53 research outputs found

    Penafsiran Ayat-Ayat Mukjizat Ulul Azmi: studi komparatif tafsir the holy qur'an dan tafsir al-mishbah)

    No full text
    Sejarah penafsiran ayat-ayat al-Qur’an sejak periode awal hingga saat ini telah mengalami perkembangan, sehingga menghasilkan penafsiran yang berbeda-beda walaupun menggunakan metode yang sama. Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah mufasir yang sama-sama menggunakan metode bi al-ra’y (logika), namun dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi memiliki kecenderungan penafsiran yang berbeda. Dari latar belakang masalah di atas, diformulasikan rumusan masalah yaitu, (1). Bagaimana penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. (2). Apa yang melatarbelakangi Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat para nabi ulul ‘azmi. (3). Bagaimana komparasi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbasis riset kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tafsir The Holy Qur’an Maulana Muhammad Ali dan Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab. Dalam analisis data, peneliti menggunakan teknik penulisan memo analitik (analytic memo writing), sebagai tipe khusus catatan analitis yang memanajemen diskusi, pemikiran, refleksi, komentar, dan ide dari peneliti dalam proses klasifikasi, koding dan pentemaan. Studi melakukan integrasi, analisis, dan sintesis selektif dengan memperhatikan teks, konteks dan wacana (discourse). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah terdapat perbedaan penafsiran. Maulana Muhammad Ali cenderung menafsirkan dengan “teologis liberalis”. sedangkan M. Quraish Shihab cenderung menafsirkan secara “teologis dogmatis.” Kedua, faktor yang dominan melatarbelakangi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah faktor sosial lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari sumber yang digunakan oleh kedua mufasir banyak kesamaan, namun menghasilkan penafsiran yang berbeda. Ketiga, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi antara Maulana Muhammad Ali dan M. Qurais Shihab menemukan beberapa perbedaan dan persamaan. Persamaan yang mendasar adalah kedua mufasir ketika menafsirkan ayat-ayat mukjizat memberikan bukti-bukti ilmiah atas kebenaran al-Qur’an. Perbedaan mendasar adalah Maulana Muhammad Ali inkonsisten dalam memaknai mukjizat, dengan menolak mukjizat para nabi sebelum Muhammad saw, namun menerima mukjizat Muhammad saw berupa al-Qur’an. Berbeda dengan M. Quraish Shihab yang tetap konsisten dalam memaknai mukjizat para nabi dan nabi Muhammad saw

    Bentuk pengendalian emosi dalam Al-Qur'an Studi tematik analisis kisah para nabi ulul azmi

    No full text
    Pengendalian emosi yang baik, tidak hanya mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat, akan tetapi bagaimana bersikap dan memahami perasaan dari diri sendiri atau orang lain. Terkait dengan pengendalian emosi tidak semuanya positif, tetapi ada juga yang sifatnya negatif. Kemudian bagaimana dengan para nabi, apakah mereka yang dianugerahkan ‘ismah langsung dari Allah Swt. akan terbebas dari kesalahan atau justru kesalahannya akan mengurangi kemaksumannya sebagai utusan Allah Swt. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat yang mengenai emosi dan bentuk pengendalian emosi dari kisah nabi ulul azmi dalam Al-Qur’an. Adapun data primer yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas bentuk pengendalian emosi. Sedangkan data sekundernya menggunakan kitab-kitab tafsir dari Tafsir Al-Qurthubi, Al-Misbah, Al-Azhar, Al-Munir, Fi Zilalil Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analisis yang fokus kajiannya terletak pada para nabi ulul azmi. Dengan pendekatan psikologi yang dibantu dengan buku dari M. Darwis Hude yang berjudul Emosi Penjelajahan Religio-Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam Al-Qur’an dan jurnal yang berkaitan dengan tema pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari penafsiran Al-Qur’an mengenai bentuk pengendalian emosi dari kisah para nabi ulul azmi memiliki keragaman emosi serta bentuk pengendalian emosinya. Nabi Nuh a.s. pada ayat QS. Nuh [71]: 21 marah dan di ayat QS. Hud [11]: 45 sedang sedih. Kemudian Nabi Ibrahim a.s. juga menunjukan marahnya pada ayat QS. Al-Anbiya’ [21]: 57-58 dan di ayat QS. As-Saffat [37]: 103 kepasrahan atas perintah-Nya. Nabi Musa a.s. pada QS. Al-A’raf [7]: 150 yang marah dan dalam QS. Al-Qashash [28]: 18 ketakutan. Nabi Isa a.s. QS. Al-Ma’idah [5]: 118 yang memasrahkan semua urusannya kepada Allah. Nabi Muhammad saw. pada ayat QS. Ali ‘Imran [3]: 128 yang hendak marah dan dalam QS. ‘Abasa [80]: 1 memunculkan muka tidak sukanya. Ditemukan dari kisah nabi ulul azmi ini bentuk emosi, diantaranya marah, sedih, sabar dan takut. Kemudian dari para nabi yang mengeluarkan emosinya dalam bentuk yang berbeda-beda dapat dikategorikan dengan model atau bentuk pengendalian emosi menurut buku dari M. Darwis Hude yang membahas religio-psikologis tentang emosi manusia, yang diantaranya; pertama, displacement atau pengalihan yang bentuknya meliputi katarsis, rasionalisasi dan dzikrullah. Kedua, cognitive adjustment meliputi husudzon, empati dan altruisme. Ketiga, coping yang dalam wujudnya ada sabar-syukur, pemberian maaf dan adaptasi-adjustment

    Implementasi Strategi Pembiasaan Murojaah dalam Mengajar Hafalan Doa-doa pada Anak di TPQ Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi

    No full text
    ABSTRAK Azizah, Nova Lutfifatul. 2023, Implementasi Strategi pembiasaan Murojaah Dalam Mengajar Hafalan Doa-Doa Pada Anak Di TPQ Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing, Safiruddin Al Baqi, M. A. Kata Kunci: Strategi pembiasaan1, Hafalan Doa-Doa2, TPQ.3 Taman Pendidikan Al-Quran atau sering disebut TPQ merupakan pendidikan non formal yang memiliki konstribusi dalam membina, mendidik, dan membimbing anak dalam menanamkan pendidikan Islam, seperti pengajaran membaca Al-Quran sejak dini, ibadah, tajwid, dan lain sebagainya. Namun, dalam proses pembelajaran banyak terjadi fenomena yang muncul ditengah-tengah pembelajaran yang menjadi perhatian khusus. Salah satunya yaitu kurangnya kemampuan anak dalam menghafal doa-doa. Dalam mengatasi fenomena tersebut, Pengajar memerlukan suatu metode belajar mengajar yang praktis dan efisien. Sehingga para Ustadzah di TPA Ulul Azmi menerapkan strategi pembiasaan murojaah untuk mengembangkan hafalan doa-doa pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi strategi pembiasaan murojaah hafalan doa-doa pada anak di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, (2) Perkembangan hafalan doa-doa pada anak dengan menggunakan strategi pembiasaan murojaah di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, (3) faktor pendukung dan penghambat strategi pembiasaan murojaah hafalan doa-doa pada anak di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi. Untuk menjawab pertanyaan di atas peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan menggunakan data primer melalui wawancara dan observasi dari Ustadzah, santri, dan wali santri dan data sekunder melalui data pendukung meliputi dokumen, foto, dan lain sebagainya. Untuk analisis data menggunakan Miles, dan Huberman dengan tahapan kondensasi, display data, dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) Penerapan metode murojaah dalam menghafal doa-doa dilakukan setiap hari ketika santri hendak memulai pembelajaran dan dilakukan setiap hari oleh anak berusia 3-14 tahun. (2) Untuk mengetahui perkembangan dari diterapkanya metode murojaah dalam menghafal doa-doa, TPQ dapat menyediakan buku prestasi santri atau buku target hafalan. Perkembangan santri dalam menghafal doa-doa dapat dilihat melalui hasil dari merode pembiasaan murojaah itu sendiri yaitu anak dapat meningkatkan hafalan doa anak, dapat menerapkan doa dikehidupan sehari-hari, bahkan dapat membentuk akhlak yang baik bagi anak. (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan strategi pembiasaan murojaah di TPQ terdapat adanya faktor dari dalam dan luar anak. Faktor dari dalam merupakan faktor yang mempengaruhi anak dari dalam anak itu sendiri. Begitupun sebaliknya, faktor dari luar anak adalah faktor yang mempengaruhi anak dari luar seperti lingkungan, fasilitas, dan lain sebagainya

    Efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul 'Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada anak : Penelitian pra-eksperimen pada siswa kelas 5 MI Muslimin Citapen

    No full text
    Penggunaan gadget oleh siswa kelas 5 MI Muslimin Citapen cukup intensif dan masif. Fenomena ini cukup menimbulkan krisis nilai dalam aspek sosial emosinya, seperti kurang fokus, pilih-pilih dalam berteman, individualis dan rasa tidak mau kalah dari temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada siswa kelas 5 di MI Muslimin Citapen. Nilai sabar memiliki peran penting dalam pengendalian emosi. Salah satu cara penanaman pemahaman nilai sabar adalah dengan bimbingan melalui metode kisah, yang mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi, Rasul, dan para Auliya Allah. Kisah Rasul Ulul ‘Azmi memberikan contoh yang inspiratif bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan dengan ketabahan dan kesabaran yang tinggi. Pendekatan pra-eksperimen dengan desain one group pretest posttest digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil satu kelas sebagai sampel. Sebanyak 26 siswa diambil sebagai sampel penelitian. Sebelum treatment, semua partisipan diuji pemahaman nilai-nilai sabar siswa melalui pretest. Setelah itu, selama lima hari, siswa menerima bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi yang mencakup aspek-aspek nilai sabar. Setelah treatment selesai, dilakukan posttest untuk mengukur perkembangan siswa dalam pemahaman nilai sabar. Data dianalisis menggunakan analisis paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman nilai sabar keterampilan setelah mengikuti treatment. Rata-rata nilai posttest (M = 80,15) secara signifikan lebih tinggi daripada nilai pretest (M = 56,15), dan nilai sig = 0.000 (0.000 ≤ 0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, terdapat perbedaan. Kemudian diuji N-Gain dan didapat rata-rata (M=0,56) atau 56%. Dalam pembagian skor N-Gain, rata-rata tersebut efektif dengan kategori sedang. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi dan menunjukkan bahwa desain penelitian one-group pretest-posttest dapat menjadi metode yang efektif untuk mengevaluasi efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada anak. Suci Amelia, The Effectiveness of Guidance Using the Stories of the Prophets Ulul 'Azmi on the Understanding of Patience Values in Children (A Pre-Experimental Study on 5th Grade Students of MI Muslimin Citapen) The use of gadgets by 5th-grade students at MI Muslimin Citapen is quite intensive and widespread. This phenomenon has led to a crisis in social-emotional values, such as lack of focus, selective friendships, individualism, and a competitive attitude among peers. This study aims to evaluate the effectiveness of guidance using the stories of the Prophets Ulul 'Azmi on understanding the values of patience among 5th-grade students at MI Muslimin Citapen. Patience plays a crucial role in emotional regulation. One way to instill an understanding of patience values is through guidance using storytelling methods, drawing lessons from the lives of Prophets, Messengers, and the saints of Allah. The stories of the Prophets Ulul 'Azmi provide inspirational examples for children to face life with resilience and high patience. This study employs a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design, using one class as the sample. A total of 26 students were selected as research participants. Before the intervention, all participants' understanding of patience values was assessed through a pretest. Then, for five days, the students received guidance through the storytelling method of the Prophets Ulul 'Azmi, covering various aspects of patience values. After the intervention, a posttest was conducted to measure the students' development in understanding patience. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant increase in the understanding of patience values after the intervention. The average posttest score (M = 80.15) was significantly higher than the pretest score (M = 56.15), with a significance value of sig = 0.000 (0.000 ≤ 0.05), thus rejecting Ho and accepting Ha, indicating a difference. Additionally, the N-Gain test showed an average (M = 0.56) or 56%. Based on the N-Gain score categorization, this average was effective, falling into the moderate category. The results of this study provide empirical evidence of the effectiveness of guidance through the storytelling method of the Prophets Ulul 'Azmi and demonstrate that the one-group pretest-posttest design can be an effective method for evaluating the effectiveness of guidance using the stories of the Prophets Ulul 'Azmi on children's understanding of patience values

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBIASAAN MUROJAAH DALAM MENGAJAR HAFALAN DOA-DOA PADA ANAK DI TPQ ULUL AZMI SIMO KWADUNGAN NGAWI

    No full text
    ABSTRAK Azizah, Nova Lutfifatul. 2023, Implementasi Strategi pembiasaan Murojaah Dalam Mengajar Hafalan Doa-Doa Pada Anak Di TPQ Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing, Safiruddin Al Baqi, M. A. Kata Kunci: Strategi pembiasaan1, Hafalan Doa-Doa2, TPQ.3 Taman Pendidikan Al-Quran atau sering disebut TPQ merupakan pendidikan non formal yang memiliki konstribusi dalam membina, mendidik, dan membimbing anak dalam menanamkan pendidikan Islam, seperti pengajaran membaca Al-Quran sejak dini, ibadah, tajwid, dan lain sebagainya. Namun, dalam proses pembelajaran banyak terjadi fenomena yang muncul ditengah-tengah pembelajaran yang menjadi perhatian khusus. Salah satunya yaitu kurangnya kemampuan anak dalam menghafal doa-doa. Dalam mengatasi fenomena tersebut, Pengajar memerlukan suatu metode belajar mengajar yang praktis dan efisien. Sehingga para Ustadzah di TPA Ulul Azmi menerapkan strategi pembiasaan murojaah untuk mengembangkan hafalan doa-doa pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi strategi pembiasaan murojaah hafalan doa-doa pada anak di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, (2) Perkembangan hafalan doa-doa pada anak dengan menggunakan strategi pembiasaan murojaah di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi, (3) faktor pendukung dan penghambat strategi pembiasaan murojaah hafalan doa-doa pada anak di TPA Ulul Azmi Simo Kwadungan Ngawi. Untuk menjawab pertanyaan di atas peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan menggunakan data primer melalui wawancara dan observasi dari Ustadzah, santri, dan wali santri dan data sekunder melalui data pendukung meliputi dokumen, foto, dan lain sebagainya. Untuk analisis data menggunakan Miles, dan Huberman dengan tahapan kondensasi, display data, dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) Penerapan metode murojaah dalam menghafal doa-doa dilakukan setiap hari ketika santri hendak memulai pembelajaran dan dilakukan setiap hari oleh anak berusia 3-14 tahun. (2) Untuk mengetahui perkembangan dari diterapkanya metode murojaah dalam menghafal doa-doa, TPQ dapat menyediakan buku prestasi santri atau buku target hafalan. Perkembangan santri dalam menghafal doa-doa dapat dilihat melalui hasil dari merode pembiasaan murojaah itu sendiri yaitu anak dapat meningkatkan hafalan doa anak, dapat menerapkan doa dikehidupan sehari-hari, bahkan dapat membentuk akhlak yang baik bagi anak. (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan strategi pembiasaan murojaah di TPQ terdapat adanya faktor dari dalam dan luar anak. Faktor dari dalam merupakan faktor yang mempengaruhi anak dari dalam anak itu sendiri. Begitupun sebaliknya, faktor dari luar anak adalah faktor yang mempengaruhi anak dari luar seperti lingkungan, fasilitas, dan lain sebagainya

    Pengaruh Jenis Basis Krim Terhadap Aktivitas Anti Bakteri Asam Salisilat

    No full text
    Nur Iza Ulul Azmi. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, 24 agustus 2022. Pengaruh Jenis Basis Krim Terhadap Aktvitas Antibakteri Asam Salisilat. Pembimbing 1: Yudi Purnomo. Pembimbing 2: Anita Puspa Widiyana Pendahuluan: Basis krim dalam sediaan topikal berperan penting terhadap aktivitas senyawa obat. Basis tipe M/A dan A/M merupakan pilihan dalam formulasi sediaan krim. Asam salisilat merupakan senyawa antibakteri yang dapat diformulasi menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh basis krim tipe M/A dan A/M terhadap pelepasan senyawa aktif asam salisilat dan sifat fisik kimia sediaan. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan melakukan formulasi sediaan krim asam salisilat dalam basis M/A dan A/M. Kemudian dilakukan uji sifat fisika (homogenitas, daya sebar) dan kimia, (pH) serta aktivitas antibakteri. Data dinyatakan dalam rerata ± SD dan diuji statistik dengan uji t dan mann-whitney. Hasil: Homogenitas sediaan krim asam salisilat dalam tipe M/A dan A/M menunjukkan hasil homogen. Daya sebar sediaan krim asam salisilat dalam basis M/A tanpa beban (4,10±0,28), beban 50 g (4,80±0,14), dan beban 100 g (5,20±0,20) lebih kecil dibandingkan krim dalam basis A/M tanpa beban (5,30±0,28), beban 50 g (5,80±0,28), dan beban 100 g (5,80±0,28). Derajat keasaman (pH) sediaan asam salisilat dalam basis krim tipe A/M (3,82±0,005) lebih rendah (p0,05). Kesimpulan : Jenis basis krim asam salisilat tipe M/A dan A/M berpengaruh terhadap sifat fisika daya sebar, dan sifat kimia pH sediaan krim asam salisilat namun tidak mempengaruhi sifat homogenitas dan antibakteri. Kata kunci: Basis M/A; basis A/M; sifat biologi; sifat fisika; sifat kimia

    PENGARUH KERUSAKAN SAND FILTER PADA REVERSE OSMOSIS TERHADAP PRODUKSI AIR TAWAR DI MV. TELFORD 25

    No full text
    ABSTRAKSI Muhammad Ulul Azmi, 551811216651 T, 2022, “Pengaruh kerusakan sand filter pada reverse osmosis terhadap produksi air tawar di MV. Telford 25”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka S. T., M.T, Pembimbing II: Capt. Eko Murdiyanto, Sp 1, M. Pd., M.Mar. Reverse Osmosis plant adalah suatu permesinan bantu yang dioperasikan untuk mengubah air laut menjadi air tawar dengan menggunakan prinsip tekanan. Tujuan dari perawatan Reverse Osmosis adalah untuk. 1) Untuk mengetahui sebab mengapa terjadi penurunan produksi air tawar, 2) Untuk mengetahui upaya apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi penurunan produksi air tawar pada Reverse Osmosis. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik SHEL dan USG sebagai metode untuk menentukan penyebab dan upaya untuk menanggulanginya. Penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis disebabkan oleh rusaknya filter pasir yang disebabkan oleh tertahanya pipa outlet filter karena banyaknya endapan yang ada di filter pasir dikarenakan air laut yang kotor dan kurangnya perawatan pada filter pasir. Dari hasil penelitian ini disimpulkan outlet filter pasir (prioritas 1), Komunikasi yang buruk (prioritas 2), Air laut kotor (prioritas 3), Kurang berjalannya planned maintenance sistem (PMS) diatas kapal khusnya pada reverse osmosis (prioritas 4). Saran untuk menunjang kelancaran operasional kapal adalah Meningkatkan kesadaran para crew akan pentingnya melaksanakan pembersihan dan perawatan komponen Reverse Osmosis secara berkala. Dan Sebaiknya perusahaan segera melengkapi dan mencarikan manual book yang sesuai dengan permesinan yang ada di kapal agar seluruh crew tidak mengalami kesulitan dalam melaksankan perawatan permesinan

    PENGARUH RISIKO PEMBIAYAAN DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT. BANK MUAMALAT INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK Ulul Azmi, 2023. “Pengaruh Risiko Pembiayaan dan Risiko Likuiditas Terhadap Profitabilitas pada PT. Bank Muamalat Indonesia”. Skripsi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. H. M. Rasbi, S.E., M.M. Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Risiko Pembiayaan (NPF) dan Risiko Likuiditas (FDR) Terhadap Profitabilitas (ROA) pada PT. Bank Muamalat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan juga besarnya NPF dan FDR terhadap ROA Bank Muamalat Indonesia periode 2015- 2022. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh melalui website resmi Otoritas Jasa Keuangan dan website resmi Bank Muamalat Indonesia. Adapun teknik analisis data dengan menggunakan uji asumsi klasik berupa uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Selanjutnya dilakukan uji analisis regresi berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini, menyimpulkan bahwa: dari hasil uji t variabel risiko pembiayaan diperoleh nilai thitung (-3,030) < ttabel (- 2,04523) dan nilai signifikansi (0,005) < (0,05), artinya NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Indonesia. Sehingga apabila risiko pembiayaan mengalami peningkatan, maka profitabilitas Bank Muamalat Indonesia pun akan menurun. Hasil uji t variabel risiko likuiditas diperoleh nilai thitung (4,930) > ttabel (2,04523) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05), artinya FDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Indonesia. Sehingga apabila risiko likuiditas mengalami peningkatan, maka profitabilitas Bank Muamalat Indonesia pun juga akan meningkat. Hasil uji F risiko pembiayaan dan risiko likuiditas secara simultan diperoleh nilai Fhitung (12,160) > Ftabel (3,33) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05), artinya secara simultan rasio NPF dan FDR memiliki pengaruh dan signifikan terhadap ROA Bank Muamalat Indonesia. Dari hasil uji koefisien determinasi variabel independen mampu memengaruhi variabel dependen sebesar 0,419 atau 41,9% dan sisanya 58,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci : Likuiditas, Pembiayaan, Profitabilitas, dan Risik

    PENGARUH PENERAPAN TEORI VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOMETRI SISWA KELAS X SMAN 1 TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Azmi, Ulul (2814133191). 2017. Pengaruh Penerapan Teori Van Hiele Terhadap Hasil Belajar Geometri Siswa Kelas X SMAN 1 Tulungagung. Skripsi jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Pembimbing: Dr. Muniri, M. Pd. Kata kunci: Teori Van Hiele, Geometri, Hasil Belajar. Geometri merupakan pembelajaran matematika yang mempelajari penyajian abstraksi dan pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola pengukuran dan pemetaan, dengan mempelajari geometri disekolah diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan pikir logis siswa sehingga dapat digunakan untuk bekal dalam memecahkan masalah matematika dalam kehidupan nyata. Geometri telah dipelajari siswa ketika masuk ke sekolah dasar. Geometri secara tidak langsung diajarkan dengan pengenalan titik, garis, bidang dan ruang. Meski demikian, dewasa ini Geometri masih dianggap materi yang sulit dipahami siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar Geometri di sekolah menengah, masih rendah dan perlu perbaikan, hal ini dapat disebabkan oleh kemampuan berpikir abstrak siswa yang masih rendah, keadaan yang ada cenderung diperparah dengan guru yang tidak memahami tingkat kemampuan pikir siswa. Untuk itu diperlukan sebuah metode ataupun teori pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa sehingga penyampaian materi dapat diterima dan dipahami siswa dengan baik. Salah satu teori pembelajaran geometri yang sesuai dengan kemampuan berpikir siswa adalah teori van hiele.Berkenaan dengan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan teori van hiele terhadap hasil belajar geometri siswa kelas X SMAN 1 Tulungagung (2) untuk mengetahui berapa besar pengaruh penerapan teori van hiele terhadap hasil belajar geometri siswa kelas X SMAN 1 Tulungagung. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-5 dan kelas X-6. sumber data dalam penelitian ini adalah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian, antara lain nilai UTS siswa kelas X-5 dan kelas X-6, dokumen-dokumen berupa catatan, gambar, dan hasil observasi. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada pengaruh penerapan teori van hiele terhadap hasil belajar geometri siswa kelas X SMAN 1 Tulungagung, (2) besarnya pengaruh penerapan teori van hiele terhadap hasil belajar geometri siswa kelas X SMAN 1 Tulungagung sebesar 10.4407% tergolong rendah

    ULUL ALBAB DALAM TAFSIR FI ZHILAL AL-QUR’AN KITAB TAFSIR SAYYID QUTHB

    No full text
    One of the great Sayyid Qutb’s works is Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an which has adabi patterns or literature and preaching. One verse that becomes the author concentration of his tafsir is the ulul albab verses meaning “the owner of the doors” or who has brain or mind that concentrate to Allah. "Of 16 verses containing Ulul albab only seven verses are reviewed in this article. Of course his study on Ulul Albab is not exhaustive him but from other meanings existed in his tafsir is envisaged that people who use their brains in the way of Allah and read the signs of Allah both kauniyah and qauliyah are those the ulul albab. Instead though use the reason but do not has purpose and lead to Allah it is not called the ulul albab as hinted at the end of the Surah Ali-Imran verse 191. Keywords: Ulul albab, interpretation of the Kora
    corecore