237 research outputs found

    KUALITAS PERAIRAN DI SEKITAR BBPBAP JEPARA DITINJAU DARI ASPEK PRODUKTIVITAS PRIMER SEBAGAI LANDASAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG DAN IKAN THE WATER QUALITY SURROUNDING BRACKISHWATER AQUACULTURE DEVELOPMENT CENTRE (BBPBAP) JEPARA FROM THE ASPECT OF PRIMARY PRODUCTIVITY AS THE BASE FOR THE DEVELOPMENT OF SHRIMP AND FISH CULTURE

    Full text link
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: (a) Mengetahui kualitas perairan untuk mendukung budidaya udang dan ikan, (b) Menganalisa daya dukung parameter kualitas perairan terhadap produktivitas primer, (c) Mengetahui beberapa indikator struktur komunitas plankton di perairan sekitar lokasi kegiatan budidaya. Metodologi yang dipakai adalah survei lapangan, dilanjutkan dengan analisis regresi hubungan antara produktivitas primer perairan pada kedalaman 0,3 m dan 5 m dengan variabel suhu, intensitas cahaya, N, P dan kelimpahan plankton. Sebagai bahan acuan digunakan Kriteria Baku Mutu Air Sumber dan Air Pemeliharaan untuk Kegiatan Budidaya. Variabel fisika perairan (suhu, MPT, intensitas cahaya) masih berada pada kisaran yang dianjurkan, variabel kimia perairan (salinitas, pH, DO, N, P) berada pada kondisi aman. Variabel biologi perairan (khlorofil-a dan kelimpahan fitoplankton) masuk kategori baik sebagai inokulan untuk menumbuhkan plankton di tambak. Berdasarkan hasil pengukuran parameter kualitas air di 3 stasiun menunjukkan dalam kondisi masih mendukung nilai PP (Produktivitas Primer), PP di stasiun I berkisar 56,88 – 60,64 mgC/m3/j, PP di stasiun II antara 50,04 – 61,94 mgC/m3/j dan PP di stasiun III antara 61,90 – 76,26 mgC/m3/j. Produktivitas primer di kedalaman 0,3 m dipengaruhi oleh unsur hara N dan P, sedangkan di kedalaman 5 m dipengaruhi oleh intensitas cahaya, unsur hara N dan P serta kelimpahan plankton. Dari nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi diketahui bahwa satsiun II dan III masuk dalam kategori moderat, sedangkan stasiun I menunjukkan kondisi yang kurang stabil. Komunitas plankton di tiga stasiun menunjukkan bahwa Bacillariophyceae/Diatomae mendominasi pada tiap-tiap stasiun, hal ini sangat baik untuk mendukung pertumbuhan fitoplankton di tambak. Manfaat yang dapat diberikan untuk mengetahui indikator biologi suatu perairan adalah menghitung kelimpahan fitoplankton dan kandungan khlorofil-a. Untuk menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan perairan di sekitar lokasi budidaya dan mengurangi degradasi lingkungan perairan perlu dilakukan reboisasi hutan mangrove di sepanjang pantai. Kata-kata kunci: Produktivitas Primer, Daya Dukung Lingkungan, Kegiatan Budiday

    PENGARUH METODE ROLE PLAYING MELALUI BONEKA TANGAN (HAND PUPPET) TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B TK BABUSSALAM KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Erlina (2020): Pengaruh Metode Role Playing Melalui Boneka Tangan (Hand Puppet) Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Kelompok B TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan metode role playing melalui boneka tangan (hand puppet) sebagai metode pembelajaran yang dapat mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak Kelompok B Taman Kanak-Kanak Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat anak dalam bermain peran, cenderung masih belum memahami perasaan orang lain, belum mampu menerima pendapat orang lain, belum mengenali berbagai macam perasaan sosial emosional dalam bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kauntitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik usia 5-6 tahun kelompok B, objeknya pengaruh metode role playing melalui boneka tangan (hand Puppet) terhadap Perkembangan Sosial Emosional anak Kelompok B TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Anak kelompok B1 usia 5-6tahun. Karena populasi terjangkau maka tidak menggunakan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Dalam tes ini yang peneliti lakukan adalah melakukan pre test dengan melihat tingkah laku anak sehari-hari di sekolah, kemudian melakuakn Post Test dengan menggunakan beberapa indikator pencapaian perkembangan sosial emosional anak, Observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t. Berdasarkan hasil penelitian data analisis diperoleh bahwa ada pengaruh yang signifikan antara metode role playing melalui boneka tangan (hand puppet) Terhadap perkembangan sosial emosional anak Kelompok B TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru . Hal ini dilihat dari dari r hitung > rtabel (1,860 2,896). Adapun persentase pengaruh metode role playing melalui boneka tangan (hand Puppet) terhadap perkembangan sosial emosional anak Kelompok B TK Babussalam Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru adalah sebesar 72,92%(BSB) untuk kelas eksperimen B1 dan persentase kelas kontrol 50,42%(BSH) Kata Kunci: Metode Role Playing, Boneka Tangan (Hand Puppet), dan Perkembangan Sosial Emosiona

    Pengaruh Pemahaman Sap, Pendidikan, dan Pelatihan terhadap Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Kota Pematangsiantar

    No full text
    This research is intended to (a) get a clear view about the effect of understanding SAP, education, and training (b) calculate the effect of understanding SAP, education, and training to the way of making financial statement, (c) give some advices which may assist the City Government in solving its problems especially the discussed problem, that is the way of making financial statement which is affected by understanding SAP, education, and training. In composing this research, the author use associative causal research design. Sampling method used by the author is simple random sampling. Data type used are primary and secondary data, while the data collecting technique is documentary and survey, and the data processing is done with supporting tools for SPSS program. Classic assumption testing used by the author including normality test, multicolinearity test, and heterokedasticity test. While the research model used by the author is multiple regression statistic analysis, and the hypothesis testing are done with simultan significance test, partial significance test, and determinant coefficient. The conclusion of this research are (a) understanding SAP, education, and training can explain the way of making financial statement as far as 9,4 percent, (b) understanding SAP, education, and training simultaneously have no a significant effect to the the way of making financial statement, (c) partially, understanding SAP (X1) and educational background (X2.1) have no a significant and a negative effect to the explain the way of making financial statement. On the other hand, level of education (X2.2)and Training (X3) has a positive effect but has an unsignificant effect to the way of making financial statement.100 HalamanSkripsi Sarjan

    Meningkatkan Nilai-Nilai Agama Anak Melalui Metode Demonstrasi Pada Kelompok B TK Dharma Wanita Labuan Panimba

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah nilai-nilai agama pada anak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Dharma Wanita Labuan Panimba? Penelitian dilaksanakan  di TK Dharma Wanita Labuan Panimba, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, pemberian tugas, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pada anak berlaku sopan pada guru dengan kategoti SB 10%, B 25%, C 30%, dan K 35%, kemudian anak yang rajin belajar kategori SB 5%, B 25%, C 30%, K 40%, dan anak praktek berdoa dengan kategori SB 10%, B 30%, C 20%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan penerapan nilai-nilai agama pada anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam anak yang berlaku sopan pada guru kategori sangat baik dan baik dari 55% menjadi 80% (25%), kemudian anak yang rajin belajar dengan kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 85% (25%), dan praktek berdoa dengan kategori sangat baik dan baik dari 60% menjadi 80% (20%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 23,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai-nilai agama  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci : Nilai-Nilai Agama dan Metode Demonstras

    PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL DARI KULON PROGO UNTUK CAMPURAN LADTON (AC) DAN LATASTON (HRS B)

    Full text link
    Untuk membangun sarana transportasi jalan, kestabilan suatu lapisan perkerasan penting karena berkaitan erat dengan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan. Untuk mendapat performa terbaik dari lapis perkerasan jalan ini tentu di perlukan perencanaan yang tepat. Dengan perencanaan yang tepat maka dapat ditentukan lapisan perkerasan yang tepat. Banyak ragam jenis perkarasan jalan yang di gunakan di Indonesia diantaranya adalah Laston (AC), Lataston (HRS B) keduanya merupakan komponen lapis keras yang terbuat dari campuran antara agregat bergradasi menerus dan agregat bergradasi senjang dengan aspal keras dengan perbandingan tertentu. Berdasarkan uraian diatas maka kami mencoba untuk meneliti perbandingan jenis lapis perkerasan LASTON dan LATASTON HRS (Hot Rolled Shet) dengan menggunakan material dari Kali Progo. Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan material dari Kali Progo sebagai mineral pengisi baik untuk agregat kasar, agregat halus maupun untuk filler, terhadap spesifikasi yang disyaratkan untuk campuran Laston dan Lataston (HRS B) serta mencari nilai-nilai dari stabilitas, flow/kelelahan, VTM, VFWA dan Marshall Quotient (MQ) dari Laston dan Lataston. Metode penelitian telah dilaksanakan dilaboratorium diperoleh hasil pengujian Marshall dan perhitungan – perhitungannya berupa nilai : Density, VITM, VFWA, Stabilitas, Flow, Marshall Quotient. Hasil penelitian menunjukkan nilai flow dari kedua jenis campuran keduanya memenuhi syarat spesifikasi dari Bina Marga. Nilai stabilitas dari kedua campuran hanya Laston yang memenuhi syarat untuk lalulintas padat, dan pada campuran Lataston tidak memenuhi syarat. Nilai Marshall Quotient dari kedua jenis campuran dapat memenuhi syarat untuk lalulintas berat. Dari uji Marshall diperoleh nilai kadar aspal optimum, untuk campuran Laston kadar aspal optimum didapat sebesar 6,17 %, sedangkan pada campuran Lataston didapat kadar aspal optimum sebesar 7,61 %. Hasil penelitian keausan agregat (abrasi) dari Kali Progo di dapat sebesar 34 %, sedangkan persyaratan unutk abrasi maksimum sebasar 40, jadi agregat dari Kali Progo memenuhi syarat untuk bahan penyusun beton aspal

    ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INDIKATOR KOLABORASI TERHADAP PRAKTEK KOLABORASI PERAWAT DOKTER DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

    Full text link
    ABSTRAK Erlina Rumanti Analisis Pengaruh Pengetahuan Perawat tentang Indikator Kolaborasi Terhadap Praktek Kolaborasi Perawat Dokter di Unit Rawat Inap RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang. Halaman : 114, Tabel : 30, Gambar : 9, Lampiran : 8 Praktek kolaborasi terbentuk disaat seseorang berusaha memuaskan kebutuhannya sendiri dan kebutuhan pihak lain secara maksimal. Praktek kolaborasi perawat dokter memerlukan pengetahuan, sikap yang profesional mulai dari cara komunikasi, cara kerjasama dengan pasien maupun dokter sampai kepada ketrampilan perawat dalam membuat keputusan. Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Dr Amino Gondohutomo Semarang belum optimal dalam melaksanakan praktek kolaborasinya dengan dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perawat tentang indikator kolaborasi terhadap praktek kolaborasi perawat dokter di Unit rawat Inap RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, yang bersifat deskriptif analitik. Subyek penelitian adalah 100 perawat yang melaksanakan fungsi pelayanan di unit rawat inap RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, analisis statistik yang digunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik metode enter. Hasil analisis deskriptif, pengetahuan perawat tentang indikator kolaborasi kontrol kekuasaan,lingkup praktek, kepentingan bersama dan tujuan bersama baik. Tahap praktek kolaborasi perawat dokter sebagian besar 68% dalam tahap berunding, praktek kolaborasi perawat dokter sebagian besar 55% kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kontrol kekuasaan, lingkup praktek, kepentingan bersama, tujuan bersama dengan praktek kolaborasi perawat dokter. Analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama antara pengetahuan kepentingan bersama (Exp B: 19,128), tujuan bersama (Exp B: 7,025) terhadap praktek kolaborasi perawat dokter. Saran yang dapat diberikan adalah jenjang karier yang jelas untuk perawat, audit home visit, melibatkan perawat dokter dalam membuat prosedur tetap rawat inap, mengembangkan MPKP dan Family Gathering untuk keluarga pasien Kata kunci: Praktek kolaborasi, Perawat RSJ. Kepustakaan : 38, 1974 - 2009 Master ‘s Degree of Public Health Program Majoring in Hospital Administration Diponegoro University 2009 ABSTRACT Erlina Rumanti The Analysis of Influence’s Nurse Knowledge about Collaborative Indicators towards Practice of Collaboration between Nurse and Doctor at the Inpatient Unit of Regional Mental Hospital of Dr. Amino Gondohutomo in Semarang. 114 pages + 30 tables + 9 figures + 8 enclosures Practice of collaboration was formed while somebody was trying to satisfy both his/her needs and other people’s needs maximally. Practice of collaboration between Nurse and Doctor required knowledge and professional attitudes that consisted of way of communication, way of cooperation with patients and doctors, and Nurse’s ability to make a decision. Nurses at the Inpatient Unit of Regional Mental Hospital of Dr. Amino Gondohutomo in Semarang had not optimally implemented practice of collaboration with doctors. The objective of this research was to find out the influence of Nurse’s knowledge about collaborative indicators towards practice of collaboration with doctors at the Inpatient Unit of Regional Hospital for Mentally Sick People of Dr. Amino Gondohutomo in Semarang. This was an observational research with descriptive-analytic method. Subject of this research was 100 nurses who worked in a functional unit of services at the Inpatient Unit of Regional Mental Hospital of Dr. Amino Gondohutomo in Semarang. Statistical analyses used bivariate analysis (Chi Square Test) and multivariate analysis (Logistic Regression Test with Enter Method). Most of the respondents have a good knowledge about collaborative indicators which consisted of a power control, scope of practice, together importance and goals. In terms of the practice of collaboration between Nurse and Doctor, mostly respondents were included in the step of negotiation (68%) and had a poor practice (55%). The result of bivariate analysis showed that the variable of knowledge of a power control, scope of practice, together importance, and goals had a significant relationship with the practice of collaboration between Nurse and Doctor. Based on multivariate analysis, the variable of knowledge of a power control (Exp B = 19.128) and together goals (Exp B = 7.025) influenced the practice of collaboration between Nurse and Doctor. The suggestion is the hospital management should be have the certain Nurse’s career, evaluate the home visite programme, take nurse- doctor to make a procedures of their inpatient unit, improve MPKP and Family Gathering for patient’s family. Key Words: Practice of Collaboration, Nurses of Regional Mental Hospital. Bibliography: 38 (1974 – 2009

    Meningkatkan Kemampuan Kognitif Mengurutkan Bilangan 1-10 Melalui Media Pohon Hitung Anak Kelompok B Di TK Baptis Setia Bakti Kota Kediri

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti bahwa kemampuan kognitif khususnya kemampuan berhitung dalam membilang lambang bilangan dan mengurutkan bilangan 1-10 kurang diminati anak karena faktor media yang kurang mendukung, selain itu guru belum menerapkan pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak mudah bosan. Media merupakan sarana untuk membangkitkan motivasi belajar sehingga sangat diperlukan untuk pengembangan kemampuan berhitung secara optimal. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dirumuskan permasalahan yang diteliti yaitu: Apakah penggunaan media pohon hitung dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak terutama dalam membilang dan mengurutkan lambang bilangan 1-10. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan sampel anak didik kelompok B TK Baptis Setia Bakti Kota Kediri sejumlah 20 anak. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, menggunakan penilaian, lembar observasi siswa dan lembar observasi guru. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: Melalui pembelajaran menggunakan media pohon hitung terbukti berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan kognitif membilang dan mengurutkan lambang bilangan 1-10 anak kelompok B. Implikasi praktis hasil penelitian ini adalah tujuan pendidikan pada satuan pendidikan PAUD lebih diutamakan pada peningkatan kemampuan dasar. Untuk membentuk kemampuan dasar yang kuat diperlukan beberapa hal diantaranya adalah penggunaan Alat Peraga Edukatif yang menarik minat anak. Media pohon hitung terbukti dapat memenuhi tujuan tersebut, untuk itu dinarapkan guru PAUD dapat menggunakannya dalam pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan kemampuan dasar.</jats:p

    BAP Fisika Medis B

    No full text

    IKM 1 B

    No full text

    Pengembangan Media Video Soal Berantai SPLDV untuk Siswa Kelas VIII B SMP Kristen Satya Wacana Salatiga

    Full text link
    Matematika erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran matematika hendaknya menyajikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekitar siswa. Penyajian permasalahan sebaiknya dikemas dan dikembangkan dengan baik agar pembelajaran lebih bermakna dan tidak menimbulkan kebosanan. Penelitian ini bertujuan menciptakan media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi SPLDV. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa video yang diberi nama video soal berantai SPLDV. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Develop, Implementation dan Evaluation. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi media, lembar kepraktisan, pretest, posttest, dan lembar pendapat siswa. Media ini diujicobakan kepada 21 orang siswa kelas VIII B SMP Kristen Satya Wacana Salatiga. Hasil analisis uji kevalidan baik aspek materi maupun media, keduanya masuk kategori SB, begitu juga dengan analisis hasil uji kepraktisan yang masuk dalam kategori SB. Adapun hasil uji keefektivan penggunaan media Paired Sample T-Test menghasilkan nilai mendekati 0, yang kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media video soal berantai SPLDV merupakan media yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi SPLDV
    corecore