151 research outputs found
Relevansi Paliwara Dalam Pangestu Dengan Dunia Modern
Penelitian ini fokus kepada suatu ajaran aliran kepercayaan dengan kesinambungannya pada zaman sekarang. Khususnya dalam persoalan hal-hal yang dilarang oleh Tuhan dalam suatu aliran kepercayaan. Berfokus kepada aliran kepercayaan Paguyuban Ngesti Tunggal atau biasa disebut dengan Pangestu, yakni bagaimana pandangan Pangestu tentang ajaran larangan Tuhan.
Ajaran larangan Tuhan dalam Pangestu disebut Paliwara. Paliwara merupakan salah satu ajaran yang paling penting untuk dipelajari oleh setiap anggota Pangestu. Karena sifat manusia yang mudah lupa dan cenderung melakukan perbuatan pelanggaran. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang didukung dengan data-data observasi langsung ke kantor pusat Pangestu. Data-data yang digunakan mencakup ajaran-ajaran Pangestu dari referensi primer kitab pedoman Pangestu yaitu Sasanka Jati kemudian dijelaskan oleh narasumber yaitu pengurus tetap anggota Pangestu.
Secara definitif Paliwara mengandung arti larangan-larangan Tuhan yang dirumuskan dengan lima perbuatan yang tidak boleh dilanggar oleh manusia, yaitu jangan menyembah kepada selain Allah, jangan mengumbar syahwat, jangan makan atau makan makanan yang memudahkan rusaknya badan jasmani, jangan melanggar undang-undang dan peraturan negara dan jangan bertengkar. Akibat bagi seseorang yang melakukan pelanggaran paliwara akan menerima tempelak (hukuman) dari Tuhan. Secara sosial akan membuat kerusakan terhadap diri sendiri, orang lain bahkan masyarakat lua
Pangestu, suatu pandangan hidup Djawa
II. 1. J. Indrakusuma jang sedang menjelesaikan sebuah tesis tentang perkumpulan2 kebatinan Djawa di Institut Catholique Paris, da- lam nomer ini, menulis tentang perkumpulan "Pangestu" disertai dengan pendjelasan historis danphilisophis jang tjukup terperintji. Perkumpulaa "Pangestu" tersebut didirikan di Solo tahun 1949 dan telah berhasil mempunjai 82 tjabang dengan beberapa ribu pengikutnja dalam tahun 1965. Penulis memberikan hasil pene- laahannja dari teks2 teorik jang diterbitkan oleh "Pangestu" ter- utama Sasangka Djati, peladjaran dasar jang terdiri dari tudjuh bagian, jang telah diterima oleh pendiri perkumpulan tersebut, Bapak Sunarto, sebagai wahju dari Tuhan.II. 1. J. Indrakusuma who is finishing a thesis on the kebatinan
ments in Java at the Catholic University of Paris, presents with some historical and philosophical detail here the Pangestu movement, which was created in 1949 in Solo and was proud of having 82 branches and several thousands of adherent in 1965. The author gives us an analysis of the principle theoretical texts published by Pangestu, notably the Sasangka Djati, the fundamental text in seven parts revealed by God to the creator of the movement,Indrakusuma J. Pangestu, suatu pandangan hidup Djawa. In: Archipel, volume 4, 1972. pp. 32-45
Analisa Nilai Perpindahan Termal Menyeluruh (OTTV) pada Gedung IT Mandiri Bumi Slipi
oleh: Bagus Adli Pangestu Energi menjadi salah satu kebutuhan yang paling dicari oleh seluruh penduduk dunia. Berdasarkan data PBB tahun 2015, sektor paling banyak mengonsumsi energi adalah sektor bangunan, yaitu sebesar 40%. Sebagian besar bangunan yang ada masih mengonsumsi energi secara berlebihan karena kurangnya kemampuan pengolahan energi pada bangunan yang baik. Untuk mengatasi masalah penggunaan energi tersebut adalah dengan menggunakan konsep bangunan hijau. Salah satu indikator bangunan hijau menurut standar GREENSHIP yang digunakan di Indonesia adalah nilai perpindahan panas pada selubung bangunan (OTTV) yang tidak lebih dari 35 W/m2 sesuai pada tetapan Badan Standarisasi Nasional tahun 2020. Pada proses menganalisis kesesuaian bangunan dengan standar bangunan hijau dapat menggunakan perangkat lunak. Beberapa perangkat lunak tersebut adalah AutoCAD yang digunakan untuk menganalisis ukuran bangunan beserta material yang digunakan, Microsoft Excel untuk melakukan perhitungan terhadap kondisi kenyamanan di dalam bangunan berdasarkan data pengukuran bangunan dan material yang digunakan, dan Sketch Up untuk membuat model tiga dimensi dari bangunan. Berdasarkan rencana proyek yang sedang dilakukan, bangunan dapat dikatakan nyaman bagi penghuni jika penghuni bangunan tersebut dapat melakukan aktivitas tanpa merasakan panas yang berlebih. Untuk mengetahui kapasitas panas pada bangunan, maka dilakukan perhitungan OTTV. Diperoleh nilai OTTV pada bangunan IT Mandiri Bumi Slipi yaitu sebesar 34,96 W/m2. Untuk mengurangi nilai OTTV yang sudah diperoleh, maka dilakukan beberapa rencana perubahan dari desain bangunan pertama. Perubahan kelima merupakan perubahan terbaik untuk dapat diaplikasikan pada bangunan dengan mengubah ukuran bangunan, sehingga mendapat nilai OTTV sebesar 31,52 W/m2
The Cohesiveness of Muslim Pangestu Members in Salatiga, Central Java
The drying of spirituality and weakening of cohesiveness in the midst of materialistic hedonistic modern world become major challenge for the adherents of official religions in Indonesia. The practice of religions is considered too much focusing on ritual aspects. Therefore, those teachings cannot give the real meaningfulness of religious life. Consequently, some adherents of official religions begin to see other spiritual/mysticism sects. This study describes the social cohesiveness among muslims who become members of Pangestu, a spiritual-mysticism sect widely spreading among Javanese society in Indonesia. This research shows that the Pangestu in Salatiga, Central Java, can fulfill social, economic, and spiritual needs of its members. Among the underlying factors that make Pangestu succeed to meet its members’ needs and expectations are the capability of the members to intensely communicate with each other through meetings and bawaraos (Jv, informal gathering), the great concern between members, good-example of leadership, the defense of Pangestu’s good name, and the satisfaction in experiencing meaningfulness of religious practices.
[Kekeringan spiritual dan lemahnya kebersamaan di tengah dunia modern yang serba hedonistik menjadi tantangan utama bagi para pemeluk agama di Indonesia. Praktik-praktik keagamaan terlalu banyak terfokus pada aspek ritual, sehingga ajaran agama tidak mampu menghadirkan praktek-praktek keagamaan yang benar-benar bermakna. Hal ini mendorong sebagian pemeluk agama untuk melirik aliran kepercayaan dan kebatinan. Artikel ini mendeskripsikan keguyuban sosial di antara orang-orang Islam yang menjadi anggota Pangestu, sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang banyak menyebar terutama di kalangan masyarakat Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pangestu di Salatiga, Jawa Tegah, mampu memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, dan spiritual para anggotanya. Di antara faktor yang menentukan keberhasilan Pangestu dalam memenuhi harapan para anggotanya adalah adanya komunikasi intensif antar anggota melalui pertemuan dan bawaraos (Jv, kumpul-kumpul), perhatian yang besar terhadap anggota lainnya, teladan kepemimpinan yang bagus, pembelaan terhadap nama baik paguyuban Pangestu, dan kepuasan dalam menyelami kebermaknaan praktik-praktik keagamaan.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN FASILITAS ALAT LASHING CONTAINER GUNA MENUNJANG KEAMANAN MUATAN di MV. Tanto Sakti 1
ABSTRAKSI
Bagus Pangestu, 2019, NIT: 51145110 N, “Optimalisasi Penggunaan Fasilitas Alat Lashing Container Guna Menunjang Keamanan Muatan di Kapal MV. Tanto Sakti1“ skripsi Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Ali Imran Ritonga, M.M M.Mar, Pembimbing II: Daryanto, SH, M M.
Dimana transportasi laut memiliki peran yang sangat vital bagi pembangunan bangsa sehingga kapal niaga menjadi sarana pilihan bagi perusahaan, pemerintah maupun perusahaan swasta dalam menjalankan roda perekonomian. MV. Tanto Sakti 1 adalah salah satu kapal niaga yang mengangkut container yang dikelola oleh PT. Tanto Intim Line milik warga negara Indonesia sendiri dan beroperasi di wilayah laut Indonesia.
Sehingga peralatan alat lashing container di MV. Tanto Sakti 1 sangat penting untuk diperhatikan maka penulis merumuskan masalah yaitu cara menggunakan alat lashing container yang baik dan aman untuk mencegah kerusakan container dan penyebab tidak optimalnya pelashingan container untuk menjadi acuan dalam penelitian ini agar menjadi pembatas dalam membuat sebuah penelitian ini.
Alat lashing container adalah peralatan yang perannya sangat vital untuk kapal container. Alat lashing container berfungsi untuk pengaman pengikatan antar container agar container tidak berbenturan dan bergeser dari tempatnya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan secara terperinci saat pelaksanaan pelashingan untuk menentukan masalah yang menjadi prioritas utama dalam penggunaan fasilitas alat lashing container di MV.Tanto Sakti 1. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi saat di kapal. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah fishbone analysis dan SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab tidak optimalnya penggunaan fasilitas alat lashing container di MV. Tanto Sakti 1 adalah peralatan alat lashing container yang kurang terawat sehingga dapat menurunkan kualitas dan kelayakan dalam pemakaiannya sehingga dapat menyebabkan benturan dan pergeseran container. Upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan briefing dan arahan oleh mualim 1 pada foreman dan stevedore sebelum kegiatan bongkar muat, meningkatkan pengawasan dinas jaga saat bongkar muat, memeriksa pelashingan sesudah kegiatan muat, dan pelaksanaan perawatan alat-alat lashing container secara rutin.
ABSTRACT
Bagus Pangestu, 2019, NIT: 51145110 N, “Optimization Usage of Container’s Lashing Facilities to Support Safety cargo on MV. Tanto Sakti 1” Thesis of nautical program Semarang Merchant Marine Polytechnic, 1st mentor : : Capt. Ali Imran Ritonga, M.M M.Mar, 2nd mentor : Daryanto, SH, MM.
Sea transportation has a very vital rule for national development so that commercial vessels become the means of choice for companies, governments and private companies in running the economic wheels. MV. Tanto Sakti 1 is one of the commercial ships carrying containers that are managed by PT. Tanto Intim Line which belongs to Indonesian and operates in Indonesian sea areas.
So that the lashing container equipments in the MV. Tanto Sakti 1 is very important to watch out for so the authors formulate a problem that is how to use container’s lashing equipments in good and safe way to prevent container damage and the causes of container failure to be used as a reference in this research, so that it becomes a limitation in making this research.
Container lashing tool is equipment which has vital rule for container ships. The container lashing equipments function is to secure binding between containers so that containers do not collide and shift from place.
This research uses a descriptive qualitative method by describing in detail the implementation of the interview to determine the problem that is a top priority in the use of lashing container facilities in MV.Tanto Sakti 1. Collecting data through the interviews, observations, literature studies and documentation while on board. Data processing techniques used are fishbone analysis and SWOT.
The results showed that the causes of not optimal use of lashing container facilities in MV. Tanto Sakti 1 is a unmaintained container lashing equipments that can reduce the quality and feasibility of its usage, so that it can cause collision and container shift. The efforts are briefing and directing by the chief officer to foreman and stevedore before loading and unloading activities, increasing supervision of the duty service when loading, loading inspection after loading, and carrying out routine maintenance of lashing containers
Implementasi Sistem Pemesanan Produk Berbasis Android (Studi Kasus: Pangestu Catering & Cafe)
Pangestu Catering & Caffe is a place that many people visit to have fun, hang out or do work. Ordering and transaction processes at Pangestu Catering & Caffe are always done manually. Diners come later and order the menu. The cashier will then record guest orders manually and then hand them over to the kitchen. However, this becomes inefficient due to the accumulation of queues. To overcome this queue problem, a product ordering system is needed that can facilitate recording of transactions and can be integrated into the system. The author implements a product ordering system that customers use to order food menus and then submit the receipt to the cashier for payment. After payment, the order will be processed by the kitchen. The Android-based product ordering system uses the prototype development model and the Flutter dart language.Pangestu Catering & Caffe menjadi tempat yang banyak dikunjungi orang untuk bersenang-senang, nongkrong atau mengerjakan pekerjaan. Proses pemesanan dan transaksi di Pangestu Catering & Caffe selalu dilakukan secara manual. Pengunjung datang kemudian dan memesan menu. Kasir kemudian akan mencatat pesanan tamu secara manual dan kemudian menyerahkannya ke dapur. Namun, hal tersebut menjadi tidak efisien karena menumpuknya antrean. Untuk mengatasi permasalahan antrian tersebut diperlukan suatu sistem pemesanan produk yang dapat memudahkan pencatatan transaksi dan dapat diintegrasikan ke dalam sistem. Penulis menerapkan sistem pemesanan produk yang digunakan pelanggan untuk memesan menu makanan kemudian menyerahkan struknya kepada kasir untuk pembayaran. Setelah pembayaran, pesanan akan diproses oleh dapur. Sistem pemesanan produk berbasis Android menggunakan model pengembangan prototype dan bahasa Flutter dart
ANALISIS TIDAK BEKERJANYA BOW THRUSTER PADA SAAT MANOUVER DI MV.PULAU HOKI
ABSTRACT
Satria Aji Pangestu, (2023) NIT. 551811236921.T, “Analysis of the malfunction
of the bow thruster during manouver on ship MV. Pulau Hoki”, program
Diploma IV, Technical, Merchant Marine Polytechnic of Semarang,
Supervisor I : Tonny Santiko,S.ST.,MSi.,M.mar.E and Supervisor II :
Kresno Yuntoro,S.ST,M.M.
Bow thruster system is a auxiliary aircraft for manouvering the ship when it
lean or will leave the dock, namely by utilizing the propeller rotation which
provides axial force/ transverse force on the bow of the ship.
The formulation of the problem of this research is what factors cause
disturbances to the bow thruster, what impacts are caused, and what efforts are
made to overcome the existing problems. The formulation is to be more selective,
tiered and in accordance with the meaning, the writer uses a qualitative descriptive
analysis method in which the researcher obtains the main data from interviews
and observations. And the author also uses the SHEL method, namely software,
hardware, environment, liveware.
Based on the results of this study it was concluded that the cause of the bow
thruster not working was the corrosion of the support pipe which caused the cable
to peel off, and the control system of the bow thruster auxiliary aircraft did not
work properly. The abnormal operation of the bow thruster has an impact on the
disruption of the ship’s manouvering process, efforts are made to avoid
operational problems with the bow thruster by replacing components that are
damaged/ not functioning properly with new components
STRATEGI PEMASARAN OYRINSHOPP.ID DAN NARAVI.HIJAB DI INSTAGRAM DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN ISLAM
Tujuan penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat menyelesaikan program S1 Jurusan Ilmu Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah kualitatif deskriptif, penulis mendeskripsikan hasil penemuan. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan cara observasi, wawancara, menganalisa, dan dokumentasi. Sedangkan buku teori komunikasi syariah yang digunakan adalah tulisan Ali Hasan dalam “marketing bank syariah”.
Strategi diciptakan demi tercapainya sebuah tujuan, komunikasi diciptakan demi tercapainya sebuah pesan, dan pemasaran perspektif Islam adalah kegiatan promosi yang di dalamnya mengandung kaidah-kaidah Islam.
Sehingga berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa strategi komunikasi melalui instagram adalah boleh (mubah) menggunakan jenis transaksi bai’ as-salaam dan disertakan etika pemasaran syariah yang sudah ditetapkan dalam aturannya
Penggunaan Fasilitas Alat Lashing Container Guna Menunjang Keamanan Muatan di MV. Tanto Sakti 1
dikapal container secara optimal guna mencegah kerusakan muatan yang diakibatkan oleh kurang optimalnya penggunaan alat lashing container sehingga menyebabkan alat lashing tidak terpasang sesuai prosedur pelashingan. Maka dari itu crew kapal harus mengetahui prosedur pelashingan dan peralatan yang digunakan dalam proses pelashingan. Mengingat pentingnya pelashingan container dan perawatan alat lashing yang harus dilakukan sesuai prosedur untuk menghindari kejadian pergeseran dan benturan antar container yang dapat mengancam keselamatan muatan di dalamnya.. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode fishbone analysis dan SWOT. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana cara menggunakan alat lashing container yang baik dan aman untuk mencegah kerusakan container, apa penyebab tidak optimalnya pelashingan container di MV.Tanto Sakti 1. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi keselamatan muatan, antara lain: peralatan alat lashing container kurang terawat, ketersediaan alat lashing container yang minim, ABK menyimpang dari standart prosedur pelashingan container, keadaan cuaca buruk. Berdasarkan hasil penilitian sebaiknya pelaksanaan briefing dan arahan oleh mualim 1 pada foreman stevedore sebelum kegiatan bongkar muat, pelaksanaan perawatan alat-alat lashing container secara rutin, rekrutmen calon crew yang berpengalaman dan sesuai kriteria perusahaan, pemeriksaan pelashingan container setelah kegiatan muat
Pemanfaatan metode least significant bit (lsb) untuk penyembunyian pesan rahasia pada file citra bitmap 24 bit
S1 T
- …
