1,721,065 research outputs found
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kebutuhan Peserta Didik dan Kehidupan Global dalam Konteks Indonesia
Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik dan kehidupan global dalam konteks Indonesia. Salah satu aspek penting yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan adalah pengembangan kurikulum. Kurikulum sebagai perangkat perencanaan dan sistem tentang tujuan, isi, materi dan metode yang digunakan pada proses belajar dan mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan mempunyai peran penting dalam pendidikan nasional. Kurikulum sebagai komponen pendidikan bersifat dinamis, selalu berubah seiring dengan waktu. Perubahan itu sangat penting seiring dengan perubahan masyarakat, kebutuhan siswa, dan perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan berkali-kali. Perubahan tersebut disusun dan dikembangkan sesuai kebutuhan siswa, sekolah, dan masyarakat
Konsep Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Diklat: Kajian Pustaka
Artikel ini bertujuan untuk: (1) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan pendidikan dan latihan bahasa Inggris berbasis pengembangan diri; dan (2) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan praktik pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri untuk mengembangkan kapasitas peserta diklat. Beberapa temuan menunjukkan bahwa diklat bahasa Inggris selama ini lebih menitikberatkan pada penguasaan bahasa dan pengajaran bahasa Inggris. Berdasar hal tersebut, dikembangkan pendekatan dengan fokus pada pembelajaran bahasa Inggris yang mengarahkan pada optimalisasi pengembangan diri pribadi melalui tugas-tugas yang dilakukan. Kajian dalam tulisan ini dilakukan dengan studi pustaka secara komprehensif terhadap sejumlah referensi terkait dengan konsep diklat, konsep pengembangan diri, dan teori belajar. Kajian tentang konsep diklat menunjukkan bahwa desain dan konten diklat harus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir peserta diklat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Konsep pengembangan diri menunjukkan bahwa melalui praktik kebiasaan sehari-hari yang baik akan membuat kapasitas peserta diklat berkembang
Prevalensi Kebutaan Akibat Kelainan Kornea di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008
Berdasarkan analisa WHO, dengan jumlah penduduk dunia lebih dari 5,9 milyar jiwa, diperkirakan terdapat 45 juta orang mengalami kebutaan dan 135 juta orang dengan Low Vision atau terdapat kurang lebih 180 juta orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia. Objektif dari program WHO untuk pencegahan kebutaan dengan efektif dan mempertahankan penglihatan jika memungkinkan. Target global adalah harus menurunkan prevalensi kebutaan sampai < 0,5% di seluruh negara, atau kurang dari 1% pada beberapa negara.40 HalamanTesis Magiste
Prevalensi Pterygium di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009
Pterygium tersebar luas di dunia tetapi lebih sering terjadi pada daerah dengan iklim panas dan kering. Prevalensi pada daerah ekuator kira-kira 22% dan kurang 25 di daerah lintang di atas 40 derajat. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan frekuensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pterygium.36 HalamanTesis Magiste
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERBITAN SERTIPIKAT PENGGGANTI DAN PERLINDUNGAN HUKUMNYA DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TANGERANG
ABSTRAK
Sertipikat tanah merupakan alat bukti yang kuat bagi pemegang hak atas
tanah. Sertipikat tanah memberikan kepastian perlindungan hukum terhadap
pemegangnya. Salah satu permasalahan bagi pemilik sertipikat adalah bagaimana
jika sertipikat yang dimilikinya rusak atau hilang. Peraturan Pemerintah Nomor 24
Tahun 1997 tentang Pendaftaran tanah memberikan jalan keluar bagi pemegang
sertipikat tersebut yaitu dengan adanya suatu sertipikat pengganti. Sehingga
pemegang hak atas tanah tersebut tetap memiliki kepastian dan perlindungan
hukum terhadap tanahnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pelaksanaan
permohonan penerbitan sertipikat pengganti hak atas tanah dan perlindungan
hukum terhadap pemegangnya serta untuk mengetahui tentang masalah-masalah
yang timbul di dalam permohonan penerbitan sertipikat pengganti hak atas tanah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode
pendekatan yuridis empiris yang menggunakan data primer yang diperoleh langsung
dari peneltiian ini melalui wawancara dengan responden dan nara sumber dan data
sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan yang menggunakan studi dokumen
ataupun tulisan yang telah dipublikasikan oleh penulisnya.data primer dan data
sekunder disusun secara sistematik dan dianalisis secara kualitatif untuk menjawab
permasalahan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian tentang pelaksanaan penerbitan sertipikat pengganti hak
atas tanah dapat diajukan oleh pemegang hak ataupun kuasanya ke Kantor
Pertanahan setempat dengan alasan bahwa sertipikatnya mengalami kerusakan,
hilang disertai dengan bukti keterangan hilang dari Kantor Kepolisian setempat dan
masih menggunakan blangko lama, selain itu juga berdasarkan hasil penelitian
penulis, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang juga menerbitkan sertipikat
pengganti hak atas tanah karena jual beli dan tanah yang mengalami perubahan
luas. Dalam perlindungan hukum terhadap pemegang sertipikat pengganti sama
dengan perlindungan sertipikat yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten
Tangerang.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan penerbitan sertipikat
pengganti di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang telah dilaksanakan sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.
Bagi pemegang sertipikat pengganti hak atas tanah Kantor Pertanahan Kabupaten
Tangerang telah memberikan perlindungan hukum yang sesuai dengan ketentuan
perundang- undangan yang berlaku.
Kata Kunci : Penerbitan sertipikat, sertipikat pengganti, perlindungan hukum.
ABSTRACT
Land certificate is a strong evidence for the holder of rights on land. Land
certificate is a certainty and a law protection upon the holder. One issue toward the
holder of the certificate is defected certificate or losing it. The Government
Regulation Number 24 Year 1997 upon the land registry gives solution for the
certificate holder that is by the providing of the substitute certificate. So that, certainty
and law protection on land still owned by the holder.
This observation has objective to determine the execution for request of the
publishing rights on land substitute and the law protection upon the holder and to
acknowledge risen problem upon the request of published rights on land substitute
certificate.
This observation used juridical empirical method by primary data collected
directly by interview toward respondent and informant and secondary data which
gained from literature study sourced document and paper study that has been
published by its author. The primary and secondary data is arranged systematically
and analyzed by qualitative to answer the problem of the observation.
The observational resulted about the published substitute certificate of rights
on land could be applied by the holder of rights on land or its legal representative to
the land affairs office with the explanation that its original certificate has been defect,
lost with enclosed police record and still using old-dated form. Besides it, based on
the observation, the land affairs office of Tangerang regency also publishes the
rights on land substitute certificate due to selling transaction or widening. Moreover,
the law protection toward the holder of the rights on land substitute certificate is
same with law protection of the certificate published by the land affairs office of
Tangerang Regency.
The conclusion of this observation is the publishing of the right on land
substitute certificate in land affairs office of Tangerang Regency has been applied
set with the Government regulation Number 14 Year 1997 upon the Land registry.
Also, the holder of the substitute certificate, the land affairs office of Tangerang
regency is providing law certainty set with applied regulation.
Keyword : publishing of Certificate, substitute certificate, law protection
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PRINCIPLES OF TRAINING
There are several principles that have to be implemented as guidelines so that the training objectives are achieved, such as the Principles of Readiness, individual, adaptation, overload, progressive, specific, variation, heating and cooling, long-term, reverse, not excessive training and systematic principles. In applying the practice principle, an athlete must strengthen development thoroughly before heading to specialization in sports, if specialization occurs too quickly in the development of an athlete, then he/she will reach the peak of achievement only in junior times, and will experience burnout soon after. The scope of multilateral training is a very important foundation for young athletes. As long as athletes experience maturity, specialization training becomes more important. All exercises will be dominated by drills and techniques that will take precedence in accelerating adjustments and finally at greater levels of performance. A key factor in improving performance is planning the progress of loading. In young athletes, with simple loading and using a little type will be more effective. In contrast, more experienced athletes need more complex types and paradigms in more experienced athletes
- …
