen, Jawa Tengah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam praktek magang ini adalah metode dasar, metode pengumpulan data, observasi, pelaksanaan kegiatan magang dan study pustaka. Pemilihan lokasi magang disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu bidang kajian budidaya buah naga super red, sehingga penulis dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan segala informasi – informasi berdasarkan pengamatan untuk melengkapi tugas akhir mahasiswa. Lokasi yang dipilih yaitu CV. WANA BEKTI HANDAYANI termasuk salah satu kegiatan budidaya tanaman buah naga super red. CV. Wana Bekti Handayani didirikan sejak tahun 2006 dilahan seluas 5000 m2 di Dukuh Prampalan RT 26 RW 06 Krikilan, Masaran Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Wana Bekti Handayani ialah sebuah badan usaha yang bergerak dibidang agronomi dan agroindustri sebagai petani dan supplier komoditas buah naga segar. Pengembangan komoditas buah ini terfokus pada buah naga jenis SuperRed (Hylocereus costaricensis) atau buah naga super merah (merah hati). Sebagai industri yang bergerak dalam bidang agronomi, CV. Wana Bekti Handayani menjual buah naga segar (buah naga super merah dan buah naga daging putih). Selain itu CV. Wana Bekti Handayani juga menjual bibit buah naga yang siap tanam, dan tanaman buah naga yang bisa dinikmati secara satuan dalam pot

    Perencanaan Laba Jangka Pendek Minuman Fermentasi Buah Naga (Studi Kasus: CV. Wana Bekti Handayani, Kabupaten Sragen).

    No full text
    Industri minuman di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup baik. Buah naga merupakan salah satu buah yang dapat dijadikan bahan baku untuk minuman yang mengalami proses fermentasi. CV. Wana Bekti Handayani merupakan industri minuman yang menghasilkan minuman fermentasi yang terbagi menjadi empat jenis diantaranya SR 1, SR 2, SR 3, dan SR Spesial. Kegiatan produksi minuman fermentasi tidak dapat kontinu karena buah naga tergolong buah musiman sehingga dapat mempengaruhi biaya produksi dan berdampak pada laba perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, kondisi titik impas, dan besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah parameter perencanaan laba yang terdiri dari kontribusi laba, titik impas, margin pengaman, titik penutupan usaha, dan derajat tuasan operasi. Pada tahun 2013 jenis SR yang mempunyai proporsi volume produksi terbesar adalah SR 1 sedangkan yang mempunyai proporsi nilai penjualan terbesar adalah jenis SR Spesial. Biaya tetap mempunyai proporsi lebih besar pada struktur biaya dibandingkan biaya variabel. Jenis SR 1 mempunyai persentase biaya tetap terbesar dibandingkan jenis lainnya yakni sebesar 68,8 persen. Volume aktual masing-masing jenis SR masih berada diatas titik impas sehingga masih menguntungkan. Jenis SR Spesial menghasilkan laba paling besar sedangkan yang menghasilkan laba paling rendah adalah jenis SR 1

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HURUF HIRAGANA dengan MACROMEDIA FLASH 8.0 UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS HURUF HIRAGANA (Studi Penelitian dan Pengembangan (Research and Development ) Pada Siswa Kelas X SMA ADI LUHUR Jakarta Timur Tahun Ajaran 2011-1012)

    Get PDF
    Pelajaran huruf hiragana merupakan hal yang dirasakan sulit oleh pembelajar bahasa jepang khususnya para pembelajar pemula. Sebagian besar sekolah selalu memulai mempelajari huruf hiragana terlebih dahulu daripada huruf katakana. Hal ini pun terjadi di SMA ADI LUHUR. Sebagian besar siswanya merasa sangat kesulitan mempelajari huruf hiragana dengan bentuk yang lentur dan identik melengkung-melengkung, ditambah lagi Standar Ketuntasan Minimum yang harus dicapai siswa cukup tinggi sehingga membuat siswa benar-benar kesulitan untuk mencapai standar nilai tersebut. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk melakukan penelitian dengan menggunakan media berbasis computer yakni Macromedia Flash 8.0 sebagai media pembelajaran huruf hiragana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis dan membaca siswa selama menggunakan macromedia flash 8.0 pada kelas X-C siswa SMA ADI LUHUR. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan experiment aquires dengan jenis penelitian Research & development atau sering disebut dengan penelitian R&D. dan populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X-C SMA ADI LUHUR, dengan sampel penelitian sebanyak 20 orang siswa. Penelitian dilakukan sebanyak lima kali. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa tes (pre-test dan post-test) penguasaan huruf hiragana sebanyak 40 butir soal. Selain itu digunakan juga instrument angket sebanyak 18 butur soal. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil rata-rata pre-test (mean) sebesar 67,875 dan hasil nilai rata-rata post-test (mean) 93,375ebesar. Sedangkan standart SKM (standart ketuntasan minimum) siswa SMA ADI LUHUR adalah siswa harus mencapai skor minimal 7,5 agar siswa dapat tuntas pada nilai pelajaran huruf hiragana. Jika dilihat dari angka nilai rata-rata pre-test dan post-test terjadi peningkatan hasil kemampuan membaca dan menulis huruf hiragana sebesar 25,5 point atau jika dipresentasekan sebesar 42%. Dari angka kenaikan tersebut dengan menggunakan media ini dan dengan kenaikan nilai siswa tersebut siswa dapat mencapai nilai standar ketuntasan minimum. Berdasarkan hasil angket siswa bahwa dengan menggunakan media Macromedia Flash 8.0 ini dapat memacu motivasi siswa untuk belajar huruf hiragana ini terbukti dengan Hampir setengah siswa (35%) sangat setuju bahwa mempelajari huruf Hiragana melalui media Macromedia Flash 8.0 membuat siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari huruf Hiragana dan sebagian besar siswa (65%) setuju bahwa mempelajari huruf Hiragana melalui media Macromedia Flash 8.0 membuat siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari huruf Hiragana
    corecore