105 research outputs found
The Impact of Open Access on Collection Management
Open access (OA) is a relatively new concept in the long history of published scholarly communication. Although there were already some open access journals in 2002, many point to the Budapest Open Access Initiative (BOAI) held in that year as the beginning point of the “open access movement.” The BOAI called for freely available literature which permits “users to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of these articles, crawl them for indexing, pass them as data to software, or use them for any other lawful purpose, without financial, legal, or technical barriers other than those inseparable from gaining access to the internet itself.” 1 Since the BOAI, the open access movement has continued to grow and change, and in 2013 David Lewis predicted that over the next ten years, OA would “become the dominant mode for scholarly journal publishing” and recommended that academic libraries “continue to support open access initiatives: institutional deposit mandates; support for open access journals; or funding of open access author fees.” 2 Collection management was also expanding in the 2000s with the addition of access management: the need to facilitate effective and efficient access to electronic materials while still managing physical collections. 3 In 2011 Emilie Delquie asked if the philosophy of collection management was evolving from just collecting information to “‘hooking’ users up with information?” 4 This article examines if and how the integration of OA materials has changed collection and/or access management activities within academic libraries.PublishedYe
Nilai Ayat ke-7 Surat Al-Fatihah dalam Mengembangan Karakter Pembelajar: Studi Living Qur’an pengaplikasian Surat Al-Fatihah di PP Al-Barokah Malang
ABSTRAK
Surat Al-Fatihah merupakan surat urutan pertama dalam urutan mushafi. Surat Al-Fatihah disebut juga ummul qur’an atau induk Al-Qur’an. Surat Al-Fatihah memiliki kandungan dan keutamaan yang luar biasa salah satunya yakni kandungannya meliputi persoalan pokok dalam Al-Qur’an. Banyak cara dalam mengaplikasikan surat Al-Fatihah diantaranya dengan membacanya, memahami maknanya dan mempraktikkan isi kandungannya. Pada ayat ke-7 surat Al-Fatihah terdapat kandungan tentang nilai karakter pembelajar yakni belajar dari pengalaman pribadi, baik itu kesuksesan maupun kegagalan dan belajar dari pengalaman hidup orang yang sukses dan orang gagal, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi . Pengaplikasian interaksi dengan Al-Qur’an yang beragam sesuai dengan pamahaman individu terhadap Al-Qur’an. Begitu pula pemahaman individu akan suatu hal dapat mempengaruhi perilaku dan karakter. PP Al-Barokah Malang memiliki kebiasaan membaca surat Al-Fatihah setiap sebelum kegiatan. Pengaplikasian surat Al-Fatihah yang erat dengan kehidupan santri membuat santri memiliki makna dan pemahaman tersendiri terhadap surat Al-Fatihah. Pada kajian ini penulis membahas tentang bagaimana pemahaman santri tentang praktik pengaplikasian surat Al-Fatihah dalam keseharian juga nilai yang terkandung pada ayat ke-7 surat Al-Fatihah dan bagaimana pengaplikasian surat Al-Fatihah dalam keseharian juga relevansinya dalam mengembangkan karakter pembelajar. Penulis menggunakan teori living qur’an dan teori konstruksi sosial dalam membahasnya.
Kajian ini merupakan penelitian empiris yang menggunakan wawancara dan observasi dengan metode kualitatif. Penulis mengambil data dari keterangan pengasuh pondok dan santri PP Al-Barokah Malang.
Hasil dari kajian ini yakni setiap santri memiliki kebiasaan tersendiri dalam mengaplikasikan surat Al-Fatihah diluar kegiatan wajib. Surat Al-Fatihah memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual santri. Santri memiki makna tersendiri tentang surat Al-Fatihah sesuai dengan yang dipahami. Santri memaknai surat Al-Fatihah ayat ke-7 tentang tuntunan pada jalan yang lurus atau jalan yang diridhoi Allah SWT.
ABSTRACT
Surah Al-Fatihah is the first surah in the order of the Mushafis. Surah Al-Fatihah is also called the ummul qur'an or the mother of the Qur'an. Surah Al-Fatihah has extraordinary content and virtues, one of which is its content covering the main issues in the Qur'an. There are many ways to apply Surah Al-Fatihah including reading it, understanding its meaning and practicing its contents. In the 7th verse of Surah Al-Fatihah there is content about the value of the learner's character, namely learning from personal experience, be it success or failure and learning from the life experiences of successful people and unsuccessful people, both in worldly and hereafter affairs. The application of interaction with the Qur'an varies according to the individual's understanding of the Qur'an. Likewise, an individual's understanding of something can affect behavior and character. Al-Barokah Malang has a habit of reading the letter Al-Fatihah before every activity. The application of the Al-Fatihah letter which is closely related to the life of the santri makes the santri have its own meaning and understanding of the Al-Fatihah letter. In this study, the author discusses how the students' understanding of the practice of applying the letter Al-Fatihah in daily life as well as the values contained in the 7th verse of the letter Al-Fatihah and how the application of the letter Al-Fatihah in daily life is also its relevance in developing the character of the learner. The author uses the living qur'an theory and social construction theory in discussing it.
This study is an empirical research that uses interviews and observations with qualitative methods. The author takes data from the information of the caretakers of the Pondok Pesantren and students of Al-Barokah Malang.
The result of this study is that each student has his own habit of applying the letter of Al-Fatihah outside of mandatory activities. Surah Al-Fatihah has an important role in the spiritual life of students. Santri have their own meaning about the letter Al-Fatihah in accordance with what is understood. Santri interpret Surah Al-Fatihah verse 7 about guidance on a straight path or a path that is blessed by Allah SWT.
مستخلص البحث
سورة الفاتحة هي أول سورة في ترتيب المصحف. سورة الفاتحة تسمى أيضا أم القرآن. ولها محتوى وفضائل غير عادية ، من بينها أن محتواها يعطي القضايا الرئيسية في القرآن. هناك طرق عديدة لتطبيق سورة الفاتحة من قراءتها وفهم معانيها وممارسة محتوياتها. في الآية السابعة من سورة الفاتحة مضمون حول قيمة شخصية المتعلم ، أي التعلم من التجربة الشخصية ، سواء كان ذلك نجاحًا أو فشلًا ، والتعلم من التجارب الحياتية للأشخاص الناجحين والفاشلين في أمور الدنيا والآخرة. يختلف تطبيق التفاعل مع القرآن باختلاف فهم الفرد للقرآن. ويمكن أن يؤثر فهم الفرد لشيء ما على السلوك والشخصية.
اعتاد قراءة سورة الفاتحة قبل كل نشاط فى معهد البركة بمالنج. وتطبيق سورة الفاتحة المرتبط ارتباطًا وثيقًا بحياة الطلاب يجعل له معنى وفهمًا لقرائتها. يناقش المؤلف في هذه الدراسة على كيفية فهم الطلاب لممارسة تطبيق سورة الفاتحة في الحياة اليومية وكذلك القيم الواردة في الآية السابعة منها وكيفية تطبيقها. كما أن الفاتحة في الحياة اليومية لها أهميتها في تنمية شخصية المتعلم.
استخدم المؤلف نظرية القرآن الحي ونظرية البناء الاجتماعي في مناقشته. هذه الدراسة هي بحث تجريبي يستخدم المقابلات والملاحظات بأساليب نوعية.
يأخذ المؤلف البيانات من معلومات القائمين على رئيس المعهد وطلاب معهد البركة بمالنج وكانت نتيجتها على هذه الدراسة أن لكل طالب عادته الخاصة في تطبيق سورة الفاتحة خارج الأنشطة الواجبة. لسورة الفاتحة دور مهم في الحياة الروحية للطلاب. والطلاب لها معانيها الخاصة في سورة الفاتحة وفقا للمفهوم. والطلاب يفسرها الآية السابعة عن الهداية على الصراط المستقيم أو الطريق الذي باركه الله سبحانه وتعال
Pembelajaran tematik dengan menggunakan media monopoli di kelas iv MIS Mutiara Insan Palangka Raya
Pembelajaran tematik menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam pembelajaran tematik, guru harus memilih secara jeli media yang akan digunakan, dalam hal ini media tersebut harus memiliki kegunaan yang dapat dimanfaatkan oleh bidang studi yang terkait dan tentu saja terpadu. Di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasn Minimal (KKM). Hal ini dikarenakan kurangnya penggunaan media yang merangsang minat siswa dalam pembelajaran tematik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiriptif yang dilakukan di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya? (2) Bagaimana penerapan media monopoli di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya? (3) Bagaimana aktivitas guru saat menerapkan media monopoli pada pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya? (4) Bagaimana aktivitas siswa saat menerapkan media monopoli pada pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui perencanaan pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya (2) untuk mengetahui penerapan media monopoli di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya (3) untuk mengetahui aktivitas guru saat menerapkan media monopoli di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya dan (4) untuk mengetahui aktivitas siswa saat menerapkan media monopoli di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya tergolong dalam kategori sangat baik (2) Penerapan media monopoli pada pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangkaraya sudah diterapkan dengan baik dan sesuai dengan langkah-langkah penggunannya. (3) Aktivitas guru saat menerapkan media monopoli pada pembelajaran tematik di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya sudah dilakukan dengan baik dan tergolong dalam kategori sangat baik (4) Aktivitas siswa saat menerapkan media monopoli di kelas IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya sudah dilakukan dengan baik dan tergolong dalam kategori sangat baik.
ABSTRACT
Thematic learning emphasizes the activity of students in learning both physically, mentally, intellectually, and emotionally in order to achieve optimal learning outcomes. In thematic learning, teachers must choose the media to be used, in which case the media must have a use that can be utilized by related field of study and of course integrated. In class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya Many students who obtained the value under the minimum submission criteria (KKM). This is due to the lack of media usage that stimulates students interest in thematic learning.
This study used a deskiriptif qualitative method conducted in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya. The data collection techniques used in this study were observations, interviews and documentation. The formulation of a problem raised in this research is as follows: (1) How is the planning of thematic learning in MIS-Class of Mutiara Insan Palangka Raya? (2) How to apply Monopoly media in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya? (3) How do teachers ' activities when applying monopoly media to thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya? (4) How do students ' activities when applying monopoly media to thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya?. The objective of this study is (1) to know the planning of thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya (2) to know the implementation of Monopoly media in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya (3) to know the activity of teachers when Applying monopoly Media in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya and (4) to know the activity of students when applying monopoly media in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya.
The results showed that: (1) The planning of thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya belongs to the category very well (2) The application of Monopoly media on thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangkaraya already Applied properly and in accordance with its user steps. (3) Teacher activity when applying monopoly media to thematic learning in class IV MIS Mutiara Insan Palangka Raya has been done well and belongs in the category very well (4) Student activities when applying monopoly media in class IV MIS Mutiara The human Palangka Raya has done well and belongs to the category very well
Pola Interaksi Sosial Penganut Ajaran Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam Kehidupan Bermasyarakat
Indonesia has many religious organizations according to their sects. One of the religious organizations is the Indonesian Islamic Da'wah Institute. This religious organization has the function of uniting all people and providing real meaning in social life. There are various religious organizations, one of which is the Indonesian Islamic Da'wah Institute or the Indonesian Islamic Da'wah Institute. In some areas, this often causes conflict due to social disputes because the teachings of the Indonesian Islamic Da'wah Institute are considered deviant by society. One of them is in Sawoo District, where the majority join the religious organization Indonesian Islamic Da'wah Institute. In this case, the formulation of the problem raised is what the social interaction patterns of people who adhere to LDII teachings are with other groups of people in Sawoo District. The aim of this research is to understand the life of the Indonesian Islamic Da'wah Institute in Sawoo sub-district and analyze the interaction patterns of people who adhere to the teachings of the Indonesian Islamic Da'wah Institute. This research uses a qualitative approach with data collection techniques using literature study, observation and interviews. The results of research regarding the social interaction patterns of people who adhere to the teachings of the Indonesian Islamic Da'wah Institute, namely the interaction and life of people who adhere to the teachings of the Indonesian Islamic Da'wah Institute, namely places of worship or mosques which are specifically for the Indonesian Islamic Da'wah Institute, if you meet someone who is not their group then it is considered impure and cleaned immediately after leaving. People's views on these teachings vary, there are those who consider this strange and not in accordance with the teachings of the Prophet, but there are also those who consider this normal because each religion and teachings are different according to their organization
Analisis Semiotik pada Poster Manner Perusahaan Tokyo Metro Tahun 2022
Penelitian ini merupakan penelitian mengenai tanda lingual dan non-lingual yang terdapat pada poster manner perusahaan Tokyo Metro yang terbit pada tahun 2022 dengan menggunakan kajian semotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi dan makna konotasi dari tanda lingual dan non-lingual yang terdapat pada poster manner yang diterbitkan perusahaan Tokyo Metro yang terbit pada tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang besifat deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan ortografis dan menggunakan teknik pilah unsur penentu. Penelitian ini menggunakan teori signifikasi dua tahap oleh Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini adalah pada poster ditemukan tanda lingual dan non lingual. Pada poster terdapat tanda lingual yang berupa kalimat dalam bahasa Jepang serta tanda non-lingual berupa gambar. Dari tanda lingual dan non-lingual tersebut menampilkan makna yang harus dilakukan dan tidak dilakukan oleh penumpang saat berada di kereta ataupun di stasiun
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU AGRESI PADA SISWA SMK
ABSRAK
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN POLA ASUH
OTORITER DENGAN PERILAKU AGRESI PADA SISWA SMK
Oleh :
Rezy Adelia Batubara
Perilaku Agresi merupakan bentuk perilaku melukai atau
menyakiti, dengan perilaku yang seperti ini individu memiliki tujuan
untuk melukai individu lain. Kematangan emosi dan pola asuh otoriter
menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku agresi, tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kematangan
emosi dan pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada siswa SMK.
Untuk menganalisis hubungan antara kematangan emosi dn perilaku
agresi pada siswa SMK dan untuk menganalisis hubungan antara pola
asuh otoriter dengan perilaku agresi pada siswa SMK.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 siswa,
penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Teknik
pengumpulan data yang di gunakan adalah skala perilaku agresi
berjumlah 20 aitem ( = 0.888), skala kematangan emosi berjumlah
19 aitem ( = 0.889), dan skala pola asuh otoriter berjumlah 19 aitem
( = 0.835). Hasil hipotesis pertama menunjukkan terdapat hubungan
yang signifikan antara kematangan emosi dan pola asuh otoriter
dengan perilaku agresi pada siswa SMK dengan nilai R sebesar 0.426
dan nilai F sebesar 9.653 dan kedua variabel memberikan sumbangan
sebesar 18,2%. Kedua terdapat hubungan negatif signifikan antara
kematangan emosi dengan perilaku agresi pada siswa SMK dengan
nilai R sebesar -0.415 dan memberikan sumbangan efektif sebesar
17.6%. ketiga tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh
otoriter dengan perilaku agresi pada siswa SMK dengan nilai R
sebesar -0.052 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 0.5%.
Kata Kunci : kematangan emosi, pola asuh otoriter, perilaku agresi.
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL MATURITY
AND AUTHORITARIAN PARENTING AND AGGRESSION
BEHAVIOR IN HIGH SCHOOL STUDENTS
Author :
Rezy Adelia Batubara
Aggressive behavior is a form of injurious or hurtful
behavior, with this kind of behavior individuals have the aim of
hurting other individuals. Emotional maturity and authoritarian
parenting are factors that influence aggression behavior, the purpose
of this study is to analyze the relationship between emotional maturity
and authoritarian parenting with aggression behavior in vocational
students. To analyze the relationship between emotional maturity and
aggression behavior in vocational students and to analyze the
relationship between authoritarian parenting and aggression behavior
in vocational students.
The population in this study amounted to 120 students, the
study used quantitative methods with sampling techniques, namely
cluster random sampling. The data collection technique used is an
aggression behavior scale totaling 20 items (α = 0.888), an emotional
maturity scale totaling 19 items (α = 0.889), and an authoritarian
parenting scale totaling 19 items (α = 0.835). The results of the first
hypothesis showed that there was a significant relationship between
emotional maturity and authoritarian parenting with aggression
behavior in vocational students with an R value of 0.426 and an F
value of 9.653 and both variables contributed 18.2%. Second, there is
a significant negative relationship between emotional maturity and
aggression behavior in vocational students with an R value of -0.415
and an effective contribution of 17.6%. Third, there is no significant
relationship between authoritarian parenting and aggression behavior
in vocational students with an R value of -0.052 and an effective
contribution of 0.5%.
Keywords: Emotional maturity, authoritarian parenting, aggression
behavior
Kesenian Reyog Ponorogo Sebagai Pendukung Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Ponorogo
The philosophy of Reyog Ponorogo is a point of interest in efforts to develop a community based on local wisdom. This study aims to determine the conditions, challenges, and analyze the strategies of Reyog Ponorogo in developing tourism in Ponorogo district. This study describes the development of Reyog Ponorogo art, the problems faced, and the need to strengthen local wisdom using a combination of qualitative research methods and functionalist theory. The data collection techniques used were observation and in-depth interviews. The analysis techniques for the results were data reduction, data presentation and concluding. The research findings show that although Reyog Ponorogo has become a national hero, there are still challenges such as individual pride and poor organizational performance. Important collaboration between the government, community, and academics is also mentioned to support the growth of Reyog Ponorogo strongly and consistently. In addition to increasing the promotion and maintenance of local wisdom in Reyog Ponorogo, this art is also intended to support the growth of tourism in the region as a whole.
Filosofi Reyog Ponorogo menjadi point of interest dalam upaya pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi, tantangan, dan menganalisis strategi Reyog Ponorogo dalam mengembangkan pariwisata di kabupaten Ponorogo. Kajian ini menggambarkan perkembangan seni Reyog Ponorogo, permasalahan yang dihadapi, dan perlunya penguatan kearifan lokal dengan menggunakan kombinasi metode penelitian kualitatif dan teori fungsionalis. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis hasilnya yakni reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Reyog Ponorogo telah menjadi pahlawan nasional, namun masih terdapat tantangan seperti kebanggaan individu dan kinerja organisasi yang buruk. Kolaborasi penting antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi juga disebutkan guna mendukung pertumbuhan Reyog Ponorogo secara kuat dan konsisten. Selain untuk meningkatkan promosi dan pemeliharaan kearifan lokal di Reyog Ponorogo, kesenian ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut secara menyeluruh.Filosofi Reyog Ponorogo menjadi point of interest dalam upaya pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi, tantangan, dan menganalisis strategi Reyog Ponorogo dalam mengembangkan pariwisata di kabupaten Ponorogo. Kajian ini menggambarkan perkembangan seni Reyog Ponorogo, permasalahan yang dihadapi, dan perlunya penguatan kearifan lokal dengan menggunakan kombinasi metode penelitian kualitatif dan teori fungsionalis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Reyog Ponorogo telah menjadi pahlawan nasional, namun masih terdapat tantangan seperti kebanggaan individu dan kinerja organisasi yang buruk. Kolaborasi penting antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi juga disebutkan guna mendukung pertumbuhan Reyog Ponorogo secara kuat dan konsisten. Selain untuk meningkatkan promosi dan pemeliharaan kearifan lokal di Reyog Ponorogo, kesenian ini juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di wilayah tersebut secara menyeluruh.
Kata kunci: Reyog Ponorogo, pariwisata, kearifan loka
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2014-2020
This study aims to analyze the impacts of Indonesia\u27s GDP, Export Destination Country GDP, Destination Country Population, Distance, Exchange Rate and Inflation on Indonesia\u27s coal exports in 2014-2020. The data used is secondary data obtained from BPS, World Bank, Bank of International Settlements and Geobytes. The analysis method uses panel data regression with random effect. The results of this study show that Indonesia\u27s GDP, Population of Destination Countries, Exchange Rate and Inflation have a positive and significant influence on Indonesia\u27s coal exports, while the GDP of Export Destination Countries and Distance does not have a significant influence on Indonesia\u27s coal exports.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak PDB Indonesia, PDB Negara Tujuan Ekspor, Populasi Negara Tujuan Ekspor, Jarak, Nilai Tukar dan Inflasi terhadap ekspor batubara Indonesia pada tahun 2014-2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS, World Bank, Bank of International Settlements dan Geobytes. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan random effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDB Indonesia, Populasi Negara Tujuan, Nilai Tukar dan Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekspor batubara Indonesia, sedangkan PDB Negara Tujuan Ekspor dan Jarak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekspor batubara Indonesia
OPTIMALISASI OPERASIONAL BANK SAMPAH KOTA MALANG MELALUI BUSINESS PROCESS REENGINEERING
Bank Sampah telah menjadi elemen kunci dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di berbagai kota, termasuk Kota Malang. Namun, seringkali tantangan terkait efisiensi operasional menghambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Business Process Reengineering (BPR) sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional Bank Sampah di Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan fokus pada Bank Sampah di daerah Sukun, Kota Malang. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pengelola Bank Sampah, dan analisis dokumen terkait proses bisnis yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BPR pada Bank Sampah dapat meningkatkan efisiensi operasional melalui penyederhanaan proses, pemanfaatan teknologi informasi yang tepat, dan peningkatan koordinasi antar unit kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Business Process Re-engineering (BPR) telah berhasil meningkatkan efisiensi operasional Bank Sampah Kota Malang hingga 90%. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan menerapkan BPR, Bank Sampah di Kota Malang dapat mencapai peningkatan efisiensi yang signifikan, yang pada akhirnya mendukung tujuan lingkungan dan sosial yang lebih luas
THE BEST PRACTICES OF MANAGING THE LEARNING ACTIVITIES AT THE PRIMARY SCHOOL OF PKBM EDUHOUSE SEMARANG
The growing competition in the workforce, especially in the developing world,
underscores the importance of education in equipping individuals with the necessary
skills for employment. An internship offers valuable opportunities for students to gain
real-world experience and develop practical skills. The author participated in a
six-month internship program at Eduhouse from August 5, 2024, to January 8, 2025.
During the internship, the author worked primarily in the administration department,
assisting with tasks such as organizing student data, creating report covers, and
helping with classroom activities. The author also faced challenges, such as receiving
tasks from multiple people and communication issues due to physical distance. These
issues were addressed through clear role clarification and digital communication
tools. The internship gave the author valuable teamwork, communication, and
administrative skills. The experience also deepened the author's understanding of the
importance of clear communication and efficient task management
- …
